Filsafat Berfikir

HEDONISME DAN KEHANCURAN UMAT | Agustus 16, 2009

HEDONISME DAN KEHANCURAN UMAT

Sabda Rasulullah SAW, penyebab rusaknya umat ini berakar dari rasa cinta umat ini pada harta teramat besar. Karena ambisinya mengejar kesenangan dunia, umat Islam lupa pada tujuan hidup dan kehormatan yang diberikan oleh pencipta jagat raya, Allah SWT kepada umat ini. Kehormatan sebagai umat terbaik yang keluarkan ditengah-tengah manusia. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” Demikian Allah menyebutkan ‘khairu ummah’ dalam Surah Ali Imron (3) ayat 110.

Namun kini ummat telah banyak yang melupakan Allah. Mereka terjebak dalam kenikmatan duniawi. Mereka berbuat semaunya seolah surga dan neraka itu tak ada. Telah banyak diantara kita yang meninggalkan shalat fardhu sebagai tanda tak rindunya kita dengan Allah. Kalau pun kita shalat, kita shalat tanpa tahu ilmunya dengan baik dan benar. Kalau pun tahu ilmunya, hati dan fikirannya belum bisa benar dalam mendirikan sholat. Tetapi yang sangat perlu diperhatikan adalah mereka yang telah meninggalkan shalat fardhu. Apakah mereka tidak rindu untuk berjumpa dengan Allah? (http://lbipikaltim.org/index.php?option=com_content&view=article&id=55:edisi-10-tahun-ke-21430h&catid=34:buletin&Itemid=53)

Dalam sejarah manusia, berbagai kehancuran peradaban di muka bumi sudah begitu banyak terjadi. Dan Allah SWT menganjurkan kaum Muslimin agar mengambil pelajaran (hikmah) dari peristiwa-peristiwa sejarah tersebut. “Maka berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana hasilnya orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul Allah SWT) (QS an-Nahl:36)

Sebagai misal, Kaum ‘Ad, telah dihancurkan oleh Allah SWT karena berlaku takabbur dan merasa paling berkuasa dan paling kuat. Mereka merasa tiada siapa saja yang dapat mengalahkan mereka, sehingga mereka berkata: “Siapa yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” (QS Fusshhilat:15). Begitu juga kehancuran yang menimpa Fir’aun, Namrudz, dan sebagainya. Di masa Rasuullah saw, kaum Muslim yang jumlahnya sangat besar dan berlipat-lipat daripada kaum kuffar, hampir saja dikalahkan dalam Perang Hunain (QS at-Taubah:25).

Dalam pandangan Islam, merajalelanya kemaksiatan, keangkuhan, dan kezaliman ada kaitannya dengan kondisi masyarakat, apakah Allah akan menurunkan rahmat atau azab kepada masyarakat tertentu. Inilah pandangan hidup setiap muslim, yang semestinya menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan para pejabat, tokoh-tokoh, dan pimpinan kaum Muslim.( http://www.adianhusaini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53:tanda-tanda-kehancuran-bangsa&catid=34:cap&Itemid=53)

Globalisasi bukan hanya mempraktikkan eksploitasi ekonomi dan pemiskinan, tetapi juga mengikis keyakinan, nilai-nilai, budaya, dan tradisi Islam. Kapitalisme global mempromosikan nilai-nilai individualisme, materialisme, konsumerisme, dan hedonisme. Paham-paham itu jelas langsung menusuk jantung ajaran Islam.

Pasca Perang Dingin, menurut Idris, satu-satunya kekuatan yang tersisa yang diharapkan mampu memberikan tantangan terhadap proyek globalisasi adalah dunia Islam. Ironisnya, sejak dulu, hingga kini, di kalangan Muslim, ada saja yang terpesona dengan pandangan dan jalan hidup Barat. Abdullah Cevdet, seorang tokoh sekuler Gerakan Turki Muda menyatakan: “Yang ada hanya satu peradaban, dan itu adalah peradaban Eropa. Karena itu, kita harus meminjam peradaban Barat, baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus.” Banyak hal yang dapat dicontoh dari Barat. Tetapi bukan jalan sekular-liberal yang telah mengantarkan Barat pada relativisme dan skeptisisme kepada kebenaran agama. (http://www.hayatulislam.net/8216-jalan-kematian-8217-peradaban-barat.html)


Ditulis dalam Uncategorized

1 Komentar »

  1. menyebarnya penyakit sosial yang berujung pada pengikisan nilainilai agama khususnya sebagai umat islam,,, sebenarnya kalau maw menyalahkan… pihak yang pertama disalahkan siapa… dan bagaimana pembenahannya ke depan…!!!

    Komentar oleh zulfiqar busrah — November 5, 2010 @ 2:57 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: