Filsafat Berfikir

MASA DEPAN DAN MASA LALUKU | Juli 27, 2009

MASA DEPAN DAN MASA LALUKU

Ading Nashrulloh

Usiaku saat ini 30 tahun. Begitu pun usia anda yang sama denganku. Ketika aku melihat anak usia 5 tahun, maka di masa laluku di 25 tahun yang lalu sama dengan anak itu. Masih anak-anak. Saat ini aku hafal bahwa aku pernah melewati usia 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun…Lalu aku melihat seorang kakek-kakek yang berusia 75 tahun, ia masih kuat mengajar di madrasah. Jika usiaku dipanjangkan Tuhan, dan sekuat kakek itu, maka kakek itu adalah masa depanku, dan masa depanmu juga, kawan.

Aku sempat membaca berita bahwa Pak Omar Dhani yang Panglima AURI di Masa Orde Lama, hari ini meninggal dunia. Beliau sudah tua ketika hendak meninggalnya. Pastinya kemudian dikuburkan, dan 30 tahun yang akan datang saat usiaku 60 tahun, jasadnya sudah menjadi tanah. Dan 60 tahun yang akan datang, aku pun pastinya juga jadi tanah. Tanah adalah masa depan jasadku, dan jasadmu juga.

Sedangkan 60 tahun lalu, aku belum ada. Bahkan tak seorang pun menganggap aku apa-apa. Tiada yang dikatakan tentang aku. Aku belum ada. Aku tidak ada. Kau pun tidak ada. Ya kita tidak ada di masa 60 tahun yang lalu, kawan.

Semakin lama waktu semakin mendekatkan kita kepada kematian, dan menjauhkan kita dari dunia. Ketika aku melewati gedung-gedung di sepanjang jalan Jakarta, aku berbisik kepada diriku, wahai Ading, kenapa kau tidak punya gedung-gedung itu, kenapa kau tidak mampu sedang orang lain mampu. Aduhai jiwaku seakan teriris dirasuki rasa iri. Melihat orang bisa bermegah-megahan dengan rumah gedung yang bertingkat, kendaraan yang sangat mengkilat. Diiringi musik yang menggugah nafsu dan cinta. Lalu tidak lama kawanku yang memboncengku melewati tanah kuburan Tanah Kusir. Kupandangi sepanjang jalan yang dilewati. Aha, sebenarnya, dahulu orang-orang yang kini berbaring di kuburan itu, dahulunya pernah menikmati megahnya dunia, atau hidup susah seperti aku. Tetapi kini mereka tak dapat berbuat apa-apa. Tubuh mereka dihimpit liang lahat. Dan aku yakin, aku, kau pasti akan mengikuti jejak mereka, mau ataupun tidak mau. Dan gedung-gedung yang diimpikanitu kini menjadi sempit artinya. Sedangkan kehidupan akhirat itu jadi besar urusannya.

Seandainya masa lalu kita adalah ketiadaan dan masa depan kita adalah tanah, mungkin kita tidak perlu mengikuti agama. Kalaupun beragama hanya karena alasan pragmatis saja. Kepada kita telah diajarkan ucapan innalillahi wainnalliahi rojiuun. Diucapkan ketika tertimpa musibah, atau kematian dari saudara kita yang mukmin. Kita semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah. Jika kita dalam keadaan bersih. Sebab kalau kita kotor, tempat kembali kita adalah neraka.

Kutulis kata demi kata tulisan ini begitu yakin, dan yakin bahwa aku ada. Tetapi adanya aku di hari akhirat lebih pasti adanya, lebih meyakinkan. Aku tidak tahu harus kujawab apa, ketika aku berdiri di hadapan Allah dan Dia bertanya kepadaku, usiamu kau habiskan untuk apa, Ading? Apa yang telah kau lakukan untuk mengabdi pada Tuhanmu yang telah menciptakanmu? Kau turuti perintah agamamu, ataukan kau turuti nafsumu?


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

5 Komentar »

  1. Subhanallah….

    Rangkaian tulisan yang tersusun dari kata-kata yang indah,
    Sungguh…..
    Yakin akan ditanya olehNya pada suatu hari nanti, merupakan hal yang sangat indah untuk mengisi waktu yang ada dengan lebih bermakna saat ini…..
    Seindah waktu yang hanya di manfaatkan untuk mengabdi padaNya.

    Semoga waktu yang engkaudanaku lewati selalu bermakna, sehingga tidak terbuang sia-sia.

    Aamiin….

    Salam semangat…!😀

    Komentar oleh engkaudanaku — Agustus 11, 2009 @ 1:52 am

    • Alhamdulillah.
      Terima kasih sahabat atas apresiasi, doa dan harapannya.
      Semoga Allah menganugrahkan kebaikan kepadaku dan kepadamu

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Agustus 11, 2009 @ 4:54 am

  2. 🙂 Aamiin Ya Rabbal’aalamiiin🙂

    Komentar oleh engkaudanaku — Agustus 11, 2009 @ 7:36 am

  3. tuhan akan menjemput kita. entah sekarang atau sampai 60 umur kita.

    Komentar oleh alvin — Juni 26, 2013 @ 4:49 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: