Filsafat Berfikir

MAKNA | Juni 19, 2010

MAKNA
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Setiap langkah memiliki arti yang besar, setiap tatapan mata, setiap kata yang terucap. Orang yang sia-sia adalah orang yang menyangka bahwa ia telah berbuat baik, lalu di akhirat ia mendapat siksa. Semoga kita terhindar dari sifat sia-sia.

Sadarkah kita, bahwa setiap langkah kita memiliki makna yang sangat besar. Kekuatan yang menopang sehingga langkah kita dapat kita buat, adalah kekuatan yang luar biasa. Pertama-tama untuk melihat perkara ini, ialah bahwa engkau yang melangkahkan kaki itu adalah makluk yang diciptakan di muka bumi.

Selalu orang itu merasa lebih bermakna akan kenyataan dirinya bilamana ia dapat melangkahkan kaki di tempat-tempat megah dan menyenangkan. Ia akan merasa lebih bangga bila kakinya telah menginjak di istana presiden. Ia akan lebih merasa bermakna bila kakinya telah melangkah di tanah Amerika. Sehingga di masa-masa ia kembali atau ada di kampung halamannya, ia selalu merindukan kakinya melangkah ke Taman Mini atau tempat-tempat rekreasi.

Padahal negerimu sendiri, kampung halaman, tempat engkau dilahirkan dan dibesarkan, tempat hari ini engkau bekerja dan berpenghidupan, adalah tempat terindah di dunia yang Allah takdirkan kepadamu. Kenapa engkau merasa kecewa dengan kolammu, jalan setapakmu, rumahmu, tetanggamu, bukit, gunung, lembah, sungai, sumur, sawah, hutan, bebek, ayammu?

Agar engkau selalu sadar bahwa negerimu adalah yang terindah sebagai tempat engkau melangkahkan kaki, cobalah melihat dunia selalu dari sisi yang berbeda. Dan untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda itu, engkau harus punya banyak sudut pandang. Dan untuk memiliki banyak sudut pandang, engkau harus menjadi seseorang yang banyuak ilmunya. Dan untuk menjadi seseorang yang banyak ilmunya engkau harus banyak baca buku, harus punya banyak buku. Atau engkau dekat dengan orang-orang yang berilmu.

Ilmu itulah yang akan senantiasa memberitahu kepadamu setiap sisi keindahan negerimu sebanyak-banyaknya. Tetaplah engkau di negerimu. Nanti pada gilirannya, saat engkau pergi meninggalkan negerimu sendiri, engkau baru akan sadar, bahwa negerimu jauh lebih elok dan indah dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Makanya banyak orang meninggal dan dibangkitkan di negeri akhirat lalu dimasukkan ke neraka ingin kembali ke dunia.

Mumpung engkau belum pergi bertamasya ke negeri akhirat, karena engkau tidak akan kembali ke dunia, nikmati dunia ini sebanyak-banyaknya dengan cara yang cerdas. Sebaik-baiknya sudut pandang melihat dunia adalah dari kacamata orang-orang yang telah dimasukkan Allah ke neraka. Atau orang-orang yang sedang didekatkan ke sakaratul maut. Jika kita bertanya kepada mereka bagaimana pandangannya terhadap dunia atau kehidupan dunia? Mereka pasti akan menjawab betapa dunia ini merupakan kenikmatan yang luar biasa. Karena itu jangan pernah mengecilkan apapun yang ada di muka bumi ini. Tentu selain itu ada sikap yang harus dijaga dan tidak boleh lepas dari diri kita: amal sholeh.

Amal sholeh adalah cara menikmati dunia dari sudut pandang ukhrowi. Artinya engkau nikmati dunia ini seraya ditabung untuk kenikmatan di akhirat kelak. Jadi amal sholeh itu bukan meninggalkan dunia. Karena meninggalkan dunia berarti kematian bagi manusia. Bukankah orang yang mati dikatakan meninggal dunia. Dunia ini indah karena ia diciptakan Allah dengan perhitungan yang amat akurat. Tetapi dunia adalah hina, jika engkau menjadikannya sebagai tujuan hidupmu.

Pada saat manusia menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, maka ia cenderung mencaci maki kampung halamannya yang teguh beragama dan memuja negeri yang menyediakan kebebasn nafsu dan syahwat.

Leuwiliang, Bogor, 28 Jumadil Akhir 1431 H.


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: