Filsafat Berfikir

TENANG SAJA SEMUA ADA SOLUSINYA | Agustus 17, 2010

Oleh: Ading Nashrulloh

Kenapa engkau merasa gelisah. Aku melihat raut wajahmu kecut. Bahkan engkau sering berkeluh kesah. Sadarlah, semua masalah ada solusinya. Jika engkau berbuat baik, janganlah engkau bersempit dada, sekali pun manusia merendahkanmu. Jika engkau telah berbuat nista, jangan engkau berputus asa, karena Allah memiliki sifat Pengampun bagi hamba-hambaNya yang kembali.

Perhatikanlah baik-baik, bagian tubuhmu pernah terluka, kulitnya sobek, dan dagingnya terbelah. Engkau lihat luka itu kemudian sembuh. Perhatikan pula luka itu meninggalkan bekasnya sekalipun telah sembuh. Hati-hatilah dengan perbuatan dosa, bisa saja dosa itu diampuni Allah, tapi tetap meninggalkan bekas pada hati dan wajahmu.

Perhatikan tubuhmu yang semakin berkembang tumbuh saat engkau muda dan tetap kuat di usia tuamu. Itu karena engkau senantiasa memberinya nutrisi. Perhatikan baik-baik, bahwa yang baik akan berbuah kebaikan. Di saat engkau makan makanan yang bergizi, masuk pula ke mulutmu bakteri yang beracun yang siap menerjang tubuhmu. Karena itu hati-hati makan itu jangan sampai berlebihan, khawatir enzim pembunuh bakteri beracun tak sanggup melawannya karena kebanyakan.

Hidup ini penuh dinamika. Semua akan membuatmu semakin matang, dewasa dan bijaksana. Tetapi jangan menentang maut. Karena engkau hidup hanya sekali di dunia. Jangan melakukan perkara yang menurut perhitungan akal saja melawan tabiat dan kadar hidup manusia. Engkau datang ke dunia membawa tugas berat sekaligus mulia: menyembah Tuhan yang menciptakan dirimu. Hati-hati jangan sampai lalai dari tugas itu. Jangan memandang sebelah mata urusan ini. Sekali engkau gagal jadi hambaNya yang sholeh di dunia, pastilah di alam kubur dan mahsyar engkau celaka.

Jika engkau ingin selamat, pilihlah jalan yang benar saja dan abaikan yang sesat. Jika engkau tidak meninggalkan yang sesat, jangan harap bisa menemukan kebahagiaan. Boleh jadi jalan sesat engkau tempuh, harta dunia engkau raih. Lihatlah tanaman yang engkau tanam, permulaannya ia tiada, lalu tumbuh menjadi muda berseri menarik hati orang yang memandangnya, kemudian ia hancur dan tiada bekasnya sama sekali. Apapun yang engkau raih akan menjadi tiada bekasnya sama sekali. Kenikmatannya hanya sementara saja. Andaikan tiada hari pertemuan dengan Tuhan di hari akhirat kelak, tenang sajalah engkau dengan jalan kehidupan yang dipilih.

Jika engkau ingin selamat, engkau lihat jalannya begitu terjal. Tetapi orang-orang menempuhnya juga dengan suka ria dan tertawa penuh kemenangan. Kau tahu kenapa? Karena ada rasa cinta kepada Tuhan dan jiwa mereka telah dibentuk. Lihatlah pandangan mata mereka saat menatap dunia, seperti engkau melihat sampah yang membusuk. Padahal sampah itu adalah bekas-bekas engkau, engkau dahulu pernah berusaha keras untuk meraih dan memilikinya. Akhirnya engkau buang karena engkau membencinya setelah dunia menampakkan tabiat keduanya yaitu: busuk dan hancur.

Jangan gelisah engkau. Jika engkau ingin kembali kepada Tuhanmu, kembalilah ke jalan yang benar. Terimalah Islam dengan lapang dada. Engkau akan merasakan kelapangan yang bertambah-tambah jika engkau terima Islam. Karena Islam bertabiat melapangkan kehidupan manusia di dunia dan akhirat kelak.

Engkau bila tetap dalam kekafiran dan kefasikan, jangan pula gelisah, karena engkau pun akan menempati tempat yang terbaik. Tahukah tempat terakhir bagi orang-orang yang kafir dan fasik? Tempat yang terbaik bagi orang-orang fasik dan kafir adalah tempat terburuk yang diciptakan Tuhan, itulah Neraka. Ini kabar gembira bagimu, bahwa engkau tidak akan dilenyapkan dari kesemestaan makhluk Tuhan, bahkan disediakan makanan, minuman dan pakaian: dari api neraka yang panas. Engkau di sana tidak akan mengalami kematian. Orang kafir bermanfaat adanya ketika akhirat telah digelar yaitu: sebagai bahan bakar neraka. Andaikan Neraka tidak punya bahan bakar, orang kafir yang akan menawarkan diri padanya.

Jangan engkau tentang Titah Tuhan semesta alam, jika engkau sayang pada dirimu dan masa depanmu di akhirat.

Bogor, 20 Juli 2010


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: