Filsafat Berfikir

FILSAFAT HATI NURANI (Bag.1) | Agustus 11, 2009

FILSAFAT HATI NURANI (Bag.1)

Oleh: Ading Nashrulloh

Dalam situs sahabat kita dengan alamat: http://nyimasrestu.wordpress.com, ia menulis kata-kata berikut :

Dimana Hati Nurani….
Innalillahi wainalillahi rojiun…,
Kami berduka cita atas jatuhnya korban bom di JW Marriot &Ritz Carlton…….
Semoga arwahnya di terima di sisimu Ya Allah & semua keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan…& kami berdoa agar para korban lekas sembuh dan dihilangkan dari trauma yang pasti menyelimuti hidup.
Dimana hati nurani pelaku??
Apakah sudah tidak ada rasa cinta & kasih sayang kepada sesama…
Entahlah…..,
Apapun tujuannya…..,mereka tidak punya hati nurani hingga orang yg tidak tahu menahu pun harus menjadi korbannya!

Saya yang membaca puisi merasa tergelitik juga akan perasaan, pemikiran, kenangan dan lain sebagainya. Kemudian saya copy paste puisi itu dan dibuatlah semacam tiruannya seperti ini:

Dimana Hati Nurani….

Innalillahi wainalillahi rojiun…,

Kami berduka cita atas merebaknya kemiskinan di berbagai belahan muka bumi dan kebodohan manusia atas siapa Tuhannya di belahan bumi Barat.

Semoga jiwa-jiwa yang terjepit atas ratusan juta umat manusia yang hidup dengan segala kekurangan mendapat naungan keridoan di sisimu Ya Allah & semua para pemimpinnya yang senantiasa berjuang demi keadilan ditinggikan derajat dan kemampuannya. Dan kami berdoa agar umat manusia yang miskin itu tetap berhati nurani dan banyak menyebut nama-Mu ya Allah.
Kuatkan jiwa mereka dan hilangkan dari kezhaliman yang lebih panjang, yang selama ini menyelimuti hidup mereka.
Dimana hati nurani matrealis
Apakah sudah tidak ada rasa yakin pada Allah juga cinta & kasih sayang kepada sesama…?
Entahlah….., Apapun tujuannya…..,mereka tidak punya hati nurani hingga ratusan juta umat manusia yang tidak tahu menahu pun harus menjadi korbannya!

Daftar isi
1. Pengantar
A. H Pengantar

B. Hati Nurani (bahasa)

1. Secara Bahasa
a. Arti Hati Nurani
b. Fungsi hati nurani
d. Ciri khas Hati Nurani
c. Pentingnya pembinaan hati nurani

2. Secara Metafisika
a. ontology
b. epistemology
c. aksiologi

C. Aksidensi Hati Nurani

1. penghayatan atas yang baik dan yang buruk di dalam tingkah laku yang konkret.
2. Kekuatan Hati Melebihi Kekuatan Pikiran.
3. Pemberi Peringatan yang Paling Halus.
4. Hati nurani merupakan martabat terdalam diri manusia.
5. Hati nurani tempat kesadaran manusia untuk merefleksikan diri.
6. Bersifat retrospektif dan prospektif.
7. Hati nurani juga berkaitan dengan personal dan adipersonal manusia.
8. Pegangan menuju keputusan yang baik dan benar.
9. Hati nurani semakin memiliki peranan yang besar.
10. Hati nurani yang luhur dapat membuat manusia melakukan hal besar
11. Pengendali Hidup Manusia
12. Kebaikan terasa mudah apabila kita mengikuti hati nurani.

D. Virtualisasi Hati Nurani (pendidikan dan agama)
1. Pengantar
2. Terus Mengenali Hati Nurani.
3. Membersihkan hati dari berbagai kotorannya.
4. Mendewasakan Hati Nurani.
5. Kembali ke Hati Nurani.
6. Memberikan Pendidikan pada Hati Nurani.
7. Memberi kesempatan bagi siapapun termasuk yang dikenal sebagai penjahat.
8. Berlatih mendengarkan hati Nurani

E. Hati Nurani dan Kekejaman di Sepanjang Zaman. (Insya Allah akan dibahas pada bagian 2).
1. Perjuangan Hati Nurani dalam menggugat kezhaliman.
2. Kekuasaan Nafsu dan Lemahnya Iman
3. Peradaban Matrealisme
4. Pemberontakan terhadapa Matrealisme.
5. Akar Terorisme perlawanan terhadap Matrealisme?
6. Hati Nurani dan Pornografi
7. Hati Nurani dan Fakta-fakta ketimpangan ekonomi
8. Perjuangan agama-agama dalam menegakkan hati nurani manusia.

A.Pengantar

Filsafat sistematik memiliki tiga cabang utama: ontologi, epistemologi dan aksiologi. Aksiologi memiliki cabang-cabang, diantaranya adalah: etika. Etika sebagai filsafat mempertanyakan: tentang yang harus atau tidak boleh dilakukan, tentang yang baik dan yang buruk untuk dilakukan. Ada perbedaan antara etika dengan moralitas. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional tentang nilai, ajaran dan pandangan-pandangan moral. Moralitas adalah ajaran yang berlaku di masyarakat, yang menjadi obyek kajian etika. Sumber moralitas macam-macam, ada yang berasal dari akal, dari agama, dari hukum, dan dari kebiasaan yang dikembangkan. Dan tak lepas pula peran hati nurani; hati nurani ikut serta menentukan wujud dan arah moralitas. Sebab itu hati nurani merupakan salah satu obyek kajian filsafat Etika.

B. Hati Nurani

1. Pengertian hati nurani secara bahasa.

Dalam bahasa Inggris, hati nurani artinya consciece. Kalau kata consciece diterjemahbalik maka artinya menjadi suara hati, kata hati atau hati nurani. Berdekatan dengan kata conscience, ada kata conscious. Conscious artinya sadar, berkesadaran, atau kesadaran. Disamping kedua kata ini, ada satu lagi yang berdekatan maknanya yaitu intuition, intuition artinya gerak hati, lintasan hati, gerak batin.

Consciece = Conscience is an ability or a faculty that distinguishes whether one’s actions are right or wrong. It leads to feelings of remorse when one does. Hati nurani adalah kemampuan atau fakultas yang membedakan apakah salah satu dari tindakan apakah benar atau salah. The moral sense of right and wrong, chiefly as it affects one’s own behaviour; Consciousness; thinking; awareness, especially self-awareness. Rasa moral tentang yang benar dan yang salah, terutama karena akan mempengaruhi tingkah laku sendiri; Kesadaran; berpikir; kesadaran, terutama kesadaran diri. Kesadaran juga berarti peran kognitif diri yang memperjelas secara sadar di mana diri kita saat ini dan bagaimana situasi lingkungan kita. Kajian-kajian yang mendalam tentang hal ini dapat kita telusuri lebih jauh terutama di dalam sains psikologi.

a. Arti Hati Nurani

Hati nurani merupakan penerapan kesadaran moral yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia dalam situasi konkret. Suara hati menilai suatu tindakan manusia benar atau salah , baik atau buruk. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru. Dalam hati, manusia sebelum bertindak atau melakukan sesuatu , ia sudah mempunyai kesadaran atau pengetahuan umum bahwa ada yang baik dan ada yang buruk. Setiap orang memiliki kesadaran moral tersebut, walaupun kadar kesadarannya berbeda – beda. Pada saat-saat menjelang suatu tindakan etis, pada saat itu kata hati akan mengatakan perbuatan itu baik atau buruk. Jika perbuatan itu baik, kata hati muncul sebagai suara yang menyuruh dan jikaperbuatan itu buruk, kata hati akan muncul sebagai suara yang melarang. Kata hati yang muncul pada saat ini disebut prakata hati.
Pada saat suatu tindakan dijalankan, kata hati masih tetap bekerja, yakni menyuruh atau melarang. Sesudah suatu tindakan, maka kata hati muncul sebagai “hakim” yang memberi vonis. Untuk perbuatan yang baik, kata hati akan memuji, sehingga membuat orang merasa bangga dan bahagia. Namun, jika perbuatan itu buruk atau jahat, maka kata hati akan menyalahkan, sehingga, orang merasa gelisah, malu, putus asa, menyesal.

b. Fungsi hati nurani

Fungsi hati nurani yaitu sebagai pegangan, pedoman, atau norma untuk menilai suatu tindakan, apakah tindakan itu baik atau buruk.
Hati nurani berfungsi sebagai pegangan atau praturan-peraturan konkret di dalam kehidupan sehari-hari dan menyadarkan manusia akan nilai dan harga dirinya.
Sikap kita terhadap hati nurani adalah menghormati setiap suara hati yang keluar dari hati nurani kita.
Mendengarkan dengan cermat dan teliti setiap bisikan hati nurani.
Mempertimbangkan secara masak dan dengan pikiran sehat apa yang dikatakan hati nurani. Melaksanakan apa yang disuruh hati nurani.

c. Pentingnya pembinaan hati nurani

Tujuan pokok pembinaan hati nurani adalah hati nurani yang secara subyektif dan obyektif benar. Denga hati nurani yang baik dan benar, seseorang akan selalu terdorong untuk bertiandak melakukan kehendak Tuhan dan menuruti norma-norma moral obyektif. Pembinaan hati nurani tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan seseoang tentang kebenaran dan nilai-nilai, ataupun kemapuan untuk memecahkan dilema moral, tetapi juga harus memasukkan ke dalamnya pembinaan karakter moral seseoarang secara lebih penuh. Pembinaan hati nurani merupakan upaya yang hakiki agar manusia lebih mampu hidup dan bertindak sesuai dengan bisikan hati hati nurani yang bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Melalui pembinaan hati nurani, manusia diharapkan bisa terhindar dari kesesatan dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

d. Ciri khas

Ciri khas dari suara hati nurani adalah ia tidak dapat ditawar dan hanya sepintas keluarnya dengan atau tanpa disadari, ini berlaku mutlak. Mutlak di sini mempunyai arti ia tidak dapat ditawar melalui pertimbangan-pertimbangan dalam bentuk apapun. Hal itu disebkan karena suara hati nurani merupakan suara dari Maha Mutlak.

Tempat berkumpulnya bagi mereka yang hatinya bersih dan tak bernoda dan tempat mengingat Tuhan itulah Hati Nurani. Suara hati adalah suara halus yang murni datang langsung dari kesadaran sang Hidup yang ada dalam diri kita yang paling dalam yang bersih dan jujur, tanpa adanya pertimbangan dalam memberikan jawaban. Suara hati ini tidak akan keluar jika hati nurani.

About these ads

Ditulis dalam Uncategorized

15 Komentar »

  1. bicara mengenai hati nurani rasanya setiap orang pasti memilikinya, cuma di negara indonesia ini sepertinya banyak orang yang sudah menghiraukan suara hatu yang keluar dari hati nurani masing-masing entah itu karena motif politik, kebudayaan atau karena rasa solidaritas antar teman sehingga orang tega menindas manusia lainnya. jika suara hati jarang kita gubris, maka tumpullah dan kita mungkin akan memiliki sedikit kebaikan dalam diri kita. suara hati bisa tertelan dengan nafsu kita yang memiliki intensitas tinggi atau dalam bahasa awamnya seseorang menjadi “kalap”.

    mohon lebih banyak lagi bahas mengenai hati nurani seiring dengan bertambahnya kekerasan yang terjadi di sekitar kita dan coba kaitkan dengan kasus yang bersangkutan..

    thx

    Komentar oleh garfian — Juni 2, 2010 @ 12:28 pm

    • Di Indonesia, memang seperti itu, akibat dari pendidikan yang tidak berorientasi kepada akhlak dan akidah.

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Juni 19, 2010 @ 4:52 am

  2. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Utk Pak Ading Nashrulloh.

    Saya senang membaca tulisan anda. Semoga dapat berkarya terus, menulis hal baik lebih banyak lagi untuk direnungkan banyak orang. Jk telah ada Filsafat Hati Nurani Bagian 2, saya akan bahagia dapat membacanya.

    Pertanyaan, apakah Pak Ading menerbitkan tulisan yang lebih lengkap dalam sebuah Buku atau e-book?

    Terimakasih,
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    A Gima Sugiama

    Komentar oleh gima — Juni 28, 2010 @ 10:58 pm

    • Wass. Wr. Wb. Saudarua A Gima Sugiama, terimakasih telah membaca dan senang dengan tulisan saya. semoga Alloh memberikan kesempatan yang banyak untukku menulis dan untukmu membacanya. Insya Alloh, Hati Nurani kedua akan segera diolah dan disusun.
      apakah saya menerbitkan tulisan yang lebih lengkap dalam sebuah Buku atau e-book? Jawabnya belum. Insya Alloh akan dibukukan. judulnya: Membangun Ketakwaan Negeri

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Juli 4, 2010 @ 6:31 am

  3. saya sangat senang melihat tulisan-tulisan bapak semoga semakin banyak tulisan kelanjutan lebih lengkap lagi penjelasan tentang hati….dan penyakit-penyakit hati…..kalo bisa tulis juga rahasia dibalik kemurnian hati…..

    Komentar oleh amar — November 18, 2010 @ 3:14 am

    • insya allah akan diperhatikan suatu masa nanti semoga panjang umur
      terima kasih atas masukan saudara

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — April 9, 2011 @ 2:26 pm

  4. MATTTABBBBBBBZZZZZZZZZZZZZ………….

    Komentar oleh mayer bahata sinaga — Januari 9, 2011 @ 4:16 pm

  5. apa saja elemen? pd zat ruh?
    apa saja hal-hal yg terlibat dlm proses berpikir, sejak dari informasi yg diterima oleh alat2 indera, sampai terbentuk pengetahuan?
    Bgmana alur proses berpikir (termasuk kaitan antar elemen ruh dan pengolahan informasinya)?
    apakah tiap elemen ruh adalah pengendali yg terpisah2, ataukah hanya ada satu saja pengendali pd tiap zat ruh (elemen lainnya hanya berupa informasi yg dipakai oleh pengendali ini).

    Komentar oleh Syarif Muharim — April 4, 2012 @ 4:28 am

  6. Mau bertanya pak, apakah hati nurani dalam definisi yang bapak uraikan bisa bersifat negatif? Dikatakan bahwa hati nurani merupakan suatu kesadaran untuk membedakan mana yang benar dan salah. Misalkan ketika teroris melakukan pengeboman demi kebenaran, apakah ini bisa disebut hati nuraninya? Maksud saya ukuran kebenaran apakah bisa kontektual dengan agama dan budaya atau kebenaran yang hakiki? Jika kebenaran yang hakiki, apakah masyarakat primitif memiliki hati nurani?

    Komentar oleh Rita Damayanti — September 20, 2012 @ 1:40 am

  7. Nurani.. adalah tempat yang dapat menyatukan seluruh umat manusia…, nurani semua manusia apapun dimanapun semuanya suci lengkap dengan segala kebaikanNya…

    Komentar oleh Rachmat Ono — Oktober 29, 2012 @ 6:32 am

  8. Hati nurani. tapi banyak orang memandang tidak menggunakan hati nuraninya.

    Komentar oleh Aditya Purwa — Desember 27, 2013 @ 6:24 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: