Filsafat Berfikir

ALIRAN-ALIRAN KONTEMPORER | Agustus 2, 2009

ALIRAN-ALIRAN KONTEMPORER
Oleh:Ading Nashrulloh

A. Pengantar

Dalam mengkaji filsafat Barat, ahli filsafat membagi kajiannya menjadi empat kategori, yaitu zaman klasik, abad pertengahan, zaman modern dan masa kontemporer. Pada postingan yang lalu, saya telah membuat rangkuman zaman klasik. Di bagian ini, kita melompat dulu ke masa kontemporer.

B. Pengertian Filsafat Barat Masa Kontemporer

Filsafat Barat kontemporer artinya filsafat Barat abad ke-20. Sifatnya Heterogen. Para pelakon yang paling depan dalam filsafat adalah Prancis, Inggris dan Jerman. Titik tekan pembahasannya terutama terletak pada aliran-aliran filsafat.

C. Tujuh Aliran yang Berpengaruh

Tujuh aliran itu adalah Pragmatisme, Vitalisme, Fenomenologi. Eksistensialisme, Filsafat Analitis, Strukturalisme, Postmodernisme.

1. Pragmatisme

Prgmatisme mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang akibat-akibatnya bermanfaat secara praktis. Kebenaran mistis diterima, asal bermanfaat praktis. Populer di Amerika. Tokohnya William James dan John Dewey.

2. Vitalisme

Vitalisme berpandangan bahwa kegiatan organisme hidup digerakkan oleh daya atau prinsip vital yang berbeda dengan daya-daya fisik. Tokohnya Henri Bergson.

3. Fenomenologi
Fenomenologi adalah aliran yang membicarakan fenomena atau segalanya sejauh mereka tampak. Tokohnya Max Scheler.

4. Eksistensialisme
Eksistensialisme memandang segala gejala denga berpangkal pada eksistensi. Eksistensi adalah cara berada di dunia. Eksistensi mendahului esensi. Bungkus mendahului isi. Tokohnya Jean Paul Sartre.

5. Filsafat Analitis
Filsafat analitis disebut juga filsafat bahasa. Para penganutnya menyibukkan diri denga analisa bahasa dan konsep-konsep. Tokohnya Bertrand Russel.

6. Strukturalisme
Strukturalisme pada dasarnya menegaskan bahwa masyarakat dan kebudayaan memiliki struktur yang sama dan tetap. Mereka menyibukkan diri dengan struktur-struktur tersebut. Tokohnya, Michel Faucoult.

7. Postmodernisme
Postmodernisme adalah reaksi dari modernisme. Postmodern mengakui relativisme, dan pluralisme. Tokohnya, Jacques Derrida.

Sumber tulisan : elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_filsafat/Bab_7.pdf


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: