Filsafat Berfikir

DASAR PANDANGAN ORANG YANG BERTAKWA (2) | November 22, 2009

DASAR PANDANGAN ORANG YANG BERTAKWA (2)

Oleh: Ading Nashrulloh

PENGARUH IBADAH BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

1.51. IBADAH ADALAH SATU PAKET DENGAN KEHIDUPAN
Ibarat badan dengan jiwanya, maka kehidupan menjadi ada. badan tanpa jiwa, atau jiwa tanpa badan adalah kematian bagi manusia.sesungguhnya kehidupan manusia dengan kewajibanya untuk ibadah kepada Tuhan adalah satu paket yang utuh. manusia jelas pada umumnya lebih memperhatikan segi hidupnya ketimbang ibadahnya. Tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang beriman. ia lebih memperhatikan ibadah sebab ibadah itulah jiwa bagi kehidupannya.
1.52. Kehidupan manusia tanpa ibadah
Setiap peradaban manusia rupanya menyadari akan pentingnya ibadah. Selalu ditemukan dalam setiap peradaban manusia, hal yang berupa ibadah, agama, atau keyakinan kepadanya adanya Tuhan. Kesimpulan yang dapat diambil. Kehidupan manusia tanpa ibadah tidak akan banyak menghasilkan peradaban, atau karya nyata. Ini merupakan suatu potensi yang mendukung bagi upaya mengembalikan manusia kepada agamanya yang sebenarnya yaitu Islam. Tatkala dakwah Islam telah sampai pada mereka tetapi dalam non islamnya, maka mereka pantas mendapat kehampaan hidup dan siksa.
1.53. MASALAH HIDUP YANG SEMAKIN RUMIT
Ada dua hal yang perlu kita renugkan tentang fenomena ibadah dan hidup manusia dari waktu ke waktu semakin maju dari sisi teknologi hasil ilmu dan sains, di samping juga semakin kompleks permasalahan yang datang kepadanya.Sementara agama atau ibadah hanya tetap berkedudukan sebagai pemberi solusi dan inspirasi bagi hasil teknologi dan teratasinya masalah-masalah yang rumit itu. Artinya bahwa manusia memerlukan 2 hal: 1.agama yang kompitibel dengan perkembagan zaman. 2.Keseriusan mereka untuk menerapkan agama.
1.54. MANUSIA HANYA BUTUH ISLAM SEBAGAI JALAN KEHIDUPAN
Manusia selalu menginginkan dua hal vital dalam hidupnya. Pertama, terhindar dari musibah atau teratasinya suatu musibah. Kedua, meraih ketenangan hidup. Bagaimana mereka dapat meraih kedua hal tersebut? Tentu membutuhkan suatu metode. Di atas semua itu terlebih dahulu ia harus merumuskan apa yang dimaksud dengan musibah itu. Musibah terjadi apabila manusia kehilangan tiga hal yang utama pemberian dari ALLOH. Pertama, kehidupan. Kedua, kebebasan, Ketiga, hidayah. Ketika manusia kehilangan ketiganya atau salah satu darinya, maka itulah musibah. Ketenangan hidup terjadi ketika kehidupan berjalan sebagaimana biasanya, kebebasan pun tak mengalami hambatan dan hidayah dari sisi-Nya datang membimbing kehidupan ini. Kebalikan dari situasi tenang adalah kacau, dan kacau itu timbul dari suatu musibah yang menimpa salah satu dari ketiganya atau ketiga-tiganya. Agar ketenangan dicapai dan musibah dapat dihindari maka perlu suatu metode. Metode apakah yang dapat menyelamatkan manusia akan kehidupan, kebebasan dan hidayahnya? Jawabnya adalah Islam. Sebab itu Islam menentukan wujud kehidupan manusia dengan wujud yang paling mentereng. Boleh dikatakan dan dapat dibuktikan manusia tanpa Islam hakikatnya ia mati, terpenjara dan sesat.
1.55. IBADAH YANG BATIL MEMBAWA KERUSAKAN PADA KEHIDUPAN
Pada bagian yang lalu telah diungkap bahwa ibadah adalah belahan jiwa bagi kehidupan manusia. Artinya kehidupan manusia akan berjalan dengan penuh dinamika dengan adanya aktiitas ibadah yang mereka lakukan. Namun haruslah kita sadari bahwa tidak semua ibadah berdampak pada kebaikan, kemuliaan, kebahagiaan, yang hakiki dunia dan akhirat. Banyak fakta-fakta agama-agama justru membawa pada kehancuran pada hati, akal, badan, keluarga, masyarakat, negara dan memupus harapan di negeri akhirat. Hal ini bisa terjadi karena agama yang dianut manusia itu bukan agama yang turun dari Pencipta diri mereka. Hal ini terjadi secara nyata dikarenakan konsep ibadah yang mereka jalankan bukan diambil dari Islam. Agama dan ibadah apapun selain dari Islam, tidaklah mendatangkan keuntungan apapun bagi manusia. Kalau demikian manusia itu memang sangat rugi atas keseluruhan waktu-waktunya ketika mereka tidak mau menerima Islam dan tidak mau beramal untuk ibadah kepada-Nya.

1.56. BILA KEHIDUPAN INGIN DAMAI, MAKMUR DAN TENTRAM
Alloh ciptakan manusia dengan tugasnya sebagai hamba. Alloh turunkan Islam pula untuk manusia sebagai jalan ibadah kepada-Nya. Islam bertujuan memelihara kepentingan dan kemuliaan manusia di dunia dan di akhirat. Mereka akan mulia lahir batin, dunia akhirat, jika Islam menjadi jalan kehidupan mereka. Perjalanan waktu menunjukkan masalah-masalah yang dihadapi manusia semakin banyak, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk bumi dan perubahan suasana psikologis manusia dengan beragam kebutuhannya yang semakin banyak serta kompleks. Suasana makmur, damai dan tentram seakan sulit lagi untuk diraih. Berbagai upaya dilakukan untuk menaklukan permasalahan demi permasalahan. Ternyata yang timbul adalah, hilang satu masalah timbul lebih banyak masalah baru. Adakah rumus universal bagi manusia untuk keluar dari berbagai krisis itu ? Jawabnya ada, Itulah Islam. Sesungguhnya Islam merupakan metode dari sisi ALLOH yang dapat dilaksanakan secara manusiawi untuk mengatasi berbagai masalah-masalah itu. Manusia sudah ada, Islam juga sudah turun. Selama ini, di akhir-akhir perjalanan kehidupan manusia, manusia semakin jauh dari Islam, dan Islam semakin hanya tinggal tulisan, nama dan simbol-simbolnya saja. Apabila manusia dengan Islam telah menyatu, maka kehidupan akan damai, tentram dan makmur.

1.57. MANUSIA TIDAK BUTUH AGAMA SELAIN ISLAM
Alloh yang tidak menurunkan agama selain Islam. Dan di muka bumi tidak ada manusia yang bukan ciptaan Alloh. Pencipta manusia dan alam semesta ini hanya Alloh semata. Dia tidak punya sekutu. Karena itu manusia di sepanjang hidupnya sama sekali tidak membutuhkan sesembahahan lain selain penciptanya sendiri. Karena itu manusia tidak membutuhkan agama selain dari agama Islam. Agama selain Islam tidak dibutuhkan manusia untuk sampai pada kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Agama-agama selain Islam apabila tetap dianut oleh manusia, maka manusia yang menganutnya itu tidak akan meraih apapun kecuali kerugian yang besar. Oleh karena itu sudah sewajarnya dan sudah waktunya manusia kembali kepada Islam. Agamanya yang sejati sejak ia masih ada di alam rahim dan alam di bawah usia akil baligh. Bila manusia kembali pada Islam, berarti menyatukan dua kekuatan muka bumi, yaitu manusia dan Islam, untuk menggerakkan roda kehidupan yang penuh kedamaian. JIwa manusia dan jiwa Islam semestinya menyatu.Hanya jiwa manusia yang bisa memahami Islam, dan hanya Islam yang bisa memahami jiwa manusia.

BAB 8 IBADAH SEBAGAI KEWAJIBAN MANUSIA

1.58. ARTI KEWAJIBAN

Kewajiban senantiasa berkaitan dengan hati nurani, kebutuhan, aturan dan tujuan serta bersifat transendental. Kewajiban terbesar manusia dalam hidupnya adalah ibadah kepada Tuhan. Dengan ibadahlah hidup akan menjadi bermakna, berarti dan bertujuan hingga sampai pada suatu kebahagiaan di akhirat kelak.

1.59. KEWAJIBAN IBADAH

Ibadah itu wajib, maka akan tersiksalah lahir batin manusia yang meniggalkan ibadah, mengabaikan Islam, dan tidak mengindahkan tauhid. Di dunia hidup akan selalu dirundung malang. Kecuali ia bertaubat dan kembali kepada Islam. Dan manusia jika tidak beribadah sampai ajal datang maka rugilah dia di akhirat. Kewajiban itu bisa dipandang suatu beban, tetapi jika rasa cinta telah tertanam di hati pada Tuhan, maka kewajiban itu bukan lagi beban, bukan lagi kebutuhan, tetapi suatu yang menyenangkan dan dirindukan, suatu yang didamba, dinanti, diimpikan, dicari, dan bila ibadah demi ibadah telah di tunaikan dan dilakukan di sepanjang masa, maka buahnya akan menghiasi hidup kita sendiri, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.

1.60. IBADAH NYAWANYA KEHIDUPAN

Pernah menyaksikan jenazah? Tubuh kasar nya masih utuh berupa manusia. Tetapi ia mati, tidak berfungsi tubuhnya, matanya, telinganya, kakinya. Dahulu ketika masih hidup, jenazah itu masih masih bisa ke pasar, ke masjid, berteriak menulis, kini ia terbujur kaku, dan siap di benamkan ke liang lahat. Tak seorangpun ingin melihatnya berada di muka bumi terus menerus, meski sanak saudaranya. Bila kita arahkan pandangan kita terhadap orang-orang yang meninggalkan ibadah, keadaannya dan sifatnya persis seperti jenazah. Sebab itu ibadah memberi hidup dan nyawa atau jiwa atas kehidupan.

1.61. MENYIKAPI KEWAJIBAN IBADAH

Betapa pentingnya ibadah masihkah sempat-sempatnya manusia menjadikan agama sebagai buah ejekan, permainan dan senda gurau? Itu sama dengan bermain-main dengan perkara yang membahayakan nyawa, ibarat seperti itu. Seyogyanya manusia lebih memfokuskan perhatian kepada agama, hal ini sama sekali tidak akan merugikan perniagaan duniawi, tidak akan berkurang kemakmuran yang telah ada, tidak akan kacau etika dan hukum manusia bahkan agama ini semakin mengkokohkan apa-apa yang baik dan berguna bagi hidup manusia. Sikap mengabaikan hukum, bimbingan, ajaran agama sama dengan menjerumuskan diri pada aturan yang kacau balau.

1.62. MELEMBAGAKAN DAN MENGORGANISASIKAN IBADAH

Haruskah dalam beribadah kita mengorganisasikan hal-hal yang berkaitan dengannya? Jawabnya adalah harus. Islam menganjurkan adanya jamaah. Jamaah dalam pandangan Islam merupakan suatu kekuatan untuk mendukung lancarnya ibadah dan dakwah. Pada intinya segenap orang-orang yang beriman harus berupaya membuat hal yang mendukung bagi lancarnya ibadah dan dakwah. Organisasi itu merupakan wadah yang nantinya akan menampung potensi umat.

1.63. MELURUSKAN IBADAH-IBADAH KITA
Pernahakn kita merasakan atau memperhatikan orang yang sakit? Kenapa orang bisa jatuh sakit? Bila ibadah dan kehidupan telah menyatu, tidak menutup kemungkinan kehidupan itu sakit pula. Lantaran suatu praktek ibadah yang masih keliru. Kapankah kehidupan sakit? Ketika manusia tidak serius, tidak ikhlas, dan tidak istiqomah dalammenjalankan ibadahnya. Akan tampak nyata sakit itu pada umat Islam yang ditimpa penyakit whn. Mereka tidak beribadah tetapi tidak kaafah. Mereka masih sholat, zakat, shaum, haji, meninggalkan maksiat dan syirik. Akan tetapi undang-undang Islam yang lainnya mereka abaikan, mereka lebih memilih aaturan jahiliah, andad dan thoghut, akal, syubhat dan nafsu.

1.64. BALASAN IBADAH YANG SESUAI SUNNAH DAN IKHLAS
Ada tiga balasan yang akan diterima manusia apabila mereka menjalankan ibadah dengan baik dan benar. Ibadah yang baik adalah ibadah yang ikhlas. Ibadah yang benar adalah yang sesuai sunnah. Balasan itu adalah kebaikan di dunia dn kebaikan di akhirat serta dijauhkan dari siksa api neraka. Intisari ibadah adalah iman, amal, menjauhi syirik dan menjauhi maksiat. Keempat perkara ini telah jelas penerangannya di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Nanti kalau ada manusia gemar melakukan maksiat, tetap berbuat syirik maka keimanan dan amal sholehnya gugur, sekalipun dia secara formal mengaku muslim.

1.65. TIADA BEKAL MENEMUI TUHAN TANPA IBADAH
Manusia suatu hari nanti akan menemui Tuhan yang telah menciptakannya, di akhirat kelak. Tidak akan ada yang bisa dibawa dari dunia ini ketika menemui-Nya melainkan amal. Dan amal yang akan menyelamatkan adalah amal sholeh . Karena itu betapa bodohnya manusia yang memilih amal jahiliah selama hidupnya di dunia. Hendak kemana mereka dengan amal jahiliahnya? Bukankah mereka tidak kuasa sedikitpun menahan siksa api neraka. Tanpa ibadah, harta, wanita, tahta, ilmu tak akan dibawa ke akhirat kelak.

(66,67,68 tidak ada)

BAB 9 KETIKA MANUSIA TIDAK MENGENAL TUHANNYA

1.69. ANUGRAH AKAL, INDRA, HATI DAN ALAM SEMESTA
Pernahkan kita tafakuri tentang akal, indra, hati, dan alam semesta yang menyediakan bagi kita segala kebutuhan bagi berjalannya kehidupan? Siapakah yang telah mengadakan semuanya itu? Mengapa langkah kita untuk mencari tahu tentang Tuhan harus terhenti? Sesungguhnya bila manusia tidak tahu pencipta dan Rabbnya maka ia termasuk makhluk yang paling bodoh. Dan diantara mereka yang demikian ialah orang-orang kafir, non-muslim, enggan beribadah dan berkiblat kepada kejahiliahan dan terus menerus berbuat kesyirikan dan kemaksiatan, ketika dakwah Islam telah datang kepada mereka.

1.70. CARI, TAMBAH KUKUHKAN DAN BELA
Sesungguhnya informasi terpercaya yang dapat kita akses untuk mengetahui siapa Tuhan kita terbuka lebar. Mengapa akal, indra, hati kita tidak difokuskan untuk mengenal Tuhan lebih jauh? Carilah terus informasi tentang Tuhan, tambahkan perbendaharaan pengetahuan tentang-Nya. Kukuhkan keimanan pada-Nya pada jiwa dan hati. Serta belalah Islam yang merupakan syariat-Nya. Nanti Tuhan akan membela kita. Ini merupakan dasar kehidupan demi meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

1.71. KECERDASAN, KEPAKARAN, KEKAYAAN, KEKUATAN DAN JABATAN UNTUK APA?
Umumnya manusia bersungguh-sungguh dalam hal kecerdasan, kepahaman, kekayaan, kekuatan, dan kekuasaan. Juga dalam hal kesenangan, kemakmuran, keindahan, kewibawaan, dan keberanian. Semua ini pada dasarnya adalah penting dan menunjukkan suatu dinamika kehidupan. Tetapi adakah manfaatnya jika semua itu tidak disertai dengan suatu kedekatan dengan Tuhan? Akan ke mana muara seluruh apa yang kita cari itu? Letakanlah semua hal itu sebagai cabang kehidupan yang berakar dan bermuara pada keimanan pada Tuhan. Niscaya kesejatian dalam semua ranah itu akan menentramkan hati dan batin.

1.72. DI DUNIA GELAP DI AKHIRAT BUTA NERAKA MENUNGGU
Untuk mengenal Tuhan, harus mengetahui wahyu. Harus memahami wahyu. Untuk memahami wahyu butuh kacamata iman. Wahyu ibarat cahaya. Cahaya bermanfaat bagi yang melihat. Iman adalah penglihatan untuk melihat cahaya wahyu. Maka orang yang tidak mengenal Tuhan, tidak membenarkan Islam, tidak bertauhid, tidak beriman, tidak akan mendapatkan penjelasan apapun dari Al-Quran. Jadi hidupnya orang-orang yang tidak mengenal Tuhan itu di dunia dia berada dalam kegelapan, di akhirat buta dan neraka menunggunya. Di neraka mereka akan tinggal. Banyak jalan untuk mengenal Tuhan, dan konsekuensi dari mengenal Tuhan berupa ibadah merupakan jalan tersendiri dan terbaik. Ibadah itu pun makin mengenalkan Tuhan.

1.73. MENGENALKAN TUHAN, HARUSKAH ?
Mari kita amati, bukankah manusia itu lebih banyak yang tidak beribadah atau melalaikan ibadahnya pada Tuhan? Itu tandanya bahwa kebanyakan manusia kurang menyadari akan eksistensi dirinya dan Tuhannya. Lalu perlukan kita mengenalkan Tuhan pada mereka yang suka mengabaikan Islam? Maka dakwah sebagai upaya mengajak manusia mengenal dan mengabdi pada Tuhan itulah adalah kewajiban. Manusia harus mengenal Tuhan dan yang telah mengenal-Nya harus memperkenalkan agar ada peluang mereka mau tunduk kepada-Nya. Sehingga jalan keselamatan dan kedamaian terbentang untuk mereka.

1.74. AL-QURAN, MANUSIA DAN ALAM SEMESTA TIGA TANDA-TANDA-NYA
Tak usah ragu membaca al-Quran. Tak usah risau mentafakuri diri dan alam semesta. Kita akan mendapatkan informasi yang banyak untuk mengenal siapa Tuhan kita itu. Mengenal Tuhan, memperbaiki ibadah kepada-Nya berarti memperbaiki nyawa dan kehidupan kita. Adapun bila kita tidak tertarik kepada al-Quran, enggan bertafakur dan ibadah ditinggal. Maka akibatnya hidup pasti akan kacau dan berantakan. Tiada manfaat hidup yang jauh dari Tuhan. Anggapan bahwa Tuhan tak peduli diri kita adalah keliru. Bukankah sampai detik ini pun kita masih bernafas, berjalan, makan, bergembira. Siapakah yang menjaga semua itu pada diri kita? Tuhanlah yang selalu menjaga dan menyanagi kita. Tidak ada zat yang lebih sayang pada diri kita selain Tuhan. Hanya saja hati-hatilah Tuhan Yang Maha Pemurah itu adalah Tuhan yang Maha keras pula Azab-Nya. Jadi kehati-hatian kita harus berdampak semakin taat pada-Nya.

1.75. SIAPA YANG KITA KENALI SELAMA INI?
Apa yang selalu kita focus memperhatikannya? Uang? Bisnis? Teman? Adakah waktu yang kita sisihkan untk lebih mengenal dan dekat dengan Tuhan , untuk memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan? Lihatlah orang-orang kufur yang menolak Islam, tauhid, dan ibadah, hari-hari mereka lebih memfokuskan fikiran dan jiwa serta perbuatan mereka untuk mengejar kebahagiaan duniawi. Akankah kita pun seperti itu? Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, jika demikian. Jalankeluarnya tiada lain iman, amal, nashihat, kesabaran dan kebenaran. Semua hal ini berawal dan bermuara pada pengenalan kita terhdaap Tuhan kita.

1.76. LANGKAH MENUJU KEHANCURAN DAN KERUGIAN
Peradaban manapun, siapapun orangnya, apabila tidak mengenal Tuhan yanghak, maka mereka sedang menuju kehancuran dan kerugian. Lihatlah bagaimana nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Alloh. Bangsa-bangsa sekarang pun bila mereka tidak mengubah haluan hidupnya untuk tunduk pada Tuhan atas undang-undang-Nya, pasti kehancuran yang akan mereka alami. Manusia yang paling bodoh adalah manusia yang sudah tahu petunjuk agama, tetapi ia mengabaikannya. Ia mengetahu kebenaran dan wahyu, namun tidakmau melaksanakan kandungannya. Sikap semacam ini adalah cara tercepat menuju kehinaan, siksaan dan laknat.

BAB 10 KEHIDUPAN YANG GERSANG DARI IBADAH

1.77. Lima Perintah dalan Islam
Lima perintah itu adalah syahadat, shalat, zakat, shaum dan haji. Ini adalah lima pondasi bangunan Islam yang sempurna. Adakah kita meningkatkan kualitas ilmu dan amal atasnya dari tahun ke tahun? Marilah kita lihat fakta atas manusia yang berbuat syirik, bidah, melalaikan perintah agama, tidak mau melaksanakan shalat, zakat, shaum dan ibadah haji. Maka yang akan kita temukan atas mereka sebagai akibatnya adalah suatu kehidupan yang kering dari spiritualitas dan nilai-nilai religi. Kehidupan mereka ketika ditinjau dari sisi keimanan, tampak penuh dengan keganjilan, kepiluan, dan kegersangan. Hidup menjadi tidak jelas arah dan tujuannya. Segala hal menjadi memperbudak dan ditakuti. Segalanya menjadikan manusia tampak lemah, bodoh dan putus asa. Beruntunglah orang yang mampu mengamalkan lima perintah itu.

1.78. LACUR KEJAHATAN, KORUPSI, TERTIPU, HAMPA PAHALA.
Mari kita buktikan bahwa tanpa Islam, Ibadah dan Tauhid, hidup manusia menjadi kacau. Diantara kacaunya kehidupan manusia adalah merajelanya lacur, kejahatan, korupsi, tertipu dan kegersangan spiritualitas. Siapa pelakunya? Tentu orang-orang yang jauh dari ALLOH, jauh dari ibadah, jauh dari ihsan. Orang yang meninggalkan ketauhidan disibukkan oleh amalan-amalan yang mereka anggap mendatangkan kebaikan dan menolak bencana. Padahal Alloh pemegang kekuasaan atas alam semesta ini, mana mungkin amalan yang jauh dari rido-Nya dapat mendatangkan kebaikan.
Orang yang meninggalkan sholat berarti memberi kesempatan pada akal untuk berlaku pongah, sombong. Yang bersisian secara langsung dengan putus asa serta keluh kesah. Yang meninggalkan shaum akan terus diperbudak nafsu syahwatnya. Yang meninggalkan zakat akan diperbudak harta. Yang meninggalkan haji akan diperbudak kehidupan dunia. Yang demikian ini merupakan wujud kehidupanyang sejajar dengan tindakah-tindakah lacur, jahat, korup, tertipu dan tentunya tidak mendatangkan apa-apa kecuali dosa dan siksa.

1.79. TIDAK ADA KETENTRAMAN, KEMULIAAN DAN KEGEMBIRAAN
Orang yang telah mengenal Tuhan tidak serta merta mau beribadah. Tetapi orang yang mau beribadah mesti terus menerus mengenal Tuhannya dan menambah pengetahuannya. Sebagai cara untuk memperbaiki ibadahnya. Adakalanya orang yang telah mengenal Tuhan dan Islam, tidak menjadi seorang yang taat dalam ibadah. Hal ini terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani yang telah mengetahui ALLOH dan wahyu namun mereka tidak melakukan peribadatan yang benar kepada-Nya. Sebab ibadah yang benar adalah menegakkan agama. Menegakkan agama berarti menegakkan hukum-hukum syariat-Nya sebagaimana yang terdapat pada wahyu atau yang kita kenal sebagai kitab suci. Yahudi, Nasrani dan orang-orang yang meninggalkan ibadah padahal mereka mengerti akan kitab wahyu, tidaklah mereka akan menemukan keadaan hidup yang diliputi oleh ketenangan, kedamaian dan ketentraman.

1.80. KEPEDIHAN, KEHINAAN, PENDERITAAN, KEKALAHAN DAN KERUGIAN
Bila manusia meninggalkan ibadah, meninggalkan perintah Tuhan, jangan salahkan siapa-siapa bila hidupnya diliputi kepedihan, kehinaan, penderitaan, kekalahan dan kerugian. Disebabkan mereka tunduk kepada sesuatu yang lebih rendah dari martabatnya sendiri. Padahal mereka tahu kepada siapa seharusnya memberikan ketundukan, kecintaan, pengharapan dan rasa takut. Yang jelas kegelisahan akan terus menerus menghantui orang yang jauh dari ibadah. Mukanya akan menjadi hitam, tidak sedap dipandang mata.

1.81. SIRAMI HARI-HARIMU DENGAN IBADAH
Hari-hari yang tidak diisi oleh ibadah perlu dihentikan. Karena selalu orang itu merindukan kedamaian, dan kesucian sekaligus. Sebab itu orang yang beriman akan senantiasa pula kembali kepada ketaatan. Karena sadar kegersangan dan kepedihan pada hati nurani amat terasa. Adapun mereka yang terlanjur jauh dari agam dan dan enggan sadar untuk kembali kepada Islam, ibdah dan tauhid, barangkali kita hanya mampu mengingatkannya. Ibadah adalah penyejuk jiwa dan kehidupan kita. Jangan sampai ada hari tanpa ibadah pada Tuhan sebagaimana yang diperintahkan.

1.82. JADIKAN SEMUA AKTIITAS HIDUPMU SEBAGAI BERNILAI IBADAH
Hidup di dunia ini amatlan singkat. Maka harus benar-benar dimanfaatkan. Untuk apa? Untuk hal yang berisi upaya mengejar tujuan hidup dan keberadaan kita, yakni ibadah kepada Tuhan. Banyak amalan ibadah yang dapat kita lakukan dalam sehari semalam dan mengulangnya kembli di hari-hari esok. Kita pun bisa menjadikan aktiitas kita seluruhnya dalam kehidupan kita sehari-hari bernilai ibadah, seperti makan, tidur, bekerja, berpakaian asalkan syaratnya berniat ikhlas dan menunaikan tuntunan syariat.

1.83. DENGAN APA KITA ISI HIDUP KALAU BUKAN DENGAN IBADAH
Bila manusia tidak mengisi hidup dengan ibadah maka yang akan diisikannya adalah suatu amalan buruk dan kedurhakaan pada Tuhan. Boleh jadi orang tidak jahat dalam pandangan manusia, menjaga moralitas diri dan mengerjakan tanggungjawab kemanusiaan, padahal ia bukan ahli ibadah. Namun tetap saja ia telah keliru dan merugikan diri sendiri. Ia telah mengisi waktu demi waktu dengan pembangkangan terhadap Tuhan. Karena itu jika kita sadar bahwa hidup harus bermakna secara paripurna, maka tidak ada yang lain yang harus kita isikan pada hidup ini melainkan ibadah. Letak kebermaknaan hidup ini sepenuhnya tergantung seberapa besar perhatian kita atas ibadah kita kepada Tuhan.

BAB 11 BILA ISLAM DIABAIKAN

1.84. TANGGGUNGJAWAB MANUSIA PADA ISLAM
Setiap manusia adalah diciptakan Alloh, dipelihara dan diberi rizki Alloh, tidak tergantung apakah diantara mereka ada yang beribadah atau tidak kepada-Nya. Semuanya mendapat perhatian dengan sebaik-baiknya dari sisi Alloh. Betapa Maha sabar Allh itu. Meski diantara manusia banyak yang membantah ayat-ayat-Nya. Dia tetap memberi mereka makan dan kehidupan. Begitulah Tuhan memperhatikan manusia karena sifat Ar- rahman. Sebaliknya bagaimanakah seharusnya manusia menyikapi Tuhannya dengan sebaik-baiknya sikap? Alloh meminta pada manusia untuk memperhatikan islam, alam, dan kehidupan, untuk kebaikkan manusia itu sendiri.
1.85. FENOMENA ISLAM DIABAIKAN
Marilah kita bicara tentang umat Islam terhadap islam. Secara global umat isalm terbagi tiga golongan, yaitu yang bersegera, yang pertengahan dan yang mengabaikan. Pertengahan dan yang mengabaikan merupakan ancaman serius bagi umat Islam kerelaan yang datang dari dalam, terkadang mereka menyerang ulama, Alquran bahkan menghujat rosul. Inilah golongan munafik dan fasik dari umat islam. Merupakan tantangan yang berat bagi golongan pertama yang dai, dan mujahid.
1.86. ISLAM TIDAK AKAN RUSAK OLEH PERILAKU SIAPAPUN
Sering kita dengar pendapat orang, bahwa ada beberapa perilaku umat Islam yang merusak citra Islam di mata dunia internasionl. Contohnya teroris. Saya sendiri secara tegas pendapat itu tidak benar. Islam sendiri tidak akan pernah rusak citra ataupun asas-asasnya. Yang rusak itu umatnya, terrgantung pilihan mereka sendiri apakah mau berjuang untuk Islam ataukah mundur. Adapun soal pandangan dunia internasional pada Islam itu tergantung tanggung jawab muslim terhadap dunia Islam dan obyektivitas dunia internasional terhadap Islam dan umatnya.
1.87. DUNIA ISLAM TANGGUNG JAWAB MUSLIM
Dunia Islam adalah syari’at dan umat. Siapakah yang bertanggung jawab penuh atas nasib umat Islam.? Umat Islam, ulama dan para pemimpinnya. Bila terjadi suatu usaha pengrusakan oleh non muslim atau yang munafiq dn pembangkan, maka, ulama dan pemimpin harus bangkit melawan. Wajib hukumnya. Dosa apabila hanya berdiam diri. Karena berdiam berarti lemah iman dan memihak kemungkaran.
1.88. KEHANCURAN BESAR TELAH TERJADI
Kehancuran, kerusakan, musibah adalah akibat dari suatu langkah hidup yang salah. Memang diakui dibail peristiwa apapun apakah itu berupa kebajikan atau keburukan yang meruntuhkan, selalu mengandung hikmah, ilmu,pelajaran, dan pendidikan bagi jiwa dan peradabanmanusia, selama mereka masih mau terus berfikir. Tetapi tentunya kita pun harus memikirkan sebab-sebab terjadinya kehancuran untuk untuk mengambil solusi dan antisipasi yang tepat. Sebab kehancuran pada dimensi apapun adalah akibat dari diabaikannya Islam, Ihasan, dan Iman. Marilah kita perhatikan sungguh-sungguh, bahwa manusia saat ini, sedang digiring pada kehancuran yang amat parah. Berbagai penyimpangan pada perilaku dan pemikiran yang menentang kodrat hidup, manusiawi dan risalah Ilahiah semakin menyalak hampir di semua segmen kehidupan manusia. Bahkan demikian juga yang terjadi pada sebagian umat Islam sendiri.
1.89. MERENGKUH QURANI, KAUNI DAN NURANI
Solusi pertama menghadapi, membendung, mencegah kehancuran itu adalah dengan kembali merungkuh Al-Quran untuk diikuti ,merengkuh nurani untuk didengarkan dan merengkuh alam untuk diberdayakan. Hal demikian itu sejalan dengan pokok ajaran Islam sebagai nyawa kehidupan manusia. mulailah membaca Al-quran, hati nurani dan alam. Nanti kita akan menemukan banyak inspirasi untuk membela dan memperbaiki manusia, kehidupan dan Islam.

1.90. ALLOH AMANAHKAN UMUR, AKAL, WAHYU DAN ALAM
ALLOH menjadikan umur, akl, wahyu dan alam bagi manusia sebagai modal untuk menikmati hidup, dan mengumpulkan bekal untuk akhirat. Karena itu ketika kita menyaksikan Islam diabaikan, maka pergunakanlah itu semua untuk menjadi sarana dan kekuatan untuk membela Islam, yang berarti juga membela hidup dan kehidupan kita. Tugas manusia, yaitu kita, yang utama adalah berserah diri, membangun inspirasi dan berjuang membela kebenaran inilah makna iman, hijrah dan jihad. Ketiga perkara ini mustahil dapat dilakukan tanpa upaya mengupayakan modal umur, akal dan harta kita dibawah petunjuk wahyu untuk membelanya. sebab itu marilah kita berdayakan umur, akal, wahyu dan alam hingga Islam dijadikan tuntunan hidup bagi segenap manusia di muka bumi.

BAB 12 POTENSI MANUSIA UNTUK MELAKUKAN IBADAH KEPADANYA

1.91. EMPAT MODAL UTAMA MANUSIA
Pertama adalah umur manusia dapat merencanakan kapan ia akan mati, dalam arti dalam keadaan apa ia akan mati. Karena itu umur kita harus di rancang sedemikian rupa agar detik demi detik yang akan di lewatinya penuh dengan kebajikan tanpa kejelekan.
Kedua adalah akal. Manusia dapat merancang apa saja hal yang boleh merasuki akalnya, dan hal yang tak boleh merasukinya. Yang harus memasukinya agar mendukung prigram umur kita tentu saja bener sip[at tawalu, optimis, yakin berani dan lai sebagainya.
Ketiga adalah wahyu manusia dapat merancang keimanan dan hati nurani mau sebatas apa, setinggi apa dengan cara mengikuti wahyu yang Alloh berikan lewat perantara para Rosul-Nya, wahyu merupakan penuntun akal dalam menentukan program akal, apa mau di sikapi pada umur dan perjalanan hidup kita. Wahyu adalah penentu hidup yang menuju Al-Haq.
Keempat alam semesta. Manusia merancang program akalnya, umur dan ilmunya atas alam ini.
Alam adalah sumber harta yang juga merupakan sumber kekuatan bagi peningkatan kualitas hidup, kualitas akal dan iman kita.
Empat modal ini merupakan modal kehidupan manusiawi yang dapat dipergunakan untuk mengenal Tuhan dan melakukan ibadah kepada-Nya.
1.91. TUBUH DAPAT TENANG DENGAN IBADAH
Setiap oang berharap memiliki tubuh yang sehat, nafas yang teratur, awet muda, nampak segar, berakal cerdas, dan berhati tentram. Apakah kunci untuk semua itu? Jawabnya adalah dzikrullah. Artinya mengingat ALLOH, dengan mensucikan-Nya, membesarkan nama-Nya dan memuji-Nya. Serta menyatakan bahwa tiada ilah selain Alloh. Dalam konteks yang lebih luasdan warna penerapannya dalam hidup adalah taat pada aturan Islam. Taat pada Islam artinya taat beribadah. Inilah kunci untuk beroleh ketenangan tubuh kita, jasmaninya dan rohaninya. Kita cukup punya bukti bahwa orang yang jauh dari ALLOH, mereka sering sakit baik jiwanya ataupun badannya.
1.92. KERINDUAN UNTUK BERJUMPA TUHAN
Jiwa manusia senantiasa merindukan suatu kedamaian yang sebenar-benarnya. Untuk itu bertanya tentang darimana ia berasal merupakan hal yang mendasar dalam hidup demi kedamaian jiwa. Jika telah tahu semua itu, maka timbul kerinduan berikutnya yaitu ingin kembali ke tempat asalnya itu. Lahir dalam keadaan suci, mati pun harus dalam keadaan serupa itu pula. Ibadah merupakan terowongan untuk menyampaikan manusia ketika mati ia dalam keadaan suci. Tanpa ibadah nanti pas seseorang keluar dari dunia ini, keadaannya menjadi pekat penuh dengan kotoran dosa. Siapakah yang menginginkan hal demikian itu? Adapun orang-orang yang berakal itu mereka pastilah merindukan Tuhan seraya memenuhi detik demi detiknya dengan ibadah. Tanda merindukan Tuhan adalah mempererat ibadah kepada-Nya.
1.93. KEHAMPAAN HIDUP YANG MATREALISTIK DAN TAKHAYUL
Pola hidup yang matrealistik dan spiritualistik tahayul tidaklah mendatangkan sesuatu melainkan suatu kehampaan hidup, kegersangan hidup, kedahagaan jiwa dan fikiran serta hati. Maka jika kesadaran akan pentingnya hidup yang bermakna, orang akan kembali ke jalan Tuhannya, yang diawali oleh koreksi dirinya atas pemahamannya selama ini, dilanjutkan dengan pencarian kebenaran yang dapat diterima akal, nurani, kehidupan dan fakta-fakta. Hal ini akan menggiring manusia untuk mempelajari apa saja termasuk agama. Dan jika Alloh memberikan hidayah untuknya, maka ia akan sampai pada Tuhannya yang sebenarnya dan menempuh jalan-jalannya.
1.94. MANUSIA CINTA DAN KEBENARAN
Ada dua potensi pada manusia yang saling berlawanan yaitu takwa dan fujuro. Fujuro adalah tarikan yang mengajak manusia pada kebatilan dan kehinaan hidup. Sedangkan takwa adalah tarikan yang mengajak manusia pada kebenaran dan kesucian. Lewat potensi takwa itulah manusia selalu menginginkan mengenal Tuhan yang sebenarnya sebagai suatu kebenaran yang tertinggi dan beribadah kepada-Nya sebagai kesucian paling luhur dalam hidup manusia.
1.95. TERUSLAH KENALI DIRI DAN TUHANMU.
Belajar, membaca, beribadah merupakan kunci-kunci untuk menambah ilmu, hikmah, dan kepahaman. Itu adalah kewajiban sepanjang hidup manusia. Maka bila mengenal Tuhan merupakan hal yang fundamental dalam hidup kita, seyogyanyalah waktu-waktu kita senantiasa diisi dengan menggali informasi tentang Tuhan. Caranya yaitu membaca Al-Quran, mendalami asmaul husna, mentafakuri alam dan seterusnya.
Kita juga perlu terus mengenali diri kita yang penuh kelemahan ini, sehingga sifat tawadlu semakin tertanam di hati dan sifat optimis pada janji Tuhan kian menguat. Menggali potensi diri untuk melakukan berbagai perbaharuan diri harus disertai sikap tawadlu. Tawadlu adalah tunduk pada kebenaran. Konsisten itulah sebenarnya tawadlu. Jadi orang yang tidak konsisten pada kebenaran, pantas cepat putus asa ketika lemah dan ia selalu sombong ketika kuat.

Cisarua, 22 november 2009


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: