Filsafat Berfikir

PANDANGAN FILSAFAT MATREALISME | Juli 28, 2009

PANDANGAN FILSAFAT MATREALISME

Oleh: Ading Nashrulloh

Menurut aliran filsafat matrealisme, asal, sifat dah hakikat dari semua keberadaan adalah materi. Faham matrealisme tidak mengakui adanya Tuhan. Tidak ada bab tentang Tuhan. Kalau pun ada, maka dicacilah manusia yang percaya kepada Tuhan. Dicaci agama.

Aliran matrealisme mengabaikan adanya spiritual. Tidak ada kamus kitab suci, rasul, hari kiamat, malaikat, surga, neraka. Maka tak kenal ibadah doa, dosa, taubat, takwa, tawakal, sabar. Konsep-konsep dosa dan taubat, neraka dan surga datang dari agama. Jadi kalau tidak mau dipusingkan hidup ini oleh urusan dosa dan neraka, tinggalkan saja agama.

Karena itu muncul berbagai kritik pada filsafat ini. Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut : 1. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya. 2. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga. 3. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan. 4. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun. (kuliahfilsafat.blogspot.com/…/idealisme-materialisme.htm)

Untuk memahami realitas hakiki dari semua keberadaan dan yang mungkin ada, seseorang boleh dengan cara berfikir yang sederhana seperti penduduk yang terbelakang, boleh juga dengan cara berfikir yang sangat canggih seperti para filsuf untuk sampai pada keyakinan tentang hakikat keberadaan itu.

Orang boleh meyakini apa yang menjadi keyakinannya dan meyakinkan keyakinannya kepada orang lain. Seperti syetan dibolehkan Tuhan untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia ke neraka. Tidak ada larangan. Kata boleh, tidak selalu artinya benar. Orang boleh tidak meyakini, boleh menolak dan boleh mencegah suatu pemikiran, keyakinan yang menurutnya salah, sesat. Setiap pemikiran, filsafat, ide, gagasan, dan keyakinan selalu memiliki landasan rasional menurut pemegangnya. Karena itu ia bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya itu. Syetan bertanggung jawab atas pilihannya untuk durhaka pada Tuhan. Lalu orang yang mendurhakai Tuhan karena mengikuti Syetan tidak bisa menyalahkan syetan. Setiap pendurhaka bertanggung jawab atas dosa-dosanya dan dosa orang yang disesatkannya, dengan tidak menanggungkan dosanya kepada orang atau syetan yang mengajaknya pada kesesatan.

Yang tercela adalah suatu pemaksaan. Orang-orang yang menganut faham matrealisme boleh menyebarkan pemikiranya. Kata boleh di sini bukan legalitas dari kita. Tetapi dari sunatulloh. Oleh karena itu kita pun boleh mencegah pemikiran penyebaran dan penganutan filsafat matrealisme. Yang tidak boleh adalah kita memaksakan keyakinan kita pada mereka atau mereka memaksakan keyakinan mereka pada kita. Apa guna suatu pemaksaan suatu keyakinan.
Kritikan kepada filsafat matrealisme itu, dimaksudkan agar mereka berfikir ulang tentang pemikirannya. Apa benar, Tuhan tidak ada? Kalau Tuhan tidak ada, lalu siapa yang mengatur peredaran air minum yang dimimunya ke seluruh tubuh dengan suatu pengaturan yang teramat rumit? Siapa yang membentuk hidung sedemikian rupa?
Jawaban yang mereka kemukan adalah: hukum alam. Ketika ditanyakan lagi apa itu hukum alam, sumbernya, sifatnya, awal mulanya, tempatnya? Kenapa mesti hukum alam yang mengatur semua kejadian di alam? Jawaban mereka…hukum alam, ya hukum alam. Titik. Orang matrelisme mengatakan bahwa keyakinan kepada agama adalah keyakinan dogmatis, tanpa suatu alasan yang rasional dan fakta yang dapat dibuktikan. Ternyata orang matrealisme itu seara terang-terangan mengatakan keyakinanannya pada hukum alam secara dogmatis, tanpa suatu alasan yang rasional dan fakta yang dapat dibuktikan pula.

Kalau demikian sama-sama dogmatis lah. Tapi nanti dulu. Apa benar keyakinan pada agama itu dogmatis. Sedangkan keyakinan pada hukum alam itu rasional dan sesuai fakta-fakta? Mari kita cari jawabannya.


Ditulis dalam Uncategorized

3 Komentar »

  1. it’s good.

    Komentar oleh rida — Maret 17, 2011 @ 4:52 am

  2. Saya juga pernah membaca artikel para penganut matrealisme yang juga berpandangan bahwa hukum-hukum dan ritual dalam agama itu adalah semu dan dogmatis dan mereka juga punya pandangan bahwa dalam aturan kehidupan, agama yang patut dianut adalah nilai-nilai sosial yang berkembang dimasyarakat itu sendiri.
    Saya Menilai cara pandang seperti ini sangat dangkal dan picik, karena apa.. setiap aturan hukum agama yang harus dipercayai itu datangnya dari Tuhan sudah pasti mempunyai nilai kemanfaatan dan pasti ada nilai falsafat ataupun hakikat yang bisa digali….contohnya tentang kewajiban zakat, para penganut matrealism harus berfikir bahwa zakat sangat bermanfaat bagi kamu fakir dan miskin karena mereka juga makhluk seperti kita…jika para fakir miskin tidak tersentuh oleh uluran si kaya yang terjadi adalah ketimpangan sosial..dan celakanya juga para kapitalism mengkondisikan kehidupan zaman sekarang seperti itu..mereka hanya berfikir untung atau rugi secara matematis bagi dirinya tanpa peduli kondisi sosial masyarakat..jika masyarakat miskin sudah lapar kemudian tanpa kendali berbuat jahat kepada si kaya…maka apakah para penganut matrealisme mau bertanggung jawab???!!! pahami dan renungi dulu sebelum berpandangan yang aneh…
    Jika mereka juga punya pandangan bahwa agama yang patut dianut adalah nilai-nilai social masyarakat tersebut….e e e jangan salah ya….nilai-nilai social dimasyarakat yang selama ini dianut merupakan pengaruh dari ajaran-ajaran agama yang berkembang…jika agama tidak hadir di bumi ini maka yang terjadi adalah kekacauan dimana-mana si kuat mengalahkan si lemah sikaya menindas si miskin dll seperti halnya pada jaman jahiliyah…dan kalau aturan kehidupan diserahkan pada hukum yang dibuat manusia….apakah anda selama ini percaya pada aparat penegak hukum yang mudah di suap???
    Agama mengajarkan beraklak mulia, bersilaturahmi, tolong menolong, bertanggung jawab, kasih mengkasihi dll apakah nurani mereka tidak terketuk dengan ajaran mulia seperti ini???
    Dan saya meyakini agama Islam adalah agama yang paling komplit mengatur sendi-sendi kehidupan yang membawa kemuliaan itu. Jangan melihat para pengebom yang membawa-bawa nama agama Islam karena mereka sebenarnya para penganut setan dengan penafsiran agama yang salah kaprah..dan Jangan melihat kulitnya (ritualnya) agama tapi cobalah pelajari dan renungi nilai-nilai dan falsafat dari ajaran yang tekandung maka Subhanallah..anda pasti akan terkesima merasakan ketentraman dalam hidup ini….

    Komentar oleh arya — Oktober 27, 2011 @ 7:00 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: