Filsafat Berfikir

KEADAAN | Juni 19, 2010

KEADAAN
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki, syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup, di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala engkau taat kepada syariatNya. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi. Engkau bila miskin tetaplah tersemyum, lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam.

Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini, tiada bandingannya. Betul hidup ini adalah sementara. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku, dimakan cacing tanah, tulangpun hancur lebur, maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini.

Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan, maka beruntunglah. Berbuatlah yang besar-besar, jangan tanggung-tanggung, sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan. Perjuangan atau jihad, adalah alam kehidupannya manusia. Siapa yang meninggalkan perjuangan, maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga.

Setiap keadaan kita, kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya, tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani, tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt, maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt.

Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya, dikarenakan ia jauh dari ilmu, ibadah dan keberkahan. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt.

Ketika kita sakit, banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi. Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. Memang kehidupan itu beraneka ragam. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat, sehat, kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. Sementara ada juga yang sakit tadi. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah, bukan soal apakah itu sakit atau lemah, tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk.

Leuwiliang, Bogor, 29 Rabiul Akhir 1431 H.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: