Filsafat Berfikir

MENYAYANGI BINATANG | Mei 7, 2010

MENYAYANGI BINATANG
Oleh: ADING NASHRULLOH

BINATANG
Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya, dagingnya, tenaganya dan lain sebagainya. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri.

BINATANG DI SEKITAR KITA
Di manapun kita dihidupkan Allah Swt, di negeri Indonesia ataupun bukan, disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhluk-makhluk yang unik dan menarik. Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya. Ada ayam, entog, angsa, cacing, ikan dan lain sebagainya. Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah, harimau, ular, macan. Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. Sebagai sifat yang baik dari diri kita, dan semua itu adalah perintah agama.

MENYAYANGI BINATANG
Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. Babi, contohnya adalah haram untuk dimakan, tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. Ular itu berbahaya bagi manusia, namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam, sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya, ambillah sekedar kebutuhan saja. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan, sembelihlah dengan pisau yang tajam. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah, tetapi berakhlak buruk kepada binatang. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak.

HIKMAH
Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. Dia tidak memberikan akal pada hewan. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia, manusia tidak akan bisa menguasai hewan, malah mudah dikuasainya. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas, lebih kuat, lebih tabah, lebih disiplin, lebih taat. Semua atas bimbingan langsung dari Allah Swt. Manusia diberi akal, hewan tidak, maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Baik yang menyiksanya secara langsung, ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup, hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya.

Cisarua, Bandung Barat 4 Mei 2010


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: