Filsafat Berfikir

EPISTEMOLOGI ISLAM

Juli 29, 2009
1 Komentar

EPISTEMOLOGI ISLAM
Oleh: Ading Nashrulloh

A. Arti epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan epistemologi yang paling pokok ialah tentang sumber-sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran.

B. Sumber dan kriteria kebenaran menurut Islam
Dalam suatu pembahasannya Prof. Syed Naquib Al-Atas, mengatakan sumber dan kriteria kebenaran dalam pandangan Islam terbagi atas dua bagian besar, yakni yang bersifat relative dan yang bersifat absolut. Yang termasuk sumber pengetahuan relatif adalah indra dan persepsi. Sumber yang absolut, tiada lain al-Quran dan Sunnah.

C. Konsekuensi Epistemologi Islam
Kebenaran adalah apa-apa yang dikandung dan didasarkan kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Apa saja yang berasal dari luar Al-Quran dan As-Sunnah, harus diletakkan dalam kerangka kebenaran kedua-duanya. Pengetahuan yang berasal dari luar Islam harus dilihat dan diteropong dari kacamata epistemologi Islam. Pengetahuan harus dibangun di atas landasan Al-Quran dan Sunnah. Jangan khawatir, bahwa hanya karena al-Quran dan hadits dibawa-bawa, pengetahuan dan sains menjadi terkekang. Sehebat-hebatnya hasil pemikiran manusia statusnya dibawah al-Quran, dan menuju kebenaran sebagaimana yang diinformasikan al-Quran.

D. Epistemologi Barat
Manusia dan alam semesta merupakan ayat-ayat pendamping Al-Quran yang saling menguatkan. Penciptaan manusia sama dengan penciptaan Islam. Penciptaan alam semesta dengan segenap atributnya sama dengan informasi yang ada dalam Al-Quran.
Hal ini tidak diakui oleh Filsafat Barat yang berinduk kepada filsafat Matrealisme. Menurut mereka, sumber epistemologi adalah akal (rasionalisme) dan fakta (empirisme) itu pun didasarkan lagi kepada pragmatisme. Kriteria kebenaran adalah apa-apa yang dibatasi oleh metode ilmiah. Sebenarnya Metode Ilmiah tidak bermaksud mencapai suatu pengetahuan yang absolut. Tetapi mereka telah mengabsolutkan metode ilmiah sebagai satu-satunya jalan menuju pengetahuan yang benar.
Dalam batas-batas tertentu secara pragmatis, metode ilmiah telah membantu manusia mengembangkan sains dan teknologi. Namun karena dasar filsafat hidup yang mendasari metode ilmiah itu adalah matrealisme, akibatnya sains dan teknologi mejadi tunggangan untuk menyebarkan filsafat matrealisme, yang menyebabkan manusia buta kepada hatinuraninya sendiri. Yang artinya, buta kepada Tuhannya, dan buta kepada makna hidup yang hakiki.

E. Yakin pada Al-Quran
Tetapi beriman, dan meyakini kebenaran Al-Quran tidak kemudian membuat manusia menjadi otomatis mulia. Buktinya hari ini umat Islam dihinakan dan direndahkan di mana-mana, tanpa ada kekuatan untuk membela diri. Padahal jumlahnya lebih dari satu miliar. Keberadaannya seperti makanan yang dihidangkan di atas meja. Mari mencari jawabnya.


Ditulis dalam filsafat Islam

TUHAN, MANUSIA DAN ALAM

TUHAN, MANUSIA DAN ALAM
Oleh: Ading Nashrulloh

A. Arti Ontologi
Salah satu cabang utama filsafat adalah ontologi. Ontologi artinya pengetahuan filsafati yang membahas tentang sifat, hakikat, asal muasal segala sesuatu yang ada. Umumnya Ontologi memusatkan perhatian pada tiga perkara penting, yaitu alam semesta, manusia dan Tuhan.

B. Cabang-cabang Ontologi
Ontologi punya cabang lagi. Cabang ontologi yang membahas alam semesta disebut dengan kosmologi, yang mebahas Tuhan disebut theologi, yang membahas manusia disebut antropologi. Antropologi merupakan nama untuk filsafat dan juga sains yang membahas tentang manusia.

C. Theologi
Apa itu Tuhan? Pertanyaan ini mudah dijawab kalau diajukan kepada orang Islam. Tuhan itu adalah Allah. Dialah yang menciptakan alam dan manusia. Dia tidak beranak, tidak diperanakkan. Semua hal membutuhkan Dia. Dan tak satu hal pun sama dengan Dia. Sederhana, mudah dipahami.

Kalau diajukan kepada Yahudi dan Nasrani, jawabannya ribet. Sehingga dunia sains tidak mau menerimanya. Ahli filsafat mengemukakan pendapatnya tentang Tuhan yang diajukan Yahudi dan Nasrani. Tuhan itu sudah mati, kalau masih hidup harus dibunuh. Ada yang pula yang berpendapat Tuhan perlu dihidupkan.

D. Antropologi dan Kosmologi
Apa pula manusia dan alam semesta? Jawabannya juga tak perlu pelik-pelik. Manusia dan alam semesta adalah makhluk. Adanya manusia dan alam semesta ini, diadakan oleh Tuhan, yakni Allah.

E. Wahyu, alam dan Manusia sumber Epistemologi untuk menjelaskan hakikat Ontologis
Bahwa manusia dan alam adalah makhluk, Inilah landasan ontologis pandangan hidup kaum muslimin. Keberadaan manusia dan alam semesta merupakan wujud kekuasaan dan dalil keberadaan Allah.
Bagaimana selanjutnya manusia mengenal Tuhan lebih dekat? Untuk mengenal bahwa Allah ada, dibuktikan oleh akal dan alam. Tetapi untuk mengenal Allah lebih spesifik dan mengenal cara untuk mengabdi kepada-Nya manusia membutuhkan wahyu.
Seharusnya kaum muslimin tak perlu risau dengan bantahan-bantahan manusia yang menolak wahyu dengan seribu satu argumen yang mereka kemukakan. Karena AL-Quran yang merupakan wahyu Allah yang terakhir dilengkapi dengan ayat-ayat-Nya yang lain, yang saling bersinergi. Ayat-ayat Allah yang lain itu ialah alam dan manusia itu sendiri.

Untuk mengungkapkan sebagian kecil saja rahasia-rahasia alam semesta dan diri manusia, dibutuhkan puncak-puncak intelektual yang mampu dicapai manusia. Setiap hasil dari intelektual itu, wujudnya adalah suatu ketetapan bahwa alam dan manusia memang diciptakan oleh kekuatan yang Maha Kuasa, yakni oleh Allah Swt.


Ditulis dalam Uncategorized

PANDANGAN FILSAFAT MATREALISME

Juli 28, 2009
3 Komentar

PANDANGAN FILSAFAT MATREALISME

Oleh: Ading Nashrulloh

Menurut aliran filsafat matrealisme, asal, sifat dah hakikat dari semua keberadaan adalah materi. Faham matrealisme tidak mengakui adanya Tuhan. Tidak ada bab tentang Tuhan. Kalau pun ada, maka dicacilah manusia yang percaya kepada Tuhan. Dicaci agama.

Aliran matrealisme mengabaikan adanya spiritual. Tidak ada kamus kitab suci, rasul, hari kiamat, malaikat, surga, neraka. Maka tak kenal ibadah doa, dosa, taubat, takwa, tawakal, sabar. Konsep-konsep dosa dan taubat, neraka dan surga datang dari agama. Jadi kalau tidak mau dipusingkan hidup ini oleh urusan dosa dan neraka, tinggalkan saja agama.

Karena itu muncul berbagai kritik pada filsafat ini. Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut : 1. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya. 2. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga. 3. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan. 4. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun. (kuliahfilsafat.blogspot.com/…/idealisme-materialisme.htm)

Untuk memahami realitas hakiki dari semua keberadaan dan yang mungkin ada, seseorang boleh dengan cara berfikir yang sederhana seperti penduduk yang terbelakang, boleh juga dengan cara berfikir yang sangat canggih seperti para filsuf untuk sampai pada keyakinan tentang hakikat keberadaan itu.

Orang boleh meyakini apa yang menjadi keyakinannya dan meyakinkan keyakinannya kepada orang lain. Seperti syetan dibolehkan Tuhan untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia ke neraka. Tidak ada larangan. Kata boleh, tidak selalu artinya benar. Orang boleh tidak meyakini, boleh menolak dan boleh mencegah suatu pemikiran, keyakinan yang menurutnya salah, sesat. Setiap pemikiran, filsafat, ide, gagasan, dan keyakinan selalu memiliki landasan rasional menurut pemegangnya. Karena itu ia bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya itu. Syetan bertanggung jawab atas pilihannya untuk durhaka pada Tuhan. Lalu orang yang mendurhakai Tuhan karena mengikuti Syetan tidak bisa menyalahkan syetan. Setiap pendurhaka bertanggung jawab atas dosa-dosanya dan dosa orang yang disesatkannya, dengan tidak menanggungkan dosanya kepada orang atau syetan yang mengajaknya pada kesesatan.

Yang tercela adalah suatu pemaksaan. Orang-orang yang menganut faham matrealisme boleh menyebarkan pemikiranya. Kata boleh di sini bukan legalitas dari kita. Tetapi dari sunatulloh. Oleh karena itu kita pun boleh mencegah pemikiran penyebaran dan penganutan filsafat matrealisme. Yang tidak boleh adalah kita memaksakan keyakinan kita pada mereka atau mereka memaksakan keyakinan mereka pada kita. Apa guna suatu pemaksaan suatu keyakinan.
Kritikan kepada filsafat matrealisme itu, dimaksudkan agar mereka berfikir ulang tentang pemikirannya. Apa benar, Tuhan tidak ada? Kalau Tuhan tidak ada, lalu siapa yang mengatur peredaran air minum yang dimimunya ke seluruh tubuh dengan suatu pengaturan yang teramat rumit? Siapa yang membentuk hidung sedemikian rupa?
Jawaban yang mereka kemukan adalah: hukum alam. Ketika ditanyakan lagi apa itu hukum alam, sumbernya, sifatnya, awal mulanya, tempatnya? Kenapa mesti hukum alam yang mengatur semua kejadian di alam? Jawaban mereka…hukum alam, ya hukum alam. Titik. Orang matrelisme mengatakan bahwa keyakinan kepada agama adalah keyakinan dogmatis, tanpa suatu alasan yang rasional dan fakta yang dapat dibuktikan. Ternyata orang matrealisme itu seara terang-terangan mengatakan keyakinanannya pada hukum alam secara dogmatis, tanpa suatu alasan yang rasional dan fakta yang dapat dibuktikan pula.

Kalau demikian sama-sama dogmatis lah. Tapi nanti dulu. Apa benar keyakinan pada agama itu dogmatis. Sedangkan keyakinan pada hukum alam itu rasional dan sesuai fakta-fakta? Mari kita cari jawabannya.


Ditulis dalam Uncategorized

MASA DEPAN DAN MASA LALUKU

Juli 27, 2009
5 Komentar

MASA DEPAN DAN MASA LALUKU

Ading Nashrulloh

Usiaku saat ini 30 tahun. Begitu pun usia anda yang sama denganku. Ketika aku melihat anak usia 5 tahun, maka di masa laluku di 25 tahun yang lalu sama dengan anak itu. Masih anak-anak. Saat ini aku hafal bahwa aku pernah melewati usia 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun…Lalu aku melihat seorang kakek-kakek yang berusia 75 tahun, ia masih kuat mengajar di madrasah. Jika usiaku dipanjangkan Tuhan, dan sekuat kakek itu, maka kakek itu adalah masa depanku, dan masa depanmu juga, kawan.

Aku sempat membaca berita bahwa Pak Omar Dhani yang Panglima AURI di Masa Orde Lama, hari ini meninggal dunia. Beliau sudah tua ketika hendak meninggalnya. Pastinya kemudian dikuburkan, dan 30 tahun yang akan datang saat usiaku 60 tahun, jasadnya sudah menjadi tanah. Dan 60 tahun yang akan datang, aku pun pastinya juga jadi tanah. Tanah adalah masa depan jasadku, dan jasadmu juga.

Sedangkan 60 tahun lalu, aku belum ada. Bahkan tak seorang pun menganggap aku apa-apa. Tiada yang dikatakan tentang aku. Aku belum ada. Aku tidak ada. Kau pun tidak ada. Ya kita tidak ada di masa 60 tahun yang lalu, kawan.

Semakin lama waktu semakin mendekatkan kita kepada kematian, dan menjauhkan kita dari dunia. Ketika aku melewati gedung-gedung di sepanjang jalan Jakarta, aku berbisik kepada diriku, wahai Ading, kenapa kau tidak punya gedung-gedung itu, kenapa kau tidak mampu sedang orang lain mampu. Aduhai jiwaku seakan teriris dirasuki rasa iri. Melihat orang bisa bermegah-megahan dengan rumah gedung yang bertingkat, kendaraan yang sangat mengkilat. Diiringi musik yang menggugah nafsu dan cinta. Lalu tidak lama kawanku yang memboncengku melewati tanah kuburan Tanah Kusir. Kupandangi sepanjang jalan yang dilewati. Aha, sebenarnya, dahulu orang-orang yang kini berbaring di kuburan itu, dahulunya pernah menikmati megahnya dunia, atau hidup susah seperti aku. Tetapi kini mereka tak dapat berbuat apa-apa. Tubuh mereka dihimpit liang lahat. Dan aku yakin, aku, kau pasti akan mengikuti jejak mereka, mau ataupun tidak mau. Dan gedung-gedung yang diimpikanitu kini menjadi sempit artinya. Sedangkan kehidupan akhirat itu jadi besar urusannya.

Seandainya masa lalu kita adalah ketiadaan dan masa depan kita adalah tanah, mungkin kita tidak perlu mengikuti agama. Kalaupun beragama hanya karena alasan pragmatis saja. Kepada kita telah diajarkan ucapan innalillahi wainnalliahi rojiuun. Diucapkan ketika tertimpa musibah, atau kematian dari saudara kita yang mukmin. Kita semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah. Jika kita dalam keadaan bersih. Sebab kalau kita kotor, tempat kembali kita adalah neraka.

Kutulis kata demi kata tulisan ini begitu yakin, dan yakin bahwa aku ada. Tetapi adanya aku di hari akhirat lebih pasti adanya, lebih meyakinkan. Aku tidak tahu harus kujawab apa, ketika aku berdiri di hadapan Allah dan Dia bertanya kepadaku, usiamu kau habiskan untuk apa, Ading? Apa yang telah kau lakukan untuk mengabdi pada Tuhanmu yang telah menciptakanmu? Kau turuti perintah agamamu, ataukan kau turuti nafsumu?


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

SEBELUM AKU BERBUAT

SEBELUM AKU BERBUAT

Oleh:Ading Nashrulloh

Setiap perbuatan kita dari hal yang sebesar-besarnya hingga yang sekecil-kecilnya adalah penting. Baik ditinjau dari perkara sebelumnya ataupun sesudahnya. Perkara dari setiap perbuatan kita, setelah perbuatan itu kita lakukan, adalah akibatnya. Setiap perbuatan pasti ada akibatnya. Selalu demikian sejak dahulu hingga sekarang dan masa yang akan datang.

Akibat terdekat dari perbuatan kita adalah perubahan pada hati, jiwa dan fikiran serta jasmani kita. Tampilan jasmani, rohani, jiwa, akal, hati, wajah kita saat ini adalah buah dari perbuatan kita sebelumnya. Jika tampilan itu adalah tampilan orang-orang sholeh, maka yang demikian itu buah dari perbuatan sholeh. Dan jika jasmani, rohani, jiwa, akal, hati, wajah kita saat ini cenderung kriminal, itu karena perbuatan kita sendiri banyak mencurinya, suka mengambil hak orang lain. Seseorang tidak bisa berpura-pura jadi orang sholeh, atau jadi orang jahat. Seseorang selalu tampil apa adanya. Kalau ia ahli ibadah, ya tampil sebagai ahli ibadah. Dan jika ia ahli maksiat seluruh bagian tubuh dan jiwanya akan memberitahukan bahwa ia adalah ahli maksiat.

Akibat terjauh, tetapi kenyataannya lebih pasti, dari setiap perbuatan kita ialah kau dimasukkan ke surga atau neraka. Jadi hati-hati dalam berbuat. Perbuatan apapun, sekalipun itu baik, juga mesti menurut suatu pertimbangan yang matang. Agar pahala yang dijanjikan Tuhan benar-benar nyata hasilnya.

Perbuatan diawali oleh suatu keputusan. Keputusan diawali oleh suatu pertimbangan. Pertimbangan diawali dari persepsi kita tentang kenyataan. Kenyataan hanya dapat ditangkap oleh kesadaran, fikiran, indra dan pengertian. Maka sejatinya orang yang paling tajam pengertiannya, fikirannya, indranya, dan kesadarannya, akan memiliki ketajaman dalam mempersepsi kenyataan yang ada dihadapannya, apakah itu berupa masalah atau inspirasi untuk berinovasi. Selanjutnya ia akan membuat suatu pertimbangan yang matang akan apa yang akan jadi keputusannya, dan apa yang akan diperbuatnya.

Kenapa Allah mengatakan dalam Al-Quran bahwa Al-Quran itu merupakan petunjuk, khusus bagi orang-orang yang bertakwa ? Kenapa tidak untuk yang lainnya? Bahwa Al-Quran merupakan obat dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin? Kenapa tidak untuk yang lainnya? Misalnya untuk Yahudi dan Majusi ?

Orang-orang bertakwa dan beriman tentu saja mereka sebelumnya mengkondisikan kesadaran, fikiran, indra dan pengertiannya pada Al-Quran kemudian mengambil suatu pertimbangan lalu keputusan untuk beriman kepada Al-Quran tersebut. Yang pada gilirannya yang terakhir mereka berbuat di atas pertimbanga dan keputusannya itu. Dengan cara itu ia memperoleh petunjuk dari al-Quran untuk ke surga.
Pola yang sama dilakukan pengikut syetan kepada patunjuk gurunya yaitu syetan. Mereka mengkondisikan kesadaran, fikiran, indra dan pengertiannya kepada ajaran-ajaran syetan. Seandainya mereka tidak memiliki kesadaran, fikiran, indra dan pengertian terhadap ajaran-ajaran Bung Syetan, maka tidak akan mereka berbuat kesyetanan. Dengan cara berontologi, epistemologi dan aksiologi kesyetanan maka mereka memperoleh petunjuk jalan menuju ke neraka. Dan syetan tahu, bahwa ia akan ke neraka. Bukan ke surga.

Sebelum kau berbuat, tetapkan tujuanmu yang amat terakhir, lalu ikuti petunjuk jalan ke arah sana dengan menyertakan segenap akal fikiran dan kesadaran. Saya kira ini suatu pengertian yang umum yang kita tahu. Hanya saja, kalau para jahiliah itu bersungguh-sungguh berjuang untuk menegakkan kalimat kesyetanan, kenapa kita tidak bersungguh-sungguh berbuat untuk menegakkan kalimat ketauhidan?


Ditulis dalam Uncategorized

MENJADI AHLI FILSAFAT

MENJADI AHLI FILSAFAT
Oleh:Ading Nashrulloh

Untuk mengkaji filsafat secara sistematis, pertama kita golongkan terlebih dahulu menjadi dua kategori kedudukan filsafat. Pertama filsafat teoritis, kedua filsafat praktis. Filsafat teoritis digarap oleh ahli filsafat. Sedangkan filsafat praktis merupakan garapan filsuf. Adakalanya seseorang ahli filsafat bukan seorang filsuf. Seorang ahli filsafat adalah seorang yang menguasai secara akademis dan teoritis tentang asas, historis dan sistematika filsafat-filsafat. Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang filsafat, tetapi ia sendiri tidak berfikir filsafati seperti filsuf. Mempelajari filsafat tidak ada bedanya dengan mempelajari ilmu-ilmu lainnya yang mengharuskan kinerja akal.

Untuk memahami filsafat secara teoritis, maka para ahli filsafat membagi kajiannya menjadi tiga bahasan utama, yaitu historis, sistematis dan asas. Pertama, filsafat secara historis terbagi atas filsafat klasik, modern dan kontemporer dengan ranah kajian filsafat Barat, Timur dan Islam. Kedua, filsafat secara sistematis terbagi atas bahasan tentang cabang dan aliran. Contoh cabang filsafat adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Contoh aliran filsafat ialah matrealisme, idealisme. Ketiga filsafat dilihat dari asas yang mendasarinya. Filsafat dapat tumbuh di atas dua pilar pengetahuan yaitu :ilmu dan agama. Berkembangnya filsafat ditangan filsuf, dikarenakan filsuf itu memiliki dasar-dasar ilmu yang kuat atau pengetahuan agama yang mendalam.

Cabang Filsafat dan Alirannya

1. Cabang Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan. Dalam membahas ontologi ini, filsafat terbagi atas berbagai aliran seperti monisme, dualisme, pluralisme, spiritualisme, matrealisme, mekanisme, teleologisme, vitalisme dan organisme.

2. Cabang Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan. Epistemologi terdiri atas aliran-aliran berupa: rasionalisme, empirisme, realisme, kritisisme, idealisme, positivisme dan pragmatisme.

3. Cabang Aksilogi
Aksiologi yaitu cabang filsafat yang membahas mengenai tindakan. Aksiolgi terdiri dari aliran-aliran berwujud: Idealisme Etis, Deontologisme Etis, Etika Teleologis, Hedonisme dan Utilitarianisme.

Untuk menjadi ahli filsafat kita tinggal mendalami ketiga cabang tersebut dan hal lainnya. Yang jelas siapapun perlu banyak membaca, mendengar, berfikir, berinovasi untuk membangun pemikirannya untuk jadi ahli filsafat.


Ditulis dalam Uncategorized

PERBEDAAN ANTARA ILMU DAN PENGETAHUAN

Juli 22, 2009
45 Komentar

PERBEDAAN ANTARA ILMU DAN PENGETAHUAN
Oleh: Ading Nashrulloh
Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting. Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.

Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.

Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat , lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika, bahasa, statistika dan metode ilmiah. Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah. Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.

Untuk bepengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan. Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan. Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat pembahasan secara kritis dan akhirnya barulah ia mencapai suatu ilmu. Ilmu yang ditemukannya sendiri.

Apa maksud “membaca langkah terakhir manusia berilmu” ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia. Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya. Katakanlah bahwa sebelum abad renaisansi di Eropa, bangsa Eropa berada dalam kegelapan yang terpekat. Karena larut dalam filsafat skolastik yang mengekang ilmu dan peran gereja. Para ilmuwan dan para filsafat abda itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam. Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalanya dari negri dan zaman firaun.

Jadi seseorang yang ingin berilmu manajemen, misalnya, maka ia harus mengumpulkan dulu pengetahuan-pengetahuan mnajemen yang telah disusun sampai hari kemarin oleh para ahli ilmu tersebut dan merentang terus kebelakang sampai zaman yang dapat dicapai oleh pengetahuan sejarah.

Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu ialah dengan sekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. Memang sekalipun gelar sudah s3 tapi koq masih terasa haus juga terhadap ilmu. Itu karena ilmu yang ada pada dirinya sebenarnya barus sedikit dari khazanah ilmu yang pernah disusun manusia, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu di masa depan sampai haru kiamat nanti.


Ditulis dalam Uncategorized

MENCINTAI KEBIJAKSANAAN

MENCINTAI KEBIJAKSANAAN
Oleh: Ading

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani (philo dan shophia) artinya cinta pada kebijaksanaan. Kenapa kebijaksanaan begitu dicintai? Setiap orang ingin hidup mulia, bahagia dan benar. Ketiga hal ini terkumpul dalam kebijaksanaan, baik sebagai proses atau sebagai hasilnya. Alasan mengapa kita mesti belajar dan mengenal filsaat, agar hari-hari kita senantiasa diisi oleh kebenaran, kebahagiaan dan kemuliaan.

A. Tanda-tanda Orang yang Cinta

Orang yang jatuh cinta itu aneh. Bertemu dengan kekasih menangis, berpisah pun menangis, kata seorang pujangga. Bertemu menangis karena takut berpisah; berpisah menangis karena sangat berharap bertemu. Ya, tanda cinta itu, takut dan harap. Kebijaksanaan merupakan hal yang dicintai oleh para filsuf. Filsuf sejatinya adalah orang yang sangat cinta, harap dan takut kepada Tuhan, sebab Dia merupakan sumber dari kebijaksanaan. Tapi juga bisa menjadi seorang yang sangat benci, sombong dan nekat pada Tuhan yang telah menciptakannya. Bisa terjadi hal ini, dikarenakan tindakan manusia tak semata mengikuti akal fikirannya. Akal itu bekerja dalam suatu pengawasan fitrah atau nafsu. Tipe pertama adalah filsuf yang menggunakan akalnya dibawah kendali fitrah, yang terakhir merekalah yang akalnya dikendalikan nafsu. Tidak ada paksaan seseorang hendak memilih tipe yang mana. Yang benar dengan yang salah sudah dijelaskan kepada manusia, sebagaimana manusia dalam hal menangkapnya, seperti membedakan antara siang dengan malam.

B. Bila Kau Jatuh Cinta

Cinta itu nikmat dan sakit. Seseorang akan merasakan kenikmatan apabila bertemu dengan apa yang dicintainya. Secara otomatis akan merasakan kesakitan ketika berjauhan, oleh suatu sebab, dengan yang dicintainya. Maka orang yang cinta akan senantiasa berusaha untuk berdekatan, bermesraan dengan yang dicintainya. Seseorang akan merasakan kesakitan hanya jika pernah merasakan kenikmatan, dan karenanya segenap daya upaya tiada yang tersisa melainkan untuk dipersembahkan kepada yang dicintainya. Cinta palsu ialah di mulutmu kau katakan cinta, tetapi dalam tingkahlakumu, kau abaikan dia. Seorang pecinta sejati ialah seorang yang setia, rela berkorban, dan itu dilakukannya karena ia berkeyakinan bahwa di suatu masa nanti ia akan menemukan kebahagiaan, kemuliaan dan keteguhan dalam kebenaran. Bila kau jatuh cinta, bahkan jiwamu, kau relakan jadi tebusannya, asal kebenaran tetap di bersama jiwa itu.

C. Sumber Kebijaksanaan

Allah adalah sumber segala kebijaksanaan, kecermatan, kasihsayang, kualitas terbaik, dan peredam segala konflik. Dia adalah Yang Awal, Yang Akhir. Maha Mulia dan Maha Bijaksana. Dititipkannya sifat-sifat itu ke dalam jiwa manusia dalam kadarnya sebagai makhluk. Dia titiapkan pula pada makhluk yang bernama manusia itu berupa alam dan Al-Quran. Jiwa, alam dan al-Quran itu sumber kebijaksanaan yang dapat kita akses setiap waktu. Bahkan Allah pun dapat kita akses ketika kita shalat dan bermunajat pada-Nya. Kalau kita kita mengakses Allah, sebenarnya Allah tetap mengakses segenap jiwa dan tubuh kita, untuk menjaganya dari kehancuran sampai datang kematian. Allah begitu Bijaksana, sekalipun manusia ada yang berkeyakinan bahwa Dia punya anak, Dia tetap memberikan kepada mereka makan.

D. Cabang Kebijaksanaan

Yang patut dicintai manusia, jika ingin mulia-bahagia-benar, ialah Agama Islam. Islam adalah apa-apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad merupakan sosok manusia yang paling mencintai kebijkasnaan. Beliau adalah manusia yang paling mulia-bahagia-benar. Bangunan filsafat didirikan di atas tiga cabang yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dan Agama Islam telah menetapkan sebaik-baiknya bangunan filsafat. Ontologinya: iman. Iman itulah yang menjelaskan realitas hakiki sehakiki hakikinya. Epistemologinya : Islam. Islam itulah yang merupakan jalan bagi diraihnya pengetahuan yang benar, cara yang benar dengan batas-batas yang benar pula. Aksiologinya: Ihsan. Tujuan segala keberadaan dan ilmu dalam kesadaran insani adalah: Ihsan. Kau beribadah kepada Allah. Dalam ibadah itu anggaplah kau lihat Allah, kalau tidak melihat-Nya, maka Dia tetap melihatmu. Kecintaan pada ketiganya, merupakan jalan untuk sampai pada kedudukan mutaqin, filsuf sejati.

E. Belajar dari Islam tentang Islam.

Realisasi pertama untuk mencintai ialah mengenal. Makin kenal kita pada syetan, makin sayang kita pada diri kita sendiri. Makin kenal kita pada Allah, makin sayang kita pada kebenaran dan kebijaksanaan. Kenal kita pada Islam harus serius. Caranya lewat belajar. Rukun Iman mengaktifkan akal kita untuk cerdas dalam hidup. Cerdas dalam hidup, ialah pertamakali meletakkan dasar pandangan hidup dengan sebaik-baiknya dasar. Rukun Islam mengaktifkan badan kita agar bisa membantu akal dan rasa. Lewat Islam kita jadi punya iman, jiwa, anak, harta dan akal yang suci. Dan lewat Ihsan maka kita jadi wakil Allah di muka bumi, sebab segenap rasa dan kesadaran benar-benar diletakkan di atas dasar :”Atas nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Semestinya lewat bacaan basmalah saja, kita sudah terangkat jadi manusia yang cinta kebijaksanaan sekaligus mulia, bahagia dan benar.


Ditulis dalam Uncategorized

PERBEDAAN ANTARA FILSAFAT MATREALISME DENGAN AKIDAH ISLAM

Oleh : Ading
Yang membedakan satu golongan manusia dengan golongan yang lainnya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Salah satu hal yang amat mendasar yang membedakan antara golongan-golongan itu adalah filsafat. Seseorang yang telah menetapkan filsafat matrealisme sebagai dasar kehidupannya akan berbeda jauh dengan seseorang yang mengambil akidah Islam sebagai dasar dalam memandang kehidupan ini.
A. Pandangan Hidup yang didasarkan pada Akidah Islam
Akidah Islam adalah keyakinan dan kepercayaan yang kuat terhadap apa yang dibawa Rasululloh dari Allah SWT sebagai suatu kebenaran. Allah SWT adalah Tuhan, dan Rasululluh atau Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Suatu keyakinan dan kepercayaan membutuhkan suatu aktifitas berfikir yang serius, sebab menyangkut tentang urusan kebenaran. Istimewanya akidah Islam dengan seluruh skoupenya, dikhususkan untuk orang yang berfikir maju.
Bila akidah Islam difikirkan, dirasakan, dan diamalkan secara virtual, maka orang yang berlaku semacam itu akan sampai pada kemuliaan dan kebahagiaan: jadi mutaqin.

B. Pandangan Hidup yang didasarkan pada Filsafat Matrealisme
Filsafat matrealisme memandang manusia dan alam ada tanpa ada kaitannya dengan Tuhan. Tuhan itu dalam pandangan Filsafat matrealisme adalah tidak ada. Mereka berkeyakinan bahwa sumber dari segala keberadaan termasuk jiwa dan kehidupan adalah materi. Kehidupan berasal dari materi dan akan kembali pada materi, materi itu sendiri bersifat kekal.
Jadinya filsafat matrealisme itu bertentangan dengan akidah Islam. Dan akidah Islam berlawanan dengan matrealisme. Menurut akidah Islam, musuh manusia yang utama adalah syaithan, filsafat matrealisme menjadi tunggangan syetan, itu kenyataannya. Dan menurut filsafat matrealisme agama, termasuk Islam itulah yang sebenar-benarnya menyesatkan manusia, yang harus diwaspadai dan dibenci. Jika mutaqin melihat orang-orang matrealisme merupakan pengikut syetan, pengikut matrealisme melihat mutaqin itulah yang sesat dan gila.

C. Mengapa membandingkan antara filsafat matrealisme dengan akidah Islam ?
Filsafat tidak semata-mata hasil dan berupa pemikiran. Filsafat juga ikut mewarnai jalannya sejarah kehidupan manusia. Artinya filsafat itu bisa menjadi suatu fondasi bagi bangunan peradaban, pergaulan, dan kontemplasi. Filsafat matrealisme jika ditinjau dari kacamata akidah Islam, maka filsafat itu merupakan induk dari akidah sesat yang menggiring manusia pada matinya hatinurani, kasih sayang, rasa malu dan pengorbanan, serta hal yang berkaitan dengan transendensialisme.
Sebalilknya, akidah Islam bagi seorang muslim, jika ditinjau dari system filsafat maka, akidah itu bukan semata-mata merupakan suatu keyakinan kosong yang tidak melibatkan akal fikiran. Akidah Islam memberikan kesempatan kepada akal untuk mengembangkan sesuai cara berfikir yang jujur. Toh akhirnya manusia yang jujur dalam cara berfikirnya akan sampai pada akidah Islam. Timbulnya filsafat matrealisme diprediksikan karena para failusuf tidak jujur dalam cara berfikirnya.

D. Menghargai Filsafat sesuai Proporsinya.
Manakah yang lebih berharga bagi dunia, pemimpin Islam tetapi kejam dan membunuh para ulama ataukah pemimpin matrealisme tetapi jujur dan banyak berbuat kebaikan ? Berfilsafatlah.
Para Filsuf itu sesuai porsinya harus dihargai atas hasil jerih payahnya dalam berfikir. Mereka sebenarnya yang banyak dijadikan sasaran dakwah para Nabi dan Dai. Sebab mereka kaum yang berfikir. Kaum yang punya potensi untuk berakidah Islam secara virtual. Dajjal, Firaun, Haman, Namruz, adalah nama-nama yang diabadikan Allah dalam Al-Quran sebagai ahli berfikir yang menentang kebenaran. Dan penghargaan Allah atas mereka ialah: dajjal diberi umur sampai datangnya kiamat, Firaun jasadnya diabadikan di dunia, karya Haman ada hingga saat ini. Dalam keyakinan akidah Islam, mereka akan dimasukkan ke neraka setelah datangnya hari akhirat. Dalam keyakinan filsaat matrealisme: mereka adalah tokoh utama.


Ditulis dalam Uncategorized

PENGANTAR PADA FILSAFAT

PENGANTAR PADA FILSAFAT
Oleh : Ading

A. Latar Belakang Manusia berfilsafat
Dalam catatan sejarang yang melatarbelakangi timbulnya filsafat ialah karena munculnya pertanyaan dari seorang yang bernama Thales di negri Yunani. Pertanyaan itu ialah: apa bahan dasar dari keberadaan ? Tak penting Tentang jawaban dari pertanyaan tersebut. Yang penting dalam masalah itu ialah munculnya suatu kesadaran berfikir tentang hal yang fundamental.

B. Mengenal Manusia
Setiap orang dijamin tahu tentang manusia. Tetapi tidak menjamin setiap orang bisa menjawab jika ada yang bertanya kepadanya tentang apa itu manusia. Menurut para failusuf, manusia adalah sejenis hewan yang berfikir. Apa itu hewan ? Apa pula itu berfikir ? Hewan ialah penghuni bumi yang hidup dengan makan, menggantungkan diri pada alamnya. Bila hewan tersebut beraktifitas berfikir maka, jadilah ia manusia. Kalau ada “manusia” tetapi tidak beraktfitas berfikir maka, ia adalah “hewan”.

C. Berfikir
Apa itu berfikir ? ini jawabnya: focus one’s attention on a certain state. Memfokuskan perhatian pada suatu hal tertentu. Perhatian ialah “the cognitive process of selectively concentrating on one aspect of the environment while ignoring other things” (http://en.wikipedia.org/wiki/Attention). Proses kognitif yang selektif berkonsentrasi pada satu aspek lingkungan sementara mengabaikan hal-hal yang lainnya. Jadi berfikir itu buuh keseriusan.

D. Bangsa Yunani
Dalam bahasa Inggris bangsa Yunai itu dikenal dengan nama Greek. Mereka adalah generasi masa lampau dari “hewan yang berfikir”, ditengarai sebagai orang-orang yang paling mula-mula mengenal cara berfilsasat. Dalam kajian filsafat mau tidak mau kita akan dibawa untuk mengenal bangsa Yunani kuno. Bangsa Yunani kuno ialah “The term ancient Greece refers to the period of Greek history lasting from the Greek Dark Ages ca. 1100 BC and the Dorian invasion, to 146 BC and the Roman conquest of Greece after the Battle of Corinth (http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Greece). Tulisam berbahasa Inggris tersebut artinya : Istilah Yunani kuno merujuk pada periode sejarah Yunani yang berlangsung dari abad Yunani 1100 Sebelum Masehi dan Dorian invasi sampai tahun 146 SM dan penaklukan Romawi atas Yunani pada Battle of Corinth.

E. Perguruan Tinggi
Satu hal yang menarik dari filsaat yang dibawa ke zaman kita sekarang ialah: pelajaran tentang filsafat diberikan di perguruan tinggi. Konon perguruan tinggi pertama di Eropa didirikan oleh Plato, seorang filsuf Yunani kuno yang terkenal. Anak TK hingga SMA tidak diberikan pekajaran tentang filsafat. FIlsafat warisan masa lampau, sampai hari ini menempati posisi yang terhormat di hati manusia modern.

adingnashrulloh@yahoo.co.id


Ditulis dalam Uncategorized
Halaman Berikutnya »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.