Filsafat Berfikir

TEMPAT YANG PALING INDAH | Agustus 17, 2010

Oleh: Ading Nashrulloh

Saya sering membayangkan, seorang gadis yang cantik dengan perilaku yang baik datang dari keluarga yang berkecukupan atau kaya, dengan rumah yang bagus, halaman yang luas dengan taman-taman yang indah. Rumah itu terletak di suatu lingkungan yang indah dan nyaman. Ternyata dalam kenyataannya saya pernah mendapati seorang gadis yang cantik dengan perilaku yang baik datang dari keluarga yang sederhana, rumah yang sederhana dan lingkungannya pun sederhana pula. Sekarang saya bertanya sebenarnya tempat yang paling indah di dunia itu di mana.

Seseorang pernah berkata kepadaku bahwa tempat yang paling indah adalah hati yang damai dan tentram. Benarkah?

Pertama kali yang aku bayangkan tempat yang paling indah adalah sebuah kota yang dekat dari desaku. Di kota itu ada beberapa rumah yang indah dan nyaman di tinggali. Kemudian ada satu rumah yang di sana ada seorang gadis yang dipuja-puja setiap lelaki karena kecantikan, kebaikan dan ketenarannya. Aku melihat kota dan rumah, tetapi aku tidak melihat gadis itu, karena ia ada hanya dalam bayanganku saja. Itulah batas-batas keindahan suatu tempat yang pernah aku bayangkan. Tempat yang aku bayangkan itu pernah aku datangi. Tempat itu biasa saja keadaannya seperti juga tempat tinggalku.

Kemudian aku melihat kota-kota dan rumah-rumah yang memadati sisi kota-kota itu, tidak indah dipandang mata menurutku karena sangat berdempatan dan pudar warna catnya. Penuh dengan jemuran pakaian dan tidak memiliki halaman luas. Tidak ada pepohonan, yang ada adalah kabel-kabel yang bergelayutan tak seragam arahnya. Sementara di jejalanannya penuh dengan sampah-sampah berserakan. Kota adalah tempat terpadar manusia tinggal dan mencari uang dengan tingkat individualisme yang tinggi. Kota itu ramai dan menjadi tidak indah lagi ternyata.

Aku terus mencari di manakah tempat yang paling indah itu. Ternyata yang indah itu adalah masa lalu. Aku ingin kembali ke masa lalu karena begitu indah. Keindahan adalah gabungan dari berbagai relaitas yang dapat kita tangkap tidak sekedar dari sisi indra semata, tetapi apa-apa yang dapat kita tangkap secara penjiwaan, segenap jiwa kita. Masa lalu memang boleh jadi ada masanya kita pernah sakit dan miskin, kekurangan dan dicaci maki. Namun hal yang sama juga terjadi di masa sekarang. Selalu ada sisi kekurangan dan ketidaknyamanan. Mengapa aku mengatakan masa lalu itulah yang indah? Karena masa lalu itu kini semua tinggal bayangan, yang tidak terasa lagi manis dan pahitnya. Namun telah menjadi bagian dari diri kita, sehingga terbentuklah diri kita hari ini seperti ini. Boleh jadi benar bahwa tempat yang paling indah itu adalah hati kita sendiri, di saat hati berkeadaan bersih dan damai.

Aku ingat sebuah cerita tentang seorang perempuan berwajah bagaikan pelita. Bahkan seorang ulama pun menyangka ia berasal dari keluarga kaya, tidak kekurangan dan jauh dari kesibukan yang melelahkan.
“ Anda salah duga.” Kata perempuan itu. “aku perempuan biasa saja, bukan dari golongan kaya.” Tambahnya.
“Aku dahulu punya suami dan tiga anak. Suatu ketika anak pertamaku menyembelih anak keduaku ketika mereka sedang bermain-main. Anak pertamaku karena takut dan merasa bersalah lari ke hutan. Ia dikejar ayahnya. Namun anak petamaku meninggal pula di hutan. Sang ayah, yaitu suamiku kelelahan di tengah perjalanan. Mendengar kabar itu aku segera menyongsong suamiku, aku tinggalkan anaku yang paling kecil di rumah. Ketika sampai ke tempat suami,ia sudah meninggal pula. Dan ketika aku pulang, aku lupa di rumah sedang memasak air, air itu menimpa anakku dan meninggal pula. Di satu hari itu keluargaku meninggal semua. Betapa hatiku hancur.” Lanjut perempuan itu.
“Terus apa yang kau lakukan setelah itu, sehingga hampir tak kelihatan di wajahmu guratan kesedihan di masa lalu?” tanya ulama itu.
“semenjak kejadian itu, aku dirundung kesedihan yang sangat mendalam. Meneteskan air mata hingga mataku tak bisa mengeluarkan lagi air mata. Lalu aku sadari semua yang aku sesali tak akan mengubah apapun yang telah terjadi. Aku mencari pekerjaan, aku membuat diriku sibuk bekerja, melupakan takdirku, dan satu hal lagi: AKU TIDAK PERNAH MERASA IRI DENGAN ORANG LAIN YANG NASIBNYA LEBIH BAIK DARI DIRIKU.”

Ya, tempat yang paling indah adalah hati kita. Hati yang bersih dari dendam dan iri. Dunia menjadi indah dalam pandangan kita saat hati kita benar-benar bersih dari dendam dan iri. Jika kita menyangka bahwa tempat yang indah adalah rumah yang besar dengan taman-taman yang indah di suatu kota yang bersih rapih, maka kita telah salah mempersepsi. Kalau tempat yang semacam itu yang kita anggap indah, maka sejatinya orang-orang yang ada di sana murah senyum, mudah memberi, dan tidak jauh dari keribuatan. Kenyataannya banyak tempat-tempat yang indah, ternyata penghuninya adalah orang-orang yang kotor dan berperilaku jahat. Sehingga bukan keindahan yang tercipta tetapi suatu keterasingan.

Tempat yang paling indah adalah dada yang lapang, hati yang bersih, niat yang tulus, dan perbuatan yang mulia.

Karena itu sebentuk apapun tempat tinggalmu, kotamu, halaman rumahmu, kamar tempat tidurmu, jika hatimu bersih, dadamu lapang, dan ada bekal makan untuk hari ini dan esoknya, maka engkau sudah termasuk orang yang memiliki tempat yang indah di dunia ini. Mengapa kita harus lelah mencari keindahan di luar sana, padahal sumber keindahan itu ada dalam diri kita. Sebaliknya percuma engkau pergi ke Eropa untuk mencari kebahagiaan dengan mengunjungi tempat-tempat yang menurut lahiriah adalah indah, sedangkan engkau lupa dengan hatimu yang masih kotor, penuh iri hati dan dendam. Bukankah tanaman yang engkau tanam di halaman rumahmu itu adalah tak kalah lebih indah dari pohon-pohon mana pun yang ada di belahan dunia lainnya. Bukankah bentang alam yang melingkup kampung halamanmu tak kalah lebih indah dari bentang alam di benua-benua lainnya pula. Karena semua itu pencipta dan pembentuknya adalah Zat yang Maha Kuasa dan Mulia yaitu Allah Swt.

Tempat yang paling indah adalah hati yang bersih dari iri dan dendam.

Bogor, 16 Agustus 2010


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: