Filsafat Berfikir

RENUNGAN SETELAH AKU KELUAR DARI AL-FURQON | Juni 19, 2010

RENUNGAN SETELAH AKU KELUAR DARI AL-FURQON
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Untuk tampil menjadi seorang muslim yang sejati, butuh tekad dan sikap yang jelas dan pasti. Jangan berhati mendua atau setengah-setengah. Ambillah pilihan secara pasti, penuhi setiap konsekuensi yang timbul, kondisikan hati dan fikiran. Juga tingkah laku, ucapan, pakaian, kebiasaan, tempat tinggal, lingkungan dan harapan-harapan hidup. Semua diawali dari cara pandang hidup, mengambil teladan, dekat dengan orang baik, dan memiliki prioritas kerja. Tinggalkan perkara-perkara yang dapat meruntuhkan citra, bertaubatlah dari dosa, awali segalanya dengan format lebih Islami, dan jangan mundur ketika menghadapi tantangan dan rintangan, carilah kawan yang dapat menguatkan, sarana yang dapat memudahkan, metode yang cepat dan tepat, dan bertekadlah untuk menjadi yang terbaik dan tetap berlomba dalam kebaikan berikutnya.

Perubahan ke arah yang lebih baik, tak bisa mengandalkan kekuatan diri sendiri. Kita butuh tempaan waktu, guru, pengalaman dan seluk beluknya. Karena itu jangan anggap keluarnya kita dari basis perjuangan secara fisik, sebagai kekalahan, namun malah merupakan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri kita sisi yang lainnya, ilmu ada di mana-mana, asalkan kita mau merengkuhnya, ilmu kan tercurahkan pada diri kita. Lihatlah dunia dan lihatlah sekali lagi. Semua menyajikan hikmah yang banyak sekali. Bacalah al-Quran dan juga hatimu, di dalamnya lebih banyak lagi hikmah yang tegas dan halus. Dekati ulama dan ahli ilmu, mereka adalah pelita hati dan kehidupan. Jangan jauhi mereka jika kita ingin mulia. Insya Allah ada kemudahan di mana-mana. Bukalah hati dan fikiran, semua akan menjadi milikmu.

Biasakan berbuat kebaikan dan tinggalkan perbuatan buruk. Ini mungkin klise. Apapun yang kau lihat dan kau perhatikan dalam hidupmu tentang orang atau peristiwa cobalah baca, petik pelajarannya, ambil hikmahnya. Segala yang ada tak ada yang sia-sia. Kita pernah belajar di bangku sekolah sedangkan sekolah mengambil ilmu dari alam dan sosial. Hari ini saat kita tidak di sekolah, masih bisa menimba ilmu. Yang penting kita mau membuka diri, menyisihkan waktu, penuh minat pada perkembangan, namun tetap fokus pada bidang pekerjaan kita. Semangat untuk terus berbenah dan mencapai kualitas terbaik, adalah modal yang harus terus ditambah, tak boleh padam. Dengan apa yang ada harus bersyukur, ikhtiar harus terus berlanjut, gagal bangkit lagi, cacian adalah obat, pujian adalah tabungan, kursus, dialog, pelatihan dan banyak membaca adalah mesti.

Hinaan yang dialamatkan pada diri kita pada dasarnya kan membuat hati kita sedih. Tapi kenyataan ini sudah jadi bagian hidup yang harus kita terima dengan lapang dada. Tidak ada satu hal pun yang sia-sia dalam hidup. Semua punya makna dan hikmah. Aku mencoba menyadari makna sms yang isinya sangat menghina dan merendahkan itu, betapa kesalahan kita akan menjadi catatan manusia. Sedangkan kebaikan mudah terlupakan. Di mana pun kita berada jangan lupa untuk selalu mengkoreksi diri dari berbagai kesalahan dan kekurangan. Tetaplah dalam langkah yang benar dan baik. Kita adalah manusia biasa. Sering orang sulit memaklumi akan kesalahan yang pernah kita perbuat. Jangan bersedih hati jika kita salah dan dicaci maki orang. Karena kita lebih butuh upaya diri kita sendiri untuk memperbaiki diri. Agar di masa-masa yang akan datang kita bisa tampil lebih baik dan leluasa.

Mengapa harus menangis, mengalami hidup penuh dengan kekurangan, bukankah lebih baik hati ini dekat kepada Allah. Disaat manusia mencibir, bukankah kita sedang disadarkan bahwa kita ini hina. Kebaikan sebanyak apapun tak akan cukup untuk menebus nikmatnya hidup ini. Tetaplah engkau tegak berdiri, meluruskan pandangan ke arah yang telah ditetapkan Penciptamu, sebab yang demikian itu jalan kemuliaan, adapun kekayaan yang berupa harta itu semua pada hakikatnya adalah tipuan semata. Engkau lihat ia begitu indah namun akhirnya semua akan binasa palingkan hati dan wajahmu hanya kepada Allah semata, di saat itu tentu hatimu akan tentram.

Hidup ini terlalu indah untuk ditangisi, Allah memberikan bumi ini untuk manusia sepenuhnya, jika engkau dihina atau dicaci maki, tetaplah berjalan di muka bumi dengan hati yang damai. Marah itu nikmat dan dibutuhkan adanya. Tetapi jika engkau pemarah, hidupmu tersiksa dan orang-orang memandangmu sebagai yang tak dibutuhkan. Di tengah keluarga engkau harus santun. Bahkan pada siapapun. Dan amarahmu adalah senjata di saat yang tepat. Saat orang berlaku sombong dan hendak menghancurkan eksistensi dirimu. Eksistensi dirimu adalah gambaran hati dan apa yang dikandungnya. Tenang saja karena hidup ini masih memberi kesempatan pada kita untuk tampil dan berbuat baik. Orang-orang yang berjiwa besar selalu berfikir bahwa dirinya dapat mengubah dengan perbuatan dan karyanya. Barangkali sampai akhir hayatnya ia belum bisa melihat hasil karyanya, tapi ia bisa menyiapkan kader pelanjutnya. Engkau mungkin belum bisa melihat hasil jerih payahmu, tetapi engkau harus yakin semua akan terwujud. Tempat yang indah selalu tempat dimana dilahirkan dan dibesarkan. Tetapi engkau harus sadar bahwa asal muasal dirimu adalah dari Allah. Maka aneh sekali bila engkau menjauhi Allah dan syariat yang telah ditetapkanNya. Hidup ini indah dengan menggandeng syariatNya.

Mungkin di hari ini engkau sedang bersedih karena tidak memiliki pekerjaan dan tak memiliki uang. Sebenarnya itu tidak mengapa. Yang penting engkau tidak kehilangan kasih sayang. Baik untukmu dari orang lain atau dari dirimu untuk orang lain. Sebab kasih sayang itulah yang merupakan sumber kekuatan bagi hidupmu di dunia dan akhirat. Dalam doa mintalah kepada Allah agar Dia menyanyangimu. Dalam keseharian, tebarlah kasih sayang kepada sesama manusia walau dengan perkara sederhana. Bumi Allah ternyata amat luas, kemanapun kau melangkah yang penting niatnya adalah untuk mengabdi kepadaNya. Ketika waktu habis untuk mengerjakan ruitinitas fisik, ilmu cenderung tidak bertambah, namun jika niat kita ikhlas, insya Allah mata hati kita akan semakin tajam.

Jangan pernah engkau merasa gagal dengan perbuatan baikmu, selamanya kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, tetapi juga jangan engkau membangga-banggakan kebaikanmu, karena nikmat Tuhanmu tidak terhitung jumlahnya. Semangat saling menasihati hanya akan terjadi apabila niatnya untuk saling membangun, dan dalam suasana persahabatan. Orang sabar tidak pernah menderita, karena hakikat menderita adalah kesempitan dada. Sabar itu adalah hal yang membuat dadamu selalu lebih lapang daripada persoalan. Seperti Rasul yang begitu besar perhatian dan kasih sayangnya kepada umatnya, kita pun bisa memupuk kejayaan dengan sikap saling memuliakan. Rumus kehidupan: jika ingin luas pergaulan, banyak sahabat, maka lapangkan dada, besarkan jiwa, luaskan pandangan, terima manusia dengan segala lebih dan kurangnya. Setiap orang berharap dirinya dianggap baik. Rumus jika engkau ingin dianggap benar-benar baik, bergaullah dengan orang yang telah dianggap baik di zamanmu. Setiap langkah memiliki arti yang besar, setiap tatapan mata, setiap kata yang terucap. Orang yang sia-sia adalah orang yang menyangka bahwa ia telah berbuat baik, lalu di akhirat ia mendapat siksa. Semoga kita terhindar dari sifat sia-sia.

Nikmat kehidupan, seakan-akan doa dan pujian kita kepada Allah yang memberinya sudah tuntas, padahal sebanyak apapun rasa syukur kita ungkapkan tak akan dapat membalas nikmat itu, tetaplah tawadlu, jangan angkuh dengan ibadah-ibadahmu. Siang telah berlalu, lewat di depan kita begitu cepat. Tiba-tiba malam telah datang menyapa. Aduhai sia-sia hidupku apabila shalatku tidak khusyu, ibadahku tidak sempurna, sedikit baktiku, dan banyak manusia yang aku kecewakan di siang tadi. Ya Allah berikan kesempatan esok tuk hidup kembali dan mudahkan aku untuk berbuat kebaikan. Ikhtiar yang kita lakukan tidaklah cukup untuk mendapatkan nikmat, syukur yang kita perbuat tidaklah cukup untuk mengikat nikmat itu, nikmat itu urusan Allah untuk mengaturnya, adapun wajibnya kita adalah meningkatkan kualitas ikhtiar dan syukur. Adakah di kotamu dijual mata yang dapat melihat? Alangkah mahalnya mata yang kita miliki ini, maka bersyukurlah kepada Allah yang memberikan kepadamu mata dan penglihatannya.

Setiap orang memiliki bagian kebahagiaan di dunia ini, tetapi tidak setiap orang akan menemukan kebahagiaan di akhirat kelak. Bila mengingat kemuliaan dan peran para sahabat dalam meniti rido Allah hampir kita tak memiliki secuil kemuliaan saat ini untuk berharap kebahagiaan di akhirat itu. Perbanyaklah membaca sholawat, agar hari tentram dan di akhrat mendapat kebahagiaan. Hari ini engkau duduk membaca sms, nanti peristiwa ini hanya tinggal kenangan, dan dihadapkan padamu suatu perkara lain senyata engkau saat ini membaca sms. Begitulah kita hidup untuk beberapa masa sebegitu nyata di dunia ini untuk sampai pada suatu akhir yang telah pasti. Nanti kita akan hidup di akhirat senyata hari ini kita hidup di dunia. Adapun dunia ini hanya tinggal kenangan semata.

Di dalam Al-quran banyak sekali diceritakan sifat-sifat orang munafik. Mereka adalah orang-orang licik dan penyebar fitnah. Cerdaskan kita untuk mengenalinya. Bila suasana keruh oleh rasa permusuhan dan saling curiga maka yang ada adalah sikap dan kata-kata yang mencaci maki dan mencari-cari kesalahan orang lain. Kerja setengah hati, kebodohan, hilangnya semangat, tak bervisi, tak menaungi, adalah titik-titik kelemahan menuju kebusukan. Semoga kita terhindar darinya. Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Terkadang orang yang kita pandang salah, tidak benar-benar salah. Setiap orang punya keunikan, mungkin ketika engkau melihatnya pertama kali hal itu tampak janggal. Bersabarlah dalam menghadapi karakter orang yang aneh. Karena boleh jadi hal itu mengandung hikmah dan pelajaran. Suatu masa engkau akan menjadi seorang yang lapang dada dalam menghadapi suatu gejolak masalah yang berat. Kesalahan itu ada dua macam, yaitu terlalu banyak omong dan berbuat sesuatu di luar waktu dan tempatnya yang tepat.

Bila datang kepadamu kabar bahwa seseorang telah berbuat salah dengan berbagai fakta. Apakah seseorang itu benar-benar salah? Adakalanya itu adalah fitnah. Tabayunlah agar dirimu tidak berbuat kesalahan dalam memutuskan suatu perkara. Sering kita terjebak hanya mau mendengar dari salah satu pihak. Sedang pihak yang lain kita abaikan kesaksiannya. Sering orang berbuat kebodohan akibat kurang akuratnya data yang masuk kepadanya. Dunia selalu ingin berkata-kata. Mengungkapkan jati diri kita. Harus diakui diri kita ini hina dan lemah. Maka tetaplah tenang saat manusia datang merendahkanmu. Itu biasa. Jangan berfikir bahwa dirimu rusak dikarenakan orang lain menyebarkan berita buruk tentang dirimu, sebab hal itu adalah kesempatan untuk dekat kepada Allah. Aku adalah seseorang yang telah berbuat kesalahan. Tetapi apa balasan untuk orang-orang yang telah berbuat kejahatan kepadaku. Mereka telah membunuh karakter diriku. Apakah adil kesalahan dibalas dengan kejahatan, lalu dimenangkan kejahatan itu. Adapun bila engkau diperlakukan seperti itu, ada baiknya tafakur dan bersujud kepada Allah karena dalam situasi ini ada kesempatan untuk lebih tawadlu dan menempa keimanan.

Jujur aku katakan kepadamu, selepas kutinggalkan al-furqon dunia terasa menjadi luas. Aku didekatkan kepada orang-orang yang tekad dan kesholehannya telah terbukti. Sehingga ada harapan diriku bisa menjadi sholeh, bisa bertaubat dan berdzikir. Moga al-furqon tambah maju dan dibersihkan dari orang-orang yang tidak mau sholeh. Salah satu kekuatan jiwaku dan keyakinan diriku saat ini untuk mengolah tanah wakaf adalah kepercayaan yang Abu dan Bpk Rauf berikan kepadaku. Yang sesungguhnya harimau adalah yang hidup di alam belantara, dan memainkan perannya di sana, adapun yang dikurung di kebun binatang itu, sudah kehilangan sebagian besar arti keberadaannya. Abu, apa yang akan dilakukan hari ini? Orang-orang sudah pada dengar kita akan membangun pesantren. Pastinya banyak ganjalan. Tapi langkah harus dilanjutkan. Banyak manfaat bergaul dengan orang yang sudah tua dan berpengalaman. Ia akan memberitahu rumus-rumus keutamaan hidup. Dan memberitahu akan kesalahanmu dan memberikan cara untuk memperbaikimu. Jika engkau ingin bijak maka belajarlah kepada orang tua yang berilmu dan bersifat bijaksana dan luas pengalamannya. Mudah-mudahan keberangkatan ini menjadi awal yang baik bagi pemikiran dan kepribadian saya. Jika Allah menghendaki.

Senyum itu indah. Senyum orang tua, senyum istri, senyum anak. Senyum saudara. Senyum sahabat kita. Ingatlah mereka selalu tersenyum kepadamu, menerimamu apa adanya. Engkau mungkin telah berbuat salah pada mereka atau engkau mungkin telah berbuat sesuatu yang membuat mereka malu, tetapi masih ada senyum untukmu. Jadi tetaplah tersenyum wahai sahabat. Karena dunia ini aman dan nyaman bagi dirimu. Mulai hari ini berhentilah dari perkara apapun yang dipandang dosa dan kesalahan. Agar dirimu dimudahkan menjadi seorang yang baik kembali. Nanti kau akan melihat manusia kembali tersenyum padamu. Biasanya engkau berbuat dusta, dengki, dendam dan merasa aman dengan apa yang engkau perbuat itu, jika engkau lanjutkan kebiasaan itu, engkau akan kesulitan untuk kembali ke jalan yang benar. Untuk memperbaiki diri, pertama-tama yang harus diingat adalah bahwa diri kita ini buruk, hina, jelek dan penuh kekurangan. Jadi jangan mengatakan diri kita ini baik, jika berniat diri akan memperbaiki sifat. Jika engkau tidak menyesal dengan kesalahan yang pernah engkau perbuat maka kemungkinan besar itu akan jadi tabiatmu dan dirimu terkungkung dalam lautan dosa dan kekelaman. Hingga akhirnya engkau sulit keluar dari sifat jelekmu. Dan akhirnya kebaikan-kebaikanmu menjadi hilang. Jangan hal itu terjadi padamu. Apa yang akan engkau bawa jika keluar dunia tanpa membawa iman.

Leuwiliang Bogor, 4 Rajab 1431 H


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: