Filsafat Berfikir

YAHUDI | Juli 27, 2011

Konspirasi Peradaban
“Tujuan kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama, tetapi tugasmu adalah
mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berfikir mempertahankan agamanya. Disamping itu,
saudara harus berusaha agar mereka tidak berbudi luhur. …. Saudara telah mengeluarkan kaum
muslimin dari agama mereka, meskipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen.
Gaya hidup seperti itulah sasaran kita, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas dan
senang berfoya foya, hanya tertarik pada soal soal sexsualitas, popularitas, mencari harta dan
pangkat hanya untuk pemuas nafsu. ….Lanjutkanlah perjuanganmu demi kejayaan agamamu, dan
kini saudara telah mendapat berkat dari Tuhan Allah“ (Pidato Samuel Zweimer, tokoh Yahudi,
dalam Konfrensi Missionaris di Yerussalem, 1935)

Makar Besar
Itulah pesan provokatif yang diungkapkan Samuel Zweimer, seorang Yahudi tulen, dalam pidatonya
pada Konfrensi Missionaris Internasional di Jerussalem pada tahun 1935 dihadapan peserta
konfrensi. Nada yang penuh ambisi dan kebencian. Semacam ekstasi yang merasuk begitu dalam
disetiap sanubari anak anak Yahudi yang terekspresi dengan arogansi kata kata.
Sepak terjang mereka dengan segala bentuk modus operandinya, berusaha menguasai dunia
dibawah cengkraman kekuasaan mereka dengan istilah The New World Order, membangun tata
dunia baru. Hampir semua peristiwa genting dunia yang terjadi, bukanlah sebuah kebetulan jika
Yahudi ternyata menjadi aktor intelektual dibalik semua. Bukti tentang ini cukup banyak. Seperti
apa yang diungkapkan Was Penre, seorang pemuja setan yang telah bertobat kemudian beralih
profesi menjadi seorang peneliti okultisme dan kelompok kelompok rahasia. Dialah tokoh yang
melatarbelakangi kebangkitan era musik Rock dan Heavy Metal di tahun 1980 hingga 1990-an di
Amerika kemudian menjalar ke seluruh dunia.
Was Penre adalah pencipta lagu dan komposer musik ternama bagi grup grup musik cadas dunia
seperti Rolling Stone, Black Sabbath, Aerosmith, Metallica, Led Zeppelin, Slaughter, Megadeath,
Deo, Sepultura, dan sebagainya. Saat itu, Penre menulis syair lagu lagu rock dan heavy metal yang
bertemakan pemujaan terhadap kebebasan seks, pemujaan terhadap setan, penghinaan terhadap
semua agama, peperangan dan sejenisnya. Tapi yang aneh, studio studio besar seperti BMG Sony
mau merekam lagu lagu itu. Padahal, aku Penre, dia pernah menulis lagu yang syairnya tentang
ketuhanan, perdamaian, dan sebagainya, tapi ketika itu tidak ada yang tertarik merekamnya.
Penre menemukan bukti adanya kelompok khusus dan tersembunyi, yang bergerak secara rahasia,
yang terdiri dari tokoh tokoh Yahudi multinasional dan juga para pengusahanya, yang berada di
belakang seluruh industri rekaman besar AS dan juga di belakang industri hiburan AS. ”Gerakan ini
dikuasai oleh kelompok yang sangat kaya dan mereka menamakan dirinya Illuminati atau Moriah
Conquering. Mereka bermain dibelakang industri hiburan dunia dengan tujuan agar bisa
mempengaruhi pikiran umat mansusia agar tunduk pada cita cita mereka, yakni menciptakan One
World Goverment” tegas Penre. Dominasi mereka di industri hiburan, adalah salah satu dari sekian
banyak sektor kehidupan yang berada dibawah kendali kaum yang mengklaim sebagai ”The Choice
poeple” ini.
Usaha untuk mendominasi dan taktik licik gerakan rahasia Yahudi tersebut juga tergambar jelas dari
dokumen yang di bacakan Sir Meyer Amschel Rostchild atau yang bergelar Rostchild I. Pada tahun
1773 di Jerman, Rostchild I membacakan dokumen tersebut dihadapan 12 keluarga terkemuka
Yahudi dunia dan tokoh tokoh Yahudi lainnya yang di undang hadir ke Judenstrasse, Frakfurt,
Bavaria (sekarang Jerman). Seratus dua puluh empat tahun kemudian, rancangan ini disahkan
menjadi agenda bersama Gerakan Zionis Internasional pimpinan Theodore Hertzl dalam kongres
Zionis Internasional I di Basel, Swiss tahun 1897 dengan nama ”Protocol Of Zions”.
Dari 25 butir agenda besar tersebut, terdapat satu butir yang sangat mencengangkan. Walaupun
sebetulnya substansi dari keseluruhan dokument blue print tersebut membuat kita bergidik. Salah
satu butir tersebut berbunyi: ”Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapapun yang ingin
berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikan opini. Keluruhan budi,
etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik”. Inilah praktik kerja Yahudi.
Yang jelas, kita ummat Islam sudah tentu menjadi target operasi mereka. Kapan dan dimanapun kita
berada, sadar atau tidak, mereka akan terus bergerilya melancarkan serangan. Hingga ke kamar
tidur kita sekalipun. Dalam kamus mereka, satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan
1.000ghoyim (orang non-Yahudi) sebagai balasannya,
Kapal Yang Terombang Ambing
Kalau mau di istilahkan. Saat ini ummat Islam sedang berada diatas kapal besar. Penumpang
berjubel dengan keseragaman masing masing. Diwaktu yang sama ombak berkecamuk hebat. Kapal
menjadi oleng, miring kanan miring kiri. Penumpang panik, bingung, frustasi dan akhirnya hanya
pasrah dan berdoa. Namun ada juga yang santai, sambilngopi dannyemok. Seolah tidak ada
masalah genting yang terjadi saat itu. Dia berfikir, badai pasti berlalu, hanya selingan perjalanan
yang biasa di alami disetiap pelayaran. Sedangkan sedikit penumpang yang panik tadi, memohon
kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan tetap istiqomah. Tapi ternyata dalam waktu
yang tidak ditentukan, kapal terus mengalami situasi buruk tersebut. Entah kapan akan berkahir.
Itulah gambaran ummat Islam saat ini. Kita berada dalam kekangan dan dominasi ombak musuh,
tapi kita tidak sadar. Kita adalah penumpang terbanyak, namun sayang itu hanyalah kuantitas.
Seperti buih yang menyisir badan kapal, sama sekali tidak punya efek bearti. Dalam kondisi yang
demikian, ternyata ada sebagian penumpang yang tidak sadar. Anggapanya, ini hanya badai
sementara, sekedar bumbu perjalanan, nikmati saja sambil menikmati hamparan samudera yang
luas terbentang. Seperti itulah perumpamaan kaum liberal yang katanya Islam itu. Menerima yang
datang dari barat saja kok repot, hal yang tidak perlu dirisaukan. Inilah era dimana kepala juga harus
modern dan terbuka. Inilah pluralitas. Mari berbahagia dan bersenang senang dengan ombak besar
ini. Nikmatilah, samudera yang penuh dengan kegemerlapan dan kebebasan ini. Sangat bebas. Dan
nikmat tentunya.
Sesungghnya inilah hakekat kehidupan. Dimana setiap ideologi saling merebut pengaruh. Saling mengklaim. Dan bahkan saling menjatuhkan. Lihatlah ideologi besar komunis dan sosialis, takluk dan lumpuh dibawah bayang bayang ideologi kapatilisme. Pun demikian dengan sekularisme pelan tapi pasti mulai menampakkan kelesuannya. Yang pasti, kebenaran akan tetap tegak berdiri kokoh diatas kesombongan dan kebathilan. Sebuah keniscayaan aksiomatis.
Inilah Pertarungan Peradaban
Inilah pertarungan peradaban. Peradaban Islam versus peradaban kebathilan. Pertarungan antara
kebenaran dan kesombongan. Peradaban sendiri, seperti yang telah di definiskan oleh Inisiasi
(Institute of Islamic Civilization Studies and Development), lembaga kajian peradaban dan
pengembangan Islam dibawah naungan ormas Hidayatullah, adalah: manifestasi iman atau
keyakinan dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan peradaban Islam adalah manifestasi Iman atau
keyakinan Islam dalam segala aspek kehidupan. Kehidupan berkeluarga, kehidupan bermasyarakat,
kehidupan bernegara, dan sebagainya, harus sesuai dengan tuntunan Iman dan Islam. Menegakkan
Islam untuk membangun peradaban Islam, itulah puncaknya.
Betapun memang, penghalang atas tegaknya peradaban Islam tampil beribu macam wajah dan cara.
Baik yang terang terang terangan maupun yang ”gelap gelapan”. Yang gelap gelapan ini yang
bahaya. Biasanya memilki banyak wajah dan sering berganti baju. Entah mendukung siapa dan
berada diposisi mana, samar samar.
Diakhir tulisan ini, ada baiknya kita mencermati kembali ungkapan Samuel Zweimer tentang makar
besarnya seperti yang tertuang di dalam buku Al Gharah ’Alal ’Alam Islamy, hal. 275:Didalam
mata rantai kebudayaan Barat, gerakan missi punya dua tugas yaitu mengancurkan peradaban
Islam sebagai peradaban tandingan dan membangunnya kembali dalam bentuk peradaban Barat.
Ini perlu dilakukan agar Si Muslim dapat berdiri pada barisan budaya barat untuk melawan
ummatnya sendiri”.
Waspadalah. Saat ini telah ada kelompok yang sudah berani melawan ummatnya sendiri. Mengaku
Islam tapi tidak membela Islam, justru mengaburkan jalan kesana. Jangan jangan saat ini Si Yahudi
Zweimer sedang tertawa bangga penuh kepuasan diatas “singgasananya” menyaksikan ambisi
besarnya tercapai. (Dari Berbagai sumber).

Strategi Yahudi Menguasai Dunia
Pada tahun 1773 diadakan pertemuan 13 keluarga yahudi terkemuka dunia di Judenstrasse, Bavaria. Pada pertemuan tersebut dirancang bagaimana mereka harus menguasai dunia. Mereka membuat 25 butir rancangan yang kemudian kurang lebih 124 tahun kemudian rancangan tersebut disahkan menjadi agenda bersama Gerakan Zionis Internasional pimpinan theodore hertzl dalam Kongres zionis internasional I di Basel, Swiss dengan nama Protocol of Zions.
Berikut ini 25 butir rancangan tersebut :
1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, konspirasi harus mewujudkan “hasrat alami” manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan ? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapapun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat dimana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta yahudi.
7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah :minuman keras, narkotika, pengrusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi “tuhan” bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan konspirasi.
11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
12. Pemerintahan bentukan konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
13. Konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang yahudi yang menjadi korban sama dengan 1000 orang non-yahudi (gentiles/ghoyim) sebagai balasannya.
14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggung-jawab atas terjadinya kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
16. Penyusupan ke dalam jantung freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi ini.
19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga ditingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekuatan non-yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-yahudi mutlak dilakukan.
22. Meletuskan perang dan memberinya-menjual-senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya
(Bahan dari eramuslimdigest)-sal/voa-islam.
Strategi Koalisi Yahudi dan Nasrani Menghancurkan Islam
Selasa, 11/01/2011 09:42 WIB | Versi Cetak
Berdasarkan data-data dari sumber primer yang sudah terbuka di media, bahwa menunjukkan arah yang sangat jelas aliansi Yahud i- Nasrani membangun peradaban baru yang komprehensif dan menyeluruh dengan menghapus peradaban Islam. Inilah langkah-langkah strategis yang sekarang sedang berlangsung. Koalisi Yahudi – Nasrani mengerahkan segala daya untuk mewujudkan peradaban yang mereka cita-citakan itu dengan terus menghancurkan dan memerangi peradaban Islam.
Pertama, dari segi ideologi (agama) koalisi Yahudi – Nasrani yang menggunakan baju Amerika ini bertujuan mengubah wajah agama Islam dan keyakinan dasarnya (aqidahnya), mengubahnya dan menjauhkan kaum Muslimin darinya.
Caranya dengan menampilkan kepada kaum Muslimin model Islam ala Amerika yang moderat dan sekuler. Islam materialisme. Menghadirkan ‘Islam’ sekadar formalitas, adat dan ritual tertentu saja, yang jauh dari hakikat ruh Islam yang sebenarnya. Bersama dengan itu aliansi Yahudi – Nasrani terus berusaha mengubah keyakinan dasar kaum Muslmin.
Aliansi Yahudi – Nasrani ingin menghapus permasalahan-permasalahan yang sangat prinsip (utama) yang berkaitan dengan intisari agama : al wala’ al bara’, entitas politik, kepribadian muslim, kehidupan Islami di segala bidang, dan seterusnya.
Alat utamanya adalah para ulama pro-pemerintah dan sebagian orang yang rusak, dan justru menjadi simbol kebangkitan Islam, membentuk kelompok-kelompok kecil lyang terdiri dari ulama kolonial atau ‘da’i Pentagon’.
Mereka membuat program ambisius melali kerjasama dengan pemerintah di Dunia Islam untuk mencetak generasi ulama dan juru dakwah yang hanya memiliki sampah pemikiran dan menjadi ‘kloning’ ideologi Amerika (Yahudi-Nasrani). Program ini dijalankan melalui apa yang mereka sebut dengan : “Workshop Pembangunan Syariah untuk Khatib, Imam, Penceramah dan Guru”.
Program ini juga dilakukan melalui pembangunan yayasan-yayasan keislaman – dengan berbagai nama – yang mengarahkan kepada degradasi jatidiri Muslim dan penyimpangan agama atas nama dialog, paham moderat, diskursus, dan perumusan ulang wacana agama, dengan posisinya sebagai yayasan sosial sipil non-pemerintah.
Langkah yang dilakukan aliansi Yahudi – Nasrani dalam memperjuangkan ambisi mereka untuk mengubah agama Islam tak hanya sampai di situ. Bahkan, pertengahan 2004, mereka mengumpulkan para ilmuwan, pakar, dan beberapa orang yang telah murtad untuk meringkas Al-Qur’an.
Mereka menerbitkan Al-Qur’an versi baru yang telah diringkas, dihapus semua ayat tentang jihad, al wala wa al bara’, dan ayat-ayat yang mengajak untuk benci kepada orang-orang kafir, memisahkan diri dari orang kafir, serta melawan mereka. Aliansi Yahudi – Nasrani yang mendompleng Amerika itu, berdalih ayat-ayat ini menjadi dasar terorisme dalam agama Islam. Al-Qur’an versi baru hasil ringkasan ini mereka namakan ‘Furqanul Haq’ (Pembela yang Benar).
Seakan-akan Al-Qur’an yang menjadi pegangan kaum Muslim, yang diturunkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallahu alai wa sallam itu, sebagai ‘Furqanul Bathil’ (Pembeda yang Bathil). Mereka melakukankebohongan dengan cara yang luar biasa. Tujuannya ingin menghancurkan Islam dari akar ajarannya. Dengan dilucuti kaum Muslimin dari aqidah dan dasar ajarannya yang bersumber dari Al-Qur’an, maka kaum Muslimin sudah tidak memiliiki ruh lagi, menghadapi proyek peradaban yang dibangun aliansi Yahudi – Nasrani itu.Kaum Muslimin akan menjadi lumpuh total.
Kedua, aliansi Yahudi – Nasrani berusaha dengan segala daya dan upaya mensekulerkan dan memecah belah pemikian Dunia Islam dan Arab, dan merekonstruksinya kembali sesuai dengan pemikiran Amerika. Usaha ini diwujudkan dengan mencetak generasi yang sudah tercuci otaknya dan tidak lagi mempunyai perhatian dan pemikiran terhadap Islam, dan mereka tidak lagi terikat degnan sejarah dan kebudayaan mereka yang bersumber dari Al-Qur’an.
Mereka ini dipimpin oleh sekelompok orang yang tidak lagi berafiliasi ke dalam agama Islam, selain hanya sebatas penampilan saja. Mereka a dalah para pengikut Zionis – Salibis dalam hal pemikiran, kebudayaan dan keyakinan, meskipun mereka masih berstatus beragama Islam.
Tujuan dan program ini mempunyai banyak rincian yang sangat detil , dan dengan tema ‘perang pemikiran’, dan methode ini dikearhkan oleh aliansi Yahudi – Nasrani yang menggunakan baju Amerika, dan bertujuan memisahkan kaum Muslimin dari agama mereka.
Ketgai, dibidang politik, proyek ini bertujuan memecah entitas politik yang berdiri di Dunia Islam dan Arab. Aliansi memformat ulang dengan memainkan peta politik, membut tatanan baru di Dunia Islam dan Arab, dan mengerat-ngerat negari-negeri Muslim menjadi keratan-keratan yang terpecah-pecah kecil , seperti yang terjadi di Sudan. Antara Sudan Utara dan Selatan. Aliansi Yahudi – Nasrani untuk memenangkan proyek ini dengan menggunakan para tokoh lokal, yang merupakan boneka mereka. Para boneka itu dengan dukungan Amerika, bertindak untuk menghancurkan kekuatan negeri-negeri Muslim dengan perang dan konflik. Alasan mereka yang selalu mereka hembuskan ketidak-adilan, kemiskinan, dan masalah agama dan etnis.
Inilah diantara strategi yang dikembangkan oleh aliansi Yahudi – Nasrani untuk memporak-porandakan Dunia Islam dan Arab.
Ada dengan menggunakan kekuatan militer mereka menghancurkan negeri-negeri Muslim, membunuh para tokohnya, dan mengadu domba kelompok-kelompok di dalam sebuah negeri, yang kem udian melahirkan konflik yang berlarut-larut, yang ujungnya perdamaian dengan langkah menuju ke arah pemisahan melalui sebuah referendum. Semuannya ini diotaki oleh aliansi Yahuhi – Nasrani yang sekarang sedang ingin membangun peradab an materialisme di negeri-ngeri muslim. Wallahu-alam.
http://www.eramuslim.com/editorial/strategi-koaliai-yahudi-dan-nasrani-menghancurkan-islam.htm

Sifat dan Tabiat Yahudi dalam al-Quran
HTI-Press. Dalam al-Quran cukup banyak ayat yang memberitakan kaum Yahudi. Hanya saja, mereka bukan disebut sebagai kaum yang patut diteladani. Sebaliknya, mereka justru dijadikan sebagai contoh buruk agar tidak ditiru.
Beberapa karakter buruk mereka adalah:
1. Durhaka dan melampaui batas, serta membiarkan kemungkaran yang terjadi di antara m. Allah Swt berfirman:
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79)
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS al-Maidah [5]: 78-79).
Dan makin durhaka sesudah al-Quran diturunkan. Allah Swt berfirman:
وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا
Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka (QS al-Maidah [5]: 64).
2. Menjadikan kaum kafir sebagai pelindung dan penolong mereka.
تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (81)
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik (QS al-Maidah [5]: 80-81).
3. Permusuhan mereka yang amat besar terhadap Islam dan umatnya. Allah Swt berfirman:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS al-Maidah [5]: 82).
4. Hati mereka keras laksana batu, bahkan lebih keras lagi. Di antara penyebabnya karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah Swt. Allah Swt berfirman:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu (QS al-Maidah [5]: 13).
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
5. Suka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri, termasuk perjanjian dengan Allah Swt dan rasul-rasul-Nya. Dan oleh karena itu mereka mendapat murka Allah dan berbagai hukuman-Nya. Allah Swt berfirman:
فَرَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ يَا قَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ أَمْ أَرَدْتُمْ أَنْ يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُمْ مَوْعِدِي
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?” (QS Thaha [20]: 86).
Allah Swt berfirman:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka batas (QS al-Nisa’ [4]: 155).
6. Mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh banyak nabi. Dan itu menyebabkan mereka senantiasa diliputi dengan kehinaan dan kerendahan di mana pun mereka berada. Allah Swt berfirman:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas (QS Ali Imran [3]: 112).
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka (QS al-Nisa’ [4]: 155).
وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
Dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu adzab yang membakar.”
7. Banyak berbuat lancang terhadap Allah Swt, seperti menuduh Allah Swt miskin dan tangan-Nya terbelenggu. Allah Swt berfirman:
لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya”, Kami akan mencatat perkataan mereka itu (QS Ali Imran [3]: 181).
Allah Swt berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ
Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki (QS al-Maidah [5]: 64).
8. Memalsukan kitab dengan tangannya, memalingkan dari maksud sebenarnya, dan menghilangkan sebagiannya. Allah Swt berfirman:
Allah Swt berfirman:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan (QS al-baqarah [2]: 79).
مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa (QS al-Nisa’ [4]: 46).
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya (QS al-Maidah [5]: 13).
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS al-baqarah [2]: 75).
9. Amat tamak terhadap dunia, bahkan melebihi orang Musyrik. Menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian. Allah Swt berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa (QS al-Baqarah [2]: 96).
10. Mengenal benar siapa Rasulullah saw, namun mereka menyembunyikan kebenaran. Allah Swt berfirman:
الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui (QS al-Baqarah [2]: 146).
11. Mengikuti hawa nafasunya, hingga risalah yang dibawa rasul pun harus pun harus sejelan dengan hawa nafsunya. Jika tidak sesuai dengan hawa nafsunya, mereka akan menolak dan mendustakannya. Allah Swt berfirman:
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS al-Baqarah [2]: 87).
12. Tidak senang terhadap kaum Muslim selama tidak mengikuti hawa nafsu mereka. Allah Swt berfirman:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (QS al-Baqarah [2]: 120).
13. Berdusta atas nama Allah Swt dengan mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan kekasih-Nya. Allah Swt berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya(QS al-Maidah [5]: 18).
14. Sombong dan takabbur, hingga mereka pernah diubah wujudnya menjadi kera yang hina. Allah Swt berfirman:
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina
15. Di antara mereka terdapat permusuhan dan kebencian hingga hari kiamat. Allah Swt berfirman:
وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat (QS al-Maidah [5]: 64).
16. Suka berbuat kerusakan di muka bumi. Allah Swt berfirman:
وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan (QS al-Maidah [5]: 64).
175. Berbuat zhalim dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Allah Swt berfirman:
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
Maka disebabkan kedzaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah (QS al-Nisa [4]: 160).
18. Suka memakan harta haram, seperti suap dan riba, padahal telah diharamkan kepada mereka. Allah Swt berfirman:
وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram (QS al-Maidah [5]: 62).
وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil (QS al-Nisa [4]: 161).
19. Membiarkan kemungkaran yang terjadi di antara mereka; dan itu menyebabkan mereka mendapatkan laknat. Allah Swt berfirman:
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79)كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat (QS al-Maidah [5]: 79).
20. Suka mendengarkan berita bohong. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آَمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آَخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” (QS al-Maidah [5]: 42).
Patut dicatat, selain sifat-sifat yang telah dipaparkan di atas masih banyak sifat buruk lainnya yangdisebutkan dalam al-Quran. Dengan penjelasan tersebut, tetu memudahkan kita dalam bersikap dan menghadapi mereka. Terhadap kaum yang terkumpul berbagai sifat buruk di dalamnya, masihkah ada di antara kita yang mau menjadikan mereka sebagai waliyy (pemimpin, pelindung, penolong, pembantu) dan bithânah (orang keprcayaan)? Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb. (Rokhmat S. Labib, M.E,I. – Lajnah Ketua Tsaqafiyyah Hizbut Tahrir Indonesia).
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/29/sifat-dan-tabiat-yahudi-dalam-al-quran/


Ditulis dalam Uncategorized
Tags:

2 Komentar »

  1. Jangan menyalahkan agama Lain brow…
    Nabi kok di doakan masuk surga/tempat yg kau janjikan????

    Komentar oleh tetengkau — Juni 3, 2013 @ 2:36 am

    • Iya betul, Nabi didoakan untuk masuk surga. Agama selain Islam adalah agama yang telah tersesat dari Jalan Alloh SWT.

      Komentar oleh filsafatindonesia1001 — Oktober 26, 2013 @ 12:46 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: