Filsafat Berfikir

TUHAN, MANUSIA DAN ALAM | Juli 29, 2009

TUHAN, MANUSIA DAN ALAM
Oleh: Ading Nashrulloh

A. Arti Ontologi
Salah satu cabang utama filsafat adalah ontologi. Ontologi artinya pengetahuan filsafati yang membahas tentang sifat, hakikat, asal muasal segala sesuatu yang ada. Umumnya Ontologi memusatkan perhatian pada tiga perkara penting, yaitu alam semesta, manusia dan Tuhan.

B. Cabang-cabang Ontologi
Ontologi punya cabang lagi. Cabang ontologi yang membahas alam semesta disebut dengan kosmologi, yang mebahas Tuhan disebut theologi, yang membahas manusia disebut antropologi. Antropologi merupakan nama untuk filsafat dan juga sains yang membahas tentang manusia.

C. Theologi
Apa itu Tuhan? Pertanyaan ini mudah dijawab kalau diajukan kepada orang Islam. Tuhan itu adalah Allah. Dialah yang menciptakan alam dan manusia. Dia tidak beranak, tidak diperanakkan. Semua hal membutuhkan Dia. Dan tak satu hal pun sama dengan Dia. Sederhana, mudah dipahami.

Kalau diajukan kepada Yahudi dan Nasrani, jawabannya ribet. Sehingga dunia sains tidak mau menerimanya. Ahli filsafat mengemukakan pendapatnya tentang Tuhan yang diajukan Yahudi dan Nasrani. Tuhan itu sudah mati, kalau masih hidup harus dibunuh. Ada yang pula yang berpendapat Tuhan perlu dihidupkan.

D. Antropologi dan Kosmologi
Apa pula manusia dan alam semesta? Jawabannya juga tak perlu pelik-pelik. Manusia dan alam semesta adalah makhluk. Adanya manusia dan alam semesta ini, diadakan oleh Tuhan, yakni Allah.

E. Wahyu, alam dan Manusia sumber Epistemologi untuk menjelaskan hakikat Ontologis
Bahwa manusia dan alam adalah makhluk, Inilah landasan ontologis pandangan hidup kaum muslimin. Keberadaan manusia dan alam semesta merupakan wujud kekuasaan dan dalil keberadaan Allah.
Bagaimana selanjutnya manusia mengenal Tuhan lebih dekat? Untuk mengenal bahwa Allah ada, dibuktikan oleh akal dan alam. Tetapi untuk mengenal Allah lebih spesifik dan mengenal cara untuk mengabdi kepada-Nya manusia membutuhkan wahyu.
Seharusnya kaum muslimin tak perlu risau dengan bantahan-bantahan manusia yang menolak wahyu dengan seribu satu argumen yang mereka kemukakan. Karena AL-Quran yang merupakan wahyu Allah yang terakhir dilengkapi dengan ayat-ayat-Nya yang lain, yang saling bersinergi. Ayat-ayat Allah yang lain itu ialah alam dan manusia itu sendiri.

Untuk mengungkapkan sebagian kecil saja rahasia-rahasia alam semesta dan diri manusia, dibutuhkan puncak-puncak intelektual yang mampu dicapai manusia. Setiap hasil dari intelektual itu, wujudnya adalah suatu ketetapan bahwa alam dan manusia memang diciptakan oleh kekuatan yang Maha Kuasa, yakni oleh Allah Swt.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: