Filsafat Berfikir

KEDUDUKAN BERFILSAFAT | Agustus 2, 2009

KEDUDUKAN BERFILSAFAT
Oleh: Ading Nashrulloh

A. Alat Menuju Kebenaran
Berfilsafat adalah berfikir. Berfikir selevel dengan membaca. Keduanya memiliki fungsi penting untuk mengantarkan manusia pada ilmu. Ilmu adalah apa-apa yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Jadi berfilsafat bermanfaat untuk mengantarkan manusia kepada Al-Quran dan As-Sunnah.

B. Sesatnya Para Filsuf yang Sesat.
Jika kemudian timbul fllsuf tidak beriman kepada kedua kitab itu, tidak lantas berarti filsafat menjadi sesat. Sebab bukankah, sesat itu pilihan. Pilihan timbul dari pemahaman. Pemahaman timbul dari berfilsafat, berfikir dan membaca. Jika kita membunuh potensi manusia untuk memilih, berfilsafat, berfikir dan membaca, bagaimana mungkin agama ini bisa diterima manusia. Akal itu, atau katakanlah filsafat itu, bisa mengenal kebenaran, tetapi tidak mampu meraih kebenaran, karena itu akal harus dipandu oleh wahyu supaya bukan cuma mengenal, tapi juga sampai pada kebenaran. Kita memang menyesalkan orang-orang yang ahli filsafat tetapi kemudian ia meninggalkan agamanya, dan memilih cara hidup yang oleh wahyu dikatakan sesat dan haram. Mereka adalah manusia berakal, tetapi tidak menerima wahyu. Saya setuju kalau ada yang berpendapat bahwa tokoh pertama pemuja akal adalah syetan. Tetapi ini tidak berati bahwa akal itu harus dibunuh, dikerdilkan, dikucilkan. Agama, adalah untuk yang berakal. Agama menaruh perhatian yang besar terhadap akal.

C. Keharusan Para Ulama
Seharusnya seorang ulama, itu dapat melampoi para filsuf baik dalam pengetahuannya terhadap filsfat, maupun dalam sistematika berfikirnya.
Beruntunglah ulama yang akalnya disinari cahaya wahyu, sumber kebenaran yang tak dapat dilampoi akal manusia. Tetapi, tidaklah bijak bila mereka mengkritik filsafat tanpa melihat akan fungsi dan perannya yang besar dalam membuka cakrawala manusia terhadap keagungan Allah yang ada pada alam semesta, yang ada pada diri manusia sendiri.

Filsafat bisa menyesatkan. Ya, itu betul. Filsafat bisa meluruskan, itu juga betul. Ini bukan suatu kontradiksi. Filsafat itu alat. Alat itu mengikuti siapa yang menggunakannya. Kita mengenal para filsuf Barat, semuanya bukan muslim. Apalagi, tokoh-tokoh abad modern, hampir semuanya merupakan tokoh-tokoh matrealisme, yang menolak keberadaan Allah.Mereka manusia “besar” tetapi tidak bersanding dengan Islam. Ini tak perlu disayangkan. Yang patut kita sayangkan, kita Muslim, tetapi tidak berfikir besar, yang diakui oleh peradaban ilmiah zaman sekarang.

D. Umat Islam dan Salafi
Kita sudah punya agama yang besar, tetapi pemeluknya masih “tidur-tiduran”. Jumlah muslim 1 miliar, tapi konon Arab Saudi, tempat ulama salafi itu berasal, tak punya nyali untuk berperang membela negara tetangganya, yakni Palestina. Kemana suara ulama salafi dalam membela rakyat palestina? Dan penulis surat ini, sebetulnya belum sama sekali berbuat banyak untuk agama ini, apalagi untuk Palestina. Ini tanda kita miskin, daya jihad. Semestinya kita saling mengkoreksi, sebagai musli.


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

2 Komentar »

  1. jika benar Alquran dan sunah adalah sebagai sumber ilmu……………… maka…………. kamu mengatakan bahwa alquran yang sesungguh nya adalah bukanlah kitab yang kita pegang saat ini(orang bilang alquran alkarim)/yang diterima oleh Muhammad……karna kitab tersebut baru mulai turun setelah Muhammad lahir………. sedangkan ilmu muncul……… tidak menunggu kelahiran Muhammad…..jadi……duluan mana antara ilmu dan alquran,,,,,,terlebih sunah…?? trus atas dasar apa bahwa ketika filosof tidak beriman pada keduanya.maka ia dikatakan…..Sesat……….?

    Komentar oleh roni — Oktober 8, 2009 @ 5:00 am

    • Al-Quran adalah sumber ilmu. Ilmu muncul sebelum Al-Quran turun. Ini tidak kontradiktif.

      Bila Filosof tidak beriman pada Al-Quran maka sesat. Dasarnya adalah iman saya pada Al-Quran.

      Terimakasih atas atensinya.

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Oktober 8, 2009 @ 5:52 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: