Filsafat Berfikir

FILSAFAT HIDUP NYATA | Oktober 6, 2009

FILSAFAT
Hidup antara Nyata dan Tak Nyata
Oleh: Ading Nashrulloh

Saudaraku….
Hidup di satu sisi adalah begitu tak nyata, karena tidak terasa. Hari kemarin dengan segala kenangan nikmat dan sakit sudah terlupakan lagi. Hari esok yang indah dan penuh harapan hanyalah bayangan yang entah kita sampai padanya ataukah tidak. Sedangkan detik-detik yang saat ini sedang kita jalani, yang berlalu tak dapat kita raih kembali, dan yang di depan datang begitu cepatnya, tak sedikit pun kita memiliki kekuasaan untuk mengendalikannya. Bahkan hakikatnya kita sedang berjalan menuju kematian dan ketiadaan di muka bumi secepat berjalannya detik itu.

Saudaraku…
Tetapi juga, mestilah kita ingat. Sekalipun demikian. Hidup adalah kenyataan. Setiap detik adalah suatu kenyataan. Suatu kenyataan yang amat pasti. Apakah itu yang sudah berlalu, apakah itu yang sedang kita nikmati saat mengetik atau membaca tulisan ini. Ataupun detik-detik yang akan datang sampai detik yang terakhir yang telah dijatahkan untuk kita. Semua detik-detik itu merekam. Merekam setiap pandangan mata kita, desahan nafas, lintasan hati dan fikiran, gerak dan tingkah laku kita, tanpa satu hal kecil pun yang dlewatkan. Merekam apapun dari dan tentang diri kita.

Saudaraku…..
Hidup ini adalah kenyataan senyata-nyatanya, karena satu alasan saja. Di mana alasan itu apabila kita telah hadir di waktunya, tak ada lagi kata untuk memungkiri. Alasan itu adalah tanggung jawab atas perbuatan kita di dunia ini, atas waktu, harta, ilmu,…Alloh akan membukakan, membacakan, menampakkan segala apa yang pernah kita tulis, kita ucapkan, kita perbuat. Peristiwa itu adalah kenyataan akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi perkaranya, kepastiannya, lebih pasti ketimbang apakah esok sahabat akan FB-an lagi apa tidak. Sekalipun telah diniatkan dan pulsa HP pun masih banyak.

Saudaraku….
Itu artinya jika engkau berfikir saat buka File ini begitu nyata di dalam detik ini. Ingat senyata itulah al-mashir. Tempat kita akan pulang. Negri akhirat. Negri akhirat itu lebih nyata dari sekedar nyatanya engkau membaca tulisan ini. Detik ini engkau sadar bahwa engkau sedang membaca tulisan ini. Tetapi esok lusa engkau pasti sudah terlupa lagi. Karena sibuk dengan urusan dunia yang amat banyak aneka ragamnya ini. Sedangkan tak ada satu hal pun nanti di akhirat yang tidak lagi sebagai masa lalu ataupun masa depan. Sebagai kenangan ataupun bayangan.

Saudaraku….
Kembalilah kepada pangkuan Rabbmu yang telah menciptakan dirimu. Yang telah berikan pada kamu banyak perkara yang tiada dapat di beli di dunia ini. Pertama adalah penciptaan dirimu yang demikian agung. Kedua, adalah akal fikiran dan kemerdekaan. Ketiga adalah hidayah di dalam hati sanubarimu. Keempat adalah ibumu yang begitu sayang padamu. Kelima adalah dunia dengan segenap isinya. Keenam adalah sahabat-sahabatmu. Dan ketujuh adalah janji balasan dari sisi Allah berupa surga jika engkau mengikuti hidayahNya. Itu hanyalah sekedar gambaran umum saja dari tiada terkira banyaknya nikmat Alloh yang kau nikmati.

Saudaraku….
Kembali kepada Rabbmu, bukan untuk keperluan Dia yang Esa. Tetapi untuk kita sendiri. Agar engkau menjadi orang yang bertakwa. Tahukan engkau siapa yang orang yang bertakwa itu ? Itulah orang yang Allah alamatkan Al-Quran diturunkan ke muka bumi. Tidak ada yang lain alamat yang dituju oleh Al-Quran selain orang yang bertakwa. Ketika engkau bertakwa maka engkau menjadi hamba yang paling mulia di sisi-Nya. Dan ketika engkau berpaling dari Al-Quran maka engkau menjadi hamba yang paling hina di sisi-Nya. Karena itu luangkan waktu, luangkan detik-detikmu sahabat untuk kembali kepada Rabbmu dengan membaca Al-Quran. Kau kuatkan dirimu FB-an hingga 4 jam, 7 jam, 14 jam…..dalam sekali duduk…..sekarang saatnya duduk di hadapan Rabb penciptamu dengan membaca Al-Quran 4 jam, 7 jam, 14 jam……..sekali duduk.

Saudaraku…
Aku yang menulis file ini, tidak membenci FB. Karena ia memberiku angin segar yang mengingatkan kepada malaikat Roqin dan Atid. Malaikat yang mencatat segala perbuatan baik atau jelek kita untuk dilaporkan pada Alloh di al-Mashir nanti. Maka aku hitung setiap nikmat Tuhan yang aku peroleh. Betapa banyak sekali. Maka aku hitung amal-amalanku, aduhai betapa tiada makna yang bisa mengimbangi besarnya nikmat yang kuterima itu. Agar aku sadar bahwa jika di FB apapun yang kita tulis ada rekamannya, jauh lebih canggih lagi pencatatan dua malaikat utusan Alloh itu atas apapun yang aku perbuat dan aku lakukan. Dan ini bukti bahwa hidup adalah suatu kenyataan, bukan kenangan atau bayangan, karena semua ada catatannya yang akan jadi suatu kenyataan senyata-nyatanya di al-mashir.

Saudaraku…

Yang jelas Rabb yang kita diperintahkan untuk beribadah kepadanya dan bertakwa kepadanya adalah Rabb yang telah pasti, Dia adalah Alloh. Dia yang membikinkan untuk kamu bumi yang rata, dan langit yang menaungi kita dari sejuta bencana. Dia pulalah yang menurukan air hujan dari langit itu, sehingga dari bumi tumbuh berbagai buah-buahan yang dapat kita makan. Menjadi rejeki. Hingga kamu bisa membeli HP yang bisa buka FB.

Saudaraku…
Hidup adalah kenyataan. Dan senyata-nyata hidup kita adalah kita ini tidak bijaksana. Kita tahu tetapi tidak kita amalkan. Kita tahu bahwa sesuatu itu benar, tetapi kita lemah kekuatan lemah kemauan untuk membela, mengangkat, menghidupkannya untuk kematian kita. Kita tahu sesuatu itu salah tetapi kita lemah kemauan dan kekuatan untuk menghantamnya sehingga ia merasuki setiap jiwa yang awalnya bersih putih. Itulah kita, kenyataan kita, tidak bijaksana. Sampai Alloh berujar : falaa taj’alu lillahi andad waantum ta’lamuun! Betapa kita selama ini terlampau terpukau dengan akal fikiran kita, ilmu kita, filsafat kita, sampai-sampai Al-Quran yang Alloh turunkan sebagai petunjuk hidup untuk mengukir dunia lebih indah dan untuk agar nasib kita di al-Mashir nanti baik-baik saja, kita abaikan, kita dustakan…..astaghfirullohalazhiim.

Saudaraku……
Ucapan kita yang keluar adalah aku beriman kepada Al-Quran. Tetapi sebenarnya yang terjadi adalah….kita ragu. Mana buktinya? Pertama: sudahkah engkau penuhi syaratnya, yaitu menjadi Mutaqin? Sudahkan engkau tegakkan kandungan Al-Quran dalam hidupmu? Kedua: jika Alloh masih bertanya hingga sekarang: jika kamu ragu tentang al-Quran buat yang serupa dengan al-Quran dan mintakan tolong pada saudara-saudaramu jika kamu benar. Ini kan kerjaan kita suka bikin berjuta alasan yang kita pandang benar 100%, yang dengan pongah pula diutarakan, bahwa tidak perlu semua hukum al-Quran diikuti. Lebih wibawa jika kita ikuti saja yang semua yang datang dari Barat…..

Saudaraku…
Barat dengan peradabannya yang memukau manusia saat ini, memang suatu kenyataan. Tetapi jangan lupa ia akan tinggal jadi kenangan.

Saudaraku…..
Dan Peradaban Islam akan memegang kembali tampuk kekuasaan atas muka bumi. Apa engkau tidak percaya?

Saudaraku…..
Hati-hati dengan neraka, bahan bakarnya batu dan manusia….(dan dintaranya siapa saja yang berkiblat ke Barat).

Saudaraku…..
Berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa: beriman dan beramal sholeh bahwa bagi mereka adalah Surga…….


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: