Filsafat Berfikir

RUMUS CINTA SEJATI | Juni 19, 2010

RUMUS CINTA SEJATI
Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz

Kenapa seseorang mencintai sesuatu, karena ia melihat sesuatu itu akan membuat dirinya bahagia. Jadi rumus utama cinta ialah kau yakin bahwa di dalam hal yang kau cintai ada keabadaian dan kebahagiaan yang akan engkau raih. Untuk mendapatkan kebahagiaan seseorang akan rela tersiksa terlebih dahulu. Bukankah begitu?

Ternyata di dalam konsep cinta ada organel yang merengkuh pengetahuan, keyakinan, kebahagiaan, dan pengorbanan. Cinta tanpa pengetahuan adalan ragu. Cinta tanpa keyakinan adalah bodoh. Cinta tanpa kebahagiaan adalah tertipu. Cinta tanpa pengorbanan adalah dusta. Ragu, bodoh, tertipu dan dusta adalah wujud cinta tanpa pengetahuan, keyakinan, kebahagiaan, dan pengorbanan.

Bila seseorang mencintai Syaithan maka ia berada dalam keraguan, kebodohan, ketertipuan dan kedustaan. Ia tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat kelak. Maka janganlah engkau mencintai syaithan, karena ia makhluk terkutuk dan tempat tinggalnya di masa depan adalah neraka.

Bila engkau ingin mencintai maka engkau harus tahu apa dan siapa yang kau cintai itu. Bagaimana engkau mencintai sesuatu sedangkan sesuatu itu tidak kau kenal kebaikan, kebenaran dan keindahan dirinya.

Bila engkau ingin mencintai maka engkau harus yakin bahwa apa atau siapa yang kau cintai itu abadi adanya. Mengapa Allah yang harus kita cintai daripada makhluk, mengapa akhirat harus kita cintai daripada dunia, mengapa agama harus kita cintai daripada harta. Karena yang disebutkan pertama semuanya adalah abadi. Allah adalah Zat yang Maha abadi.

Bila engkau ingin mencintai maka engkau tahu dan yakin bahwa yang dicintai itu akan membuat hidupmu bahagia selama-lamanya.

Bila engkau ingin mencintai maka engkau harus mau berkorban dan menjual apa saja yang ada pada dirimu selain Allah, Akhirat dan agama untuk agar engkau tetap bersamanya.

Jika engkau sedang berada dalam upaya dan proses pengetahuan, keyakinan, kebahagiaan, dan pengorbanan pada sesuatu, maka sungguh engkau sedang mencintainya secara sempurna. Sekarang tanyalah pada dirimu ke manakah muara cintamu itu? Apakah kepada Allah ataukah kepada makhluk, kepada negeri akhirat ataukah dunia, kepada agama ataukah perniagaan? Ketahuilah jika kau mencintai Allah, maka engkau harus mencintai RasulNya sekaligus membenci perbuatan jahat yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam api neraka.

Saat engkau benci sesuatu maka tentu kau akan menjauhinya dan berhati-hati darinya. Siapakah yang harus kau benci agar cintamu kepada Allah, akhirat dan agama kian menguat? Yang harus kau benci adalah ragu, bodoh, tertipu dan dusta. Berhati-hatilah dari sikap-sikap semacam itu semua. Karena semua itu adalah lubang-lubangnya godaan syaithan dan bisikan hawa nafsu.

Bila bukan kepada Allah, negeri akhirat dan agama, maka cintailah sekadarnya saja. Bila kau benci kepada bukan kejahatan dan dosa, maka bencilah sekadarnya saja.

Rasulullah Saw adalah makhluk yang paling mulia dan paling tinggi kualitas cintanya kepada Rabbnya. Mengapa kita harus mencintainya? Karena melalui beliaulah kita mengenal Allah. Dan beliau pulalah yang memberikan kepada kita teladan hidup agar bahagia di dunia dan akhirat kelak, melalui ketaatan kepada agama yang dibawanya. Beliau mencintai umatnya lebih kepada istri dan keluarganya. Kita sebagai umatnya harus mencintainya dengan cara menjadi seorang muslim, rajin beramal sholeh dan senantiasa mengajak manusia kembali kepada Allah Swt.

Leuwiliang Bogor, 5 Rajab 1431 H


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

4 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… mampir untuk belajar dan memetik rumus cinta sejati, di sini, terima kasih atas ilmunya,.. 🙂

    Salam,

    Komentar oleh Kita — Juli 29, 2010 @ 7:50 am

    • wa alaikumussalam warahmatullih wabarokaatuh….untuk ke depan artikel ini perlu di kembangkan……terimakasih juga…

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Juli 30, 2010 @ 7:03 am

  2. rumvs cinta ini sangat bagus jika di kembangkan lagi sehingga publik dapat menyukai tentang cinta.

    Komentar oleh bagas simbafm — Januari 22, 2013 @ 3:40 am

    • Publik sangat menyenangi cinta. Rumusan itu adalah penyederhanaan dari fakta yang sesungguhnya.

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Oktober 26, 2013 @ 12:49 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: