Filsafat Berfikir

SEBELUM AKU BERBUAT | Juli 24, 2009

SEBELUM AKU BERBUAT

Oleh:Ading Nashrulloh

Setiap perbuatan kita dari hal yang sebesar-besarnya hingga yang sekecil-kecilnya adalah penting. Baik ditinjau dari perkara sebelumnya ataupun sesudahnya. Perkara dari setiap perbuatan kita, setelah perbuatan itu kita lakukan, adalah akibatnya. Setiap perbuatan pasti ada akibatnya. Selalu demikian sejak dahulu hingga sekarang dan masa yang akan datang.

Akibat terdekat dari perbuatan kita adalah perubahan pada hati, jiwa dan fikiran serta jasmani kita. Tampilan jasmani, rohani, jiwa, akal, hati, wajah kita saat ini adalah buah dari perbuatan kita sebelumnya. Jika tampilan itu adalah tampilan orang-orang sholeh, maka yang demikian itu buah dari perbuatan sholeh. Dan jika jasmani, rohani, jiwa, akal, hati, wajah kita saat ini cenderung kriminal, itu karena perbuatan kita sendiri banyak mencurinya, suka mengambil hak orang lain. Seseorang tidak bisa berpura-pura jadi orang sholeh, atau jadi orang jahat. Seseorang selalu tampil apa adanya. Kalau ia ahli ibadah, ya tampil sebagai ahli ibadah. Dan jika ia ahli maksiat seluruh bagian tubuh dan jiwanya akan memberitahukan bahwa ia adalah ahli maksiat.

Akibat terjauh, tetapi kenyataannya lebih pasti, dari setiap perbuatan kita ialah kau dimasukkan ke surga atau neraka. Jadi hati-hati dalam berbuat. Perbuatan apapun, sekalipun itu baik, juga mesti menurut suatu pertimbangan yang matang. Agar pahala yang dijanjikan Tuhan benar-benar nyata hasilnya.

Perbuatan diawali oleh suatu keputusan. Keputusan diawali oleh suatu pertimbangan. Pertimbangan diawali dari persepsi kita tentang kenyataan. Kenyataan hanya dapat ditangkap oleh kesadaran, fikiran, indra dan pengertian. Maka sejatinya orang yang paling tajam pengertiannya, fikirannya, indranya, dan kesadarannya, akan memiliki ketajaman dalam mempersepsi kenyataan yang ada dihadapannya, apakah itu berupa masalah atau inspirasi untuk berinovasi. Selanjutnya ia akan membuat suatu pertimbangan yang matang akan apa yang akan jadi keputusannya, dan apa yang akan diperbuatnya.

Kenapa Allah mengatakan dalam Al-Quran bahwa Al-Quran itu merupakan petunjuk, khusus bagi orang-orang yang bertakwa ? Kenapa tidak untuk yang lainnya? Bahwa Al-Quran merupakan obat dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin? Kenapa tidak untuk yang lainnya? Misalnya untuk Yahudi dan Majusi ?

Orang-orang bertakwa dan beriman tentu saja mereka sebelumnya mengkondisikan kesadaran, fikiran, indra dan pengertiannya pada Al-Quran kemudian mengambil suatu pertimbangan lalu keputusan untuk beriman kepada Al-Quran tersebut. Yang pada gilirannya yang terakhir mereka berbuat di atas pertimbanga dan keputusannya itu. Dengan cara itu ia memperoleh petunjuk dari al-Quran untuk ke surga.
Pola yang sama dilakukan pengikut syetan kepada patunjuk gurunya yaitu syetan. Mereka mengkondisikan kesadaran, fikiran, indra dan pengertiannya kepada ajaran-ajaran syetan. Seandainya mereka tidak memiliki kesadaran, fikiran, indra dan pengertian terhadap ajaran-ajaran Bung Syetan, maka tidak akan mereka berbuat kesyetanan. Dengan cara berontologi, epistemologi dan aksiologi kesyetanan maka mereka memperoleh petunjuk jalan menuju ke neraka. Dan syetan tahu, bahwa ia akan ke neraka. Bukan ke surga.

Sebelum kau berbuat, tetapkan tujuanmu yang amat terakhir, lalu ikuti petunjuk jalan ke arah sana dengan menyertakan segenap akal fikiran dan kesadaran. Saya kira ini suatu pengertian yang umum yang kita tahu. Hanya saja, kalau para jahiliah itu bersungguh-sungguh berjuang untuk menegakkan kalimat kesyetanan, kenapa kita tidak bersungguh-sungguh berbuat untuk menegakkan kalimat ketauhidan?


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: