Filsafat Berfikir

KASIH SAYANG | Juni 19, 2010

KASIH SAYANG
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Seperti rasul yang begitu besar perhatian dan kasih sayangnya kepada umatnya, kita pun bisa memupuk kejayaan dengan sikap saling memuliakan. Sebelum kita bersikap memuliakan seseorang sesuai dengan keadaan dan kapasitas dirinya, ada baiknya kita memulai sikap kasih sayang kepada dirinya. Sungguh kasih sayang dan sikap saling memuliakan adalah kunci-kunci menuju kemuliaan dan kejayaan umat ini. Sebaliknya bila kita perhatikan sebab-sebab kehinaan dan kelemahan umat ini, tiada lain adalah karena hilangnya kasih sayang dan kegemaran untuk saling mencaci maki.

Oleh karena itu kebiasaan, potensi, niat, tekad, sistem, yang mengandung unsur kasih sayang dan sikap saling memuliakan harus dijaga, dirawat, dikembangkan, dihidupkan dipraktekkan dalam hidupmu, dalam setiap segmen kehidupanmu, di mana saja engkau berada. Sebaliknya hal apapun apabila di dalamnya mengandung unsur khianat, dusta, caci maki, kesombongan dan putus asa, harus segera ditinggalkan dan dilucuti dari dirimu. Karena perkara yang demikian itu mendorongmu berbuat dengki dan suka menghina.

Sesunggunya manusia tak lepas dari sifat kekurangan dan kesalahan. Adakalanya manusia ketika berbuat salah dan bertabiat hina, tidak sadar, dan tidak tahu bahwa dirinya berkeadaan seperti itu. Kita adalah manusia. Tentulah juga memiliki sifat yang sama persis dengan kebanyakan manusia. Sering lupa dengan kesalahan sendiri dan senantiasa ingat dengan kesalahan orang lain. Jangan cerdas dalam menilai kekurangan dan kesalahan orang lain, tetapi bodoh dalam menilai kekurangan dan kesalahan diri sendiri.

Ingatlah manusia itu bukan malaikat, mustahil tak punya salah. Kamu bukan malaikat, maka mustahil kamu tak punya salah. Ingat juga manusia bukan syaithan, mustahil selalu salah. Aku bukan syaithan, mustahil aku selalu salah. Perlakukan siapapun itu pertengahan. Ketika engkau tahu seseorang berbuat salah, maka pandanglah bahwa dirinya adalah manusia biasa. Ia sedang khilaf, atau sedang digoda syaithan. Pastilah dibalik keburukan dirinya, ada sisi kebaikannya. Sisi kebaikannya inilah yang harus engkau teliti dengan cermat agar engkau bisa mengambil manfaat darinya. Sebaliknya jika engkau melihat dirinya berbuat kebaikan, jangan pernah engkau mencoba melihat kekurangan dan keburukan dirinya.

Manusia itu bersifat membutuhkan perhatian dan perbaikan. Dan membenci orang yang suka menghinanya, sekalipun ia tahu bahwa dirinya hina karena suatu perbuatan atau keadaan tertentu. Maka orang yang mulia adalah orang yang suka memenuhi kebutuhan saudaranya dan memberikan jalan agar orang mencapai derajat yang lebih baik dalam hidupnya, seraya meninggalkan sifat-sifat suka mencela orang lain.

Manusia membenci seseorang yang bertabiat suka memuji dirinya sendiri. Maka jangan pernah engkau suka memuji dirimu sendiri. Orang yang mulia dan berisfat kasih sayang adalah orang yang pandai menjadi perasaan orang lain. Jika seseorang datang kepadamu dengan niat dan kata-kata yang baik, maka berikan ia semangat kehidupan, jangan menjatuhkan dan merendahkannya dikarenakan tabiat dan pekerjaannya berbeda dengan dirimu.

Seorang ibu memberi nasihat kepada anak-anaknya, jangan sekali-kali engkau rendahkan teman sekolah atau bermainmu, karena sewaktu-waktu engkau akan sangat membutuhkan pertolongannya. Andaikan engkau memperlakukan orang lain dengan cara menghina dan merendahkan, maka engkau akan kesulitan untuk meminta pertolongan dari dirinya saat engkau membutuhkannya.

Jangan pernah kita berfikir bahwa kita tidak membutuhkan keberadaan seseorang sementara ia telah hadir di hadapanmu. Bila memang di saat itu engkau belum membutuhkannya, maka minimal engkau tidak mengusirnya dari sisimu. Yang harus engkau usir adalah para pengkhianat. Yakni orang-orang yang telah mengadakan perjanjian dengan dirimu, namun ia berbuat sesuatu yang merusak perjanjian itu sehinga menimbulkan suatu kerugian yang besar bagi banyak orang.

Leuwiliang, Bogor 29 Jumadil Akhir 1431 H


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: