Filsafat Berfikir

MENJADI AHLI FILSAFAT | Juli 23, 2009

MENJADI AHLI FILSAFAT
Oleh:Ading Nashrulloh

Untuk mengkaji filsafat secara sistematis, pertama kita golongkan terlebih dahulu menjadi dua kategori kedudukan filsafat. Pertama filsafat teoritis, kedua filsafat praktis. Filsafat teoritis digarap oleh ahli filsafat. Sedangkan filsafat praktis merupakan garapan filsuf. Adakalanya seseorang ahli filsafat bukan seorang filsuf. Seorang ahli filsafat adalah seorang yang menguasai secara akademis dan teoritis tentang asas, historis dan sistematika filsafat-filsafat. Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang filsafat, tetapi ia sendiri tidak berfikir filsafati seperti filsuf. Mempelajari filsafat tidak ada bedanya dengan mempelajari ilmu-ilmu lainnya yang mengharuskan kinerja akal.

Untuk memahami filsafat secara teoritis, maka para ahli filsafat membagi kajiannya menjadi tiga bahasan utama, yaitu historis, sistematis dan asas. Pertama, filsafat secara historis terbagi atas filsafat klasik, modern dan kontemporer dengan ranah kajian filsafat Barat, Timur dan Islam. Kedua, filsafat secara sistematis terbagi atas bahasan tentang cabang dan aliran. Contoh cabang filsafat adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Contoh aliran filsafat ialah matrealisme, idealisme. Ketiga filsafat dilihat dari asas yang mendasarinya. Filsafat dapat tumbuh di atas dua pilar pengetahuan yaitu :ilmu dan agama. Berkembangnya filsafat ditangan filsuf, dikarenakan filsuf itu memiliki dasar-dasar ilmu yang kuat atau pengetahuan agama yang mendalam.

Cabang Filsafat dan Alirannya

1. Cabang Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan. Dalam membahas ontologi ini, filsafat terbagi atas berbagai aliran seperti monisme, dualisme, pluralisme, spiritualisme, matrealisme, mekanisme, teleologisme, vitalisme dan organisme.

2. Cabang Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan. Epistemologi terdiri atas aliran-aliran berupa: rasionalisme, empirisme, realisme, kritisisme, idealisme, positivisme dan pragmatisme.

3. Cabang Aksilogi
Aksiologi yaitu cabang filsafat yang membahas mengenai tindakan. Aksiolgi terdiri dari aliran-aliran berwujud: Idealisme Etis, Deontologisme Etis, Etika Teleologis, Hedonisme dan Utilitarianisme.

Untuk menjadi ahli filsafat kita tinggal mendalami ketiga cabang tersebut dan hal lainnya. Yang jelas siapapun perlu banyak membaca, mendengar, berfikir, berinovasi untuk membangun pemikirannya untuk jadi ahli filsafat.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: