Filsafat Berfikir

MENJADI ORANG YANG BERILMU | Mei 7, 2010

MENJADI ORANG YANG BERILMU
Oleh: ADING NASHRULLOH

ILMU
Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal, perbuatan dan sumber ilmu. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang, Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu, Sedangkan indra, khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. Semua itu mesti diperhatikan. Akal harus cerdas, perbuatan mesti menunjang, dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak. Guru harus banyak dan indra mesti tajam.

KEBUTUHAN TERHADAP ILMU
Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Status sosial orang berilmu, apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan, statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. Begitu pentingnya ilmu, orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana, belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. Sekolah, pesantren, madrasah, kursus adalah tempat-tempat yang sangat baik sekali untuk belajar, sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah.

ILMU YANG BENAR
Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis, untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu, tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu. Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh.

TAFAKUR
Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya, namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas.

Cisarua, 6 Mei 2010


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: