Filsafat Berfikir

TOKOH-TOKOH FILSUF BARAT KLASIK | Agustus 1, 2009

TOKOH-TOKOH FILSUF BARAT KLASIK
Oleh: Ading Nashrulloh

A. Pengantar

Pembahasan Filsafat secara Regional, membagi filsafat menjadi Filsafat Barat, Filsafat Timur dan Filsafat Islam. Pembagian ini rupanya merujuk kepada asal mula filsuf itu hidup dan menyebarkan ajarannya. Pembahasan secara regional, tak lepas dari pembahasan secara sejarah dan sistematik. Tentu saja titik tekannya pada aspek regionalnya.

B. Tokoh-tokoh Filsuf Barat era Klasik

1. Thales (635-545 SM)
Dalam sejarah filsafat, Thales dijuluki sebagai filsuf Yunani pertama. Keterangan tentang Thales banyak berasal dari Aristoteles. Thales berusaha menjawab pertanyaan: apa asal-usul segala sesuatu. Menurut Thales, bahan dasar dari segala sesuatu adalah air.

2. Anaximandros (611-545 SM)
Anaximandros adalah teman sejawat Thales. Dia juga mencari jawaban atas pertanyaan sama yang menggugah Thales. Tapi menurut dia. Prinsip pertama dan utama itu tidak mungkin air seperti yang dikatakan Thales. Menurut dia, prinsip pertama dari segala benda adalah to aperion (yang brarti substandi yang tak terbatas). To aperion itu kekal dan tak dimakan usia, itulah yang merangkum seluruh jagad.

3. Anaximenes (588-524 SM)
Menurut Anaximenes, prinsip dasar segala sesuatu adalah udara. Udara adalah prinsip kehidupan. “sebagaimana halnya jiwa kita, yakni udara, mempersatukan kita, demikian juga nafas dan udara merangkul seluruh dunia,” kata anximenes. Jadi, udara adalah prinsip dasar (Urstoff) dari dunia.

4. Pythagoras (580-500 SM)
Pythagoras mendirikan sebuah tarekat keagamaan di Kroton, Italia Selatan. Pythaghoras dijuluki “pemimpin dan Bapak Filsafat Ilahi”. Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya. Menurutnya prinsip dari segala-galanya adalah matematika, semua benda dapat dihitung dengan angka, dan kita dapat mengekspresikan banyak hal dengan angka-angka.

5. Xenophanes (570-480 SM)
Xenophanes bukan filsuf, tetapi seorang pemikir yang kritis. Xenophanes menolak anthropomorfisme allah-allah. Ia berpendapat bahwa Allah bersifat kekal. Dia menolak anggapan bahwa Allah dilahirkan. Maka dapat disimpulkan bahwa menurut dia, Allah tidak memiliki permulaan.

6. Herocleitos (540-475 SM)
Ia memandang rendah orang-orang kebanyakan. Bahkan orang-orang ternama masa sebelumnya, tidak dihargainya. Di bidang agama, ia tidak menghargai misteri-misteri. Ia mengajarkan pandangan panteistik tentang Allah. Ajarannya dikenal dengan panta rei. Artinya, segala sesuatu mengalir.

7. Pamenides dan Melissus (451-449)
Parmenides inilah yang pertama-tama berfilsafat tentang “yang ada”. Dia memperkenalkan metafisika. Inti ajarannya adalah: Being, the One, is, and that becoming, change, is illusion. Pluralitas adalah ilusi.

8. Zeno (490-?
Zeno adalah murid Parmenides. Dia memberikan sejumlah argumen brilian untuk membuktikan bahwa tidak mungkin ada gerak, misalnya teka-teki Achilles dan kura-kura.

9. Empodocles
Empodocles seperti Parmenides, mengajarkan bahwa materi tidak punya awal dan akhir. Materi tidak dapat binasa. Menurut dia, unsur dasar dari segala-galanya adalah tanah, udara, api dan air. Keempat benda itu tidak dapat saling dipertukarkan. Ia juga mengajarkan tentang perpindahan jiwa. Dia sendiri mengatakan bahwa di waktu lampau, dia sendiri adalah anak laki-laki, anak perempuan, tumbuhan, burung dan ikan.

10. Anaxagoras (500-420 SM)
Sumbangan paling penting Anaxigoras bagi filsafat adalah teorinya tentang rasio (nous). Jika Empodocles mengajarkan bahwa gerakan di jagad raya disebabkan oleh kekuatan fisik cinta dan kebencian, maka Anaxigoras mengatakan bahwa gerakan disebabkan oleh rasio. “Nous memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang memiliki hidup, baik besar maupun kecil”.

C. Tokoh-tokoh berikutnya

1. Leucippus
2. Demokritus
3. Protagoras
4. Prodicus
5. Hippias
6. Gorgias
7. Socrates
8. Plato
9. Aristoteles.

D. Ulasan
Perkembangan pemikiran dari generasi ke generasi tampak semakin berkembang, rumit dan kompleks. Pertanyaan saya sebagai orang sedang belajar tentang filsafat, apakah orang-orang Yunani itu tidak mengenal Allah pencipta alam semesta dan manusia? Tidakkah kepada mereka turun para Rasul yang menjelaskan tentang hakikat segala sesuatu? 482577205_3fbdb97e1e_m

About these ads

Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

9 Komentar »

  1. makaci bgt ya….
    Artikelnya……sangat membantu

    Komentar oleh Penggemar — Februari 24, 2010 @ 4:52 am

    • sama-sama semoga ada manfaatnya

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Maret 15, 2010 @ 3:12 pm

  2. thank`s ya…..artikel nha sangat membantu nie….

    Komentar oleh maria — April 24, 2010 @ 4:27 am

    • ok sama-sama…

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Mei 7, 2010 @ 10:31 am

  3. artikelnya sangat membantu, thank`s

    Komentar oleh ihsan — Oktober 17, 2011 @ 2:35 am

  4. thx artikel nya..
    di cari kemana aja akhir nya dapet jga…
    thx

    Komentar oleh raditya — November 3, 2011 @ 3:49 am

  5. terimakasih wan Artikelx

    Komentar oleh Wisiel Khareth — Juli 12, 2012 @ 5:54 am

  6. artikelnyan bagus bgt bisa membuat orang yg membacanya menjadi pusing…..

    Komentar oleh ibnu al-khalil gibran — Agustus 4, 2012 @ 2:06 am

  7. inilah yang menjadi sebuah pemikiran dasar dari para mahasiswa jurusan filsafat sehingga tidak banyak yang salah kaprah.

    Komentar oleh 120688 — November 20, 2012 @ 6:29 am


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: