Filsafat Berfikir

PENGHINAAN | Juni 19, 2010

PENGHINAAN
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang. Israel dicacimaki, dikutuk, di mana-mana. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab. Pertama, yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. Kedua, yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu.

Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. Sebaliknya orang akan menghina engkau, saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk, dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan, perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu.

Ketika engkau dihina dan dicaci maki, maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri. Kita ini adalah manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini, ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. Namun ternyata mengandung keburukan.

Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu, apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu, yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah fakta-fakta kebenaran. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. Tidak guna membela diri, jika memang perbuatan kita salah. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut.

Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu, mengagumimu, dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara.

Jangan berharap maaf dari orang lain, agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya, karena kesalahan orang lain kepada dirimu, belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. Bila engkau dihina oleh seseorang, janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar.

Berbuatlah yang wajar-wajar saja, jangan engkau terlalu menonjolkan diri, juga jangan engkau berada di belakang. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan, jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya. Dan jika engkau berada di belakang, engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya.

Bila engkau membenci seseorang, maka sadarilah sedini mungkin, bahwa seseorang yang engkau benci selama ini, mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan, maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orang-orang yang sholeh. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. Padahal dunia akan menjadi damai, bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain.

Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain, maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel, karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia.

Leuwiliang, Bogor, 29 Jumadil Akhir 1431 H


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: