Filsafat Berfikir

FILSAFAT SENYUM | Agustus 4, 2009

FILSAFAT SENYUM
Oleh :Ading Nashrulloh
Inspired by: Filsafat Hia

A. Pengantar.
Di samping sebutan makhluk yang berbicara, manusia juga dikenal sebagai makhluk yang tertawa. Tidak banyak makhluk hidup yang bisa tertawa. Selain manusia, hanya beberapa jenis monyet yang dapat digolongkan dapat tertawa. Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang dapat tertawa dan menangis. Ia akan tertawa jika mendengar atau melihat hal-hal yang membuatnya tertawa. Manusia yang tak dapat tertawa dan menangis dinilai sebagai makhluk yang berhati batu. Tawa dan senyum bersifat asasi, muncul sejalan dengan kemanusiaan kita. Ia menjadi ”bahasa” komunikasi dalam keseharian hidup kita. Begitu dekatnya tawa dengan kita, hingga orang yang hilang akal sekalipun masih tetap bisa tertawa.

B. Teori Senyum
1. Sintesa Kata
Senyum adalah: ungkapan yang dicirikan oleh melebarnya pada sudut mulut; biasanya menunjukkan senang atau hiburan. Munculnya senyum, karena rasa gembira dan rasa optimistik. Apa itu senang ? Senang adalah “A fundamental feeling that is hard to define but that people desire to experience”. Perasaan yang pokok pada diri manusia, dan sulit untuk dibuat definisinya. Apa itu hiburan? “An activity that is diverting and that holds the attention”, suatu kegiatan yang mengasyikkan dan menarik perhatian. Jadi secara semantik, senyum adalah tanda seseorang yang saat itu hati dan jiwanya terisi oleh perasaan senang yang disadari.
2. Padangan Filsuf/Filosof
Ketawa mengandung unsur-unsur akal, perasaan dan kemauan. Eysenck menulis : dari contoh-contoh kenyataan yang didapatkan oleh pafa filosof, maka Locke, Schopenhauer dan Spenser lebih cenderung untuk menetapkan bahwa pengaruh adanya “daya tarik sebagai unsure ketawa yang utama. Sedangkah golonga lainnya, seperti Descartees dan Hartley lebih mengutamakan unsure “hasrat serta keingain untuk memiliki.
Pendapat Spenser tentang ketawa dan senyuman dituangkannya dalam pandangan tentang “meluapnya tenaga”, yang mengemukakan bahwa rasa senang mempunyai dinamika yang menimbulkan tenaga lebih, yang selanjutnya berubah menjadi gerakkan suada fan pernafasan; denga demikian lahirlah ketawa.
Psikoogi menjelaskan pada kita bahwa ketawa serta senyuman tidak akan melemahkan atau menekan otot-otot muka, tetapi sebaliknya merupakan sejumlah latihan yang indah bai pertumbuhan dan perkembangan otot-otot tersebut yang menyebabkan timbulnya kesegaran jiwa dan bermanfaat untuk pembinaan manusia yang sempurna.

3. Hasil Kajian Ilmiah

Dalam sebuah Waynbaum, ahli fisiologi Perancis Israil yakin bahwa tersenyum mempengaruhi hormon secara positif. Sementara ekspresi-ekspresi seperti marah, jengkel mempunyai efek yang negatif. Bahkan ekspresi wajah mempunyai pengaruh yang besar terhadap bagaimana kita berpikir dan merasakan.
penelitian, kelompok aktor disuruh untuk memperagakan berbagai ekspresi yang berkaitan dengan berbagai emosi. Mereka disuruh untuk memperagakan ekspresi bahagia, sedih, jijik dan terkejut. Ketika mereka sedang mengekspresikan diwajah mereka perasaan tersebut, beberapa instrumen dipasang untuk mengukur detak jantung, suhu kulit dan tekanan darah. Penilaian itu ternyata membuktikan bahwa ekspresi wajah mempengaruhi perubahan-perubahan fisiologis. Ketika emosi sedang negatif, semua sistim tubuh kacau. Sebaliknya ketika orang mulai tersenyum , maka detak jantung lebih lambat, tekanan darah menurun dan sistem tubuh rileks. Dengan tersenyum, banyak manfaat yang diperoleh, Sebaliknya ekspresi wajah negatif membuat tubuh bereaksi negatif. Padahal kita tahu bahwa subyek penelitian tersebut bukanlah benar-benar merasa bahagia, sedih atau jijik, tetapi mereka hanya membuat otot-otot wajah sesuai dengan emosi tersebut.
Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa tersenyum dan tertawa bukanlah pepesan kosong tanpa makna. Tertawa dan tersenyum selain membuat senang dalam pergaulan ternyata sangat bermanfaat bagi diri sendiri untuk menjaga kesehatan dan menghindari penyakit. Jika kita terus tersenyum m eskipun di dalam emosi sedang tidak karuan, kita sedang membantu sistem tubuh kita untuk tetap tenang dan rileks. Dengan tersenyum dan tertawa kita dapat mengurangi stres dan ketegangan, perusak terbesar kesehatan kita di abad 21.
Tersenyum dan tertawa berperan dalam memelihara kesehatan dan menghindari sakit. Ketika kita terus tersenyum, meskipun dalamnya runyam, akan membantu tubuh rileks dan tenang. Dan ini akan mengurangi stres dan ketegangan.

4. Jalan Menuju Pribadi yang murah Senyum.
Bila belum merasa menjadi pribadi yang indah dan menyenangkan, maka kita coba menjadi pribadi yang murah senyum. karena dengan menjadi pribadi yang murah senyum anda memiliki beberapa manfaat diantaranya :
1. Senyum membuat anda lebih menarik
2. Senyum mampu mengubah perasaan sedih menjadi bahagia
3. Senyum menebarkan rasa damai
4. Senyum menghilangkan stress
5. Senyum meningkatkan imunitas
6. Senyum menurunkan tekanan darah
7. Senyum membuat awet muda
8. Senyum membuat kita kelihatan sukses
9. Senyum membuat kita berpikir positif
Harus diingat bahwa menjadi pribadi yang murah senyum dan humoris tidaklah semudah mengatakannya. Jadi perlu latihan dan metode juga. Menurut wacana di atas, secara semantik, senyum adalah tanda seseorang yang saat itu hati dan jiwanya terisi oleh perasaan senang yang disadari. Secara filosofis ketawa mengandung unsur-unsur akal, perasaan dan kemauan.
Berdasarkan teori pandangan filosof diatas maka jalan menuju Pribadi yang murah senyum ialah kita harus pandai-pandai mengisi jiwa. Mengisi jiwa dengan perasaan senang. Pendekatannya ialah senantiasa meningkatkan kesadaran lewat proses pemutakhiran akal, perasaan dan kemauan yang lebih segar, jernih, bersih dan kudus.
Senyum adalah gambaran orang yang penuh cinta, dan penuh kebijaksanaan. Orang yang cinta akan kebijaksanaan lebih mudah lagi untuk menjadi seorang yang murah senyum. Filsafat artinya cinta kebijaksanaan. Seorang Filosof, semestinya adalah seorang yang murah senyum. Sedangkan seorang yang murah senyum dapat dipandang sebagai seorang filosof.

5. Etika dalam Tersenyum.
Tersenyum berada dalam ranah kehidupan sosial etis dan normatif. Tersenyumlah meski dalam keadaan sakit. Dan jangan tersenyum saat sedang berjalan sendirian tanpa ada orang yang diajak senyum. Buatlah senyum pada orang sesuai dengan kedudukannya di masyarakat dan sesuai usianya. Jangan tersenyum bahagia pada seseorang yang sedang terkena musibah. Jika kita sendiri yang terkena musibah, maka fikrikanlah bahwa selalu ada hikmah dibaliknya yang akan mengangkat diri kita ke derajat yang lebih tinggi. Senyum boleh jadi menjadi sarana untuk menarik konsumen, menghibur teman, memperkenalkan diri. Tetapi jangan hanya luarannya saja. Senyum harus berangkat dari kesadaran dan pengharga, dari rasa sukarela dan bahwa kitalah yang membutuhkan orang lain.

C. Senyum untuk Kejayaan
Dengan senyum, keadaan sekitar kita akan terasa nyaman. Bila suasana menjadi nyaman maka semua keindahan akan berbalik menghangatkan jiwa kita. Semuanya akan kembali kepada kita dengan balasan yang lebih besar daripada sekedar senyuman yang telah kita taburkan. Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab ke- elokan parasnya dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik pada kekayaannya, krn kekayaan dapat musnah Tetapi tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.” Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya bahwa senyum itu ibadah. Sementara, Phyllis Diller melukiskan senyuman sebagai sebuah lengkungan yang meluruskan segala sesuatunya. Bahkan senyuman telah menjadi perbincangan mendalam oleh golongan ahli fikir dan filosofi awal seperti Locke, Schopenhaur, Spencer, Descrates dan Hartley melalui karya-karya tulisan mereka. Senyum yang tulus termasuk hal pokok dalam hubungan kemanusiaan, untuk mencipta persahabatan yang berhasil, dalam membangun hubungan keluarga, juga dalam segala hubungan dengan sesama manusia; antara saudara yang satu dengan yang lainnya; antar sesama sahabat; antar teman; atasan dan bawahan. Sebab senyuman melambangkan cinta dan kasih sayang.

Bersambung……

Sumber rujukan : http://www.myrepublika.com/Tertawa
http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-intermezzo-Rahasia-Tertawa
http://www.google.co.id/url?q=http://nurulhayat.org/2009/02/25/tertawa-dan-menangis/&sa=U&start=12&ei=ctF3StfWKoOekQWjvcCxAg&usg=AFQjCNHbEuH1Pc22IFNf0t3d8NFn1caitw
http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-abu-ridha-menangis-dan-tertawa.htm
http://epaper.republika.co.id/berita/7409/Tertawa
http://books.google.co.id/books?id=spYcKTj_EngC&pg=PA17&lpg=PA17&dq=senyum+Schopenhaur&source=bl&ots=hpEWNGAQ0r&sig=VXjjHVRItqvxoOZGNdNhD4LQFPM&hl=id&ei=juF3SvC_N4rk7AP94dGiBQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=8#v=onepage&q=&f=true.
http://cefeindo.wordpress.com/2009/01/27/tersenyum-dan-tertawalah-agar-anda-sehat/
http://cefeindo.wordpress.com/2009/01/27/tersenyum-dan-tertawalah-agar-anda-sehat/
http://oasiszone.wordpress.com/page/2/
http://spiritpencerahan.blogspot.com/2009/05/tersenyumlah.html
http://cefeindo.wordpress.com/2009/01/27/tersenyum-dan-tertawalah-agar-anda-sehat/
http://id.shvoong.com/humanities/h_philosophy/1658331-senyum-adalah-bahasa-universal/
http://tutyherawati.co.nr
victormarulipanjaitan@gmail.com
http://dsuratman.multiply.com/reviews/item/11
http://anwoi.com/2009/06/senyum-dan-khasiatnya/


Ditulis dalam Uncategorized

11 Komentar »

  1. ya ampuun…ternyata senyum banyak seluk beluknya. Senyum memang unik, bisa membuat orang jatuh hati atau malah bikin terseinggung…
    Bravo artikelnya

    Komentar oleh aji — Agustus 7, 2009 @ 2:02 pm

    • Se7an, senyum bagian dari eksistensi dan substansi diri manusia, banyak seluk beluknya. Senyum memang unik, bisa membuat orang memikirkannya secara mendalam, atau menyepelekannya minta ampun, artikel ini untuk kita semua dari semua juga. Trims atas apresiasinya.

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Agustus 7, 2009 @ 6:29 pm

  2. mantap sob… disini banyak ilmu yang saya dapat, terimakasih atas sharing nya…

    Komentar oleh info ternak — September 11, 2009 @ 10:46 am

    • Seperti itulah semua harapan manusia yang berfikir bukan? Terimakasih atas atensinya ya?

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Oktober 6, 2009 @ 1:26 pm

  3. aku ingin menjadi orang yang selalu tersenyum ah !!

    Komentar oleh Nia — November 21, 2009 @ 2:42 am

    • good

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — November 22, 2009 @ 2:19 pm

  4. Senyuman adalah sesuatu yang diciptakan tuhan untuk kita bagikan ke orang lain sebagai tanda kita bukanlah mahluk egois. Mahluk yg tdk bisa tersenyum adalah mahluk egois.

    Komentar oleh Salga Saputra — November 13, 2010 @ 11:41 am

  5. sip…….

    Komentar oleh Pipi Tembem Tembem — Desember 9, 2011 @ 5:26 am

  6. ‘smile’

    Komentar oleh Berliansyah Berlin — Januari 16, 2012 @ 3:39 am

  7. Senyum adalah sarana untuk memperkenalkan diri..

    Komentar oleh Roby — September 20, 2015 @ 2:30 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: