Filsafat Berfikir

Data Empiris Tentang Kehancuran | Januari 15, 2016

C. Data Empiris

Pentingnya Data Empiris

Bukti empiris (juga data empiris, indra pengalaman, pengetahuan empiris, atau a posteriori) adalah suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi atau percobaan. Bukti empiris adalah informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan suatu klaim empiris. Dalam pandangan empirisis, seseorang hanya dapat mengklaim memiliki pengetahuan saat seseorang memiliki sebuah kepercayaan yang benar berdasarkan bukti empiris. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan rasionalism yang mana akal atau refleksi saja yang dianggap sebagai bukti bagi kebenaran atau kebohongan dari beberapa proposisi. Indra adalah sumber utama dari bukti empiris. Walaupun sumber lain dari bukti, seperti ingatan, dan kesaksian dari yang lain pasti ditelusuri kembali lagi ke beberapa pengalaman indrawi, semuanya dianggap sebagai tambahan, atau tidak langsung.
Dalam arti lain, bukti empiris sama artinya dengan hasil dari suatu percobaan. Dalam arti ini, hasil empiris adalah suatu konfirmasi gabungan. Dalam konteks ini, istilah semi-empiris digunakan untuk mengkualifikasi metode-metode teoritis yang digunakan sebagai bagian dari dasar aksioma atau hukum postulasi ilmiah dan hasil percobaan. Metode-metode tersebut berlawanan dengan metode teoritis ab initio yang secara murni deduktif dan berdasarkan prinsip pertama.[butuh rujukan]
Dalam sains, bukti empiris dibutuhkan bagi sebuah hipotesis untuk dapat diterima dalam komunitas ilmiah. Secara normalnya, validasi tersebut dicapai dengan metode ilmiah dari komitmen hipotesis, perancangan eksperimen, penelaahan sejawat, penelaahan lawan, produksi ulang hasil, presentasi konferensi dan publikasi jurnal. Hal ini membutuhkan komunikasi hipotesis yang teliti (biasanya diekspresikan dalam matematika), kontrol dan batasan percobaan (diekspresikan dengan peralatan eksperimen yang standar), dan sebuah pemahaman bersama dari pengukuran.
Pernyataan-pernyataan dan argumen yang bergantung pada bukti empiris sering kali disebut sebagai a posteriori (“dari yang setelahnya”) yang dibedakan dari a priori (“dari yang sebelumnya”). (Lihat A priori dan a posteriori). Pengetahuan atau pembenaran A priori tidak bergantung pada pengalaman (sebagai contoh “Semua bujangan belum menikah”); sementara pengetahuan atau pembenaran a posteriori bergantung pada pengalaman atau bukti empiris (sebagai contohnya “Beberapa bujangan sangat bahagia”).
Pandangan standar positivis tentang informasi yang diperoleh secara empiris yaitu observasi, pengalaman, dan percobaan berguna sebagai pemisah netral antara teori-teori yang saling berkompetisi. Namun, sejak tahun 1960an, kritik tegas yang sering dihubungkan dengan Thomas Kuhn, telah berargumen bahwa metode tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan dan pengalaman sebelumnya. Akibatnya tidak bisa diharapkan bahwa dua ilmuwan saat mengobservasi, mengalami, atau mencoba pada kejadian yang sama akan membuat observasi teori-netral yang sama. Peran observasi sebagai pemisah teori-netral mungkin tidak akan bisa. Teori yang bergantung observasi berarti bahwa, bahkan bila ada metode kesimpulan dan interpretasi yang disetujui, ilmuwan bisa saja tidak bersetuju mengenai sifat dari data empiris.

Menurut Farid Aulia Tanjung
Hipotesis yang bersifat ilmiah merupakan langkah awal dalam metode ilmiah. Cara ini sering dianggap sebagai “tebakan terdidik”, karena disampaikan berdasarkan wawasan dan pengamatan, yang sering ditujukan untuk menjawab penyebab fenomena tertentu. Hipotesis sering digunakan untuk menjelaskan fenomena yang tidak dapat dijelaskan menggunakan teori ilmiah yang saat ini telah diterima. Hipotesis merupakan semacam firasat ide sebelum berkembang menjadi teori, yang merupakan langkah berikutnya dalam metode ilmiah.
Fungsi penting pada metode ilmiah menurunkan model prediksi dari hipotesis terhadap hasil eksperimen. Hipotesis merupakan gagasan yang mendasari berlangsungnya eksperimen dan hasil dari eksperimen menjadi acuan terhadap penyusunan model prediksi.
Ide awal dari hipotesis tidak harus berasal dari sumber tertentu. Terlepas darimana sumbernya, hipotesis akan semakin kuat atau malah ditolak setelah melalui eksperimen atau observasi yang dirancang secara teliti untuk membuktikan kebenarannya.
Sifat utama dari hipotesis adalah sebuah gagasan yang dapat diuji dan pengujian tersebut dapat diulang. Jadi, gagasan yang tidak dapat diuji kembali belum bisa disebut hipotesis. Hipotesis seringkali berbentuk pernyataan jika-maka dan sering melalui eksperimen oleh berbagai ilmuwan untuk memastikan bobot dan kebenarannya. Proses ini dapat berlangsung bertahun-tahun, dan terdapat banyak kasus dimana hipotesis tidak menjadi teori karena kesulitan mendapatkan bukti yang cukup untuk mendukung kebenarannya.
Kebanyakan hipotesis ilmiah terdiri dari berbagai konsep yang dapat terhubung dan hubungan tersebut dapat diuji. Oleh karena itu, sebuah hipotesis sebaiknya mendukung teori ilmiah sebelumnya yang telah melalui pengujian. Akan lebih baik lagi jika hipotesis tersebut didukung dengan hukum ilmiah. Kumpulan hipotesis yang bergabung bersama-sama akan menjadi kerangka konseptual (conceptual framework). Seiring dengan data dan bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis tersebut, suatu saat hipotesis ini akan berkembang dan diterima sebagai teori.
Melalui analisis dari hasil pengujian, sebuah hipotesis dapat ditolak atau dimodifikasi, namun tidak akan pernah bisa dibuktikan 100 persen benar sepanjang waktu. Pada beberapa teori, misalnya teori evolusi, terdapat banyak bentuk pengujian yang bisa dilakukan untuk membuktikan kebenarannya. Namun terdapat juga beberapa pengujian, yang tidak dapat dihindari, yang membuat hipotesis terbukti tidak benar.
Peran Bukti Empiris dalam Pembuktian Hipotesis
Pengujian dari hipotesis, entah dalam eksperimen atau observasi, akan menghasilkan informasi yang dikenal juga sebagai bukti empiris. Data yang dikumpulkan dan dianalisis oleh para ilmuwan merupakan proses utama dari metode ilmiah yang akan menjadi bukti empiris dari pengujian.
Metode ilmiah dimulai dengan ilmuwan yang memberi pertanyaan dan kemudian mengumpulkan berbagai hukum, teori, atau gagasan, entah untuk mendukung atau membantah teori tertentu. Disanalah peran penting dari pengumpulan bukti empiris. Beberapa hipotesis terkadang justru muncul setelah melihat sekumpulan bukti empiris, sementara ada juga yang mencoba mengumpulkan bukti empiris untuk memperkuat bobot dan kebenaran dari hipotesis yang diajukan.
Metode ilmiah seringkali melibatkan eksperimen yang harus terus menerus diulang, dan eksperimen tersebut akan menghasilkan data kuantitatif berbentuk angka atau statistik. Akan tetapi, data kuantitatif bukanlah satu-satunya informasi yang dibutuhkan untuk mendukung atau membantah suatu teori. Riset kualitatif terkadang perlu dilakukan, terutama pada bidang ilmu sosial, yang bertujuan memeriksa alasan dibalik perilaku objek yang tidak dapat diukur.
Data kuantitatif dan hasil riset kualitatif ini menjadi satu beberapa bukti empiris yang mesti dikumpulkan sebelum melakukan riset. Rencana metode riset mesti dirancang dengan teliti untuk memastikan akurasi, kualitas, dan bobot dari data yang diperoleh. Jika terdapat cacat pada cara pengumpulan bukti empiris, riset tersebut akan dianggap tidak valid.
Tujuan dari sains adalah membuat seluruh data empiris yang telah dikumpulkan lewat observasi, pengalaman, dan eksperimen diperoleh tanpa menimbulkan bias. Tingkat kepercayaan dari berbagai riset ilmiah bergantung pada kemampuannya mengumpulkan dan menganalisis bukti empiris melalui cara yang tidak bias dan dapat dikendalikan seakurat mungkin. Akan tetapi, pada 1960-an sejarawan sains dan filsuf Thomas Kuhn menyampaikan pemikiran bahwa para ilmuwan sebenarnya bisa saja terpengaruh oleh keyakinan dan pengalaman yang mereka alami.
Pemikiran ini dilandasi kondisi dimana para ilmuwan juga manusia dan rentan terhadap error. Bukti empiris yang kini juga mesti diperoleh lewat berbagai eksperimen yang dapat direplikasi untuk dilakukan oleh ilmuwan lainnya. Cara ini juga dapat menghadapi para ilmuwan yang secara tidak sengaja melenceng dari parameter riset yang dijelaskan yang dapat menyalahi hasil yang harusnya diperoleh.
Pengumpulan bukti empiris kini menjadi semakin penting bagi metode ilmiah, apalagi sains dapat semakin cepat berkembang dengan data yang dapat diakses dan dianalisis secara bersama seiring perkembangan teknologi informasi. Peer review, atau review bersama, dari bukti empiris kini menjadi bagian penting dalam upaya melawan kesalahan atau kecurangan pada riset ilmiah.
Menurut Akang Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya mahluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya.
Pengetahuan diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, panca indra, dan intuisi, untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan objak, cara, dan kegunaaanya. Dalam Bahasa Inggris, jenis pengetahuan ini disebut Knowledge.
Pengetahuan itu diperoleh manusia melalui berbagai cara dan dengan menggunakan berbagai alat. Ada beberapa aliran yang membicarakan tantang ini anatarlain: empirisme, rasionalisme, idealisme, positivisme, intuisi, wahyu, dan lain – lain.
Perang

Sejarah Perang Dunia II
Kronologis Perang Dunia II
Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria.
Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.
Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.
Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua: yaitu Afrika, Asia dan Eropa.
Latar Belakang Perang Dunia II
Latar Belakang PD II:
Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya
Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI
Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.
Jalannya perang:
1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia,1 Sept 1939.
Desember 1941, Jepang membomPearlHarbour.
UK & Perancis membantu Polandia menghadapi Jerman.
AS terlibat menghadapi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelahPearlHarbourdi bom
Akhir Perang:
Sekutu mendaratkan pasukan di PAntai Normandia, 6 Juni 1944
April 1945, ibukota Jerman yaituBerlinsudah dikepung oleh Uni Soviet
Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955
Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945HiroshimadanNagasakidi bom atom oleh AS.
14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu
17 Juli-2 Agustus 1945 –> Konfrensi Postdam
Keputusannya
Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
Jerman harus membayar pampasan perang
Angkatan perang Jerman dikurangi
Partai NAZI dihapus
Penjahat perang akan dihukum
8 September 1951–> Perjanjian San Francisco
Keputusannya:
Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
Jepang membayar pampasan perang
Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
Penjahat perang akan dihukum
Peta Perang Dunia II
Coklat = Tentara Axis
Warna Lainnya = Tentara Sekutu & Negara Netral
Perubahan warna = pergerakan tentara
Pihak yang terlibat dalam Perang Dunia II
Tanggal :1 September 1939 – 2 September 1945
Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.
Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan Eropa.
Pihak Yang terlibat:
Blok Poros (AXIS)
Nazi Jerman : Adolf Hitler
Italia : Benito Mussolini
Jepang : Hideki Tojo
Militer tewas: 8.000.000
Sipil tewas: 4.000.000
Total tewas: 12.000.000
Negara-negara Poros (AXIS) adalah negara-negara yang menentang pihak Sekutu selama Perang Dunia II.
Ada 3 negara utama dalam kekuatan poros yaitu; Nazi Jerman, Italia dan Kekaisaran Jepang. Pada puncak kejayaan mereka, Kekuatan Poros menguasai dominasi daerah yang sangat luas di Eropa, Asia, Afrika dan Oseania/Pasifik. Tetapi Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan mereka. Seperti pihak Sekutu, keanggotaan Negara-negara Poros tidak tetap, dan beberapa negara bergabung dan kemudian meninggalkan Negara-negara Poros selama perang berlangsung.
Anggota Negara-negara Poros minoritas:
Bulgaria,Hongaria,Yugoslavia,Finlandia,Thailand,Rumania
Negara Boneka Jepang:
Manchukuo, Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia],Nanking (bagian wilayah di Tiongkok),Burma, Filipina, danIndia
Negara boneka Italia:
Albania danEthiopia
Negara boneka Jerman
Serbia
Negara lainnya yang berkoalisi
Spanyol danDenmark
Bekas anggota
Uni Soviet, Berdiri sendiri/memihak Sekutu pada 1941.
Negara Sekutu:
Britania Raya : Winston Churchill
Uni Soviet : Joseph Stalin
Amerika Serikat : Franklin Roosevelt
RepublikChina: Chiang Kai-Shek
Militer tewas: 17.000.000
Sipil tewas: 33.000.000
Total tewas: 50.000.000
Blok Sekutu pada Perang Dunia II adalah negara-negara yang berperang bersama melawan Blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) dari 1939 sampai 1945.
Anggota Sekutu
Setelah penyerangan Jerman ke Polandia (1939)
Polandia, Britania Raya (termasuk Kerajaan India & Negara Koloni), Perancis, Australia, Selandia Baru, Nepal, Afrika Selatan, Kanada
Setelah berakhirnya perang Poni (1940)
Norwegia, Belgia, Luksemburg, Belanda, Yunani, KerajaanYugoslavia, Uni Soviet, Tannu Tuva
Setelah pengeboman Pearl Harbor(1941)
Panama, Kosta Rika, Republik Dominika, El Salvador, Haiti, Honduras,
Nikaragua,Amerika Serikat,China,Guatemala, Kuba, Cekoslowakia
Setelah pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (1942)
Meksiko,Brasil,Ethiopia,Irak,Bolivia,Iran, Italia,Kolombia,Liberia
Setelah D-Day (1944)
Romania, Bulgaria, San Marino, Albania, Hungaria, Bahawalpur, Ekuador, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela, Turki, Arab Saudi, Argentina, Chile
Setelah pengeboman Hiroshima(1945)
Mongolia
Perkiraan jumlah korban tewas Perang Dunia II
*Indonesia di urutan No. 5 dengan korban 4 Juta tewas
Uni Soviet = 23,200,000
Cina = 10,000,000
Jerman = 7,500,000
Polandia = 5,600,000
Indonesia = 4,000,000
Jepang = 2,600,000
India= 1,587,000
Yugoslavia= 1,027,000
Perancis Indochina = 1,000,000
Rumania= 841,000
Hungaria = 580,000
Perancis = 562,000
Italia = 459,500
U.K = 450,400
Amerika Serikat = 418,500
Cekoslowakia = 365,000
Lithuania= 353,000
Yunani = 300,000
Latvia= 227,000
Belanda = 205,900
Ethiopia= 205,000
Dll
Indonesia merupakan negara dengan korban terbanyak nomor 5 di dunia
Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria.
Berikut inilah data pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.
Perang Dunia II di Benua Asia
Hideki Toji
1937: Perang Sino-Jepang (1937-1945)
Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sebelum pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi China pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.
1940: Jajahan Perancis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Perancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.
1941: Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl Harbor.
Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.
1942: Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America), British (Inggris), Dutch (Belanda), (Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.
Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942-Agustus 1945
Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, Pada 7 Agustus 1942 Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat. dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.
1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.
1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang
Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.
Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945, bomber B-29 “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.
Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu
Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.
Perang Dunia II di Benua Afrika dan Timur Tengah
“Kami akan menaklukkan. Orang-orang dari Italia, untuk senjata! Tunjukkan kegigihan, keberanian Anda, Anda layak.” Diktator fasis Italia, Benito Mussolini,
Ketika Italia menyatakan perang terhadap Britania dan Perancis pada Juni 1940 yang secara langsung membawa konflik ke Afrika
Berikut inilah data pertempuran dan peristiwa penting di benua Afrika
Perang Dunia II di Benua Afrika dan Timur Tengah
1940: Mesir dan Somaliland
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.
1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.
1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.
1942. Pertempuran Madagaskar
Tentara Britania mendarat di Tamatave pada Mei 1942.
Pertempuran Madagaskar adalah kampanye sekut untuk merebut Madagaskar yang dikuasai Perancis Vichy selama Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai pada 5 Mei hingga 6 November 1942 dengan hasil kemenangan sekutu.
1942: Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis
Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.
Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.
1943: Kalahnya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.
Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.
Operasi militer Perang Dunia II Di Benua Afrika
Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) (1941) Bendera Britania Raya British Raj Red Ensign.svg — Serangan Angkatan Laut Inggris terhadap Italia yang menguasai Daratan Somalia-Inggris.
Operasi Camilla (1941) Bendera Britania Raya — Operasi disinformasi Inggris untuk menutupi tindakan terhadap Eritrea
Operasi Canned (1940) Bendera Britania Raya — Pemboman di Banda Alula, daratan Somalia-Italia, oleh Angkatan Laut Inggris.
Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) Akhir keberadaan Italia (1941) Bendera Britania Raya British Raj Red Ensign.svg — Pendaratan pasukan Inggris di Assab, Pelabuhan terakhir Italia di Laut Merah
Pertempuran Madagaskar “Ironclad” (1942) Bendera Britania Raya Bendera Afrika Selatan — Pertempuran Madagaskar
Operasi Ancaman (1940) Bendera Britania Raya Flag of Free France 1940-1944.svg — Pertempuran laut, Pasukan Perancis dan Serangan Inggris di Dakar, Perancis-Afrika Barat (Senegal)
Operasi Pendukung (1941) Bendera Britania Raya — Patroli laut lepas anti-kapal selam Sekutu di Laut Madagaskar
Perang Dunia II di Benua Eropa
Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat dari 40 juta foto hitam putih lainnya. Tampak di tengah-tengah Adolf Hitler.
1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia
Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman “Luftwaffe”. Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan
Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.
Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.
Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapt berisirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.
Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).
Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.
1941: Invasi Uni Soviet
Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
Pertempuran Stalingrad
1944: Serangan Balik
Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris, 1944
1945: Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman
Berkibarnya bendera Soviet diatas gedung pemerintahan Nazi, Reinchstag, merupakan tanda berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.
Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.
Hitler adalah salah satu penyebab terbesar dalam Perang Dunia II
Adolf Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal. Di masa Perang Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk keberaniannya. Kekalahan Jerman membuatnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman/National Sozialismus (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut “Fuehrer.
Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember 1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan “The Munich Beer Hall Putsch.” Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi, dia dikeluarkan dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari setahun.
Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi, depressi besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai politik yang besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.
Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.
Hitler dalam bukunya, “Mein Kampf” (Perjuanganku), menekankan pentingnya lebensraum, yakni mendapatkan wilayah baru untuk rakyat Jerman di Eropa Timur. Dia membayangkan menempatkan rakyat Jerman sebagai ras utama di Rusia barat. Sebaliknya, sebagian besar rakyat Rusia dipindahkan ke Siberia dan sisanya dijadikan budak. Setelah pembersihan (purge?) besar-besaran pada tahun 1930-an, Hitler menganggap Soviet secara militer lemah dan mudah diduduki. Ia menyatakan, “Kami hanya harus menendang pintu dan seluruh struktur yang rapuh akan runtuh.” Akibat Pertempuran Kursk dan kondisi militer Jerman yang melemah, Hitler dan propaganda Nazi menyatakan perang tersebut sebagai pertahanan peradaban oleh Jerman dari penghancuran oleh “gerombolan kaum Bolshevik” yang menyebar ke Eropa.
Kebijakan-kebijakan dan sikap ideologi Stalin pun sama agresifnya. Saat perhatian dunia teralih ke Front Barat, ia menduduki tiga negara Baltik pada tahun 1940. Partisipasi aktif Stalin dalam pembagian Polandia pada tahun 1939 pun tidak dapat diremehkan.
Hitler kemudian merancang jalan menuju penaklukan-penaklukan yang ujung-ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke-2. Dia merebut daerah pertamanya praktis tanpa lewat peperangan samasekali. Inggris dan Perancis terkepung oleh berbagai macam kesulitan ekonomi, karena itu begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing tatkala Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun Angkatan Bersenjata Jerman. Begitu pula mereka tidak ambil peduli tatkala Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland (1936), dan demikian juga ketika Hitler mencaplok Austria (Maret 1938). Bahkan mereka terima sambil manggut-manggut ketika Hitler mencaplok Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia. Persetujuan internasional yang dikenal dengan sebutan “Pakta Munich” yang oleh Inggris dan Perancis diharapkan sebagai hasil pembelian “Perdamaian sepanjang masa” dibiarkan terinjak-injak dan mereka bengong ketika Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena Cekoslowakia samasekali tak berdaya. Pada tiap tahap, Hitler dengan cerdik menggabung argumen membenarkan tindakannya dengan ancaman bahwa dia akan perang apabila hasratnya dianggap sepi, dan pada tiap tahap negara-negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah.
Tetapi, Inggris dan Perancis berketetapan hati mempertahankan Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya dengan jalan penandatangan pakta “Tidak saling menyerang” bulan Agustus 1939 dengan Stalin (hakekatnya perjanjian itu perjanjian agresi karena keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia buat kepentingan masing-masing). Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan enam belas hari sesudah itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat ditaklukkan.

Tahun puncak kehebatan Hitler adalah tahun 1940. Bulan April, Angkatan Bersenjatanya melabrak Denmark dan Norwegia. Bulan Mei, dia menerjang Negeri Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Bulan Juni, Perancis tekuk lutut. Tetapi pada tahun itu pula Inggris bertahan mati-matian terhadap serangan udara Jerman-terkenal dengan julukan “Battle of Britain” dan Hitler tak pernah sanggup menginjakkan kaki di bumi Inggris.
Pasukan Jerman menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April 1941. Dan di bulan Juni tahun itu pula Hitler merobek-robek “Perjanjian tidak saling menyerang” dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan. Angkatan Bersenjata Jerman dapat menduduki bagian yang amat luas wilayah Rusia tetapi tak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin. Meski bertempur lawan Inggris dan Rusia, tak tanggung-tanggung Hitler memaklumkan perang dengan Amerika Serikat bulan Desember 1941 dan beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak-abrik pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.
Di pertengahan tahun 1942 Jerman sudah menguasai bagian terbesar wilayah Eropa yang tak pernah sanggup dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Tambahan pula, dia menguasai Afrika Utara. Titik balik peperangan terjadi pada parohan kedua tahun 1942 tatkala Jerman dikalahkan dalam pertempuran rumit di El-Alamein di Mesir dan Stalingrad di Rusia. Sesudah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya memayungi tentara Jerman angsur-berangsur secara tetap meninggalkannya. Tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tak terelakkan lagi, Hitler menolak menyerah. Bukannya dia semakin takut, malahan meneruskan penggasakan selama lebih dari dua tahun sesudah Stalingrad. Ujung cerita yang pahit terjadi pada musim semi tahun 1945. Hitler bunuh diri di Berlin tanggal 30 April dan tujuh hari sesudah itu Jerman menyerah kalah.
Operasi Barbarossa -Operasi militer besar-besaran untuk menginvansi Moskow, Rusia.
Dibandingkan dengan medan perang lainnya dalam Perang Dunia II, Front Timur jauh lebih besar dan berdarah serta mengakibatkan 25-30 juta orang tewas. Di Front Timur terjadi lebih banyak pertempuran darat daripada semua front pada PD II. Karena premis ideologi dalam perang, pertempuran di Front Timur mengakibatkan kehancuran besar. Bagi anggota Nazi garis keras di Berlin, perang melawan Uni Soviet merupakan perjuangan melawan komunisme dan ras Arya melawan ras Slavia yang lebih rendah. Dari awal konflik, Hitler menganggapnya sebagai “perang pembinasaan”. Di samping konflik ideologi, pola pikir Hitler dan Stalin mengakibatkan peningkatan teror dan pembunuhan. Hitler bertujuan memperbudak ras Slavia dan membinasakan populasi Yahudi di Eropa Timur. Stalin pun setali tiga uang dengan Hitler dalam hal memandang rendah nyawa manusia untuk meraih kemenangan. Ini termasuk meneror rakyat mereka sendiri dan juga deportasi massal seluruh penduduk. Faktor-faktor ini mengakibatkan kebrutalan kepada tentara dan rakyat sipil, yang tidak dapat disamakan dengan Front Barat.
Perang ini mengakibatkan kerugian besar dan penderitaan di antara warga sipil dari negara yang terlibat. Di belakang garis depan, kekejaman terhadap warga sipil di wilayah-wilayah yang diduduki Jerman sudah biasa terjadi, termasuk Holocaust orang-orang Yahudi.
Master Blitzkrieg (serangan kilat) Jerman terkenal, Generaloberst Heinz Wilhelm Guderian bersama pasukannya. Di belakang terlihat jenderal tank terkenal lainnya, Generalleutnant Graf Hyazinth Strachwitz von Gross-Zauche, der Panzergraf.
Panzerkampfwagen III yang berasal dari Divisi Panzer ke-8 sedang menyeberangi sungai Bug di Rusia. Terlihat log-log kayu di belakangnya untuk memudahkan mereka melewati jalan berlumpur yang mulai banyak didapati selama musim gugur Rusia yang menyesakkan.
Pasukan SS dengan tawanannya, tentara Asia Rusia. Selama Operasi Barbarossa sendiri, jutaan (!) tentara Rusia tertawan, yang sebagian besar di antaranya tewas di kamp-kamp tawanan Jerman

Tipikal tentara Wehrmacht Jerman, seorang Sersan dengan dekorasi Eiserne Kreuz 1 klasse dan General Assault Badge di dadanya
Makam tentara Jerman di dekat Moskow. Kebanyakan makam sederhana semacam ini pada akhirnya diratakan oleh Rusia sehingga tak terhitung berapa banyak pasukan Jerman yang terbunuh di front Timur yang tak diketahui kuburnya!
Latar Belakang
Pakta Molotov-Ribbentrop pada Agustus 1939 membentuk perjanjian non-agresi antara Jerman Nazi dan Uni Soviet, dan sebuah protokol rahasia menggambarkan bagaimana Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia dan Rumania akan dibagi-bagi di antara mereka. Dalam Perang September di Polandia pada 1939 kedua negara itu menyerang dan membagi Polandia, dan pada Juni 1940 Uni Soviet, yang mengancam untuk menggunakan kekerasan apabila tuntutan-tuntutannya tidak dipenuhi, memenangkan perang diplomatik melawan Rumania dan tiga negara Baltik yang de jure mengizinkannya untuk secara damai menduduki Estonia, Latvia dan Lithuania de facto, dan mengembalikan wilayah-wilayah Ukraina, Belorusia, dan Moldovia di wilayah Utara dan Timur Laut dari Rumania ( Bucovina Utara dan Basarabia).
Pembagian Polandia untuk pertama kalinya memberikan Jerman dan Uni Soviet sebuah perbatasan bersama. Selama hampir dua tahun perbatasan ini tenang sementara Jerman menaklukkan Denmark, Norwegia, Prancis, dan daerah-daerah Balkan.
Adolf Hitler telah lama ingin melanggar pakta dengan Uni Soviet itu dan melakukan invasi. Dalam Mein Kampf ia mengajukan argumennya tentang perlunya mendapatkan wilayah baru untuk pemukiman Jerman di Eropa Timur. Ia membayangkan penempatan orang-orang Jerman sebagai ras yang unggul di Rusia barat, sementara mengusir sebagian besar orang Rusia ke Siberia dan menggunakan sisanya sebagai tenaga budak. Setelah pembersihan pada tahun 1930-an ia melihat Uni Soviet lemah secara militer dan sudah matang untuk diserang: “Kita hanya perlu menendang pintu dan seluruh struktur yang busuk itu akan runtuh.”
Joseph Stalin kuatir akan perang dengan Jerman, dan karenanya enggan melakukan apapun yang dapat memprovokasi Hitler. Meskipun Jerman telah mengerahkan sejumlah besar pasukan di Polandia timur dan membuat penerbangan-penerbangan pengintai gelap di perbatasan, Stalin mengabaikan peringatan-peringatan dari intelijennya sendiri maupun dari pihak asing. Selain itu, pada malam penyerbuan itu sendiri, pasukan-pasukan Soviet mendapatkan pengarahan yang ditandatangani oleh Marsekal Semyon Timoshenko dan Jenderal Georgy Zhukov yang memerintahkan (sesuai dengan perintah Stalin): “jangan membalas provokasi apapun” dan “jangan mengambil tindakan apapun tanpa perintah yang spesifik “. Karena itu, invasi Jerman pada umumnya mengejutkan militer dan pimpinan Soviet.
Pornografi

Pornografi . Bisa saja bagi sebagian orang kata ini sangat menakutkan dan wajib dihindari, tapi bagi yang lain, menjadi kata yang biasa-biasa saja. Apa itu pornografi? Pornografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan graphos (gambar atau tulisan). Dan secara harafiah berarti “tulisan atau gambar tentang pelacur”. Di wikipedia disebutkan pornografi yang kadang kala juga disingkat menjadi “porn,” “pr0n,” atau “porno” adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media, baik tulisan, foto-foto, film dan lain sebagainya. Di era informasi sekarang ini, maka pornografi (sangat) gampang kita temukan di internet.

Berbicara mengenai pornografi, Berikut 15 data statistik situs porno di internet. Isinya cukup menarik, atau bisa dibilang ironis dan Sangat Mengejutkan

Quote:1. Sebanyak 12% dari situs yang di internet adalah pornografi, dan jumlahnya adalah 24,644,172

2. Setiap detik, ada 28,258 pasang mata sedang melihat situs porno. Berarti dalam satu jam ada sekitar 10,172,880 yang melihat situs ‘panas’ tersebut. Dalam satu detik, ada USD 3,075.64 uang yang dibayarkan untuk menikmati layanan situs porno

3. 1 dari 3 pengunjung situs porno adalah Perempuan !!!

4. Pendapatan (revenue) situs porno – setiap tahunnya adalah sekitar 4.9 Milyar dollar Amerika , jika dirupiahkan brapa nih

5. Ada 2.5 juta email mengandung materi pornografi beredar setiap hari, dan itu adalah 8% dari semua lalu lintas email setiap hari.

6. 25% penelusuran search engine merupakan query yang berkaitan dengan pornograpi, atau sekitar 68 juta search query.

7. Dari semua jenis data yang diunduh (download) di internet, 35% nya mengunduh konten yang mengandung pornografi.

8. 3 kata kunci teratas yang berkaitan dengan pornograpi di search engine adalah Sex ( 75 % ), adult dating ( 30% ) , porn (25 % )

9. Rata rata umur anak anak ketika pertama kali melihat konten pornograpi adalah 11 tahun !!

10. ada sekitar 116.000 query penelusuran yang berkaitan dengan ” child pornography ” setiap hari

11. Ada sekitar 100.000 website ilegal yang berkaitan dengan ” child pornography ”

12. 20% laki laki membuka konten porno di tempat kerja ( kantor )

13. Waktu favorit membuka situs2 porno adalah hari minggu

14. 42.7% internet user membuka konten pornograpi

15. ada sekitar 72 juta user diseluruh dunia yang mengunjungi website porno setiap bulannya.

Pornografi Di Kalangan Pelajar Mengerikan

Polisi merazia film porno pada telepon genggam siswa di sekolah. [Istimewa] Polisi merazia film porno pada telepon genggam siswa di sekolah. [Istimewa]
[DEPOK] Indonesia lima tahun lalu masuk dalam 10 besar negara pengakses situs pornografi di dunia maya dan menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, setiap tahun peringkat tersebut selalu mengalami kenaikan.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini Indonesia sudah menduduki peringkat pertama dalam aktivitas negatif itu.

Ironisnya lagi, di antara para pengakses situs porno itu adalah anak-anak di bawah umur, kata psikolog klinis sekaligus aktivis AIDS, Baby Jim Aditya.

“Berdasarkan riset, sebanyak 68 persen siswa SD sudah pernah ikut-ikutan mengakses situs porno,” ujarnya.

Salah satu akibatnya, seorang siswa kelas VI sebuah sekolah dasar di Situbondo memperkosa murid taman kanak-kanak setelah dia melihat video porno dalam telepon genggam salah seorang temannya.

Tidak hanya dari internet, konten-konten berbau pornografi juga dengan mudah diakses anak-anak dalam bentuk lainnya, di antaranya komik, permainan, VCD, telepon selular, dan media massa.

Jumlah yang lebih mencengangkan juga terjadi di jenjang SMP dan SMA, yaitu 97 persen siswanya dinyatakan pernah menonton atau melihat konten berbau pornografi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, setidaknya ada 84 laporan pornografi dan pornoaksi hingga yang masuk ke KPAI Oktober 2013 ini. Seluruhnya dilakukan oleh anak-anak dari kalangan pelajar di bawah umur, khususnya di Jakarta.

“Laporan-laporan tersebut terdiri dari pergaulan seks bebas dan kepemilikan media pornografi,” ujar Ketua Divisi Pengawasan KPAI, Muhammad Ihsan.

Menurut dia, ada tiga faktor besar yang menyebabkan angka tersebut tinggi. Pertama, pengaruh teknologi informasi yang kuat. Kurangnya filter akan keterbukaan informasi tersebut, merupakan hal fatal.

Anak-anak jadi mampu mengakses apa yang tidak boleh mereka akses. “Jadi, tidak heran jika ada anak-anak yang sudah kecanduan seks sedari muda,” kata Muhammad Ihsan.

Kedua, pergaulan bebas yang kian marak. Permasalahan ini, katanya, terkait dengan kurang atau tidak adanya pengawasan terhadap anak jika sedang berkumpul dengan teman-temannya.

Media pergaulan menjadi gerbang masuk kedua dalam menyebarkan media pornografi dan seks bebas.

Faktor ketiga adalah lemahnya pengawasan dari lembaga keluarga dan lembaga pendidikan. Tidak utuhnya kedua lembaga tersebut dalam memberikan informasi tentang tubuh dan seks menjadikan anak kurang mengerti apa arti hal-hal tersebut.

“Itulah kenapa anak-anak, khususnya kalangan pelajar, memiliki rasa penasaran yang tinggi tentang hal tersebut,” ujarnya.

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 4.500 remaja mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi dan 93 persen pernah berciuman bibir.

Survei yang dilakukan di 12 kota besar itu juga menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen di antaranya telah melakukan aborsi.

Hasil survei di atas dikuatkan dengan fakta, puluhan siswa SMP di Bandung, Jawa Barat, telah berprofesi menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Yang lebih mencengangkan, data yang dihimpun program Save The Children Jawa Barat ini, menunjukkan di antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa telepon selular.

Di Jakarta. data juga menunjukkan, 5,3 persen pelajar SMA pernah berhubungan seks. Ini antara lain akibat orang tua di zaman sekarang seringkali luput memberikan pengawasan serta pendidikan seks yang benar kepada anak-anaknya.

“Akibatnya, anak sering kali mencari jawaban dari rasa penasarannya di luar rumah, lalu mencoba-coba,” kata Baby Jim Aditya.

Dia berpendapat, pendidikan seks sudah selayaknya diberikan sedini mungkin kepada anak, namun dengan porsi yang sesuai dengan usia mereka.

“Dari hal sepele, mengajarkan anak perempuan untuk buang air kecil di toilet wanita itu saja sudah pendidikan seks. Jadi jangan dibayangkan pendidikan seks itu yang aneh-aneh,” katanya menjelaskan.

Masih Rendah

Di sisi lain, pengendalian pihak-pihak berwenang terhadap beredarnya situs-situs porno di dunia maya juga masih rendah. Terbukti, pada 2007 posisi Indonesia sebagai pengakses situs porno ada di peringkat lima.

Namun pada 2009 hingga 2013 ini posisi Indonesia terus merangsek hingga posisi pertama, katanya.

Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Nurcholis Setiawan, juga menyatakan keprihatinannya atas sejumlah kasus pornografi yang melibatkan anak usia sekolah.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena ruang anak-anak untuk mengekspresikan diri semakin terbatas.

Oleh karena itu dia mendesak pihak sekolah dan orang tua untuk mengisi waktu luang anak untuk dengan hal-hal yang positif seperti mengikuti berbagai aktivitas ekstra kurikuler, kegiatan riset misalnya, sehingga tidak ada waktu untuk melakukan perbuatan-perbuatan kegiatan negatif.

Makin gawat Masyarakat di ibu kota kembali dihebohkan oleh beredarnya video mesum siswa salah satu SMP yang tindakan tidak senonohnya itu dilakukan di ruang kelas sekolah saat usai pelajaran sekolah.

Aktivitas seks yang direkam tersebut dilakukan tiga kali, yaitu pada 23 September, 25 September dan 9 Oktober 2013. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menyebutkan, dari pengamatan atas video mesum tersebut, tidak terlihat adanya paksaan hubungan seksual yang dilakukan kedua oknum pelajar itu, alias suka sama suka.

Begitu juga menurut penuturan saksi pelajar yang menonton dan merekam adegan tersebut, meski orang tua pelaku (yang katanya korban) berkeras bahwa anaknya melakukan hal tersebut di bawah ancaman temannya.

Tampaknya orang tua dan guru yang bertanggung jawab terhadap remaja Indonesia harus waspada bahwa perilaku itu akan terus berulang karena bahaya pornografi mengancam remaja Indonesia.

Di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan pornografi yang dilakukan anak-anak saat ini sudah sangat memprihatinkan dan cenderung meningkat.

Menurut Ketua KPAI Daerah Kalsel, Jumri, S.Ag, dari hasil penelusuran ditemukan 75 persen lebih pelecehan seksual baik oleh anak-anak terhadap anak-anak maupun orang dewasa pada anak-anak, adalah akibat tontonan pornografi.

Dia menunjuk contoh kasus sodomi yang dilakukan antara anak-anak beberapa waktu lalu, akibat kebiasaan mereka menonton dan membaca hal-hal yang berbau pornografi. Juga aksi pemerkosaan yang juga dilakukan anak-anak SMP terhadap teman sekolahnya disebabkan seringnya mereka menonton pornografi.

Maraknya kasus pornografi di kalangan pelajar akhir-akhir ini, membuat Pemerintah Kota Palembang menyeru pengelola semua sekolah di sana untuk selalu memantau siswanya dalam menggunakan telepon genggam.

Seruan tersebut menurut Kepala Disdikpora Palembang, Ahmad Zulinto, sudah disosialisasikan kepada seluruh Kepala Sekolah, agar kasus beredaranya video mesum di SMP 4 Jakarta, tidak terjadi di kota Palembang.

Sedikitnya, menurut Zulinto, pihak sekolah harus melakukan sidak kepada siswa dua minggu sekali.

“Untuk larangan membawa ponsel belum kita terapkan, karena kadang-kadang alat tersebut mereka gunakan untuk menghubungi orang tuanya. Kemajuan teknologi seperti ponsel bisa memberikan dampak positif dan negatif, tergantung pada pribadi masing-masing dalam menggunakannya,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung kebijakan Dinas Pendidikan yang melarang para siswa membawa ponsel ke sekolah.

“Saya kira itu baik, artinya kita tidak mendidik anak bersikap konsumtif. Komunikasi penting, tapi untuk anak SD dan SMP saya kira belum waktunya dapat HP,” kata gubernur, yang akrab disapa Jokowi.

Bila orang tua ingin berkomunikasi dengan anaknya saat di lingkungan sekolah, menurut Jokowi, mereka dapat meminta bantuan pihak sekolah seperti menghubungi nomor telepon sekolah.

“Kalau ada orang tua yang mau ngomong sama anaknya, mendingan lewat guru saja,” kata Jokowi.

Kebijakan larangan membawa ponsel ke sekolah dikeluarkan untuk mencegah penyalahgunaan alat komunikasi tersebut oleh siswa, seperti kasus video asusila di sebuah sekolah di Jakarta.

Penelitian yang dilakukan Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman memperlihatkan, sebagian besar orang tua masih meremehkan fakta bahwa internet adalah perpustakaan pornografi terbesar di dunia yang harus dihindari.

Riset terbaru Norton Online Family 2010 menunjukkan 96 persen anak-anak Indonesia pernah membuka konten negatif di internet.

Parahnya lagi, sebanyak 36 persen orang tua tidak tahu apa yang dibuka anaknya karena pengawasan yang minim. Hanya satu dari tiga orang tua tahu tentang yang dilihat anak-anak mereka ketika buka jaringan internet (online), padahal anak-anak menghabiskan 64 jam untuk online setiap bulan.

Sungguh pengawasan orang tua masih sangat memprihatinkan.
Mewaspadai Terpaan Pornografi di Internet
Tahun 2010 pemerintah Australia menerbitkan undang-undang (UU) untuk menyensor situs-situs internet. Kebijakan pemerintah Australia diarahkan pada langkah pemblokiran informasi yang isinya berhubungan dengan kekerasan seksual, obat-obatan terlarang dan pornografi anak. Penyaringan akan dilakukan oleh penyedia jasa internet di bawah pengawasan pemerintah. Meskipun dua perusahaan raksasa pengelola jasa internet, yaitu Google dan Yahoo, mengkritik kebijakan itu, namun pemerintah Australia tidak bergeming.
Sebelumnya, Pemerintah China juga telah membuat kebijakan serupa terhadap Google, meskipun dengan alasan yang berbeda. Kebijakan pemerintah China yang mengharuskan Google melakukan self cencorship, telah menimbulkan ketegangan antara pemerintah China dengan Amerika. Kebijakan pemerintah China diterapkan, karena ditengarai isi informasi Google berkolaborasi dengan spionase Amerika. Puncak ketegangan tersebut ditandai dengan direlokasinya portal Google di China (Google.cn) ke sebuah situs di Hongkong.
Di Brasil, Google juga tersandung kasus. Situs ini menghadapi gugatan karena menayangkan dirty jokes. Gugatan yang diajukan 2 orang remaja yang keberatan dengan tayangan lelucon jorok di portal Google, dimenangkan pengadilan dengan menyatakan Google bersalah dan diwajibkan membayar denda sebesar US $ 2.700 per hari selama dirty jokes itu tidak dihapus.
Di Indonesia, ICT Watch dalam seminar Online Child Pornography yang diselenggarakan di kampus Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu, melansir temuannya bahwa setiap kali mengetik password seperti “SMP” atau “SMA” pada mesin pencari Google, maka akan selalu ditemukan hal-hal yang mengacu pada aktivitas atau foto-foto porno anak-anak Indonesia.
Penanganan kasus pornografi melalui media internet memang memiliki kerumitan tersendiri, karena cakupan ketentuan perundang-undangannya masih sangat terbatas meski sudah ada Undang-Undang Pornografi.
Terpaan Pornografi di Internet
Perkembangan teknologi informasi yang salah satu variannya adalah internet, sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Internet yang pada mulanya hanya dikembangkan untuk kepentingan militer, riset dan pendidikan, terus berkembang memasuki seluruh aspek kehidupan manusia. Internet sebagai media pelayanan informasi tanpa batas content, waktu, wilayah, usia dan jenis kelamin, telah menjadi paradigma baru komunikasi dunia maya di semua negara.
Dewasa ini, internet telah membentuk kebudayaan baru dalam masyarakat. Masyarakat tidak lagi dibatasi oleh wilayah teritori antar negara. Kehadiran internet di satu sisi telah mendorong interkoneksi yang nyaris tanpa batas, tetapi di sisi lain ekses sosial sebagai produk ikutannya juga sudah keluar batas. Dibalik fenomenalnya temuan internet, ternyata kehadiran internet juga melahirkan keresahan baru. Fenomena internet juga dibarengi dengan munculnya kejahatan yang berbasis cyber (cyber crime). Kejahatan cyber yang paling mengkhawatirkan belakangan ini, ditandai oleh pesatnya perkembangan situs-situs porno dalam berbagai tampilan yang sangat vulgar.
Sensasi yang melekat pada perkembangan internet adalah efektifnya medium ini dalam menyebarkan pornografi. Bila dicermati secara seksama, pada dasarnya internet juga merupakan media komunikasi, sebagaimana media komunikasi dalam bentuk lainnya. Kelebihan internet dari media yang lain terletak pada karakteristiknya yang mampu mengkonvergensikan karakteristik media cetak, penyiaran, film dan telekomunikasi dalam sebuah media yang disebut global network. Keistimewaannya dalam mengkonvergensikan keempat media di atas, telah menjadikan internet sebagai media komunikasi yang paling sophisticated saat ini. Dengan keunggulan tersebut, tidak mengherankan bila internet menjadi media yang paling efektif dalam menyebarkan berbagai informasi, termasuk informasi tentang pornografi. Bahkan, berbagai data terakhir menunjukkan bahwa transaksi terbesar perdagangan melalui internet, diperoleh dari bisnis pornografi.
Seberapa luas terpaan pornografi melalui internet, barangkali perlu didiskripsikan. Sebagai ilustrasi, dapat dilihat data dari hasil penelitian ahli komputer Jerry Ropalato (2007) dalam Pornography Statistic. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bisnis pornografi dalam tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2005. Dari data jumlah produksi, jumlah pengakses, nilai jual dan negara pelanggan, menunjukkan peningkatan.
Untuk menonton gambar porno, ternyata telah keluar biaya sebesar US $ 3,075.64 setiap detik. Sementara itu, tercatat setiap detik sejumlah 28.258 pengguna internet mengakses situs-situs porno, yang seharusnya hanya dikonsumsi orang dewasa. Dari angka-angka di atas dapat dibayangkan berapa banyak produksi video porno yang dihasilkan. Dengan demikian, betapa suburnya lahan bisnis pornografi. Di Amerika, setiap 39 menit dihasilkan sebuah produk video porno. Industri ini pada 2006 mampu menggerakkan bisnis senilai US $ 97.06 milyar atau sekitar Rp. 976 trilyun. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah bisnis dengan core bussiness syahwat.
Penelitian itu juga menyajikan data mengenai negara yang mengkonsumsi bisnis pornografi tersebut. Pangsa pasar terbesar justru sejumlah negara di Asia. Pendapatan dari pornografi yang terbesar berasal dari China, yaitu senilai US $ 27,4 milyar atau sekitar Rp. 270 trilyun. Peringkat kedua adalah Korea Selatan, dengan pendapatan sebesar US $ 25,7 milyar atau sekitar Rp 250 trilyun. Jepang berada di urutan ketiga dengan pendapatan sebesar US $ 20 milyar atau sekitar Rp 200 trilyun. Negara Asia lainnya adalah Philipina di urutan kesembilan dan Taiwan di peringkat sepuluh. Amerika sebagai negara produsen, berada di peringkat empat, dengan pendapatan sebesar US $ 13,3 milyar atau sekitar Rp 130 trilyun.
Selain sebagai produsen video porno, Amerika juga berada di urutan pertama dalam jumlah halaman porno di website. Sampai dengan tahun 2007, jumlah halaman porno di website Amerika telah mencapai 244.661.900 (89 %). Urutan kedua ditempati Jerman, dengan halaman porno sebanyak 10.030.200 (4 %). Urutan ketiga adalah Inggris dengan 8.506.800 (3 %) halaman. Untuk wilayah Asia, Jepang menjadi salah satu dari 9 negara produsen situs porno, dengan produksi sebanyak 2.700.800 halaman porno.
Data usia pengakses situs porno yang dirilis dalam Pornography Statistic, menunjukkan bahwa pengakses situs berdasarkan usia 18 – 24 tahun sebanyak 13,61 %, usia 25 – 34 tahun sebanyak 19,90 %, usia 35 – 44 tahun sebanyak 25,50 %, usia 45 – 54 tahun sebanyak 20,67 % dan usia 55 tahun ke atas sebanyak 20,32 %. Wanita ternyata juga banyak yang menggemari situs porno. Jumlah wanita yang kecanduan situs porno sebesar 17 %, dan yang mengakses pada saat bekerja sebanyak 13 %.
Hasil penelitian Jerry Ropalato juga mengungkapkan, setiap detik ditemukan 372 pengguna yang mengetik password untuk situs-situs porno, yang diantaranya termasuk kategori anak/remaja. Pengakses situs-situs porno itu rata-rata usia 11 tahun untuk kelompok pemula, dan kelompok umur 15 – 17 tahun dengan jumlah sebesar 80 %.
Jaringan Gnutella merilis data, pernah ada permintaan dalam satu hari sebanyak 464.000 pencari situs porno di internet. Angka yang sangat fantastik. Bisa jadi diantara para pencari situs porno tersebut, terdapat anak-anak atau remaja Indonesia.
Sehubungan dengan kekhawatiran keterlibatan anak-anak atau remaja Indonesia sebagai pecandu situs porno di internet, diperoleh temuan survei Komisi PerlindunganAnak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007. Hasil survei KPA sangat mengejutkan, karena 97 % responden pernah menonton adegan porno. Dampaknya, sebanyak 93,7 % responden mengaku pernah berciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 % remaja yang duduk di bangku SMP mengaku pernah berhubungan intim. Data yang lebih mengejutkan, sebanyak 21,2 % siswi SMA mengaku pernah menggugurkan kandungan.

Sebagai pembanding, disajikan data lain yang menunjukkan bahwa Indonesia masuk kategori 10 besar negara pengakses situs porno, terutama untuk penggunaan password “SEX”. Indonesia menempati urutan ke tujuh setelah Pakistan, India, Mesir, Turki, Aljazair, dan Maroko. Berada di bawah urutan Indonesia adalah Vietnam, Iran dan Kroasia.
Menurut catatan Internet World Stats, sampai September 2009, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 30 juta orang atau 12,5 % dari populasi penduduk Indonesia. Angka pertumbuhannya mencapai 1.150 %. Anak-anak dan remaja, termasuk bagian dari pengakses internet. Jadi, bukan tidak mungkin mereka juga penggemar situs-situs porno di internet. Dengan kata lain, terpaan pornografi melalui internet sudah sangat luar biasa, sehingga diperlukan kebijakan untuk memfilter informasi, termasuk pornografi, di internet dalam rangka menjaga ketahanan budaya, terlebih moral generasi muda.
Popularitas situs porno di dunia maya hampir mengalahkan situs jejaring sosial maupun situs berita. Dikutip dari Gizmodo, blog berita teknologi terbitan Netmedia Europe Spanyol menyatakan salah satu situs porno terkenal bernama XVideos mampu mencatatkan kunjungan (page views) sebanyak 4,4 miliar per bulan. Hasil ini ternyata tiga kali lebih besar dari yang bisa dihasilkan oleh situs sekelas CNN. Durasi kunjungan terhadap sebuah situs normal adalah sekitar tiga hingga enam menit. Sedangkan untuk kunjungan ke situs porno, rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu 15 hingga 20 menit. Data lainnya menyebutkan bahwa situs porno populer lainnya, YouPorn, ternyata memiliki konten digital lebih dari 100TB dengan page views per hari kurang lebih 100 juta.
Menurut venturebeat yang ditulis ulang oleh Kompas.com menyebutkan, pada Mei 2012, situs pertemanan facebook dinyatakan kalah di pengadilan melawan situs porno, faceporn. Facebook menuduh pencipta faceporn sengaja memanfaatkan dan menggunakan nama besar facebook untuk menarik ‘konsumen’ agar melihat sajian-sajian pornografi di dalam situsnya. Sidang yang dilakukan di Norwegia tersebut mengangkat tema pelanggaran hak cipta nama yang selama ini digunakan oleh facebook.
Facebook, sejak 2010 berusaha membeli domain faceporn. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan hasil pencarian kata “facebook”. Pihak facebook meminta pemilik faceporn untuk mengubah nama domain-nya dan membayar royalti atas penggunaan nama tersebut. Namun, seperti yang dituliskan oleh wallstcheatsheet.com, pihak pengadilan yang dipimpin oleh Hakim Jeffry White memutuskan tuduhan facebook tidak mempunyai landasan kuat,”lack of personal jurisdiction” karena walaupun facebook dan faceporn memiliki segmen dan fungsi sebagai jejaring sosial, namun target dari faceporn bukanlah orang-orang yang bertempat tinggal di Callifornia, melainkan orang di luar cakupan terbesar facebook. Selain gagal memperoleh kepemilikan domain faceporn, facebook juga wajib membayar sejumlah uang kepada faceporn untuk mengganti dana membayar pengacara dan biaya proses hukum. Hingga saat ini, situs faceporn masih leluasa diakses melalui mesin pencari di beberapa Negara, termasuk Indonesia.
Merunut Regulasi Pornografi
Fenomena pornografi di internet, disikapi oleh setiap negara dengan kebijakan yang berbeda-beda. Kebijakan pemerintah yang ditetapkan, akan sangat tergantung dari tingkat adopsi demokrasi di masing-masing negara. Negara yang mengimplementasikan demokrasi secara otoritarian, tentu akan mengambil kebijakan yang cenderung otoriter, dengan memberikan peran negara untuk melakukan sensor (pembatasan informasi) di internet. Praktek ini dapat ditemukan di Arab Saudi dan RCC. Kedua negara ini membuat server negara atau pembatasan informasi, melalui Internet Service Provider. Di negara-negara yang menganut sistem demokrasi, sensor di internet juga diberlakukan. Namun, sensor di internet bukan oleh pemerintah, melainkan muncul dari partisipasi masyarakat yang menggerakkan agar internet dikelola sebagai media yang sehat. Penyensoran dilakukan dengan meluncurkan software yang mampu memfilter informasi, khususnya informasi pornografi. Bahkan di Amerika, pengaturan tentang pornografi anak di internet, lahir akibat desakan masyarakat terhadap serbuan pornografi anak yang merajarela di internet. Hal tersebut salah satunya terlihat pada 18 Maret 2011, Dewan Direksi Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICAAN), asosiasi yang mengawasi sistem penamaan dalam internet, menyetujui pembentukan distrik online untuk situs-situs pornografi, guna membendung perkembangan situs porno di dunia maya melalui domain (.xxx). Klasifikasi tersebut setidaknya mempermudah langkah pemblokiran atau pembatasan akses publik terhadap konten pornografi.
Di Indonesia, penanganan pornografi melalui internet mulai menjadi perhatian. Sejatinya, pornografi sudah diatur dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 yang memberikan peran kepada pemerintah dalam pencegahan pornografi. Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi melalui berbagai bentuk media komunikasi, termasuk di dalamnya internet (Pasal 18). Untuk melakukan pencegahan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi dalam media komunikasi, pemerintah diberi kewenangan melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet (Pasal 19 dan Pasal 20). Sayangnya, Undang-Undang Pornografi ini belum berfungsi optimal. Pemerintah belum membuat semua aturan pelaksana undang-undang itu. Saat ini baru satu aturan pelaksana Undang-Undang Pornografi yang sudah terbit, yaitu Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2011, yang diundangkan pada September 2011. Namun cakupan peraturan ini sangat terbatas. Di sini hanya diatur pembinaan dan pendampingan anak, pelaku atau korban pornografi. Sedangkan soal pornografi dalam lingkup yang lebih luas, termasuk ihwal media penyebarannya, belum diatur.
Dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, juga diatur larangan untuk mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan (Pasal 27 Ayat 1). Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan informasi elektronik dan dokumen elektronik, kategorisasinya tidak secara tegas memasukkan muatan pornografi. Dengan demikian, penggunaan undang-undang ini untuk menjerat kasus pornografi di internet, masih bisa debatable.
Sementara itu, penggunaan KUHP untuk menjerat kasus pornografi di internet juga sangat sumir, karena sulitnya mengungkap pelaku di dunia maya ditambah lagi tempat kejadian perkaranya juga di cyber space.
Memang pemerintah telah berupaya keras untuk menangkal tayangan pornografi melalui internet. Pemblokiran terhadap situs-situs porno merupakan upaya pemerintah dalam menangkal bahaya pornografi melalui internet. Namun demikian, adanya situs-situs porno yang tidak terdeteksi dan atau siasat para pengelola situs porno yang tidak lagi penggunakan password yang berkonotasi atau berasosiasi porno, menyebabkan masih leluasanya pengguna internet mengakses pornografi di dunia maya.
Hasil penelitian Jerry Ropelato menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ke sembilan dalam hal kegigihan mencegah masuknya pornografi melalui internet. Model pencegahan yang diintroduksi Indonesia mengunakan konsep teknologi dihadapi dengan teknologi, dengan back up perangkat keras berupa aturan perundangan. Model ini perlu disinergikan dengan upaya pendampingan orang tua dalam memilih entitas media dan peningkatan internet literacy.
Dampak terpaan internet semakin terasa ketika akses masyarakat terhadap media semakin mudah. Di Indonesia, fenomena internet sangat paradoks. Di satu sisi, internet memberikan alternatif kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi secara murah dan beragam. Tetapi di sisi lain, internet juga menawarkan content informasi yang dapat meningkatkan kejahatan berbasis cyber (cyber crime).
Dunia internet yang anonim, menjadikan penggunanya longgar secara moral dalam mengirim atau mengakses content internet. Pengguna internet cenderung lebih mudah untuk mengabaikan tanggung jawab sosial, moral, dan etika. Terpaan internet, khususnya dengan content pornografi, sangat merisaukan semua kalangan. Kemudahan dalam mengakses internet, ikut memperluas eskalasi penyebaran bahaya pornografi.

Dampak negatif internet dalam menyebarluaskan pornografi, tidak dapat dibiarkan terus menggerogoti moralitas generasi muda Indonesia. Diperlukan sebuah kemampuan untuk menyikapi media internet secara bijak, sehingga tidak saja menghindarkan penggunanya dari tindak kejahatan cyber (cyber crime), tetapi juga sekaligus dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan internet.
Sebagaimana diketahui, intervensi internet terhadap kehidupan anak-anak dan remaja akan semakin bertambah besar dengan intensitas yang semakin tinggi. Pada saat budaya baca buku belum terbentuk, budaya menikmati dunia multi media berbasis internet sudah sangat kuat. Ketika baru belajar membaca, anak-anak dan remaja sudah disuguhi impresi internet yang memanjakan pikiran. Dengan demikian, anak-anak dan remaja akan lebih suka menikmati internet ketimbang media yang lain.
Selain itu, kehadiran orang tua dalam mendampingi kehidupan anak-anak dan remaja semakin berkurang, akibat pola hidup masyarakat modern yang menuntut aktivitas di luar rumah. Orang tua tidak bisa mengarahkan anak-anak dan remaja dalam mengakses internet, sehingga content internet yang mempersyaratkan bimbingan orang tua atau bahkan content yang diperuntukkan bagi orang dewasa, pada akhirnya diakses secara leluasa oleh anak-anak dan remaja.
Penggunaan internet memang menuntut seperangkat kemampuan (literacy) para penggunanya. Kecerdasan (literacy) ini akan memberikan semacam perspektif positif dalam memaknai content media, khususnya internet. Untuk itu, model perlindungan anak-anak dan remaja dari terpaan pornografi melalui internet dan kejahatan cyber pada umumnya, dapat ditempuh melalui peningkatan internet literacy. Dengan model literasi, setidaknya dapat diwaspadai terpaan pornografi di internet yang masih sangat leluasa dapat diakses anak-anak dan generasi muda pada umumnya.
Situs Porno Kian Mengkhawatirkan
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Kamis (15/3), menegaskan, Indonesia adalah negara pembuat dan pengguna situs porno terbesar ketiga di dunia setelah China dan Turki.
”Data Google ini berdasarkan jumlah orang yang mengakses situs porno, termasuk membuka, mengunggah, dan mengunduh tulisan, foto, atau video porno,” kata Arist.
Kedudukan Indonesia sebagai pembuat dan pengguna situs porno terbesar ketiga ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. ”Masyarakat kita, termasuk anak-anak, menjadi terbiasa dengan hal-hal berbau pornografi dan pornoaksi karena upaya pencegahannya selama ini salah,” kata Arist.
Oleh sebab itu, membentuk gugus tugas antipornografi atau merazia warung internet (warnet) merupakan program sesaat yang justru akan menimbulkan masalah baru. Ketika ada kasus video porno pasangan artis muda beberapa tahun lalu, warnet dan telepon seluler siswa di banyak kota dirazia. Akibatnya, kabar soal video itu makin santer dan anak muda sampai orang tua mencarinya karena ingin tahu.
Arist juga menyayangkan, pendekatan pencegahan pornografi dan pornoaksi lebih dibenturkan pada nilai-nilai agama semata. Semua agama sepakat bahwa tontonan itu dosa. Namun, yang mungkin lebih bisa masuk ke logika anak-anak adalah hal yang dapat langsung berimbas kepada mereka, seperti dampak terhadap kesehatan reproduksi dan kesehatan psikologi.
Apabila ini dapat diterjemahkan ke dalam bahasa sederhana dan dikampanyekan efektif hingga ke anak-anak sekolah dasar, antisipasi penyebaran pornografi bisa lebih efektif. Internet, kata Arist, juga bukan sekadar situs porno. Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan bentuk kecanggihan teknologi itu untuk membantu proses belajar-mengajar serta mendapat kesenangan/relaksasi.
Komisi Nasional Perlindungan Anak juga setuju jika ada sanksi berat bagi warnet yang memperbolehkan anak di bawah umur mengakses situs porno.
Terus naik peringkat
Seiring dengan pesatnya jumlah pengguna internet, Indonesia menjadi pasar potensial pornografi dunia. Negeri ini tidak hanya berperan sebagai pengakses, tetapi juga penyedia pornografi dalam rangkaian bisnis dunia.
Sejak tahun 2005, Indonesia masuk dalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Pada tahun 2005, Indonesia berada di posisi ke-7, tahun 2007 di posisi ke-5, dan tahun 2009 berada di posisi ke-3. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan pesatnya pengguna internet yang mencapai 55,2 juta orang (data 2011).
”Apakah kita rela jika tahun ini peringkat Indonesia naik menjadi yang pertama? Ini bukan perkara mudah. Kami tidak dapat bekerja sendiri, kami perlu mitra kerja,” kata Freddy Tulung, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis, dalam seminar bertajuk ”Online Child Pornography” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Freddy memaparkan fakta bahwa jumlah pengguna internet sampai tahun 2011 meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan dengan data tahun 1988 sebanyak 500.000 orang. Sementara 40 persen pengguna internet saat ini berusia 15-24 tahun. Sebanyak 94 persen di antaranya menggunakan media sosial.
Menurut dia, pengguna internet di Indonesia sedang mengalami masa kebanjiran informasi dari banyak sumber. Pada saat yang sama, tidak semua pengguna internet mengetahui informasi tersebut baik atau buruk.
Meski sudah memblokir ribuan situs porno, pornografi masih saja dapat dinikmati penggunanya. Hal ini terjadi karena tampilan situs porno mengalami perubahan. Jika sebelumnya situs porno muncul dengan kata kunci yang berbau porno, kini situs tersebut muncul dengan kata-kata yang jauh dari pengertian porno.
Dia menyampaikan, ada sepuluh kata kunci yang paling sering dipakai untuk mengakses situs porno di Indonesia. Sepuluh kata populer ini sesuai dengan data yang tampil di mesin pencari Google tahun 2012.
Bisnis dunia
Pornografi kini menjadi bisnis dunia yang menguntungkan secara ekonomi, tetapi minim risiko. Guru Besar Kriminologi UI Adrianus Meliala mengatakan, nilai bisnis ini paling tidak mencapai 4.000 miliar dollar AS per tahun. Jumlah ini melebihi nilai bisnis narkoba dan senjata.
Suburnya potensi bisnis pornografi dipicu oleh pengguna internet pemula. Mereka lebih banyak ingin mencari tahu situs-situs yang mengundang rasa ingin tahu. Selanjutnya, ada yang ketagihan dan ada yang sesekali saja melihat situs tersebut.
Adrianus menambahkan, tahun 2008, jumlah anak yang tertayang sebagai subyek dan obyek situs porno sebanyak 4.000 orang. Namun, tahun 2011, jumlahnya meningkat empat kali lipat menjadi 16.000 orang. Dia mengingatkan, dampak bisnis ini dapat menghancurkan masa depan bangsa. Jika sejak awal moral anak-anak sudah rusak, selanjutnya mereka akan menjadi beban hidup masyarakat.

Narkoba

Tahun 2015, Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5,1 Juta
Badan Narkotika Nasional memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia akan terus meningkat. Tahun 2015, diprediksi angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang.
“Untuk itu bahaya ini harus dicegah dengan mengubah paradigma. Sudah saatnya pendekatan hukum perlu diimbangi pendekatan rehabilitasi. Jika itu mampu dilakukan, mimpi Indonesia negeri bebas narkoba dapat tercapai, “ jelas Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Yappi Manate kepada berita99 dalam diskusi anak dan narkoba di Jakarta, Rabu (3/4)
Yappi menegaskan, kondisi peredaran narkoba sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Saat ini, sebanyak 251 jenis narkoba baru sudah berkembang pada hampir 70 negara.
“Angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 104.000 orang yang berumur 15 tahun dan 263.000 orang yang berumur 64 tahun. Mereka meninggal akibat mengalami overdosis. Ini disebabkan adanya salah kaprah mengenai gaya hidup masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, “ tambahnya.
Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional, jumlah tersangka kasus narkoba terus meningkat khususnya yang melanda pelajar sekolah dasar. Tahun 2007, pengguna narkoba pada kalangan pelajar SD mencapai 4.138. Jumlah ini meningkat pada 2011 mencapai 5.087 pelajar SD.
“Sedangkan jumlah tersangka kasus narkoba terbanyak dialami kalangan yang berumur 30 tahun ke atas. Data penelitian BNN selama lima tahun terakhir, sebanyak 52,2 % manusia Indonesia berumur 30 tahun terjerat kasus narkoba, “ pungkasnya..
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pada tahun 2008 , jumlah pengguna Narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta jiwa atau sekitar 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia mengalami ketergantungan Narkoba. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta diantaranya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat penggunaan Narkoba selama kurun 2006-2008 mencapai 15.000 jiwa. Artinya, setidaknya 41 jiwa melayang perhari dengan 78 persen terjadi pada anak muda usia 19-21 tahun.
Tahun 2012, 70 persen dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, yakni berusia 14 hingga 20 tahun. “Bahkan sudah menyusup ke anak usia SD,” ujar Muchlis Catyo, Kepala Subdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Departemen Pendidikan Nasional kepada wartawan di kantornya, Jumat (30/7).
Data tersebut, menurut Muchlis, merupakan temuan Tim Kelompok Kerja Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba Depdiknas tahun 2004. Data tersebut menunjukkan bahwa angka persentase pengguna telah mencapai 4 persen dari seluruh pelajar Indonesia. Prediksi lain, menurutnya, bahkan menyebutkan bahwa jumlah siswa sekolah yang terkena narkoba ada 4 hingga 6 juta anak.
Angka-angka tersebut, katanya, adalah data yang tercatat. “Bisa dibayangkan berapa pengguna sesungguhnya yang ada di Indonesia,” ujarnya. Anak sekolah, menurut dia, biasanya mencoba memakai narkoba dengan anggapan narkoba itu keren. “Selain itu di masa remaja yang labil biasanya mereka butuh tempat untuk mencurahkan masalah mereka. Ketika tidak ada, larinya ke narkoba,” papar Muchlis.
Namun, khusus untuk pengguna narkoba di anak usia SD, biasanya diawali karena ketidaksengajaan. Narkoba, jelas dia, biasanya masuk lewat permen, bakso, bahkan melalui obat di rumah sakit ketika mereka harus dirawat. Berdasarkan hal tersebut, Muchlis menyimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman terhadap kemanusiaan. “Bukan saja di Indonesia, tetapi di seluruh dunia,” tandasnya.
Muchlis mengaku bahwa pihak Depdiknas sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi mesalah ini, seperti lewat lomba poster, workshop, gerak jalan massal, dan piloting project berupa pembinaan khusus di sekolah-sekolah. “Tercatat, tahun ini ada 45 sekolah dari seluruh provinsi yang ikut piloting project,” jelas dia. Selain pihak Diknas, siswa sekolah sendiri juga ikut berperan dalam menyukseskan gerakan antimadat ini.
PBB: Indonesia Salah Satu Jalur Utama Penyelundupan Narkoba
Troels Vesper
Banyak obat bius diperdagangkan dan diselundupkan oleh sindikat internasionali, terutama karena ada permintaan cukup tinggi dan Indonesia punya populasi muda yang besar dan menjadi pasar narkoba yang besar juga.
Symbolbild Drogenschmuggel
Troels Vester adalah koordinator lembaga PBB untuk kejahatan narkoba, UNODC (United Nations Office on Drugs dan Crime. Februari lalu DW mewawancarai Vester mengenai kejahatan narkoba di Indonesia, dan apa yang perlu dilakukan menghadapi masalah ini.
DW: Menurut perkiraan Anda, berapa pengguna narkoba di Indonesia, dan bahan apa yang paling banyak dikonsumsi di sana?
Troels Vester: Diperkirakan ada sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Ini data tahun 2011. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan, ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin. Sedangkan menurut perkiraan otoritas Indonesia Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini ada sekitar 5,6 juta pengguna narkoba. Dulu, bahan yang paling banyak dikonsumsi adalah cannabis. Pada paruh kedua 1990-an ada peningkatan tajam pengguna heroin, terutama lewat jarum suntik. Ini mengakibatkan peningkatan pesat penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Tapi menjelang akhir 1990-an, yang paling banyak digunakan adalah Amphetamine Type Stimulants (ATS).
Apa saja program yang digalang pemerintah Indonesia untuk menangani para pecandu, dan mencegah orang menjadi pecandu obat bius?
Pemerintah Indonesia merancang program untuk merehabilitasi sekitar 100.000 pengguna narkoba setiap tahunnya. Dalam konteks penanganan dampak kesehatan dari penyalahgunaan obat bius, ada sejumlah pelayanan yang ditawarkan, misalnya penanganan secara psikososial, konseling, terapi kelompok, konseling dan tes HIV/AIDS, termasuk juga penanganan dengan terapi anti-retroviral bagi penderita HIV.
UNODC saat ini bekerjasama dengan BNN dan akan memulai program ujicoba di beberapa provinsi untuk memastikan bahwa pengguna narkoba mendapat penanganan yang dibutuhkan berdasarkan keputusan antar-instansi.
Bagaimana tentang sindikat perdagangan obat bius dan jaringan penyelundupan di Indonesia?
UNODC LOGO UN-Drogenbericht, Weltdrogentag
Bisa dikatakan bahwa Indonesia sekarang telah menjadi salah satu jalur utama dalam perdagangan obat bius. Banyak obat bius diperdagangkan dan diselundupkan oleh sindikat internasional yang terorganisasi, terutama karena ada permintaan cukup tinggi dan Indonesia punya populasi muda yang besar dan menjadi pasar narkoba yang besar juga. Indonesia sendiri sudah membuat banyak kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dan menyita narkotika dan obat bius illegal dalam jumlah besar yang masuk dari luar negeri. Terutama bahan-bahan methamphetamine, yang di Indonesia dikenal dengan sebutan “sabu-sabu”.
Organisasi sindikat obat bius ini sangat rapih dan beroperasi dari beberapa negara. Mereka memanfaatkan pengawasan perbatasan yang lemah, karena banyak kapal yang bisa beroperasi melewati laut tanpa pengawasan.
Methampetamine akhir-akhir ini diproduksi langsung dalam jumlah besar di Indonesia, tapi banyak juga yang didatangkan lewat Cina, Filipina dan Iran. Pintu masuk utama ke Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan di Jakarta, Batam, Surabaya dan Denpasar. Crystalline Methampetamine terutama masuk dari Malaysia dan diselundupkan ke Aceh, Medan dan daerah lain di Sumatra.
Presiden Joko Widodo ingin meredam perdagangan obat bius dengan melakukan eksekusi terhadap para terpidana mati dalam kasus narkoba. Apakah ini efektif, dan apa yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi masalah ini?
PBB secara resmi menolak hukuman mati. Sekjen PBB sudah sering mengeluarkan pernyataan sehubungan dengan hal itu. PBB juga sudah menyampaikan secara resmi sikap dan pandangannya dalam hal ini kepada pemerintah Indonesia.
Di kuil Thamkrabok di dekat Phra Putthabat di Thailand, pecandu narkoba melakukan ritual keagamaan sembari menjalani detoksifikasi dengan cara Buddha. Program rehabilitasi yang ditawarkan para Bhiksu ini menjanjikan penyembuan mental dan fisik melalui pendekatan ritual dan spiritual.
Yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah mereduksi penawaran dan permintaan terhadap obat bius di negara itu. Kenyataan bahwa makin maraknya penyelundupan dan produksi ATS di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah masih perlu meningkatkan upaya untuk menanggulangi hal ini. Konsumsi dan penawaran ATS harus bisa direduksi, penanganan para pecandu ATS harus ditingkatkan. Saat ini, penanganan masih dilakukan di klinik-klinik dan rumah sakit khusus. Pemerintah perlu mengembangkan sistem penanganan yang lebih berdasarkan kegiatan komunitas.
Selain itu, pemerintah harus meningkatkan kapasitas dan kualitas aparat penegak hukum dan forensik. Tapi memang, besarnya perdagangan narkoba di kawasan ini belum diketahui karena minimnya data-data. Tapi potensi terbesar memang ada di Indonesia dan Thailand.
Negara-negara ASEAN perlu mencari kesemimbangan antara fasilitas perdagangan dan keamanan. Aparat keamanan harus bisa bekerja lebih efektif untuk mencegah penyelundupan narkoba lewat perbatasannya.
Berdasarkan Laporan Akhir Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba tahun anggaran 2014, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014 di Indonesia. Jadi, ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015.

Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, shabu dan ekstasi. Jenis narkoba tersebut sangat terkenal bagi Pelajar/mahasiswa, pekerja, dan rumah tangga. Sebagian besar penyalahgunaan berada pada kelompok coba pakai terutama pada kelompok pekerja. Alasan penggunakan narkoba karena pekerjaan yang berat, kemampuan sosial ekonomi, dan tekanan lingkungan teman kerja merupakan faktor pencetus terjadinya penyalahgunaan narkoba pada kelompok pekerja.

Bagaimana penggunaan narkoba menurut PBB? Menariknya, menurut Troels Vester sebagai koordinator lembaga PBB untuk kejahatan narkoba, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) yang diwawancarai DW (Deutsche Welle) menyatakan bahwa diiperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 orang pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan, ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin.

BNN Ingatkan 50 Orang Meninggal Setiap Hari karena Narkoba

BNN Ingatkan 50 Orang Meninggal Setiap Hari karena Narkoba Kepala BNN Komjen Pol. Anang Iskandar (kanan) berjalan bersama anggota Band Slank Bimbim saat BNN bertandang ke markas Slank dalam rangka diskusi Indonesia Darurat Narkoba, Selasa (17/3). BNN mengajak Slank untuk terus mengampanyekan gerakan anti narkoba kepada generasi muda. ANTARAFOTO/Rosa Panggabean

Data BNN mencatat sekitar 4,2 juta warga Indonesia menggunakan narkoba pada pertengahan 2014 dan lembaga ini menargetkan bisa merehabilitasi sekitar 100 ribu pengguna narkoba di tahun ini.

“Sekitar 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba dan kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp 63 triliun per tahun,” ujar Anang dalam jumpa pers bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di kantor pusat Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (29/4).

BNN mengaku sudah mengetahui keberadaan 48 jaringan pengedar narkoba di seluruh Indonesia. “Kami sudah mengedus mereka. Ini tinggal ditangkap-tangkapi saja,” ucapnya.

Hukuman mati dinilai Anang dapat memberikan efek jera terhadap para pengedar norkoba. Indonesia telah menetapkan aturan ini dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan menurut Anang negara lain tidak bisa ikut campur.

Berdasarkan data BNN saat ini ada 60 terpidana kasus narkoba yang telah diputuskan untuk dihukum mati dan menanti waktu eksekusi. Jumlah tersebut tidak termasuk delapan orang yang telah dieksekusi mati pada 29 April 2015.

Sebanyak 60 terpidana itu akan masuk tahap berikutnya dalam eksekusi mati. Namun, Anang tidak mengetahui pasti kapan mereka bakal dieksekusi karena hal ini merupakan ranah Kejaksaan Agung.

Pada Rabu (29/4) dini hari, sebanyak delapan terpidana mati telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka adalah empat warga Nigeria, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise. Ada pula duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Rodrigo Gularte dari Brasil, dan Zainal Abidin dari Indonesia.

Seorang terpidana mati bernama Mary Jane Veloso asal Filipina, ditunda dieksekusi mati tadi malam karena ada perkembangan bukti baru di negara asalnya.

Tahap pertama eksekusi mati kasus narkoba telah dilakukan pada 18 Januari 2015. Kelima terpidana itu adalah Ang Kiem Soei asal Belanda, Namaona Denis warga Malawi; Marco Archer Cardoso Moreira dari Brasil, Daniel Enemuo warga Nigeria, dan Rani Andriani, seorang wanita asal Cianjur.
Perdagangan Manusia

Kasus Perdagangan Manusia Indonesia Tertinggi di Asia Timur
Jumlah kasus perdagangan manusia (human trafficking) warga negara Indonesia (WNI) tercatat paling tinggi di Asia Timur selama tahun 2014.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia, Akifah Elansary mengatakan, ada lebih dari 20 ribu kasus kasus human trafficking WNI di Malaysia ditangani selama tahun 2014. Itu belum ditambah dengan korban di Yordania, Turki, hingga Suriah.
“Jumlah kasusnya tidak pernah di bawah 18 ribu dari tahun ke tahun. Makanya, kasus human trafficking Indonesia tertinggi se-Asia Timur,” katanya kepada Republika, Kamis (16/4).
Dia menambahkan, tempat terbanyak yang menjadi pintu human trafficking ada di 13 provinsi. Diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kasus ini terjadi karena usaha untuk mencegah perdagangan manusia tidak pernah berjalan maksimal. Ini ditambah dengan latar pendidikan yang rendah dan hidup di pelosok.
“Mereka diiming-imingi calo pelaku trafficking mendapat pekerjaan yang baik, seperti bekerja di salon,” ujarnya.
Untuk meminimalisir masalah ini, dibutuhkan peran utama pemerintah daerah (pemda) untuk memantau. Selain itu, Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) harus memberikan perlindungan pra penempatan. “Regulasinya sudah bagus, tinggal implementasinya (yang harus ditegakkan). Butuh peran semua pihak,” katanya.

Perdagangan Orang di Indonesia Masih Tiga Besar Dunia
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku pemimpin harian gugus tugas pencegahan tindak pidana perdagangan orang mengadakan rapat koordinasi nasional bersama 300 orang dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Melalui rapat tersebut diharapkan tercapai kesepahaman dan sinkronisasi upaya pencegahan perdagangan orang.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jakarta, Senin (24/8). Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TPPO nomor tiga terbanyak di dunia.
Rakornas berlangsung di Jakarta pada 24-25 Agustus. “Perlu dipahami bahwa TPPO (tindak pidana perdagangan orang) merupakan kekejian sosial, fisik, psikis, dan ekonomi,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Data Mahkamah Agung menyatakan, Indonesia merupakan negara dengan TPPO nomor tiga terbanyak di dunia.
Di dalam rakornas, selain penjelasan dan pemahaman mengenai definisi dan bentuk-bentuk TPPO, akan dipaparkan praktik-praktik terbaik penanggulangan kejahatan tersebut yang berhasil dilakukan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, diadakan diskusi kelompok untuk meningkatkan kapasitas para sumber daya manusia yang terlibat.
“Jual-beli orang adalah pelanggaran hak asasi manusia terburuk. Oleh karena itu, perlu penelaahan rencana strategis dan inovasi dalam menangani masalah ini,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugihartatmo. Beberapa modus yang lazim digunakan adalah menjebak keluarga korban dengan utang, penculikan, berkedok mengirim duta seni ke luar negeri, pemberian beasiswa, hingga pencarian bakat untuk tampil sebagai model atau pengisi acara hiburan.
Laki-laki dan perempuan kena
Kepala Sekretariat Gugus Tugas TPPO Sri Danti Anwar yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Informasi Manajemen KPPPA dalam paparannya menyampaikan bahwa kelompok rentan, yakni perempuan dan anak-anak, merupakan korban terbanyak TPPO. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa terjerumus.
Data Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun 2011-2013 menunjukkan, ada total 509 kasus TPPO. Mayoritas, 213 kasus, adalah eksploitasi ketenagakerjaan; 205 adalah eksploitasi seksual; 31 kasus bekerja tidak sesuai dengan perjanjian; dan 5 kasus bayi yang diperjualbelikan. Data menyebutkan, korban terbanyak adalah perempuan dewasa berjumlah 418 orang, disusul dengan 218 orang anak perempuan. Adapun korban laki-laki berjumlah 115 orang dewasa dan tiga anak laki-laki.
Para perempuan umumnya mengalami eksploitasi ketenagakerjaan serta eksploitasi seksual. Adapun laki-laki biasanya mengalami perbudakan karena harus bekerja keras di pabrik atau kapal dengan istirahat minim, bahkan tidak digaji serta dilarang keluar dari lokasi kerja.
“Orang-orang yang memiliki surat-surat kerja resmi pun tetap rentan ditipu dan dijebak. Mereka tidak diberi kerja sesuai jenis yang dijanjikan atau mereka bekerja sesuai kontrak, tetapi hak-hak seperti gaji dan istirahat tidak diberi,” kata Sri Danti melanjutkan.
Mayoritas TPPO berlangsung di negara-negara Timur Tengah meski Indonesia sudah melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja. Meski demikian, TPPO juga terjadi di dalam negeri. Umumnya para pekerja seks komersial di wilayah lokalisasi adalah korban perdagangan manusia.
Data Kasus Perdagangan Manusia dan KDRT
Angka global :
Ada sekitar 1.2 juta anak diperdagangkan setiap tahunnya
Kebanyakan (anak-anak laki-laki dan perempuan) diperdagangkan untuk eksploitasi seks
Ada sekitar 2 juta anak di seluruh dunia yang dieksploitasi secara seksual tiap tahunnya.
Industri perdagangan anak menangguk untung 12 miliar dolar per tahunnya (ILO)
Angka di Asia Timur dan Pasifik:
Jumlah terbesar anak-anak dan wanita yang diperdagangkan di seluruh dunia ada di an dari Asia. Perkiraannya berkisar dari 250.000 sampai 400.000 (30 persen dari angka perkiraan global)
Semua Negara terpengaruh oleh perdagangan baik secara dom estik, lintas batas atau luar negeri dan sebagai Negara asal, Negara tempat singgah atau Negara penerima
Indonesia :
Di Indonesia sekalipun banyak gadis yang memalsukan umurnya, diperkirakan 30 persen pekerja seks komersil wanita berumur kurang dari 18 tahun. Bahkan ada beberapa yang masih berumur 10 tahun. Diperkirakan pula ada 40.000-70.000 anak menjadi korban eksploitasi seks dan sekitar 100.000 anak diperdagangkan tiap tahun.
Sebagian besar dari mereka telah dipaksa masuk dalam perdagangan seks.
Sebagai pelaku perdagangan ke luar negeri, lintas batas atau domestik dan Negara asal
Perdagangan anak baik di lingkup domestik maupun luar negeri meningkat
Tujuan utama anak yang diperdagangkan ke luar negeri adalah Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan, Jepang dan Arab Saudi
Pariwisata seks menjadi isu menarik di daerah tujuan wisata seperti di Bali dan Lombok
Terdapat banyak pelacuran di lokalisasi pelacur, karaoke, panti pijat, mal, dan sebagainya.
Mayoritas pelanggan adalah orang local
Tren :
Jumlah anak-anak yang dieksploitasi secara seksual bertambah
Melibatkan anak-anak berumur belia
Ada kelompok baru yang rentan (anak-anak yang tak punya tempat tinggal.
Increase in numbers of children sexually exploited
Sumber : UNHCR
Statistik kekerasan dalam rumah tangga
Mitra perempuan women’s crisis centre
Layanan pengaduan dan bantuan diberikan kepada 2011 (hingga 10 desember)
209 orang perempuan dan anak-anak yang mengalami kasus kekerasan, 90,43% merupakan kasus-kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor dan wilayah lainnya –
jumlah kasus masih tinggi terlihat dalam total kasus tahun-tahun sebelumnya

2011 :209 orang
2010: 287 orang,
2009: 204 orang,
2008: 279 orang,
2007: 283 orang

Berdasar Pelaku :
suami korban 75,60 %
Teman dekat atau pacar 9,09 %

8 dari 10 perempuan (82,30%) mengalami kekerasan yang dilakukan oleh suami dan mantan suaminya.
9 dari 10 orang perempuan telah mengalami lebih dari satu jenis kekerasan (secara fisik, psikis, seksual atau penelantaran/ekonomi), di samping menghadapi perselisihan domestik.
9 dari 10 perempuan mengalami dampak kekerasan pada kesehatan jiwanya (mental health) termasuk seorang mencoba bunuh diri, di samping berdampak pada kesehatan fisik (35,41%) dan kesehatan reproduksinya (1,44%).
9,09% perempuan mengalami kekerasan dan pelecehan seksual pada masa pacaran oleh pacar atau pasangannya (dating violance).
2,39% perempuan yang mengalami kekerasan adalah anak-anak berusia 18 tahun ke bawah
20,10% perempuan yang didampingi oleh Relawan Pendamping Mitra Perempuan WCC memilih untuk menempuh upaya hukum.
Fakta ini membantah anggapan dan mitos bahwa perbuatan kekerasan ini hanya terjadi pada mereka yang mempunyai status sosial & ekonomi rendah, tidak bekerja, berpendidikan rendah, dll.
United States Department of State, 2011
Trafficking in Persons Report – Indonesia,
27 June 2011
Indonesia merupakan negara sumber utama perdagangan seks dan kerja paksa bagi perempuan, anak-anak, dan laki-laki, dan menjadi negara tujuan dan transit perdagangan seks dan kerja paksa
Daerah sumber yang paling signifikan adalah Jawa, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan
Diperkirakan 6,5 juta sampai 9 juta pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, termasuk 2,6 juta orang di Malaysia dan 1,8 juta orang di Timur Tengah.
Diperkirakan 69 persen dari seluruh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri adalah perempuan
43 sampai 50 persen – atau sekitar 3 sampai 4,5 juta – Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri menjadi korban dari kondisi yang mengindikasikan adanya perdagangan manusia 90 persen adalah perempuan dan 56 persen telah dieksploitasi dalam pekerjaan rumah tangga
Total 82 persen korban yang diidentifikasi pada tahun 2010 telah menjadi korban perdagangan manusia ke luar negeri; 18 persen diantaranya menjadi korban perdagangan manusia di Indonesia.
Bentuk-bentuk pelecehan yang kesemuanya kondusif untuk perdagangan manusia yaitu:
gaji ditahan (85 persen);
jam kerja berlebihan (80 persen);
pembatasan pergerakan (77 persen);
pelecehan verbal atau psikologis (75 persen), dan
penyitaan dokumen perjalanan (66 persen). Jumlah perempuan Indonesia yang diperkosa saat bekerja sebagai pekerja rumah tangga tampaknya meningkat.
Berdasarkan survei tahun 2010, LSM Indonesia yang disegani mencatat bahwa selama tahun tersebut 471 migran Indonesia kembali dari Timur Tengah tengah hamil akibat perkosaan, dan 161 orang lainnya kembali dengan anak-anak yang telah lahir di Timur Tengah. Setengah dari korban perdagangan manusia di dalam negeri adalah anak-anak, sementara 70 persen korban perdagangan manusia ke luar negeri adalah orang dewasa.
Menurut IOM, perusahaan yang merekrut Tenaga Kerja Indonesia, baik legal dan ilegal, bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen tenaga kerja perempuan yang mengalami kondisi perdagangan manusia di negara tujuan.
Menurut Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, diperkirakan ada 40.000 sampai 70.000 anak Indonesia yang dieksploitasi dalam pelacuran di dalam negeri.
60 % anak-anak di bawah 5 tahun tidak memiliki akta kelahiran resmi, menempatkannya pada risiko tinggi untuk menjadi korban perdagangan manusia
Tren perekrutan pekerja migran Indonesia di Malaysia untuk umrah, ziarah agama ke Mekah terus berlanjut di tahun 2010; pernah terjadi di Kerajaan Saudi Arabia, pekerja migran Indonesia diperdagangkan ke tempat lain di Timur Tengah.
Sejumlah besar anak perempuan Indonesia direkrut dalam perdagangan seks melalui media jaringan sosial internet di tahun 2010.
Selama tahun 2010, polisi menyelidiki 106 orang yang ditangkap dan didakwa dengan pelanggaran menurut undang-undang tahun 2007.
Tahun 2010, pemerintah menuntut 112 tersangka pelaku dan menghukum 25 pelaku pelanggaran perdagangan manusia sesuai undang-undang tahun 2007
Tahun 2009 pemerintah menuntut 138 tersangka pelaku dan menghukum 84 pelaku pelanggaran perdagangan manusia sesuai undang-undang tahun 2007
Beberapa masalah dalam penanganan kasus perdagangan manusia oleh pemerintah / aparatur negara :
Polisi dilaporkan menggunakan undang-undang tahun 2007 untuk mempersiapkan kasus penuntutan, beberapa jaksa dan hakim masih menggunakan hukum lainnya yang lebih lazim untuk menuntut pelaku perdagangan manusia.
LSM juga melaporkan bahwa pada kasus dimana polisi menyelamatkan korban perdagangan manusia, polisi sering gagal untuk mengejar pelaku perdagangan yang melarikan diri ke daerah lain atau ke luar negeri. Meskipun polisi seringkali menyadari adanya anak-anak dalam pelacuran atau situasi perdagangan manusia lainnya, tetapi sering gagal melakukan intervensi untuk menangkap orang yang mungkin merupakan pelaku perdagangan ataupun melindungi korban tanpa adanya laporan khusus dari pihak ketiga
Ada laporan bahwa beberapa polisi menolak untuk menerima pengaduan dari korban perdagangan manusia, bahkan mendesak korban untuk mencapai penyelesaian informal dengan pelaku perdagangan manusia
Proses pengadilan yang berkepanjangan
Polisi menuntut biaya tertentu untuk perjalanan dan keterangan pengiriman.
Pekerja migran yang kembali ke Indonesia diminta untuk menggunakan transportasi yang diatur oleh Kementerian Perhubungan dengan harga selangit.
Sebagian besar aparat keamanan tidak mengikuti prosedur resmi untuk mengidentifikasi dan merujuk para korban yang berasal dari kelompok rentan seperti perempuan dalam prostitusi, anak-anak yang berpindah ke daerah lain di dalam negeri, dan para pekerja yang kembali dari luar negeri, tapi merujuk beberapa korban ke tenaga kesehatan secara ad hoc. Sebagian alasannya adalah kurangnya dana
Pihak berwajib terus menangkap dan mendeportasi sejumlah kecil perempuan yang bekerja di tempat pelacuran tanpa menentukan apakah mereka korban perdagangan manusia
Pemerintah sangat mengandalkan organisasi internasional dan LSM untuk menyediakan pelayanan bagi korban, seperti bantuan IOM untuk menjalankan pusat-pusat pelayanan terpadu polisi, dan memberikan dana terbatas untuk LSM dalam negeri dan kelompok masyarakat sipil yang mendukung pelayanan untuk korban termasuk korban perdagangan manusia.
MOU tahun 2006 memberikan kewenangan kepada majikan untuk memegang paspor pekerja rumah tangga Indonesia saat bekerja di Malaysia yang seharusnya menjadi hak pekerja.
Negosiasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia tentang amandemen dokumen kesepakatan tahun 2006 yang melindungi pekerja rumah tangga Indonesia terhenti tahun ini, menurut laporan, karena kebuntuan pada masalah upah minimum dan hari libur mingguan yang dituntut Pemerintah Indonesia bagi para pekerja rumah tangga
Pelacuran

Menelusuri Sejarah Pelacuran di Indonesia
Pelacuran telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22). Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah. Pada masa itu,
Konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya, tidak hanya tanah dan harta benda, tetapi juga nyawa hamba sahaya. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri.
Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.
Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota. Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).
Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir.
Perlakuan terhadap perempuan sebagai barang dagangan tidak terbatas hanya di Jawa, kenyataan juga terjadi di seluruh Asia, di mana perbudakan, sistem perhambaan dan pengabdian seumur hidup merupakan hal yang biasa dijumpai dalam sistem feodal. Di Bali misalnya, seorang janda dari kasta rendah tanpa adanya dukungan yang kuat dari keluarga, secara otomatis menjadi milik raja. Jika raja memutuskan tidak mengambil dan memasukkan dalam lingkungan istana, maka dia akan dikirim ke luar kota untuk menjadi pelacur. Sebagian dari penghasilannya harus diserahkan kepada raja secara teratur (ENI, dalam Hull; 1997:3).
Bentuk industri seks yang lebih terorganisasi berkembang pesat pada periode penjajahan Belanda (Hull; 1997:3). Kondisi tersebut terlihat dengan adanya sistem perbudakan tradisional dan perseliran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan seks masyarakat Eropa. Umumnya, aktivitas ini berkembang di daerah-daerah sekitar pelabuhan di Nusantara. Pemuasan seks untuk para serdadu, pedagang, dan para utusan menjadi isu utama dalam pembentukan budaya asing yang masuk ke Nusantara.
Dari semula, isu tersebut telah menimbulkan banyak dilema bagi penduduk pribumi dan non-pribumi. Dari satu sisi, banyaknya lelaki bujangan yang dibawa pengusaha atau dikirim oleh pemerintah kolonial untuk datang ke Indonesia, telah menyebabkan adanya permintaan pelayanan seks ini. Kondisi tersebut ditunjang pula oleh masyarakat yang menjadikan aktivitas memang tersedia, terutama karena banyak keluarga pribumi yang menjual anak perempuannya untuk mendapatkan imbalan materi dari para pelanggan baru (para lelaki bujangan) tersebut. Pada sisi lain, baik penduduk pribumi maupun masyarakat kolonial menganggap berbahaya mempunyai hubungan antar ras yang tidak menentu. Perkawinan antar ras umumnya ditentang atau dilarang, dan perseliran antar ras juga tidak diperkenankan. Akibatnya hubungan antar ras ini biasanya dilaksanakan secara diam-diam. Dalam hal ini, hubungan gelap (sebagai suami-istri tapi tidak resmi) dan hubungan yang hanya dilandasi dengan motivasi komersil merupakan pilihan yang tersedia bagi para lelaki Eropa. Perilaku kehidupan seperti ini tampaknya tidak mengganggu nilai-nilai sosial pada saat itu dan dibiarkan saja oleh para pemimpin mereka. (Hull; 1997:4).
Situasi pada masa kolonial tersebut membuat sakit hati para perempuan Indonesia, karena telah menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan secara hukum, tidak diterima secara baik dalam masyarakat, dan dirugikan dari segi kesejahteraan individu dan sosial. Maka sekitar tahun 1600-an, pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang keluarga pemeluk agama Kristen mempekerjakan wanita pribumi sebagai pembantu rumah tangga dan melarang setiap orang mengundang perempuan baik-baik untuk berzinah. Peraturan tersebut tidak menjelaskan apa dan mana yang dimaksud dengan perempuan “baik-baik”. Pada tahun 1650, “panti perbaikan perempuan” (house of correction for women) didirikan dengan maksud untuk merehabilitasi para perempuan yang bekerja sebagai pemuas kebutuhan seks orang-orang Eropa dan melindungi mereka dari kecaman masyarakat. Seratus enam belas tahun kemudian, peraturan yang melarang perempuan penghibur memasuki pelabuhan “tanpa izin” menunjukkan kegagalan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sifat toleransi komersialisasi seks pada saat itu (ENOI, dalam Hull; 1997:5).
Tahun 1852, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang menyetujui komersialisasi industri seks tetapi dengana serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi ini. Kerangka hukum tersebut masih berlaku hingga sekarang. Meskipun istilah-istilah yang digunakan berbeda, tetapi hal itu telah memberikan kontribusi bagi penelaahan industri seks yang berkaitan dengan karakteristik dan dialek yang digunakan saat ini. Apa yang dikenal dengan wanita tuna susila (WTS) sekarang ini, pada waktu itu disebut sebagai “wanita publik” menurut peraturan yang dikeluarkan tahun 1852. Dalam peraturan tersebut, wanita publik diawasi secara langsung dan secara ketat oleh polisi (pasal 2). Semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit syphilis atau penyakit kelamin lainnya (pasal 8, 9, 10, 11).
Jika seorang perempuan ternyata berpenyakit kelamin, perempuan tersebut harus segera menghentikan praktiknya dan harus diasingkan dalam suatu lembaga (inrigting voor zieke publieke vrouwen) yang didirikan khusus untuk menangani perempuan berpenyakit tersebut. Untuk memudahkan polisi dalam menangani industri seks, para wanita publik tersebut dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil. Sayangnya peraturan perundangan yang dikeluarkan tersebut membingungkan banyak kalangan pelaku di industri seks, termasuk juga membingungkan pemerintah. Untuk itu pada tahun 1858 disusun penjelasan berkaitan dengan peraturan tersebut dengan maksud untuk menegaskan bahwa peraturan tahun 1852 tidak diartikan sebagai pengakuan bordil sebagai lembaga komersil. Sebaliknya rumah pelacuran diidentifikasikan sebagai tempat konsultasi medis untuk membatasi dampak negatif adanya pelacuran. Meskipun perbedaan antara pengakuan dan persetujuan sangat jelas bagi aparat pemerintah, tapi tidak cukup jelas bagi masyarakat umum dan wanita publik itu sendiri. (Hull; 1997:5-6).

Dua dekade kemudian tanggung jawab pengawasan rumah bordil dialihkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Peraturan pemerintah tahun 1852 secara efektif dicabut digantikan dengan peraturan penguasa daerah setempat. Berkaitan dengan aktivitas industri seks ini, penyakit kelamin merupakan persoalan serius yang paling mengkhawatirkan pemerintah daerah. Tetapi terbatasnya tenaga medis dan terbatasnya alternatif cara pencegahan membuat upaya mengurangi penyebaran penyakit tersebut menjadi sia-sia (ENOI dalam Hull; 1997:6).
Pengalihan tanggung jawab pengawasan rumah bordil ini menghendaki upaya tertentu agar setiap lingkungan permukiman membuat sendiri peraturan untuk mengendalikan aktivitas prostitusi setempat. Di Surabaya misalnya, pemerintah daerah menetapkan tiga daerah lokalisasi di tiga desa sebagai upaya untuk mengendalikan aktivitas pelacuran dan penyebaran penyakit kelamin. Selain itu, para pelacur dilarang beroperasi di luar lokalisasi tersebut. Semua pelacur di lokalisasi ini terdaftar dan diharuskan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala (Ingleson dalam Hull; 1997:6).
Tahun 1875, pemerintah Batavia (kini Jakarta), mengeluarkan peraturan berkenaan dengan pemeriksaan kesehatan. Peraturan tersebut menyebutkan, antara lain bahwa para petugas kesehatan bertanggung jawab untuk memeriksa kesehatan para wanita publik. Para petugas kesehatan ini pada peringkat kerja ketiga (tidak setara dengan eselon III zaman sekarang yaitu kepala biro pada organisasi pemerintahan) mempunyai kewajiban untuk mengunjungi dan memeriksa wanita publik pada setiap hari Sabtu pagi. Sedangkan para petugas pada peringkat lebih tinggi (peringkat II) bertanggung jawab untuk mengatur wadah yang diperuntukkan bagi wanita umumnya yang sakit dan perawatan lebih lanjut. Berdasarkan laporan pada umumnya meskipun telah dikeluarkan banyak peraturan, aktivitas pelacuran tetap saja meningkat secara drastis pada abad ke-19, terutama setelah diadakannya pembenahan hukum agraria tahun 1870, di mana pada saat itu perekonomian negara jajahan terbuka bagi para penanam modal swasta (Ingleson dalam Hull; 1997:6).
Perluasan areal perkebunan terutama di Jawa Barat, pertumbuhan industri gula di Jawa Timur dan Jawa Tengah, pendirian perkebunan-perkebunan di Sumatera dan pembangunan jalan raya serta jalur kereta api telah merangsang terjadinya migrasi tenaga kerja laki-laki secara besar-besaran. Sebagian besar dari pekerja tersebut adalah bujangan yang akan menciptakan permintaan terhada aktivitas prostitusi. Selama pembanguna kereta api yang menghubungkan kota-kota di Jawa seperti Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Cilacap, Yogyarakta dan Surabaya tahun 1884, tak hanya aktivitas pelacuran yang timbul untuk melayani para pekerja bangunan di setiap kota yang dilalui kereta api, tapi juga pembangunan tempat-tempat penginapan dan fasilitas lainnya meningkat bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan konstruksi jalan kereta api. Oleh sebab itu dapat dimengerti mengapa banyak kompleks pelacuran tumbuh di sekitar stasiun kereta api hampir di setiap kota. Contohnya di Bandung, kompleks pelacuran berkembang di beberapa lokasi di sekitar stasiun kereta api termasuk Kebonjeruk, Kebontangkil, Sukamanah, dan Saritem.
Hull juga menambahkan, (1997:7) di Yogyakarta, kompleks pelacuran didirikan di daerah Pasarkembang, Balongan, dan Sosrowijayan. Di Surabaya, kawasan pelacuran pertama adalah di dekat Stasiun Semut dan di dekat pelabuhan di daerah Kremil, Tandes, dan Bangunsari. Sebagian besar dari kompleks pelacuran ini masih beroperasi sampai sekarang, meskipun peranan kereta api sebagai angkutan umum telah menurun dan keberadaan tempat-tempat penginapan atau hotel-hotel di sekitar stasiun kereta api juga telah berubah.
Data dan Persebaran 161 Lokalisasi di Indonesia
Jakarta – Kementerian Sosial pada tahun 2012 mencatat ada 161 lokalisasi di Indonesia. Sebagian di antaranya sudah ditutup. Di mana saja lokasinya? Bagaimana persebarannya?
Dalam data tersebut yang dikutip detikcom, Jumat (20/6/2014), ada 19 provinsi di Indonesia yang memiliki lokalisasi. Di setiap provinsi, jumlahnya bervariasi, ada satu lokalisasi saja, namun ada juga yang jumlahnya puluhan.
Jawa Timur menempati ranking pertama dalam jumlah lokalisasi dengan 53 tempat yang tersebar di 16 kabupaten/kota. Namun seiring dengan waktu, ada 20 lokalisasi yang ditutup. Hingga kini, hanya 33 tempat pelacuran saja.
Khusus di kota Surabaya, dari 6 tempat lokalisasi yang terdaftar, semuanya sudah ditutup. Terakhir adalah Dolly dan Jarak. Kabupaten Banyuwangi yang pernah memiliki 8 lokalisasi, kini juga sudah habis.
Di Jawa Barat, dari 13 lokalisasi, hingga tahun 2012 baru 2 yang ditutup, yakni Saritem dan Gardujati. Namun ternyata, setelah penutupan tujuh tahun lalu, aktivitas prostitusi masih terlihat di lokalisasi yang berada di Bandung tersebut.
Bagaimana dengan provinsi lain? Jumlahnya bervariasi, mulai dari satu tempat hingga belasan. Sumatera Selatan misalnya, hanya memiliki satu lokalisasi, namun sudah ditutup. Sementara di Kalimantan Timur ada 32 lokalisasi dan Kalimantan Tengah 12 tempat.
10 Tempat Lokalisasi Paling Terkenal Di Indonesia

Berbicara mengenai tempat lokalisasi memang tak semua orang bisa memahami hal tersebut. Karena di negara timur seperti Indonesia ini, bisnis prostitusi masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Meskipun konsumen untuk bisnis tersebut cukup besar.
Banyak yang mencibir, banyak pula yang menikmati bisnis prostitusi itu. Bahkan rupanya di Indonesia ada tempat lokalisasi yang dianggap sangat terkenal. Mau tahu? Hati-hati jangan berkunjung ke sini jika tidak paham betul dengan resiko-nya ya!.(kpl/aia)
1. Kramat Tunggak – Jakarta
Di kawasan Kali Jodoh, Jakarta Utara terdapat sebuah tempat lokalisasi yang bernama Kramat Tunggak dan sebetulnya tempat ini merupakan tempat prostitusi yang tersebar di beberapa tempat seperti Bina Ria dan Volker. Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin meresmikan Lokasi Rehabilitasi Sosial (Lokres) Kramat Tunggak.
Awalnya ada sekitar 300 PSK dengan 76 germo di sini. Namun jumlahnya terus berkembang sampai terkenal di kawasan Asia Tenggara. Pada dekade 1980-1990an, Tempat lokalisasi dengan luas hampir 12 hektar ini memiliki lebih dari 2.000 PSK dan 258 germo yang terdaftar. Disebutkan PSK di Kramat Tunggak ini berasal dari Indramayu, Subang dan kawasan pantura lainnya demi mencari sesuap nasi.(kpl/aia)
2. Saritem – Bandung
Bandung juga tak luput menjadi tempat bagi mereka yang mencari kepuasaan seks bebas. Adalah tempat lokalisasi Saritem yang terletak di Bandung, begitu dikenal oleh penikmat kehidupan malam di Jawa Barat ini. Tepatnya Saritem ada di antara jalan Astana Anyar dan Gardu Jati. Sudah sejak lama desas-desus mengenai penutupan Saritem diucapkan oleh pemerintahan Bandung dan warga setempat.
Namun rupanya meski sudah berkali-kali ditutup, Saritem masih berdenyut dengan kegiatan seks bebas yang ilegal. Saritem sendiri dibangun di akhir abad ke-19 sehubungan dengan pembuatan jalan kereta api. Ironisnya, di depan jalan Saritem didirikan pesantren Dar Al Taubah yang seakan menjadi pintu gerbang masuk ke kawasan Saritem. (kpl/aia)
3. Limusnunggal Cileungsi – Bogor
Apakah kota dengan kondisi dingin di malam hari menjadi lahan empuk bagi penikmat kehidupan malam? Entah. Yang pasti di Bogor juga terdapat tempat lokalisasi yang terkenal bernama Limusnunggal – Cileungsi. Disebutkan di tempat ini terdapat lima blok prostitusi dengan jumlah bangunan mencapai 250 unit.
Semenjak tahun 2009 silam, kawasan Limusnunggal sudah seringkali ditertibkan oleh pemerintahan Bogor namun selalu muncul dan muncul lagi. Para PSK di tempat ini kebanyakan adalah pendatang. Ironisnya, sebetulnya di Limusnunggal akan dibangun sekolah. Jadi apakah prostitusi ini sudah ditertibkan? (kpl/aia)

4. Gang Sadar I & II – Purwokerto
Di dekat terminal lokawisata Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah terdapat sebuah gang sempit yang dikenal dengan nama Gang Sadar dan menjadi tempat lokalisasi untuk mereka yang mencari kepuasan akan seks bebas. Bahkan di tempat ini sengaja dibangun penginapan dan kosan untuk para konsumen agar lebih santai dan seakan menghalalkan kehidupan prostitusi.
Gang Sadar ini adalah gang kecil dengan lebar sekitar satu meter yang di kanan-kirinya terdapat rumah kos. Berderet hingga di ujung gang, terdapat banyak sekali PSK yang tinggal. Ada yang bilang jika tempat lokalisasi ini begitu menghangatkan suasana Baturaden yang dingin. (kpl/aia)
5. Dadap – Tangerang
Di kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Kosambi rupanya ada titik prostitusi yang terkenal bernama tempat lokalisasi Dadap. Jika ada yang menuju Krematorium Dadap, di kiri serta kanan jalan maka bisa menemukan lokalisasi Dadap. Disebutkan mulai jam 19.30 malam, para PSK dengan berbagai macam gaya penampilan sudah duduk berbaris di sana untuk menunggu tamu yang bisa memilih mereka. (kpl/aia)
6. Sintai – Batam
Sebagai salah satu pulau termaju di Indonesia, Batam memang menjadi tempat strategis untuk bisnis lantaran lokasinya yang begitu dekat dengan Singapura. Tak hanya bisnis properti yang menjanjikan, bisnis mengenai kehidupan malam di Batam juga menjadi hal yang berkembang cukup pesat.
Ada tempat lokalisasi Sintai yang menjadi lokalisasi terbesar di kepulauan Batam. Disebutkan ada PSK lokal sampai mancanegara yang mencari sumber penghidupan di Sintai. Tingginya transaksi uang di kehidupan malam Sintai yang mendapat julukan kota S ini membuat para PSK terkena pajak penghasilan negara mencapai 10% dari pendapatan per bulan. (kpl/aia)
7. Jl.Pajajaran – Malang
Malang yang dikenal dengan kota berhawa sejuk dan dingin di malam hari rupanya tak luput dengan bisnis kehidupan malamnya. Salah satu kawasan yang terkenal adalah di jalan Pajajaran. Pada jaman dulu, mulai sekitar jam 7 malam sampai menjelang Subuh banyak sekali gadis-gadis PSK yang bermunculan di kawasan ini untuk menjajakan tubuh mereka demi rupiah.
Meskipun semakin berkembangnya kehidupan di Malang, para gadis PSK itu muncul semakin malamnya. Tak hanya mereka yang mengais-ngais rupiah, gadis-gadis dengan masalah keluarga, kegagalan rumah tangga sampai memang penikmat kehidupan malam sering ditemukan di sini.(kpl/aia)
8. Gang Dolly – Surabaya
Mungkin dalam daftar tempat lokalisasi di Indonesia, Gang Dolly menjadi yang teratas. Konon Dolly ini terbesar di Asia Tenggara mengalahkan lokalisasi Patpong di Thailand atau Geylang di Singapura. Dolly sudah ada sejak jaman Belanda dan dikelola oleh perempuan keturunan Belanda yang dikenal dengan nama tante Dolly van der mart.
Dolly yang terletak di Surabaya ini menawarkan wisata malam sekaligus sebagai sandaran hidup penduduk sekitar. Disebutkan ada lebih dari 800 wisma untuk konsumen seks bebas di sini selain cafe dangdut dan panti pijat plus-plus yang berjejer rapi di Dolly. Sebuah sensus menyebutkan jika ada sekitar 9.000 PSK di Dolly termasuk gadis-gadis di bawah umur. Sampai sejauh ini pro kontra penutupan Dolly masih menjadi hal yang dipikirkan oleh jajaran pemerintahan Surabaya. (kpl/aia)
9. Sunan Kuning – Semarang
Lokalisasi Sunan Kuning adalah tempat penggemar kehidupan malam yang terletak di kawasan Semarang, Jawa Tengah.Tempat Lokalisasi ini ada di dekat pelabuhan Tanjung Mas dan bandara Ahmad Yani yang terletak di desa Kalibanteng Kulon Pasar Kembang. Ada yang bilang PSK di Sunan Kuning begitu beragam. Mulai dari PSK usia muda sampai tua ada di Sunan Kuning. (kpl/aia)
10. Sarkem – Jogja
Tak hanya Malioboro yang tekenal di Jogja, namun bagi penikmat kehidupan seks bebas pasti mengenal yang namanya Sarkem (Pasar Kembang) yang terletak di daerah Sosrowijayan, pusat kota Jogja. Sudah sejak lama di Sarkem banyak sekali gadis-gadis PSK liar yang konon katanya sudah ada dari jaman penjajahan.
Ada yang menyebutkan, jika kawasan Sarkem dulu memang sebagai tempat untuk mendapatkan kepuasan kehidupan malam. Bahkan saat jaman penjajahan Belanda, Sarkem sudah dikenal sebagai tempat selir-selir keratin.
40 Juta PSK Menghuni Lokalisasi di Seluruh Indonesia
Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial Kementerian Sosial, Sonny W Manalu, mengatakan saat ini terdapat 40 ribu lebih pekerja seks komersial (PSK) yang menghuni lokalisasi di seluruh Indonesia. “Setiap tahun jumlahnya selalu naik,” kata Sonny saat berada di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 16 April 2013.
Menurut Sonny, dari jumlah tersebut, 7.500 orang di antaranya menghuni lokalisasi di berbagai derah di Jawa Timur. Sonny meminta pemerintah daerah lebih pro-aktif mengurangi jumlah PSK. Kementerian Sosial siap membantu penanganan PSK yang berniat meninggalkan profesinya.
Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah percontohan yang sukses menutup lokalisasi. Karena itu Kementerian Sosial menanggung biaya keterampilan dan modal usaha bagi mantan PSK dengan anggaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per orang. “Kami juga berikan biaya jaminan hidup selama tiga bulan,” ujar Sonny.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Syaiful Alam, mengatakan tahun ini akan menutup 11 lokalisasi yang masih beroperasi di daerahnya. Sebanyak 190 PSK akan dibekali keterampilan khusus, seperti tata rias, tata boga dan menjahit. “Terserah PSK memilih dilatih keterampilan apa,” ucapnya.
Pemerintah Banyuwangi akan mengajukan permintaan bantuan anggaran ke Kementerian Sosial senilai Rp 1,8 miliar. Anggaran bisa cair setelah peserta mengirimkan proposal ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), lembaga yang melakukan pendampingan dan memverifikasi proposal yang diajukan PSK.
10 Negara yang Melegalkan Pelacuran
Dari sekian banyak negara di dunia, hanya di 77 negara ini pelacuran dianggap legal.
Citizen6, Jakarta Prostitusi, sudah ada sejak manusia menghuni bumi. Namun di banyak negara, terutama negara-negara yang menganut paham agama, prostitusi, baik yang terselubung atau terang-terangan dilarang. Bahkan prostitusi atau pelacuran dianggap sebuah kejahatan terhadap kesusilaan atau moral dan melawan hukum.
Namun faktanya, prostitusi secara diam-diam terus menyebar luas. Di tiap kota, bahkan ada tempat-tempat khusus yang dipakai sebagai tempat prostitusi terselubung. Meski warga memahami prostitusi dilarang namun keberadaan lokalisasi tersebut biasanya dibiarkan saja. Sehingga wisata birahi terus berkembang hingga kini.
Diiperkirakan saat ini terdapat 40 juta pelacur di dunia. Diperkirakan pelacuran itu tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun juga melibatkan 10 juta pelacur anak. Dari sekian banyak jumlah itu, sebanyak 2,5 juta orang adalah korban perdagangan manusia.
Pelacuran dianggap legal di 109 negara. Sementara di 11 negara prostitusi sangat dibatasi dan 5 negara tidak jelas karena tidak ada ketetapan hukumnya. Dan di 77 negara, pelacuran dianggap legal. Berikut 10 negara yang membolehkan praktek pelacuran bagi warganya: legal.
1. Brazil.
Negara dengan paling banyak penduduknya di Amerika Latin ini, pada tahun 1990an diperkirakan terdapat 1 juta pelacur. Nama Brasil diambil dari nama kayu brasil, sejenis kayu lokal. Brasil merupakan tempat pertanian ekstensif dan hutan hujan tropis.
Di negara ini pelacuran merupakan bisnis terbesar.
2. Kanada
Nama “Kanada” berasal dari kata Huron-Iroquoia Kanata, yang berarti “desa”. Negara dengan Ibu Kota Ottawa ini juga menjadi salah satu negara yang melegalkan pelacuran. Kanada dengan luas 9.970.610 kilometer persegi ini menganggap lokalisasi, pelacuran dianggap ilegal. Namun pada 20 Desember 2013, pengadilan tinggi Kanada menemukan hukumbahwa hal itu adalah inkonstitusional.
Kanada digolongkan negara maju dengan hasil alam yang melimpah. Kota-kota besar di Kanada diantaranya Montreal, Vancouver, dan Calgary.
3. Republik Dominika
Dominika merupakan salah satu negara terkecil di dunia dan hanya seluas Pulau Ambon di Maluku. Di negeri ini, rumah pelacuran dilegalkan, mucikari dan germo bebas berkeliaran. Pemerintah yang berwenang sepertinya tidak menegakkan hukum secara sungguh-sungguh. Dominika sejak lama dikenal mempunyai reputasi sebagai negara dengan tujuan wisatawa seks.
4. Israel
Negara ini adalah satu-satunya negara Yahudi di dunia. Negara ini melegalkan pelacuran. Kurang lebih 3000 sampai 5000 perempuan telah diselundupkan ke Israel dan dijual sebagai pelacur.
5. Belanda
Negeri ini adalah salah satu negara yang dengan terang-terangan melegalkan perkawinan sejenis. Di sini pelacuran adalah legal. Di sebuah wilayah yang disebbut “red light district” di sini kita bisa melakukan “window shopping”.

6. Jepang
Negeri matahari terbit (sekarang negeri ramen) melegalkan prostitusi bagi warga negaranya. Industri seks di negera kepualauan di Asia ini per tahun bisa mencapai 24 juta dollar Amerika. Bahkan sekarang di Jepang muncul prostitusi di dalam taksi.

7. Irlandia
Di negeri ini, pelacuran dilegalkan, namun rumah bordir, mucikari dan germo dilarang. Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, Dublin, Iku Kotanya mennjadi kawasan red light district terbesar di Eropa.

8. Nevada
Di negara ini 8 dari 16 wilayah mempunyai rumah bordil. namun ada beberapa wilayah ada pelacur, namun tak ada rumah boridlnya. Di neghara bagian Amerika Serikat ini ada tempat-tempat yang melarang praktek prostotusi.

9. Selandia baru
Di neger kiwi ini, prostitusi, lokalisasi dibolehkan. Bahkan pada 2003 tempat pijat boleh dipakai untuk praktek rumah bordil. Hal yang tak mungkin terjadi di Indonesia.

10. Swedia
Di negara ini membeli seks dilarang, tapi menjual seks adalah legal. Pelacuran di pinggir jalan juga legal, tapi jika tertangkap akan didenda dan dipenjara selama 6 tahun.

Pembantaian di Indonesia: Kekejaman PKI

Kekejaman PKI dari Masa ke Masa
Sejarah Indonesia pada 1948 ditandai dengan adanya pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun. Didahului gerakan revolusioner yang disebut formal fase nonparlementer, yakni pengambilalihan kekuasaan dari pemerintah yang sah.
Peristiwanya terjadi pada 18 September 1948. Dipimpin Amir Syarifuddin dan Muso. Usaha kudeta itu disertai pula penculikan dan penganiayaan serta pembunuhan sejumlah penduduk sipil, polisi, dan ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Aksi sepihak oleh PKI dalam bentuk kekerasan ternyata masih berlanjut dan muncul ke permukaan sejak 1960. Meletusnya Gerakan 30 September 1965 seakan menjadi antiklimaks. Disusul gerakan sporadis hingga 1968-an. Kekerasan oleh PKI di Indonesia menorehkan sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia karena terjadi aksi-reaksi antarkelompok di masyarakat dan dengan jumlah korban tak sedikit.
Kebijakan sistematis oleh PKI sekaligus merupakan kelengahan pemerintah. Untuk itu, perlu dicermati guna pengayaan pengetahuan mengenai fakta historis pelanggaran hak asasi manusia. Dengan pengetahuan itu, terbuka bagi upaya perlindungan hak asasi manusia ke depan, dan bukan tidak mungkin membuka akses projustisia.
Pengkajian ini bagian dari penguatan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (1998-2003) yang berisi konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau hukum lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia. Dalam ketentuan umum UU No 39 Tahun 1999, pasal 1 ayat 7, disebutkan bahwa salah satu fungsi lembaga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai lembaga mandiri adalah melaksanakan pengkajian dan penelitian di samping penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia.
Ruang lingkup pengkajian dalam studi ini adalah segala bentuk tindak kekerasan oleh PKI meliputi peristiwa 1948, 1965, dan 1967 menyangkut tempat, waktu kejadian, korban, bentuk, dan cara kekerasan. Pengkajian ini tidak bersifat projustisia karena kejadiannya sudah terlalu jauh, yakni lebih dari 40 tahun dari sekarang. Para pelakunya sudah hampir tidak mungkin dilakukan tuntutan hukum. Sementara, para saksi yang masih hidup sudah berusia lanjut.
Penghimpunan data melalui dua sumber, yakni sumber primer, di mana data diperoleh melalui wawancara dengan saksi yang masih hidup. Sumber sekunder berupa informasi melalui buku, catatan, dokumen, dan naskah tertentu berisi pengayaan informasi dan verifikasi kejadian di sekitar gerakan atau aksi oleh PKI.
Tragedi G30S/PKI dengan segala eksesnya pada 1965 tidak perlu diungkap dalam kesempatan ini karena sudah banyak terekspose di buku-buku sejarah dan media massa. Penangkapan beberapa kasus yang lain kita mulai dari apa yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejak 1960-an, daerah Jawa Tengah dikenal menjadi basis PKI, terutama di Solo, Kartosusuro, Boyolali, dan Klaten. Banyak aksi sepihak yang ditujukan kepada lawan politk, tokoh agama, dan orang-orang sipil tak berdosa. Di antaranya, penculikan dan penghilangan paksa empat orang di Klaten dan hingga kini tidak ketahuan kuburannya.
Pada kasus lain, sebanyak 16 orang, orang-orang PKI secara tiba-tiba menyekap sambil mengacungkan arit (sabit). Kawan-kawannya yang tidak bisa lolos menjadi sasaran kekerasan massa PKI. Mereka yang dibacok dan dibabat ada tujuh orang, ada yang dibacok bagian kepala, tangan, dan bahu. Pembunuhan juga menimpa Basuni di Jatinom dan Miftah penduduk Laweyan Sala.
Beralih ke ‘peristiwa Kanigoro’, di Kanigoro, Kediri, Jawa Timur. Tempat dilangsungkannya acara mental-training oleh Pelajar Islam Indonesia (PII). Saat itu, pada 13 Januari 1965, di tengah acara, anggota PKI melakukan penggerebekan di pagi hari setelah peserta melaksanakan shalat Subuh. Saat itu, orang-orang PKI serta-merta datang dan serempak menyerbu lokasi mental-training.
Mereka mengambil buku-buku, termasuk Alquran di masjid, lalu dinjak-injak. Para peserta, termasuk panitia, 150-an orang, digiring dengan tangan diikat satu sama lain, dipaksa berjalan empat km sambil diintimadasi, diancam, serta diteror.
Peristiwa “Cemethuk” Banyuwangi, informasi didapat kesaksian Maedori, saksi mata yang berhasil meloloskan diri dari usaha pembunuhan oleh PKI, kemudian memberikan kesaksian mengenai peristiwa “Cemethuk” Banyuwangi. Aksi PKI di Banyuwangi berkaitan langung dengan G30S/PKI di Jakarta.
Mereka diberi makanan yang sudah dicampuri racun, kemudian satu per satu dibunuh, dan mayatnya dimasukkan ke sumur yang sudah disiapkan. Ada tiga lubang pembantaian. Satu lubang besar berisi 40 mayat dan dua lainnya masing-masing 11 mayat.
Pembantaian di Blitar Selatan atas pengungkapan di buku Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai tulisan Soegiarso Soerojo, di halaman 331-332. Di antaranya mengungkapkan kasus kekejaman PKI, seperti di Rejotangan, Ngunut, Kaliwadi, dan Bojolangu. Mereka melakukan praktik intimidasi terhadap rakyat dan merampok harta kekayaan penduduk, membunuh orang tak berdosa, dengan sasaran utama golongan beragama.
Menculik setiap orang yang mereka curigai. Bila ternyata lawan, mereka tak segan-segan membunuhnya. Praktik kejam ini dipimpin Sugita dan Sutrisno, keduanya anggota CGMI.
Kasus pembantaian di Kediri diungkap berdasar kesaksian Ibu Yatinah (69 tahun), anak kandung korban bernama Sarman. Peristiwanya terjadi pada 18 September 1948 sewaktu menghadiri rapat pamong di kelurahan, tiba-tiba ia dicegat segerombolan orang. Kemudian, dibawa paksa ke suatu tempat sambil diikat kedua tangannya. Berhari-hari ayahnya tidak pulang, dan ternyata termasuk yang dimasukkan di sumur maut dekat di sini (menunjuk ke luar desa), bersama 108 orang. Sarman tertulis di nomor 48 dalam daftar di monumen tersebut.
Masih di Kediri, yakni penculikan disertai pembunuhan, terjadi pasca-G30S/PKI. Korbannya adalah Imam Mursyid dan kawannya, termasuk Kiai Zaenuddin. Atas kesaksian Djaini bin Ramelan (65), adik kandung korban Imam Mursyid. Menurut salah seorang yang ikut mengubur, ia cuma bilang bahwa Imam Mursyid dicegat di tengah jalan, kemudian dibawa ke Desa Besowo, dioper ke sana-kemari, sampai akhirnya diikat terus dimasukkan ke jurang sungai.
Sungainya sangat curam, setinggi pohon kelapa. Penculikan terjadi sekitar 10 Oktober 1965. Keadaan mayat, badannya masih utuh, tapi diikat kencang. Perkiraan saksi, korban dimasukkan di sumur itu saat masih hidup, kemudian ditimbuni tanah.
Kasus Takeran (Sumur Kenongo Mulyo) terungkap atas kesaksian Kaelan Suryo Martono (73), beralamat di Desa Giringan, pekerjaan sebagai petani di Jawa Timur. Peristiwa Takeran terjadi pada 1948.
Keterangan kasus Takeran diperkuat salah seorang saksi korban bernama Hadi Syamsuri (80), pensiunan naib (petugas pernikahan) di Takeran. Ia diculik dan digiring ke Desa Baeng dan ditahan di sana. Di situ sudah ada sekitar 80 orang Muslim ditahan. Selama 40 hari ia ditahan di Baeng.
Di tempat tawanan ditemui sejumlah lurah yang juga ditawan. Selama ditahan, mereka tidak diberi makan. Sebagian kawan lain ditahan di Desa Cigrok. Selama di tahanan, orang-orang PKI itu merampas kerbau dan sapi milik warga. Tiap hari mereka memotong kerbau atau sapi untuk pesta yang berjaga di Baeng. Pada saat tentara Siliwangi datang, mereka yang ditahan di Desa Cigrok dibunuh semua oleh PKI. Sedangkan, yang di Baeng berhasil menyelamatkan diri.
Kasus Kresek, Madiun, terungkap berdasarkan kesaksian KH Ahmad Junaedi, anak kandung salah seorang korban bernama KH Barokah Bachruddin. Sejumlah kiai diculik dan dibunuh. Diduga kuat sebelum dibunuh, mereka dianiaya.
Menurut para saksi, para kiai itu ada yang matinya ditembak, dipenggal lehernya, dipukul dengan benda tajam. Kiai Shodiq satu-satunya yang dibunuh dengan cara didorong ke lubang dalam keadaan tangan terikat kemudian diurug (ditimbun tanah). Husnun, salah seorang saksi, mendapat keterangan dari para saksi lain bahwa para penculiknya waktu itu membawa parang, tali, benda tumpul, selain senjata api.
Terungkapnya kasus pembantaian di Markas Gebung, Ngawi, Jawa Timur, berdasarkan keterangan para saksi korban penculikan di Desa Gebung. Korbannya ditahan 12 hari, hampir-hampir tidak diberi makan. Mereka terkurung di dalam rumah yang terkunci, lalu rumah dibakar.
Orang-orang PKI tetap siaga di luar rumah, lengkap dengan senjata tajam sehingga tawanan yang mencoba kabur ditangkap lagi dan dimasukkan ke dalam api atau dibunuh langsung. Setelah peristiwa usai, kemudian dibersihkan, ditemukan banyak mayat, tujuh orang di antaranya dipindahkan ke Makam Pahlawan Ngawi.
Perspektif HAM
PKI secara sistematis melakukan kejahatan pelanggaran HAM berat atau diduga kuat melakukan pelangaran HAM berat. Indikasi ke arah itu bisa dilihat dari fakta yang dikumpulkan. Rapat-rapat oleh para pimpinan Biro Khusus PKI dan Pimpinan CC PKI dalam mempersiapkan pengambialihan pemerintahan pada 1965 sangat memperkuat indikasi itu.

Gerakan 30 September 1965 adalah realisasi tindakan sebagaimana telah mereka rencanakan. Gerakan ini terorganisasi sistematis, yakni melalui struktur organisasi: tingkat pusat (CCPKI), Comite Daerah Besar (CDB PKI), Comite Kota (CK PKI) sampai ke Comite Seksi (CS PKI) sebagai comitte basis. Pelanggaran HAM berat dilakukan dalam beberapa bentuk.
Penghilangan nyawa, yang didahului penculikan dan penyiksaan tanpa proses hukum. Ini terjadi pada kasus, antara lain, pembunuhan enam jenderal TNI AD, seorang perwira, dua perwira TNI AD di Yogyakarta, serta penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan para kiai, pemuka masyarakat, dan warga tak berdosa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pelanggaran terhadap hak hidup menyalahi Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945 yang menerangkan bahwa hak hidup merupakan hak seseorang dan hak hidup itu tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Pembunuhan juga melanggar Pasal 4 UU No 39/1999 tentang HAM, Pasal 3 DUHAM, Pasal 6 Konvenan Inernasional tentang Hak Sipil dan Politik.
Pembunuhan dengan sasaran orang-orang berpengaruh di masyarakat, seperti pada peristiwa Lubang Buaya Jakarta dan peristiwa di Jawa Timur menunjukkan adanya target politik tingkat tinggi dan merupakan teror mental yang berdampak psikologis luar biasa di masyarakat. Timbulnya keresahan sosial yang meluas sebagai akibat aksi itu merupakan pelanggaran Pasal 9 Ayat 2 UU No 39/1999 tentang Hak untuk Hidup Tentram, Aman, Damai Bahagia, Sejahtera Lahir Bathin.
Penggerebekan disertai teror, antara lain, pada peristiwa Kanigoro, oleh orang-orang PKI melanggar HAM, khususnya Pasal 3 dari Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia yang menyatakan setiap orang berhak atas kehidupan, keamanan, dan kemerdekaan pribadi.
Penyiksaan sebelum pembunuhan juga terjadi terhadap sejumlah orang di Solo pada 1965. Di Manisrenggo dan atau Jatinom, Klaten, pada 1948 dan 1965 dengan sasaran penduduk sipil merupakan kejahatan kemanusiaan dan melanggar Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman, or Degrading Treatment or Punishment. Juga melanggar Pasal 4 dan Pasal 33 UU No 39/1999 tentang Hak untuk Bebas dari Penyiksaan, Penghukuman atau Perlakuan Kejam, tidak Manusiawi, Merendahkan Derajat dan Martabat Manusia.
Penghilangan secara paksa juga terlanggar dengan adanya penculikan terhadap lawan politik atau orang yang dianggap lawan politik PKI. Ini terjadi pada peristiwa Lubang Buaya serta penculikan para kiai di Madiun, penyekapan dan pembunuhan di Ngawi. Tindakan ini melanggar Pasal 33 Ayat 2 UU No 39 tentang HAM yang menyatakan setiap orang harus bebas dari penghilangan secara paksa.

Sketsa Banjir Darah ala PKI (Partai Komunis Indonesia)
“Sejak awal Kemerdekaan, PKI telah melakukan serangkaian pembantaian di banyak wilayah RI. Mereka tidak segan membunuh untuk merebut kekuasaan. Bukti-bukti otentik kekejaman PKI sesungguhnya sudah tidak terbantahkan. Inilah sejarah kelam Komunisme di Indonesia”
Perjalanan sejarah ideologi Komunis di dunia telah membuktikan selalu melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Ideologi yang dikembangak Karl Mark, Lenin, Stalin, Mao, telah membanjiri jagat raya dengan darah. Buku Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma Stalinisma Maoisma Narkoba yang ditulis Taufiq Ismail, menyebutkan setidaknya 100 juta orang lebih dibantai termasuk di Indonesia oleh rejim Komunis dan orang-orang Partai Komunis di Dunia. Ideologi Komunis selalu pada intinya anti Hak Asasi Manusia, anti Demokrasi, dan anti Tuhan. Sebab itu, menjadi ironi apabila masih banyak ”orang dan kelompok masyarakat” masih menginginkan paham Komunis berkembang di Indonesia.
Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966, namun benarkah PKI sudah mati? Pada masa reformasi pada kenyataannya, para kader PKI dan para simpatisannya berusaha keras memutar-balikan fakta atas segala pelanggaran Hak Asasi Manusia yang telah dilakukan sepanjang sejarahnya di Indonesia. Dengan dalih ”meluruskan sejarah” mereka membanjiri toko-tokoh buku dengan berbagai jenis buku untuk memutarbalikkan fakta sejarah. Tidak hanya itu, para penggiat Komunisme melakukan provokasi melalui media massa cetak, stasiun televisi, internet, film, musik, diskusi-diskusi, tuntutan hukum, politik, dan selebaran-selebaran—yang pada intinya menempatkan orang-orang PKI dan organisasi sayapnya seperti Gerwani, Pemuda Rakyat, LEKRA, CGMNI, BTI, SOBSI, dan lain-lain, sebagai korban. Padahal, sangat jelas sejak berdiri di Indonesia, Partai Komunis Indonesia telah ”membokong” perjuangan Bangsa Indonesia dalam menegakkan Kemerdekaan, Kedaulatan, Kesejahteraan, dan Keadilan Sosial di Republik Indonesia.
Berkat perlindungan Tuhan Yang Esa dan landasan idiil Pancasila serta UUD 1945, paham Komunis beserta Partai Komunis Indonesia telah gagal total dalam mencengkeramkan kekuasaannya. Tetapi, pada kenyataanya pula perjuangan orang-orang Komunis dan kini beserta kader-kader mudanya, terus-menerus menggerogoti kedamaian Bangsa Indonesia—mengadu-domba, memutarbalikkan fakta sejarah, melakukan instabilitas sosial—dengan berlindung di balik perjuangan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Padahal, paham Komunis adalah anti Hak Asasi Manusia, anti Demokrasi, dan anti Tuhan. Mereka selalu berdusta, manipulatif dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Tulisan ini berjudul Serigala Berbulu Domba (Sketsa Banjir Darah ala Partai Komunis Indonesia) ini, memang tidak menulis secara panjang lebar mengenai sejarah dan kekejaman komunis di Indonesia. Buku ini hanya menuliskan secara singkat adanya fakta-fakta sejarah atraksi berdarah orang-orang Komunis beserta PKI dalam mencapai tujuan: Kekuasaan. Dengan demikian, kita Bangsa Indonesia yang mengenal adanya Tuhan dan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dan UUD 1945 sebagai dasar Negara, sudah selayaknya tidak menerima paham Komunis dalam segala bentuknya dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kepentingan Bangsa dan Negara yang kita cintai ini: Republik Indonesia.
Serigala Berbulu Domba

(Sketsa Banjir Darah ala Partai Komunis Indonesia)
Kata-kata Mutiara
”Kalau ada orang Komunis yang mengatakan ia percaya pada Tuhan, atau seorang Islam mengaku dirinya Marxis, maka ada yang tidak beres padanya”
(Mohammad Hatta, mantan Perdana Menteri RI yang juga mendalami Marxisme bersama Soekarno)
”Kalau anak muda baca Manifesto Komunis, belajar Marxisme-Leninisme, lantas tak tertarik, maka dia anak muda yang bebal. Tapi, kalau sudah mendalami Marxisme-Leninisme, sampai tua masih tetap komunis, maka dia sangat bebal”
(Sajuti Melik, Suami SK Trimurti yang juga mempelajari Marxisme)
”Saya tak bisa menjadi anggota PKI (lagi). Saya tidak dapat menerima keseluruhannya, khususnya pandangan falsafahnya yang didasarkan atas paham materialisme”
(SK Trimurti, mantan anggota PKI dan Menteri pada masa Orde Lama)
”Persoalan ideologi Komunis juga tidak semata-mata persoalan politik dan hukum, tetapi juga menyangkut hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan. Karena, ideologi Komunis tidak mengakui adanya Tuhan, maka ajaran Komunis dalam segala bentuknya tidak pantas hidup di Indonesia. Siapa pun dan generasi muda hendaknya jangan sampai terjerat oleh bujuk rayu orang-orang Komunis.”
(H. Sukitman, polisi penemu Lubang Buaya dan saksi kebiadaban orang-orang PKI, Gerwani, Pemuda Rakyat dalam membantai para Jenderal di Lubang Buaya)
Serigala Berbulu Domba
Peristiwa Gerakan 30 September 1965/PKI merupakan tragedi politik dan kemanusiaan di Indonesia. Dan, perjalanan sejarah telah membuktikan, ideologi Komunis yang diusung oleh Partai Komunis Indonesia, selalu menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Mereka tidak akan berhenti melakukan kekacauan sebelum puncak kekuasaan direbut. Sebab itu, setiap komponen Bangsa dan generasi muda harus selalu mengingat pergerakan Komunis tidak akan sirna dari Indonesia.
Pada saat krisis multidimensional yang tengah melanda Indonesia, di mana kondisi perekonomian masyarakat melorot dan pengangguran meningkat, Komunis akan berusaha keras mencengkeramkan pengaruhnya—dengan dalih kesejahteraan dan keadilan sosial—dan mempengaruhi masyarakat untuk melakukan tindakan anarkisme.
Seluruh saluran komunikasi sosial, seperti media massa, seni-budaya, sastra, film, musik, buku-buku, dialog-dialog, dan lain-lain, dimanfaatkan oleh para juru kampanye Komunis Gaya Baru, untuk mendapat simpati seluas-luasnya. Mereka menuduh Soeharto dan perpecahan di tubuh TNI AD yang berada di balik G. 30 S PKI. Sungguh, kampanye tersebut merupakan pengingkaran terhadap fakta sejarah.
Pada saat ini, dengan dalih demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) para kader PKI dan simpatisannya tengah berusaha keras memperjuangkan hak-hak perdatanya kepada pemerintah. Dengan tujuan utama, agar mereka ditempatkan sebagai korban bukan sebagai pelaku kejahatan politik. Dengan cara memutarbalikkan fakta dan membuat versi-versi baru berdasarkan rekayasa sebagai korban dan saksi sejarah. Selain mengacaukan fakta sejarah yang sesungguhnya, cara-cara demikian dimaksudkan untuk mendapatkan simpati publik sekaligus mengubah paradigma kesesatan Komunisme menjadi kebenaran Komunisme. Fakta kekejaman PKI disulap menjadi kekejaman TNI dan orang-orang Islam. Mereka secara intensif mensosialisosialisasikan kampanye hitam tersebut melalui media massa cetak, internet, buku-buku, dan selebaran-selebaran yang memprovokasi masyarakat.
Pada saat ini, upaya menyembunyikan fakta sejarah, menyangkut kekejaman PKI terutama pemberontakan Madiun 1948 dan G 30 S PKI terus dilakukan. Sebut saja, misalnya, tempat penguburan hidup-hidup Lubang Buaya dibantah. G 30 S PKI adalah akibat konflik internal TNA AD. Mereka juga gencar mensosialisasikan Soeharto sebagai dalang di balik G 30 S PKI dan dalang pembantaian massal. Sungguh hal tersebut sebagai sebuah fitnah yang keji. Karena, dalang pembantaian tersebut adalah PKI yang memang sudah berhasil menyusupkan kader-kadernya di berbagai bidang pemerintahan, baik di tubuh militer, instansi-instansi pemerintah dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Para kader Komunis memang tidak segan-segan melakukan sosialisasi dengan individu dan kelompok masyarakat yang belum dapat menggapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Mereka seolah memperjuangkan hak-hak rakyat, buruh, tani, nelayan dan mempengaruhi mahasiswa bahkan pelajar untuk melakukan demonstrasi. Padahal di balik ”perjuangan kemanusiaan” itu, para kader Komunis melakukan ”cuci otak” dengan mengajarkan Komunisme. Tanpa terasa indoktrinasi ideologi Komunis ditanamkan. Bagi mereka yang tidak menyadari, kemudian ”keblinger” dan ikut-ikut menjadi corong berkumandangnya Komunisme di Indonesia.
Para kader Komunis memang bagai ”serigala berbulu domba”. Mereka seolah-oleh menjadi teman, saudara, satu nasib dan satu perjuangan, namun dibalik itu semua mereka akan menerkam setiap orang: baik teman maupun lawan untuk satu kepentingan : Kekuasaan dengan Ideologi Komunis.
Penyusupan Menjadi Pola Perjuangan
Komunis mulai dikenal di Indonesia diawali dengan terbentuknya Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) atau Perserikatan Sosial Demokrat Hindia. Organisasi ini didirikan pada 9 Mei 1914 di Surabaya oleh Hendrickus Josephus Franciscus Marie Sneevliet alias Maring dan dibantu Adolf Baars. Sebagai penganut paham Komunis, Maring paham betul bagaimana mengembangkan dengan cara melakukan infiltrasi terhadap organisasi yang didirikan pribumi. Salah satunya infeltrasi ke Sarekat Islam (SI).
Adalah Semaoen yang menjadi kaki tangan ISDV dan melakukan penyusupan. Akibatnya SI kemudian terbelah menjadi SI ”Merah” pimpinan Semaoen dan SI ”Putih” pimpinan HOS Tjokroaminoto. Tanggal 23 Mei 1920, Semaoen mengumumkan manifesto berdirinya Perserikatan Komunsi Hindia di kantor SI Semarang. Organisasi inilah yang menjadi cikal-bakal Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI pun bergabung dengan partai Komintern (Komunis Internasional). Garis politik yang dianut berdasarkan ajaran Lenin. Yakni : Harus menggunakan petty bourgeoisie dan Menggunakan aspirasi nasional rakyat terjajah (Fadlizon dan H. Alwan Aliuddin dalam Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948, halaman 6)
Sebagai kepanjangan tangan ISDV, PKI disetujui bekerja di dalam kalangan SI, yang disebut sebagai organisasi proletar berbaju Islam. Dijelaskan pula, revolusi Asia berdasarkan ”borjuis demokratik” dengan aksi landreform yang mencita-citakan tanah untuk petani penggarap tanah. Artinya, tanah-tanah yang dikuasai para ”tuan tanah” harus direbut secara paksa.

Yang menarik—dan kini digembar-gemborkan oleh kader-kader Komunis, bahwa PKI juga pernah melakukan perlawanan terhadap Belanda 1926-1927. Pemberontakan di Jawa (Priangan, Solo, Banyumas, Pekalongan, Kedu, Kediri dan Banten) dan Sumatera (Padang, Silungkang dan Padang Panjang), pada kenyataan justru menimbulkan korban pada rakyat. Pemberontakan ini dapat dengan mudah diluluhlantakkan Belanda. Akibatnya, 9 orang digantung, 13.000 orang ditahan dan kemudian sebagian diasingkan di Tanah Merah, Digul.
Pada tahun 1927, PKI Sumatera Barat terlambat memberontak. PKI sendiri memprovokasi kaum tani yang muslimin. Mereka memang menjadi korban kekejaman Belanda karena harus membayar pajak yang terlampau tinggi. Dari pemberontakan, PKI memang melakukan tipu-muslihat dengan mengeksploitir penderitaan para petani. Sesungguhnya PKI hanya mengumpankan kepada Belanda. Orang-orang PKI mengatakan, apabila memberontak, akan datang kapal terbang Angkatan Udara Turki ditugaskan oleh Kemal Ataturk membantu pemberontakan (Brackman, seperti dikutip Taufiq Ismail dalam Katastrofi Mendunia…., halaman xxvi).
Fakta sejarah itulah yang menjadi catatan penting dalam kancah sejarah Indonesia sebelum Kemerdekaan 17 Agustus 1945 diproklamasikan. Ketika banyak organisasi dan para pejuang kemerdekaan mulai mengumandangkan perang dan upaya mempersatukan perlawanan terhadap Belanda, PKI tidak ikut serta di dalamnya. Jadi, tidak alasan dan fakta sejarah, yang bisa menempatkan PKI sebagai organisasi dan kader-kader pada jajaran heroisme perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tetapi, setelah Kemerdekaan mendapat dukungan rakyat, beberapa kader PKI dari luar negeri kembali. Sebut saja Sardjono dari Australia dan Alimin dari Cina. Mereka kemudian melakukan penyusupan ke Partai Sosialis Indonesia dan Partai Buruh. Mereka pun membangun organisasi dan mendidik kader-kadernya sebagai kader yang memiliki militansi tinggi.
Pengkhiatan demi pengkhiatan pun dilakukan. PKI tidak peduli dengan perjuangan Bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Kekejaman PKI terukir dengan nyata, ketika ”membokong” Kemerdekaan RI dengan melakukan pemberontakan PKI/FDR di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Pemberontakan yang disertai dengan pembunuhan keji ini dipimpin Muso, yang baru kembali dari Moskow. FDR didirikan oleh Amir Syarifuddin, yang beroposisi dari Kabinet Mohammad Hatta. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh setelah adanya Perjanjian Renville. Seperti diketahui Kabinet Hatta adalah kabinet anti Komunis dan berhasil mencegah penyusupan kader-kader PKI di tubuh militer dengan cara melakukan reorganisasi Angkatan Perang Republik Indonesia.
Penyusupan memang menjadi pola gerakan PKI. Setelah melakukan penyusupan dan memiliki kader yang handal, PKI pun melakukan pemberontakan berdarah. Itulah sebabnya, mengapai ada tokoh-tokoh PKI dari kalangan Islam, militer, guru, buruh, tani, nelayan, mahasiswa, dan lain-lain. Para seniman, sastrawan, dan budayawan dengan alasan kebebasan berkreasi dicekoki ajaran Komunis.
Kekuasaan Komunis Membantai Lebih Dari 120 Juta Jiwa Manusia
Kekerasan menjadi ciri khas dalam pelaksanaan rejim Komunis di dunia. Rejim Komunis yang anti Tuhan menggunakan segala cara untuk menumbangkan lawan-lawan politiknya. Simak saja apa yang dikatakan Karl Marx (1818-1883), bila waktu tiba kita tidak akan menutup-nutupi terorisme kita. Kami tidak punya belas kasihan dan kami tidak meminta dari siapa pun rasa belas kasihan. Bila waktunya tiba, kami tidak mencari-cari alasan untuk melaksanakan teror. Cuma ada satu cara untuk memperpendek rasa ngeri mati musuh-musuh itu, dan cara itu adalah teror revolusioner.
Tidak kalah ketinggalan dengan Karl Marx, Vladimir Ilich Ullyan Lenin tahun 1870-1924 yang mengatakan, saya suka mendengarkan musik yang merdu, tapi di tengah-tengah revolusi sekarang ini yang perlu adalah membelah tengkorak, menjalankan keganasan dan berjalan dalam lautan darah. Dan tidak jadi soal bila ¾ penduduk dunia habis, asal yang tinggal ¼ itu Komunis. Untuk melaksanakan Komunisme, kita tidak gentar berjalan di atas mayat 30 juta orang.
Copy paste ajaran Marxisme, Leninisme, Maoisme, dan Komunisme yang gemar memainkan peran sebagai algojo, diusung secara utuh oleh kader-kader Komunis di Indonesia. Gubernur Jawa Timur, Soerjo, yang memiliki peran penting di dalam kancah perang Kemerdekaan di Surabaya, dibantai habis. Kekejaman PKI yang berhasil direkam oleh Maksum, Sunyoto, Agus dan Zainuddin A dalam buku Lubang-lubang Pembantaian Petualangan PKI di Madiun, mengungkapkan, dubur warga Desa Pati dan Wirosari ditusuk bambu runcing dan mayat mereka ditancapkan di tengah-tengah sawah hingga mereka kelihatan seperti pengusir burung pemakan padi. Salah seorang diantaranya wanita—ditusuk kemaluannya sampai tembus ke perut, juga ditancamkan di tengah sawah. Algojo PKI merentangkan tangga membelintang sumur, kemudian Bupati Magetan dibaringkan di atasnya. Ketika telentang terikat itu, algojo menggergaji badannya sampai putus dua, langsung dijatuhkan ke dalam sumur.
Lubang-lubang pembantaian memang menjadi ciri khas pembunuhan massal oleh PKI. Lubang Buaya adalah bukti otentik aksi kejam PKI dengan Gerakan 30 September 1965. Tidak tanggung-tanggung tujuh orang jenderal (Letjen TNI A. Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI M.T. Hardjono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomihardjo, dan Lettu Pierre Andries Tendean), dimasukkan ke dalam sumur. Para Gerwani dan Pemuda Rakyat bersorak dan bergembiraria melihat para Jenderal dimasukkan ke dalam sumur di Lubang Buaya di Jakarta Timur.
Lubang-lubang lain di banyak daerah di Jawa juga sudah disiapkan oleh para kader PKI. Daftar nama lawan-lawan politik sudah disusun untuk segera dieksekusi, karena tidak satu paham dengan aliran politik PKI. Namun, kegagalan Pemberontakan G 30 S 1965/PKI menyebabkan Dewan Revolusi tidak bisa menindaklanjuti aksi berdarah yang sudah dilakukan di Jakarta.
Kini, para anggota PKI, anggota-anggota organisasi sayapnya beramai-ramai membersihkan diri dengan pengakuan-pengakuan palsu : seperti tertera pada buku ”Suara Perempuan Korban Tragedi ’65” yang ditulis Ita F. Nadia dan diterbitkan Galang Press—sebuah penerbit di Yogyakarta. Padahal, bau anyir darah begitu melekat dalam aksi-aksi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh PKI. Para penulis asing pun ikut hiruk-pikuk mencuci ”piring kotor” PKI dengan memanfaatkan bahan-bahan dan pengakuan-pengakuan sepihak dari orang-orang PKI. Apakah mereka telah terbeli oleh organisasi Komunis Internasional atau telah menjadi kaki tangan kekuatan asing yang ingin menghancurkan kembali Republik Indonesia?
Inilah pembantaian yang sudah ditorehkan oleh penguasa Komunis di belahan dunia lain. Setidaknya terdapat 100 juta lebih nyawa yang dibantai. Sebuah jumlah yang melebihi jumlah korban Perang Dunia I dan II. Banjir darah dan banjir darah menjadi ciri khas kekuasaan Komunis di dunia.

500.000 rakyat Rusia dibantai Lenin (1917-1923)
6.000.000 petani Kulak Rusia dibantai Stalin (1929)
40.000.000 dibantai Stalin (1925-1953)
50.000.000 penduduk Rakyat Cina dibantai Mao Tsetung (1974-1976)
2.500.000 rakyat Kamboja dibantai Pol Pot (1975-1979)
1.000.000 rakyat Eropa Timur diberbagai Negara dibantai rejim Komunis setempat dibantu Rusia Soviet (1950-1980)
150.000 rakyat Amerika Latin dibantai rejim Komunis di sana.
1.700.000 rakyat berbagai Negara di Afrika dibantai rejim Komunis.
1.500.000 rakyat Afganistan dibantai Najibullah (1978-1987)
(Dikutip Dari Buku Katastrofi Mendunia Karya Taufiq Ismail, Tahun 2004)
Akankah Komunisme dibiarkan melakukan penyusupan dalam sendi-sendi kehidupan sosial kemasyarakatan? Ingat, Partai Komunis Indonesia dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966. Melalui Ketetapan MPRS XXV Tahun 1966 ajaran Marxisme, Leninisme, dan Komunisme dilarang di Indonesia. Kemudian Undang-undang No 27 Tahun 1999 tentang Keamanan Negara mengukuhkan larangan bagi siapa pun untuk menyebarkan Komunisme dalam segala bentuknya dengan sanksi pidana seberat-beratnya 12 tahun kurungan penjara. Sesungguhnya sanksi hukum tersebut terbilang ringan. Di AS para pemberantok tidak hanya dikurung di dalam penjara, bahkan harus diasingkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan.
Menurut Prof. Dr. Moh. Noor Syam, guru besar Universitas Negeri Malang, gerakan menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi Komunisme bisa digolongkan sebagai bentuk separatisme. Sehingga, hukum harus ditegakkan kepada mereka dengan hukuman yang setimpal. Artinya, penegak hukum, pemerintah dan Negara harus tegas menjaga Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
Tragedi-tragedi Berdarah Itu…
Sudah menjadi ideologi, paham Komunis selalu menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan. Pembunuhan terhadap orang-orang tidak berdosa yang dilarang oleh agama apa pun di dunia, justru menjadi pola perjuangan orang-orang Komunis di dunia termasuk di Indonesia. Inilah bukti aksi berdarah yang dilakukan Komunis di Indonesia.
Peristiwa Tiga Daerah
Peristiwa ini setidaknya terjadi dari tanggal 8 Oktober – 9 November 1945. Peristiwa ini terjadi di tengah upaya Bangsa Indonesia mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sejarah mencatat, kelompok Komunis bawah tanah mulai berubah menjadi organisasi massa dan pemuda. Sebut saja Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Mereka mulai melakukan aksi penggantian pejabat pemerintah di tiga (3) kabupaten : Karisidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.
Pada tanggal 8 Oktober 1945, AMRI Slawi di bawah pimpinan Sakirman dan AMRI Talang dipimpin Kutil melakukan teror dengan menangkapi dan membunuh pejabat pemerintah. Aksi sepihak dilanjutkan pada tanggal 4 November 1945, pasukan AMRI menyerbu kota Tegal—yakni kantor kabupaten dan Markas TKR. Aksi ini gagal. Namun, tokoh-tokoh Komunis membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk perebutan kekuasaan di Karisidenan Pekalongan.
Aksi Gerombolan Ce’Mamat di Banten
Tokoh Komunis ini bernama Ce’Mamat. Dia terpilih menjadi Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI). Ce’Mamat merencanakan menyusun pemerintahan model Uni Soviet. Dibentuklah Dewan Pemerintahan Rakyat Serang (DPRS) pada tanggal 17 Oktober 1945. Selanjutnya merebut pemerintahan Karisidenan Banten. Dengan menggunakan kekuatan laskar-laskarnya, teror pun dilakukan. Gerombolan Ce’Mamat berhasil menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak pada tanggal 9 Desember 1945.
Pasukan Ubel-ubel Membunuh Oto Iskandar Dinata
Satu lagi bukti kekejaman Komunis di Indonesia. Peristiwa ini bermula pada tanggal 18 Oktober 1945, Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Ahmad Khairun didampingi tokoh-tokoh bawah tanah Komunis, mengambil alih kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia di Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara. Tidak hanya sampai di situ. Dewan ini pun membentuk laskar-laskar dengan nama Ubel-ubel. Aksi kekerasan dan teror dilakukan. Puncaknya pada tanggal 12 Desember 1945, Laskar Hitam dibawah pimpinan Usman di daerah Mauk, membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata.
Pemberontakan PKI di Cirebon
PKI di bawah pimpinan Mr. Yoesoef dan Mr. Soeprapto mengadakan konferensi Laskar Merah. Sekitar 3000 anggota Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur hadir di Cirebon pada tanggal 12 Februari 1946. Rupanya konferensi hanyalah kedok untuk merebut kekuasaan. Karena, pada kenyataannya Laskar Merah justru melucuti TRI, menguasai gedung-gedung vital seperti stasiun radio dan pelabuhan. Namun, pada tanggal 14 Februari 1946, aksi sepihak Laskar Merah tersebut berhasil digagalkan kembali oleh TRI. Kota Cirebon pun berhasil dikuasai kembali oleh TRI.
Revolusi Sosial di Langkat
Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 ternyata tidak sepenuhnya bisa diterima oleh sejumlah kerajaan di Sumatera Timur. Kondisi tersebut dimanfaat oleh PKI untuk melakukan aksi sepihak. Inilah yang menimpa Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura. Pada tanggal 3 Maret 1946 terjadi Revolusi Sosial yang dilakukan PKI di Langkat. Secara paksa PKI merebut kekuasaan para pemerintahan kerajaan bahkan membunuh raja-raja dan keluarganya. Tidak hanya membunuh, PKI pun merampas harta benda milik kerajaan. Pada tanggal 9 Maret 1946, PKI dibawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura.
Pemogokan Buruh SARBUPRI di Delanggu, Klaten
Menggerogoti wibawa pemerintah yang sah adalah sebuah sistem pergerakan yang selalu dilakukan PKI. Sekitar 1.500 pekerja pabrik karung goni dari tujuh perusahaan perkebunan miliki Pemerintah di Delanggu, Klaten melakukan pemogokan pada tanggal 23 Juni 1948. Mereka yang tergabung di dalam Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (SARBUPRI)—organisasi buruh PKI—menuntut kenaikan upah. Tuntutan yang sangat tidak masuk akal, mengingat Republik Indonesia baru saja berdiri. Sementara Belanda masih terus-menerus merongrong Kemerdekaan RI dengan kekuatan senjata maupun diplomasi Internasionalnya. Aksi ini akhirnya berakhir pada tanggal 18 Juli 1948 setelah partai-partai politik mengeluarkan pernyataan menyetujui Progam Nasional.
Kekacauan Surakarta

Tampaknya sejak awal Kemerdekaan, PKI memang hendak merebut kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah. Berbagai aksi adu-domba dilakukan PKI di wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-3, yang diwarnai dengan pasar malam di Sriwedari, tiba-tiba PKI membakar ruang pameran jawatan pertambangan. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 19 Agustus 1948 tersebut kemudian terbongkar, sebagai kamuflase/kedok dari recana makar yang dilakukan PKI dalam pemberontakan Madiun tanggal 18 September 1948. Aksi pembakaran di Sriwedari tersebut sebagai “pemanasan” untuk pembantaian di Madiun.
Pemberontakan PKI di Madiun
Inilah pengkhiatan PKI terhadap kedaulatan RI pada masa pasca Kemerdekaan RI. Pemberontakan yang terjadi pada tanggal 18 September 1948 sampai saat ini berusaha ditutupi oleh orang-orang PKI. Padahal, fakta sejarah sudah membuktikan—di tengah upaya Republik Indonesia mempertahankan Kemerdekaan—PKI justru “membokong” dan mengkhianati perjuangan yang telah dilakukan. Dengan dalih kecewa atas perjanjian Renville, Amir Syarifuddin yang tersingkir posisi dari pemerintahan Presiden Soekarno kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR). Seperti diketahui, Kabinet Amir Syarifuddin kemudian digantikan oleh Kabinet Hatta yang memang antikomunis. FDR ini beranggotakan Partai Sosialis, PESINDO, Partai Buruh, PKI dan SOBSI.
Di Madiun PKI membantai ulama dan kyai yang antikomunis. Tujuan tujuan memproklamasikan Soviet Republik Indonesia, Madiun sempat jatuh di tangan PKI.
Dipimpin Kolonel Djokosujono dan Sumarsono tanggal 18 September 1948, PKI memproklamirkan Soviet Republik Indonesia. Sehari kemudian atau tanggal 19 September 1948, Muso membentuk pemerintahan baru, Pemerintah Front Nasional. Muso sejak kedatangannya dari Moskow memang berhasil mempengaruhi anggota-anggota TNI untuk bergabung. Disamping itu, Muso dengan liciknya mengadu-domba antar kesatuan di TNI.
Atas pemberontakan tersebut kemudian Presiden Soekarno mengeluarkan maklumat pada tanggal 19 September 1948 dengan menyatakan : “Kemarin pagi PKI Muso mengadakan coup, mengadakan perampasan kekuasaan di Madiun, dan mendirikan di sana satu Pemerintahan Soviet, di bawah pimpinan Muso. Bagimu pilih diantara dua. Iku Muso dengan PKInya yang akan membawa bangkrutnya cita-cita Indonesia Merdeka, atau ikut Soekarno-Hatta, yang Isya Allah dengan bantuan Tuhan akan memimpin Negara Republik Indonesia kita, Indonesia yang merdeka, tidak dijajah Negara mana pun jua.” Selanjutnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyerukan : “Secepat mungkin menghancurkan kaum pemberontak.” Selain itu, Menteri Agama KH Masjkur yang juga tokoh Partai Masyumi menyatakan :”Perebutan kekuasaan oleh Muso di Madiun adalah bertentangan dengan agama dan adalah perbuatan yang hanya mungkin dijalankan oleh musuh Republik.”
Pemberontakan PKI Madiun ini berhasil dipadamkan. Madiun pun direbut kembali. Muso berhasil ditembak mati pada tanggal 30 Oktober 1948 jam 11.00 di Semanding Timur Ponorogo. Kemudian Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo dan gerombolannya ditangkap. Amir Sjarifuddin dan Suripno berhasil ditangkap dan dihukum mati.
Wajar apabila akhirnya gembong-gembong PKI dihukum mati. Selain melawan pada saat diminta menyerah, mereka pun telah melakukan kekejaman terhadap masyarakat. Sebagai contoh di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, KH Soelaiman Zuhdi Affandi digelandang PKI secara keji. Sebelumnya di Pabrik Gula Gorang Gareng puluhan orang tawanan PKI dibunuh secara keji. Selanjutnya, bersama ratusan tawanan lain dibantai. Bahkan, KH Soelaiman Zuhdi Affandi dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Soco pada saat mengambil air wudlu. Pada sumur tersebut ditemukan 108 kerangka jenazah. Kini korban keganasan PKI tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun. Begitulah kalau PKI ingin berkuasa. Karena tidak mengenal Tuhan, maka pembantaian, mengubur manusia hidup-hidup dianggap sebagai cara yang halal.
Tapi, dengan segala kelicikannya, kemudian PKI mengatakan Pemberontakan Madiun karena diprovokasi Hatta. Sungguh ini pemutar-balikkan fakta terhadap tragedi berdarah yang sudah dilakukan. Persoalan kemudian Presiden Soekarno mengampuni tindakan makar dan tindakan separatis yang dilakukan PKI. Sehingga pada Pemilu pertama tahun 1955, PKI berhasil muncul sebagai kekuatan politik nomor 4 bersama PNI, Masyumi, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Aksi Berdarah di Blora
Pasukan PKI menyerang Markas Kepolisian Distrik Ngawen, Kabupaten Blora pada 18 September 1948. Setidaknya 20 orang anggota polisi ditahan. Namun, ada tujuh polisi yang masih muda dipisahkan dari rekan-rekannya. Setelah datang perintah dari Komandan Pasukan PKI Blora, mereka dibantai pada tanggal 20 September 1948. Sementara tujuh polisi muda dieksekusi dengan cara keji. Ditelanjangi kemudian leher mereka dijepit dengan bambu. Dalam kondisi terluka parah, tujuh polisi dibuang ke dalam kakus/jamban (WC) dalam kondisi masih hidup, baru kemudian ditembak mati.
Membantai di Dungus
Setelah Madiun direbut kembali oleh TNI, kemudian PKI pada tanggal 30 September 1948 melarikan diri ke Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Dungus. Sebenarnya wilayah tersebut memang dipersiapkan sebagai basis pertahanan PKI. Dalam kondisi terdesak PKI akhirnya membantai hampir semua tawanannya dengan cara keji. Para korban ditemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak. Diantara para korban ada anggota TNI, polisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat dan ulama. Rangkaian pembunuhan oleh PKI masih dilanjutkan.
Pembantaian Massal di Tirtomoyo
Ini tragedi berdarah di Wonogiri, Jawa Tengah. Aksi yang dilakukan adalah dengan menculik lawan-lawan politiknya. Pejabat pemerintahan, TNI, polisi, dan wedana menjadi santapan empuk PKI. Di sebuah ruangan bekas laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomoyo, PKI menyekap sedikitnya 212 orang—terdiri dari para pejabat dan masyarakat yang melawan partai berideologi Komunis tersebut. Aksi pembantaian dilakukan sejak tanggal 4 Oktober 1948. Satu-persatu dan juga bersama-sama, akhirnya 212 tawanan dibantai dengan keji.
Aksi PKI di Tanjung Priok
Pasca pemberontakan PKI Madiun dipadamkan, tidak serta merta kehidupan PKI berakhir di Indonesia. PKI masih tetap tumbuh dan menyelusup di seluruh pelosok Negeri. Wajar pemerintah tidak bisa membasmi habis PKI sampai ke akar-akarnya. Ini sebabkan, pemerintah RI dan TNI juga sedang berhadapan langsung dengan Kolonial Belanda yang tetap ingin menguasai Republik Indonesia.
Terbukti aksi kekerasan masih terus dilakukan. Pada tanggal 6 Agustus 1951 malam, Gerobolan Eteh (PKI) dengan kekuatan puluhan orang menggunakan senjata tajam dan senjata api melakukan aksi di Tanung Priok. Mereka menyerang Asrama Mobile Brigade Polisi dengan tujuan merebut senjata. Awal mulanya, seorang anggota Gerombolan Eteh seolah-olah ingin menjenguk rekannya di Markas. Namun, secara tiba-tiba anggota yang lain menyerang pos jaga asrama. Dalam aksi tersebut Gerombolan Eteh berhasil merampas 1 senjata bren, 7 karaben, dan 2 pistol.
Aksi Barisan Tani Indonesia (BTI) di Tanjung Morawa
Tindakan brutal dilakukan BTI dengan memprovokasi para petani di perkebunan tembakau di desa Perdamaian, Tanjung Morawa pada tanggal 16 Maret 1953. BTI adalah salah satu underbouw PKI yang memang menggarap petani sebagai pendudukung kekuatan massanya. Pada saat itu, Pemerintahan RI Karisedenan Sumatera Timur merencanakan membuat sawah percontohan, namun ditentang oleh para penggarap liar. Dengan dikawal pasukan polisi, lahan perkebunan tersebut terpaksa dibuldozer. Menentang rencana tersebut BTI mengerahkan massa untuk melakukan perlawanan kepada polisi dan aparat pemerintah.
DN Aidit Membangkitkan Kembali PKI
Di bawah tokoh-tokoh muda seperti DN Aidir, sejak tahun 1950 PKI melakukan konsolidasi kekuatan. PKI pun berhasil menyatukan kembali kekuatannya yang telah berserakan setelah Pemberontakan Madiun. Aksi yang terus dilakukan adalah menyebarkan pengaruhnya di berbagai kalangan dan institusi. Untuk menyusun kekuasaan politik, PKI menyusun metode perjuangan yang disebut dengan Metode
Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP)
Metode ini merupakan rumusan yang dilakukan pada Kongres Nasional V PKI pada tanggal 14 Maret 1954. Metode tersebut meliputi : Perjuangan Gerilya di Desa, Bekerja Intensif di Kalangan ABRI. Metode ini dilakukan secara tertutup. Sedangkan untuk menyusup ke ABRI dilakukan oleh Biro Khusus PKI.
Kisah tentang DN Aidit pun berlanjut. Sekretaris Jenderal Polit Biro CC PKI mengeluarkan Statemen Polit Biro CC PKI, yang intinya meminta agar Pemberontakan Madiun di peringati secara intern pada tanggal 13 September 1953. Dalam pernyataannya, secara licik PKI membantah Pemberontakan Madiun bukan dilakukan oleh PKI, tetapi akibat provokasi Pemerintah Hatta. Tindakan tegas pemerintah dilakukan kepada DN Aidit dengan mengadilinya pada 25 November 1954. Kemudian vonis dijatuhkan pada tanggal 25 Februari 1955 dan DN Aidit dinyatakan bersalah.
LEKRA Memberangus Lawan Seni dan Budayanya
PKI tidak hanya memfokuskan diri pada bidang politik untuk membangun kekuatannya. Para sastrawan, seniman dan budayawan juga direkrut. Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) memasukkan komunisme ke dalam seni dan sastra. Mempolitikkan budayawan dan mendiskreditkan lawan. Pada tanggal 22 sampai 25 Maret 1963, LEKRA menyelenggarakan Konferensi Nasional I Lembaga Sastra Indonesia di Medan. Konferensi tidak hanya membahas masuknya Komunisme di bidang sastra, juga menuntut dibentuknya Kabinet Gotong Royong yang memungkinkan masuknya tokoh-tokoh PKI di dalamnya.
Salah satu petinggi Lekra adalah Pramudya Ananta Toer. Pram juga dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Lembar Kebudayaan Lentera dari koran Bintang Timur. Koran inilah yang menuding Hamka sebagai plagiator dengan berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijk. Tekanan politik terhadap karya-karya non Komunis dilakukan oleh Lekra. Menghadapi gerakan Lekra para sastrawan seperti HB Jassin, Taufiq Ismail, Trisno Sumardjo, Wiratmo Soekito, Zaini, Bokor Hutasoit, Goenawan Mohammad, Bur Rasuanto, A Bastari Asnin, Soe Hok Djin (Arief Budiman), Ras Siregar, D.S. Moeljanto, Sjahwil, dam Djufri Tanissan merumuskan Manifes Kebudayaan untuk melawan Manifes Politik yang dikeluarkan Lekra. Tetapi, dengan kekuatan politik di tangan Presiden Soekarno pada saat itu (8 Mei 1964), Manifes Kebudayaan akhirnya dilarang melakukan aktivitas.
Hujatan-hujatan terhadap sastrawan Manifes Kebudayaan terus dilakukan. Penyair Chairil Anwar (pelopor Angkatan 45) juga digugat. Seperti dikatakan Sitor Situmorang, Chairil Anwar dinilai sudah tidak punya arti apa-apa. Chairil disebut sadar tidak sadar telah masuk ke dalam jaringan kontra revolusioner. Bahkan buku-buku karya sastra karya sastrawan di Manifes Kebudayaan dibakar oleh Lekra.
Serangan terhadap Pelajar Islam Indonesia di Kanigoro
PKI melalui Pemuda Rakyat (PR) dan Barisan Tani Indonesia (BTI) memang sungguh-sungguh tidak beradap. Training Pelajar Islam Indonesia di kecamatan Kras, Kediri tanggal 13 Januari 1965 diserang oleh PR dan BTN. Massa Komunis ini tidak hanya menyiksa, melakukan pelecehan seksual terhadap para pelajar Islam perempuan. Tidak hanya sampai di situ, massa PKI pun menginjak-injak Al-Quran. PKI memang tidak mengenal Tuhan. Mereka pun memiliki pertunjukan Ludruk dengan lakon ”Matinya Gusti Allah”.
Tragedi Bandar Betsi, Pematang Siantar
Sejarah ini menunjukkan PKI memang brutal. Mereka pada tanggal 14 Mei 1965 melakukan aksi sepihak yakni dengan menguasai secara tidak sah tanah-tanah miliki Negara. Pemuda Rakyat, BTI, dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi. Sekitar 200 massa ikut serta dalam aksi tersebut. Pelda Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan secara kebetulan menyaksikan perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan.
Kini salah seorang putra pembunuh Sudjono bernama Muchtar Pakpahan aktif di organisasi buruh SBSI dan kemudian mendirikan Partai Buruh dan mengikuti Pemilu 2009.
Pemberontakan PKI 30 September 1965
Sejarah berdarah kembali ditorehkan oleh PKI di Indonesia. Dengan menamakan diri Gerakan 30 September 1965, mereka menghabisi tujuh orang Letjen TNI A. Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI M.T. Hardjono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomihardjo, dan Lettu Pierre Andries Tendean. Jenderal A.H. Nasution yang sudah masuk dalam daftar pembantaian ternyata bisa meloloskan diri. Hanya Ade Irma Nasution menjadi korban aksi keji pasukan PKI. Menjadi fakta sejarah, para korban keganasan PKI tersebut dilemparkan ke dalam sumur di Lubang Buaya. Sementara Mayjen Soeharto sebagai Pangkstrad tidak diperhitungkan oleh PKI, sehingga tidak ikut dihabisi.
Instruksi Letkol Untung (Komandan Gerakan 30 September 1965/PKI), pembantaian yang diawali dengan penculikan dilakukan oleh tiga kelompok pasukan yang diberi nama Pasukan Pasopati (dipimpin Lettu Dul Arief), Pringgondani (dipimpin Mayor Udara Sujono) dan Bima Sakti (dipimpin Kapten Suradi).
ABRI/TNI memang menjadi sasaran utama penyusupan PKI. Melalui Biro Khusus Central, PKI mempengaruhi anggota TNI agar berpihak kepada mereka. Biro Khusus ini di bawah kendali langsung DN Aidit. Oleh PKI, para anggota ABRI yang berhasil dijaring disebut sebagai “perwira-perwira yang berpikiran maju.” Mereka yang tercatat sebagai pendukung PKI antara lain : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, Kolonel Inf. A Latief, Letnan Kolonel Untung, Mayor KKO Pramuko Sudarmo, Letkol Laut Ranu Sunardi, Komodor Laut Soenardi, Letkol Udara Heru Atmodjo, Mayor Udara Sujono, Men/Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Brigjen Pol. Soetarto, Komisaris Besar Polisi Imam Supoyo, Ajun Komisaris Besar Polisi Anwas Tanuamidjaja, dan lain-lain
Pembantaian terhadap petinggi militer yang oleh PKI dimaksudkan untuk merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno yang dikabarkan tengah menderita sakit. Namun, gerakan ini mengalami kegagalan total, karena tidak mendapat dukungan dari rakyat. Dalam buku Soekarno File (karya Antonie Dake) dan Kudeta 1 Oktober 1965 Sebuah Studi tentang Konspirasi (karya Victor M Fic) menyebutkan adanya dorongan dari Mao Tse Tung (Ketua Partai Komunis Cina) yang bertemu dengan DN Aidit tanggal 5 Agustus 1965, agar dilakukan pembunuhan terhadap Pimpinan TNI AD, karena Mao khawatir apabila Presiden Soekarno meninggal, maka kekuasaan akan beralih kepada TNI Angkatan Darat yang kontra terhadap PKI. Bahkan, kedua buku tersebut menyebutkan keterlibatan Presiden Soekarno dalam pemberontakan G 30 S PKI.
Sebelum G 30 S 65/PKI meletus, aksi teror dan kekerasan sudah mewarnai politik di Indonesia. PKI secara langsung dan organisasi-organisasi pendukungnya merasa di atas angin, sehingga mengebiri hak-hak hidup organisasi massa lain. PKI bahkan mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar HMI dibubarkan. PKI juga mengusulkan dibentuknya angkatan ke-5—yakni mempersenjatai Barisan Tani Nelayan dan Pemuda Rakyat dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia.
Situasi politik memang semakin memanas. Di depan apel kesiagaan Dwikora pada tanggal 2 April 1965, DN Aidit mengatakan, “Manipol harus dibela dengan senjata, Manipol tidak bisa dibela hanya dengan tangan kosong. Oleh sebab itu, latihan militer penting bagi orang-orang revolusioner manipolis dengan tujuan membela Manipol dengan senjata.”
Pada saat HUT PKI-45 tanggal 23 Mei 1965 di Stadion Utama Senayan, DN Aidit menyerukan massa PKI meningkatkan ofensif revolusioner sampai ke puncak. Seruan ini dirangkai pula dengan seruan pada tanggal 9 September 1965, “kita berjuang untuk sesuatu yang akan lahir. Kita kaum revolusioner adalah bagaikan bidan daripada bayi masyarakat baru itu. Sang bayi lahir, dan kita kaum revolusioner menjaga supaya lahirnya baik dan sang bayi cepat besar.” Seruan-seruan DN Aidit tentu saja menjadi pemompa bagi kader-kader PKI di banyak daerah untuk melakukan aksi sepihak.
Struktur Pimpinan PKI, September 1965
Ketua Comite Central : DN Aidit
Dewan Harian Politbiro (Lima Anggota) : DN Aidit, Lukman, Njoto, Sudisman, Oloan Hutapea
Politbiro :
Dua belas anggota penuh: DN Aidit, Lukman, Njoto, Sudisman, Oloan Hutapea, Sakirman, Njono, Mohammad Munir, Ruslan Wijayasastra, Jusuf Ajitorop, Asmu, Rewang,
Empat calon anggota : Peris Pardede, A. Sanusi, Sucipto Munandar, F. Runturambi
Panitera : Iskandar Subekti
Comite Central : 85 anggota
(Dikutip dari buku Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto halaman 209 karya John Roosa)
Sejarah G 30 S 1965/PKI sebenarnya sangat terang bagi Indonesia. Tetapi, setelah pada masa Reformasi terhitung sejak tahun 1998, anggota-anggota PKI yang sudah menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara, melakukan ofensif memutarbalikkan fakta sejarah. Mereka juga melakukan pengkaderan dan menyusupkan kader-kadernya di banyak sektor pemerintahan. Selain itu, dibentuk pula organisasi-organisasi massa yang memperjuangkan dan menuntut hak-hak politik dan perdatanya.
Melalui buku-buku, film, tulisan-tulisan lepas di internet dan media massa cetak, pemutarbalikkan fakta sejarah dengan menempatkan diri sebagai ”korban” dilakukan. Tidak cuma itu, tuntutan melalui ranah hukum dan politik dilakukan. Namun, langkah-langkah tersebut selalu menemu kegagalan. Tetapi, mereka tidak pernah berhenti menyebarkan virus Komunisme untuk mempengaruhi Bangsa Indonesia.
PKI memang telah dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966. Tap MPRS XXV/1966 telah menjadi ketetapan hukum untuk melarang ajaran Marxisme, Leninisme dan Komunisme di Indonesia. Pada masa Reformasi telah disahkan pula Undang Undang No 27/1999 tentang Keamanan Negara yang memberikan sanksi pidana sampai hukuman 12 tahun penjara bagi orang dan organisasi massa yang berniat menggantikan ideologi Pancasila melalui segala macam bentuk kegiatannya.
Namun demikian disinyalir masih banyak yang berusaha menghidupkan idiologi terlarang itu dan oleh karenanya harus diwaspadai.
Rangkaian perjalanan sejarah PKI sejak sebelum Kemerdekaan, setelah Kemerdekaan dan Reformasi tetap konsisten mengusung ideologi kekerasan. Ajaran dedengkot Komunis Internasional memang sudah dicangkokkan sebagai inspirasi para kader Komunis untuk merebut kekuasaan di mana pun mereka bisa tumbuh. Indonesia yang dikenal memiliki nilai-nilai keagamaan yang kukuh tentu saja tidak bisa menerima kehadiran paham Komunis dalam segala bentuknya. Itulah mengapa, Pancasila kemudian menjadi pilihan Negara dan Bangsa Indonesia, sebagai sebuah paham yang menjadi inspirasi dalam pembangunan Nasional—baik pembangunan spiritual maupun material.
Patut disayangkan memang, anak-anak Bangsa yang seharusnya bisa ikut berperan aktif dalam membangun karakter Bangsa, justru keblinger terhadap ajaran Marxisme, Leninisme, Maoisme, dengan menggunakan topeng kepalsuan, mengatakan memperjuangkan nasib rakyat. Padahal, sejarah Komunisme di dunia telah mencatat lebih dari 100.000.000 nyawa manusia hilang sia-sia, hanya demi perbedaan paham dan untuk mempertahankan kekuasaan.
Demokrasi dan Hak Asasi Manusia tidak mengenal adanya pembantaian terhadap nyawa manusia. Namun, untuk menyokong agar ideologinya bisa diterima masyarakat, para kader Komunis di mana pun bersedia melepas baju kekejamannya dan tampil sebagai seorang humanis sejati. Artinya, sebelum cita-cita merebut kekuasaan berhasil, Partai Komunis akan menggunakan atribut apa pun untuk melakukan penyamaran.
Dan, kini para kader Komunis sedang gencar-gencarnya mengubah sejarah kekejaman mereka menjadi sejarah penindasan terhadap diri mereka. Inilah upaya yang dilakukan untuk menarik simpati dengan menampilkan wajah humanisme. Padahal, telah menjadi fakta sejarah, PKI adalah pelaku kejahatan terhadap Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguh-sungguh licik. Padahal, tokoh-tokoh elit PKI sendiri sudah mengakui, kalau PKI-lah yang berada di balik Gerakan 30 September 1965 sehingga menyebabkan pertumpahan darah anak-anak bangsa. Upaya menghapus jejak kekejaman PKI antara lain dilakukan dengan menghapuskan Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun dan menghilangkan kata PKI dari Gerakan 30 September 1965 di dalam buku pelajaran IPS/Sejarah Kurikulum 2004 dari tingkat SD sampai dengan SMA. Tetapi, cara licik kader Komunis terbongkar dan akhirnya Kejaksaan Agung pada bulan Mei 2007 melarang buku-buku tanpa menyebut PKI digunakan di sekolah dan harus dimusnahkan.
Mohammad Hatta sudah mengingatkan ”kalau ada orang Komunis yang mengatakan ia percaya pada Tuhan, atau seorang Islam mengaku dirinya Marxis, maka ada yang tidak beres padanya.”
HIV/AIDS

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan September 2014, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, dr. H.M. Subuh tertanggal 17 Oktober 2014:
Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan III Tahun 2014. Data HIV-AIDS Triwulan III 2014 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi HIV-AIDS & IMS (SIHA). Sejak periode Juli-September 2012 terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.
Laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia Triwulan III Tahun 2014 sebagai berikut:
A. Situasi Masalah HIV-AIDS Triwulan II (Juli-September) Tahun 2014
1. HIV
a. Dari bulan Juli sampai dengan September 2014 jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 7.335 kasus.
b. Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (69,1%), diikuti kelompok umur 20-24 tahun (17,2%), dan kelompok umur >= 50 tahun (5,5%).
c. Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1.
d. Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (57%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (15%), dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (4%).
2. AIDS
a. Dari bulan Juli sampai dengan September 2014 jumlah AIDS yang dilaporkan baru sebanyak 176 orang.
b. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (42%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (36,9%) dan kelompok umur 40-49 tahun (13,1%).
c. Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.
d. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (67%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (6%), penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (6%), dan dari ibu positif HIV ke anak (4%).
B. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987 – September 2014
Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan September 2014, HIV-AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.
1. HIV
a. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511), tahun 2013 (29.037) dan tahun 2014 (22.869). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2014 sebanyak 150.296.
b. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (32.782), diikuti Jawa Timur (19.249), Papua (16.051), Jawa Barat (13.507) dan Bali (9.637).
2. AIDS
a. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 5.184, tahun 2006 (3.665), tahun 2007 (4.655), tahun 2008 (5.114), tahun 2009 (6.073), tahun 2010 (6.907) dan tahun 2011 (7.312), tahun 2102 (8.747), tahun 2013 (6.266) dan 2014 (1.876). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan September 2014 sebanyak 55.799 orang.
b. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (32,9%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (28,5%), 40-49 tahun (10,7%), 50-59 tahun (3,4%), dan 15-19 (3,1%).
c. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 54% dan perempuan 29%. Sementara itu 17% tidak melaporkan jenis kelamin.
d. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga (6.539), diikuti wiraswasta (6.203), tenaga non-profesional/karyawan (5.638), petani/peternak/nelayan (2.324), buruh kasar (2.169), penjaja seks (2.052), pegawai negeri sipil (1.658), dan anak sekolah/mahasiswa (1.295).
e. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.184), Jawa Timur (8.976), DKI Jakarta (7.477), Bali (4.261), Jawa Barat (4.191), Jawa Tengah (3.767), Papua Barat (1.734), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.573).
f. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (61,5%), penasun (15,2%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
g. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 0,46% pada bulan September tahun 2014.
C. Layanan
1. Sampai dengan September 2014, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya, sebagai berikut:
a. 1.391 layanan Konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).
b. 448 layanan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 328 RS Rujukan PDP (induk) dan 120 satelit.
c. 87 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
d. 1.180 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual).
e. 182 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak).
f. 223 layanan yang mampu melalukan layanan TB-HIV.
2. Sampai dengan bulan Maret 2014, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS sebagai berikut:
a. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
b. 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
c. 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
d. 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
e. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
f. 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
g. 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.
3. Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan September 2014 sebanyak 45.631 orang. Pemakaian rejimennya adalah 97,03% (44.275 orang) menggunakan Lini 1 dan 2,97% (1.356 orang) menggunakan Lini 2.
Statistik Kasus AIDS di Indonesia – dilapor s/d September 2014
Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes RI
Dalam triwulan Juli s.d. September 2014 dilaporkan tambahan kasus HIV & AIDS sebagaimana berikut:
• HIV: 7335
• AIDS: 176
Jumlah kasus HIV & AIDS yang dilaporkan 1 Januari s.d. 30 September 2014 adalah:
• HIV: 22869
• AIDS: 1876
Secara kumulatif kasus HIV & AIDS 1 Januari 1987 s.d. 30 September 2014, terdiri dari:
• HIV: 150296
• AIDS: 55799
Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Golongan Umur
Golongan Umur AIDS
<1 238
1 – 4 968
5 – 14 441
15 – 19 1717
20 – 29 18352
30 – 39 15890
40 – 49 5974
49 – 59 1874
>60 551
Tak Diketahui 9794
Jumlah Kumulatif Kasus HIV & AIDS Menurut Provinsi
No. Provinsi HIV AIDS
1 Papua 16051 10184
2 Jawa Timur 19249 8976
3 DKI Jakarta 32782 7477
4 Bali 9637 4261
5 Jawa Barat 13507 4191
6 Jawa Tengah 9032 3767
7 Papua Barat 2714 1734
8 Sulawesi Selatan 4314 1703
9 Kalimantan Barat 4574 1699
10 Sumatera Utara 9219 1573
11 Riau 2050 1104
12 Banten 3642 1042
13 Sumatera Barat 1136 952
14 DI Yogyakarta 2611 916
15 Sulawesi Utara 2312 798
16 Maluku 1456 527
17 Nusatenggara Timur 1751 496
18 Nusatenggara Barat 812 490
19 Jambi 751 458
20 Lampung 1090 423
21 Sumatera Selatan 1652 409
22 Kepulauan Riau 4555 382
23 Kalimantan Selatan 526 364
24 Kalimantan Timur 2541 332
25 Bangka Belitung 510 319
26 Sulawesi Tenggara 330 266
27 Sulawesi Tengah 404 257
28 NAD 162 193
29 Maluku Utara 247 165
30 Bengkulu 308 160
31 Kalimantan Tengah 253 107
32 Gorontalo 68 68
33 Sulawesi Barat 39 6
Jumlah 150285 55799
Prevalensi Kasus AIDS per 100.000 Penduduk Berdasarkan Provinsi
No. Provinsi Prevalensi
1 Papua 359.43
2 Papua Barat 228.03
3 Bali 109.52
4 DKI Jakarta 77.82
5 Kalimantan Barat 38.65
6 Sulawesi Utara 35.14
7 Maluku 34.37
8 DI Yogyakarta 26.49
9 Bangka Belitung 26.08
10 Jawa Timur 23.95
11 Kepulauan Riau 22.75
12 Sulawesi Selatan 21.20
13 Riau 19.93
14 Sumatera Barat 19.64
15 Maluku Utara 15.89
16 Jambi 14.81
17 Sumatera Utara 12.12
18 Sulawesi Tenggara 11.91
19 Jawa Tengah 11.63
20 Nusatenggara Barat 10.89
21 Nusatenggara Timur 10.59
22 Kalimantan Selatan 10.04
23 Banten 9.80
24 Sulawesi Tengah 9.75
25 Jawa Barat 9.73
26 Kalimantan Timur 9.34
27 Bengkulu 9.33
28 Gorontalo 6.54
29 Lampung 5.56
30 Sumatera Selatan 5.49
31 Kalimantan Tengah 4.84
32 NAD 4.29
33 Sulawesi Barat 0.52
Nasional 23.48
Jumlah Kasus Baru HIV & AIDS dan Kematian Berdasarkan Tahun Pelaporan
Tahun HIV AIDS Mati
1987 5 1
1988 2 1
1989 5 2
1990 5 0
1991 15 2
1992 13 0
1993 24 4
1994 20 4
1995 23 7
1996 42 40
1997 44 5
1998 60 17
1999 94 20
2000 255 73
2001 219 29
2002 345 63
2003 316 111
2004 1125 327
2005 (HIV: 1987-2005) 859 2572 573
2006 7195 3665 793
2007 6048 4655 836
2008 10362 5114 948
2009 9793 6073 1068
2010 21591 6907 1296
2011 21031 7312 1139
2012 21511 8747 1489
2013 29037 6266 726
2014 s.d. September 22869 1876 211
Tidak diketahui 0 0 11
Sumber: Ditjen PP & PL Kemenkes RI 17 Oktober 2014
Edit terakhir: 18 November 2014
Tingginya angka HIV/AIDS yang terjadi pada ibu rumah tangga di Indonesia , seharusnya menjadi konsentrasi pemerintahan Jokowi-JK.
Dari banyaknya Orang yang terkena HIV/AIDS di Indonesia, ibu rumah tangga menempati tempat teratas. Jumlahnya mencapai 6539 di tahun 2014. Data ini dikumpulkan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di tahun 2007-2014. Jumlah ibu rumah tangga yang terpapar HIV/AIDS ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah sopir truk, pekerja seks komersial maupun sektor pekerja.
Direktur PKBI, Inang Winarso menyatakan, jumlah ibu rumah tangga yang paling banyak terpapar HIV/AIDS ini telah meruntuhkan mitos selama ini yang menyatakan bahwa orang yang bekerja di luar rumahlah yang paling banyak terkena HIV/AIDS.
“Selama ini ada mitos bahwa sopir truk atau Pekerja seks komersil yang paling banyak terkena HIV/AIDS, namun ternyata yang banyak terpapar adalah ibu-ibu rumah tangga,” ujar Inang dalam laporan awal tahunnya, Kamis (15/1).
Menurut Inang hal ini semakin menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS saat ini tidak lagi menular di luar rumah, namun terjadi di dalam rumah. Tingginya angka paparan terhadap ibu rumah tangga ini mengindikasikan banyaknya pasangan laki-laki yang kemudian menjadi penular HIV/AIDS.
“Penularan HIV/AIDS terbesar di Indonesia saat ini ternyata terjadi di dalam rumah, di dalam kamar-kamar kita. Ibu rumah tangga yang terpapar HIV/AIDS ini selain ditulari, harus menanggung pula diskriminasi karena mereka sering dicap sebagai perempuan nakal,” ujar Inang Winarso.
Maka menurut Inang, penting untuk pemerintahan Jokowi-JK untuk menjadikan ini sebagai priorotas isu di tahun ini.
Angka Kematian Ibu Melahirkan
Selain HIV/AIDS, kasus angka kematian ibu melahirkan (AKI) yang masih tinggi di Indonesia seharusnya juga menjadi konsentrasi kedua pemerintah Jokowi di bidang kesehatan. Target Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia di tahun 2015 yaitu 102 kematian perseratus ribu kelahiran hidup. Namun hingga akhir tahun 2014, angka kematian ibu masih mencapai: 359 perseratus ribu kelahiran.
PKBI mendesak pemerintah untuk menjadikan AKI sebagai prioritas isu. Jika tidak, maka target Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs) di Indonesia soal penurunan AKI tidak akan tercapai.
“Isu kesehatan reproduksi selalu dikalahkan oleh isu-isu politik, isu hukum dan ekonomi. Seharusnya pemerintah memperhatikan AKI sebagai prioritas kasus yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Inang menyatakan jika pemerintah serius, maka Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mendatang untuk bidang kesehatan harusnya ditambah. Selama ini porsi dana untuk kesehatan hanya sekitar 3 persen dari dana APBN, padahal jumlah ini untuk mengurus program kesehatan masyarakat secara umum. Jika ada tambahan anggaran 2 persen saja tiap tahunnya, maka alokasinya bisa diberikan pada penurunan AKI atau persoalan perempuan dan kesehatan reproduksi.
Sebanyak 1.328 Anggota TNI Kena HIV/AIDS, 343 Telah Meninggal Dunia
Wakil Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi , mengutip Antara, mengatakan sebanyak 1.328 prajurit TNI terjangkit HIV/AIDS, dan hingga 30 Juni 2015 tercatat 343 orang di antaranya meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
“TNI sebagai subpopulasi dari penduduk Indonesia yang tidak terlepas dari permasalahan, seperti kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI. Ini menjadi perhatian serius,” katanya saat membuka Peer Leader HIV AIDS yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Lantamal IV/Tanjungpinang, di ibu kota Kepulaua Riau, Selasa ((12/1/2016).
Dia mengatakan, kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI meningkat, dan karena bila tidak ditangani secara intensif dan menyeluruh dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesiapan TNI dalam melaksanakan tugas operasi militer perang dan selain perang.
“Sebagai instansi pelayanan kesehatan di lingkungan Lantamal IV/Tanjungpinang wajib mengantisipasi permasalahan ini dengan melakukan kegiatan preventif berupa penyebaran informasi tentang HIV/ AIDS, serta pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya yang secara paralel juga meningkat jumlah kasusnya,” ujar Guntur.
Hingga saat ini, lanjutnya, HIV/ AIDS masih merupakan masalah penting di bidang kesehatan masyarakat, karena jumlah kasus yang dilaporkan dari tahun ke tahun masih terus meningkat.
“Menurut laporan Dirjen P2PL Kemkes RI, hingga 31 Maret 2015 telah tercatat 179.775 kasus HIV/AIDS di Indonesia, dengan rincian HIV positif sebanyak 167.350 kasus dan AIDS sebanyak 66.855 kasus. Jumlah kasus sesungguhnya tentu lebih besar dari yang dilaporkan mengingat adanya fenomena gunung es,” ujarnya.
Mencermati perkembangan tersebut, TNI AL dengan dukungan berbagai pihak telah melaksanakan upaya pencegahan secara intensif, pendeteksian kasus HIV/AID secara dini, dan peningkatan akses layanan perawatan.
10 Negara Penderita HIV Aids Terbesar

10 Negara Penderita Aids Tertinggi Terbesar or 10 negara penderita hiv aids Terbesar di dunia,5 Negara dengan jumlah pengidap hiv aids di dunia. Inilah negara dengan penderita HIV AIDS terbanyak di dunia Pada tahun 2011 lalu, ada sekitar 35 juta orang yang terinfeksi oleh virus dan epidemi HIV. Benua Afrika memiliki jumlah tertinggi sebagai akibat tingkat kemiskinan yang tinggi, sehingga akses ke perawatan kesehatan sangat minim. Banyak negara yang sangat minim jumlah lembaga yang memantau penyebaran HIV. Berikut adalah daftar 10 negara dengan infeksi virus HIV tertinggi 10 Negara Penderita HIV Aids Terbesar baca yah.
1. Afrika Selatan:
Sebanyak 5,7 juta orang terinfeksi dengan virus HIV di Afrika Selatan. Tingkat prevalensi dewasa adalah 17,9% menurut CIA World Fact Book statistik. Di Afrika Selatan anak juga dipengaruhi oleh virus. Sebanyak 11,2% dari kejadian HIV pada anak-anak dan pemuda yang berada di bawah usia 24 tahun. Ketika dicari proporsi jumlah mereka yang mengidap HIV dengan jumlah penduduk, ternyata anak-anak menyumbang 11% dari total populasi.
2. Nigeria
Dari 155, 215, 573 orang yang tinggal di Nigeria, sekitar 3,3 juta terinfeksi oleh virus HIV. Angka prevalensi di antara orang dewasa adalah 3,6% pada tahun 2009. Penyebab utama dari kasus HIV di Nigeria adalah seks tanpa kondom antara heteroseksual.
3. India
Daftar Dari 1 milyar orang yang hidup di India, 2,4 juta dipengaruhi oleh virus HIV, menurut statistik tahun 2011.
4. Kenya
Keluar dari 41, 070, 934 orang yang tinggal di Kenya pada tahun 2011, 1,5 juta terinfeksi oleh virus HIV, sehingga Kenya menjadi 4 terbesar di dunia. Angka prevalensi di antara orang dewasa adalah 6,3%. Kasus-kasus terburuk terlihat pada anak-anak. Hanya 1 dari 3 anak-anak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan melawan virus. Pemerintah Kenya bekerja keras untuk memerangi epidemi ini.Negara Penderita HIV Aids Terbesar.
5. Mozambik
Tahun 2011 Sekitar 6% dari populasi Mozambik dan 1,4 juta orang terkena oleh virus HIV tahun 2011. Angka prevalensi di antara orang dewasa adalah 11,5%. 130.000 dari mereka yang terinfeksi adalah anak-anak.
6. Tanzania
Sekitar 3% dari total populasi dan 1,4 juta orang di Tanzania yang terinfeksi HIV tahun 2011. Angka prevalensi di antara orang dewasa adalah 5,6% Komisi pemberantasan AIDS di Tanzania didirikan pada tahun 2002 untuk membantu menanggapi masalah pertumbuhan epidemic HIV. Hal ini sebagai respon terhadap lebih dari 100.000 anak yang terinfeksi oleh virus dan lebih dari 60% dari jumlah ini adalah perempuan.
7. Zimbabwe:
Sekitar 10% dari total populasi yaitu sekitar 1,2 juta orang terinfeksi HIV di Zimbabwe pada tahun 2011. Tingkat prevalensi dewasa adalah 14,3%. Jumlah ini telah mulai melambat dengan bantuan pemerintah dan tim lainnya. Pendidikan dan tes sukarela telah ditetapkan secara nasional.
8. Uganda:
Sekitar 3,5% dari total populasi yaitu 1,2 juta orang terinfeksi HIV di Uganda pada tahun 2011. Tingkat prevalensi dewasa adalah 6,5%. Seperti di Zimbabwe, Uganda mengambil inisiatif bertujuan memerangi virus dan epidemi HIV.
9. Amerika Serikat:
Sekitar 0,40% dari total populasi yaitu 1,2 juta orang terinfeksi HIV di Amerika Serikat pada tahun 2011. Tingkat prevalensi dewasa adalah 0,6%. Pria Afrika dan Amerika yang homoseksual merupakan pemberi persentase tertinggi dari populasi ini. Pada tahun 2009, sekitar 4.000 anak-anak terjangkit virus AIDS melalui penularan dari ibu-anak.
10. Swaziland
Menurut statistik yang dilakukan pada tahun 2011 oleh CIA World Factbook, 180.000 orang yang hidup di Swaziland terinfeksi virus HIV. Angka prevalensi di antara orang dewasa adalah 25,9% dan merupakan yang tertinggi dari semua negara.

Ateis

Kaum Ateis yang tidak mempercayai adanya Tuhan mengalami peningkatan di seluruh dunia . Kantor berita Al Arabiya melaporkan hasil survei lembaga jajak pendapat WIN Gallup pada Agustus 2012, yang menunjukkan bahwa kaum ateis di dunia naik tujuh persen, dan pertumbuhan paling cepat terjadi di Prancis.
Fenomena melesatnya jumlah orang yang sudah ‘bosan dengan Tuhan’ juga dialami AS. Surat kabar the Daily Mail melaporkan pada Oktober 2012 berdasarkan hasil penelitian oleh Pew Forum on Religion & Public Life menunjukkan penganut ateis meningkat lima persen dalam lima tahun terakhir. Survei ini dilakukan sepanjang Juni-Juli 2012 dan melibatkan tiga ribu responden.
Berdasarkan hasil studi Gallup, negara dengan tingkat religiusitas tinggi, yakni Ghana (96 persen), disusul Nigeria (93 persen), dan Macedonia (90 persen). Negara berpenduduk paling tidak percaya Tuhan adalah Jepang (31 persen), diikuti Republik Ceko (30 persen), dan Prancis (29 persen).
Hingga saat ini, Aliansi Ateis Internasional (AAI) masih mensensus kaum ateis sejagat lewat situs http://atheistcensus.com/. Jumlah mereka saban hari terus bertambah. Berdasarkan hasil sementara, sepuluh negara dengan jumlah orang ateis terbanyak adalah AS (64.940), Brasil (14/703), Britania Raya (13.134), Turki (11.827), Australia (8.886), Kanada (8.848), India (3.853), Italia (3.343), Jerman (3.314), dan Iran (3.306).
Kaum ateis ini kebanyakan dulunya beragama Protestan (33,7 persen), disusul Katolik (31,3 persen), dan Islam (10 persen). Mereka sebagian besar bergelar sarjana (60 persen) dan master (19,4) persen. Kelompok anti-Tuhan ini mayoritas lelaki (73,7 persen) dan perempuan (25,7 persen) dengan rentang usia 25-34 tahun (35,7 persen) dan 15-24 tahun (30,4 persen).
Negara berpenduduk terbanyak di dunia juga merupakan negara yang paling tidak religius. Berdasarkan sebuah studi terbaru, 90 persen penduduk China menganggap diri mereka ateis atau tidak beragama.
Survei terhadap 65 negara itu, yang dilakukan Gallup International dan WI Network of Market Research dan diberitakan harian Washington Post pekan lalu, didasarkan pada 63.898 wawancara. China berada di puncak daftar negara yang paling tidak relegius di dunia, lalu diikuti negara-negara di Eropa. Sekitar tiga perempat penduduk Swedia dan Ceko misalnya juga mengatakan bahwa mereka ateis atau tidak beragama.
Walau masyarakat China punya tradisi religius yang mendalam, beberapa dekade pemerintahan Komunis telah menanamkan materialisme ateistis yang luas yang masih membuat terkejut banyak pengunjung negara itu.
Posisi teratas Swedia di antara negara-negara yang paling tidak religius di dunia juga mengherankan. Negara Skandinavia tersebut semakin menjadi sekuler dalam beberapa tahun terakhir, dan para pengamat memperhatikan adanya keterputusan antara popularitas tradisi religius seperti Natal atau Paskah dan komitmen agama yang benar.
Menurut Pemerintah Swedia, hanya delapan persen warga itu yang secara teratur menghadiri acara keagamaan. Situs internet Pemerintah Swedia memberikan penjelasan lebih lanjut tentang mengapa bangsa itu jauh lebih tidak religius ketimbang sejumlah negara tetangganya.
China dan Hongkong tampak menjadi orang asing (outlier) di Asia dengan jumlah warga ateis yang tinggi. Eropa Barat dan Oseania juga merupakan kawasan dengan sekitar 50 persen atau lebih dari populasinya menganggap diri mereka ateis atau tidak bergama.
Di Eropa Barat, Inggris dan Belanda berada di peringkat teratas, diikuti Jerman, Swiss, Spanyol, dan Austria. Di Perancis, sekitar setengah dari populasinya tidak beragama atau ateis. Padahal, secara historis, Perancis dianggap sebagai tempat kelahiran sekularisme Barat.
Israel juga mengejutkan karena banyak warganya, yaitu 65 persen, menganggap diri mereka tidak beragama atau ateis. Menurut surat kabar Israel, Haaretz, ateisme mengakar kuat di masyarakat negara itu. Banyak orang Yahudi melakukan ibadat agama, tetapi menganggap diri mereka sebagai orang sekuler. Di Tepi Barat dan Gaza, hanya 19 persen dari semua responden yang mengatakan bahwa mereka tidak beragama.
Studi itu juga menyoroti perbedaan lain dalam kebiasaan beragama yang tidak berhubungan dengan batas-batas negara. Para penulis survei itu menemukan bahwa orang yang berusia lebih muda dari 34 tahun cenderung lebih religius ketimbang responden yang lebih tua. Hal itu sangat mengejutkan dari perspektif AS. Di negara tersebut terjadi peningkatan terhadap jumlah warga lebih muda yang tidak mengidentifikasi diri dengan satu agama sama sekali. Pada warga AS yang lebih tua, yang terjadi adalah sebaliknya, mereka cenderung lebih religius.
Para peneliti juga meneliti sejumlah variabel lain selain usia. “Mereka yang dianggap tidak berpendidikan merupakan orang-orang yang paling religius, tetapi orang-orang religius merupakan kelompok mayoritas dalam semua tingkat pendidikan,” demikian kesimpulan para peneliti tersebut.
Menurut analisis mereka, pendidikan memainkan peran yang lebih kecil dalam menentukan religiusitas individu ketimbang pendapatan. “Di antara mereka yang berpenghasilan menengah ke atas dan tinggi, kurang dari 50 persen mengatakan bahwa mereka beragama. Sementara itu, 70 persen dari mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah dan rendah mengatakan bahwa mereka beragama.
Pengamatan ini mirip dengan studi sebelumnya oleh Pew Research Center yang menemukan bahwa tingkat religiositas sebuah negara erat kaitannya dengan PDB per kapita negara itu. Dengan kata lain, negara-negara yang lebih kaya cenderung kurang religius daripada negara-negara yang miskin. Satu-satunya yang berbeda dari pengamatan itu adalah China dan Amerika Serikat.
Daftar negara-negara yang paling tidak beragama ini tidak menunjukkan penurunan iman. Di seluruh dunia, enam dari 10 orang mengatakan bahwa mereka beragama. Kebanyakan orang beragama dapat ditemukan di Afrika dan Timur Tengah. Di negeri itu, delapan dari 10 orang akan menganggap diri mereka beragama, diikuti oleh Eropa Timur, Amerika, dan Asia.
“Dengan tren orang-orang muda yang semakin religius secara global, kita dapat mengasumsikan bahwa jumlah orang yang menganggap dirinya beragama akan terus meningkat,” kata Jean-Marc Leger, Presiden WIN/Gallup International, seperti dikutip koran Inggris, Guardian.
Di antara 65 negara yang disurvei Gallup International, Thailand memimpin daftar negara yang paling religius. Sebanyak 94 persen populasi negara itu menganggap diri mereka religius. Armenia, Banglades, Georgia, dan Maroko menyusul Thailand dalam peringkat tersebut.
Laporan tersebut tidak menyebutkan Indonesia. Namun, berdasarkan peta grafis yang dikeluarkan WIN/Gallup International, Indonesia masuk wilayah warna biru. Hal itu mengindikasikan bahwa Indonesia termasuk dalam kategori negara yang kurang dari 25 persen populasinya menyatakan diri mereka tidak beragama atau ateis.
Hasil survei The Global Religious Landscape memaparkan angka yang mencengangkan bahwa jumlah orang di seluruh dunia yang tidak memercayai adanya Tuhan, alias atheis, sebanyak 1, 2 Milyar!
Jumlah itu menempati angka ke 3 terbesar setelah pemeluk agama Islam (1,8 Milyar) dan kristen khatolik yang menempati urutan pertama (1,98 Milyar).
Lalu manusia atheis sebanyak itu hidup dinegara mana saja?
1. Republik Rakyat China
China menempati negara terbesar penganut atheisme. Jumlah orang atheis hampir mencapai 60% (700 juta) dari total penduduk China. Hal ini dianggap “wajar” oleh pengamat sosial karena memang china masih mendukung paham komunisme dan praktik – praktik sosialis komunis di hampir seluruh aspek kehidupan, baik dipemerintahan maupun kehidupan harian masyarakat China.
2. Jepang
Jepang menempati urutan kedua, setelah China dengan jumlah penduduk atheis sebanyak 60% dengan jumlah hampir 75 juta orang. Menurut pengamat religion, Jepang sesungguhnya tidak pernah mempunyai agama yang sempurna karena yang dianut adalah agama kepercayaan hasil turun temurun yang dilestarikan oleh kekaisaran.
Di zaman moderen ini, agama kepercayaan semakin tidak paralel dengan ilmu pengetahuan dan penemuan science yang memaparkan pembuktian terbalik dengan kebanyakan ajaran agama kepercayaan. Oleh karena itu, semakin maju negara Jepang, diperkirakan jumlah penduduk atheis akan semakin dominan, karena Jepang berada di tingkat tertinggi egosentris manusia unggul yang tidak melihat “manfaat” agama yang dianut oleh bangsa – bangsa lain yang kemampuan dan kemajuannya di bawah Jepang.
3. Amerika Serikat
Walaupun Amerika hanya diurutan ke 3 dengan jumlah penduduk atheist sebesar 18% (18 juta) tetapi banyak pengamat sepakat jika Amerika Serikat mempunyai intensitas tertinggi prilaku atheist.
Walaupun dasar negara adalah ketuhanan, tetapi ketimpangan peradaban moderen yang diusung westernisasi membuat penduduk Amerika larut berprilaku menjadi penganut kebebasan.
Kebebasan berekspresi dan legalisasi semua bentuk hawa nafsu dan duniawi di Amerika Serikat yang menjadi sebab kebangkrutan gereja – gereja di seluruh wilayah Amerika Serikat.
Jumlah orang yang tidak menganut agama apapun atau ateis tercatat sebagai terbanyak yang ketiga di seluruh dunia, setelah Kristen dan Islam . Ateis terbanyak dilaporkan terdapat di negara China yang menganut paham komunis.
Laporan ini berdasarkan hasil survei lembaga Pew yang dilansir Reuters, Selasa 18 Desember 2012. Dalam laporan bertajuk “The Global Religious Landscape” yang ditulis oleh Pew Forum on Religion and Public Life, ateis, orang-orang yang tidak beragama, atau penganut aliran kepercayaan berjumlah sekitar 1,1 miliar di seluruh dunia.
Sebanyak 62 persen atau sekitar 700 juta penduduk ateis tinggal di China. Jumlah ini melingkupi 52,2 persen dari populasi keseluruhan China. Penduduk ateis kedua terbesar adalah Jepang dengan 72 juta orang atau sekitar 57 persen dari populasi negara itu. Ketiga adalah Amerika Serikat dengan 51 juta orang, sekitar 16,4 persen dari populasi keseluruhan AS.
Sebanyak 405 juta atau sekitar 6 persen dari populasi dunia menganut aliran kepercayaan, di antaranya adalah suku-suku Afrika, Amerika Serikat dengan penduduk Indiannya dan Australia dengan suku Aboriginnya.
Sekitar 58 juta orang yang masuk dalam kategori “tanpa agama” ini adalah penganut kepercayaan dan agama yang bukan mainstream. Di antaranya adalah Baha’i, Jainisme, Shinto, Sikh, Tenrikyo, Wicca dan Zoroaster. Kebanyakan tinggal di wilayah Asia-Pasifik.
Islam Paling Berkembang
Sementara itu, jumlah penganut Kristen adalah yang terbesar di dunia sebanyak 2,2 miliar orang, atau sekitar 31,5 persen populasi dunia. Sebanyak 50 persen dari jumlah ini adalah penganut Katolik Roma, sisanya Protestan, Anglikan dan aliran-aliran non-denominasi lainnya.
Penganut Islam adalah kedua terbesar dengan jumlah 1,6 miliar orang di seluruh dunia, atau sekitar 23 persen dari populasi global. Sebanyak 90 persennya adalah Sunni, sisanya Syiah.
Menurut riset Pew, Islam akan menjadi agama paling berkembang di dunia di masa depan. “Muslim akan berkembang seiring tersebarnya populasi dunia dan penganutnya kebanyakan berada di usia muda,” kata peneliti di Pew, Conrad Hackett.
Agama keempat terbesar adalah Hindu dan Buddha. Penganut Hindu terbanyak terdapat di India, Nepal dan Bangladesh. Sementara Buddha terbanyak terdapat di China, Thailand dan Jepang.
Pew juga memprediksi, agama dengan perkembangan paling lambat di masa depan adalah Yahudi. Pemeluk Yahudi hanya 14 juta orang, atau 0,2 persen dari populasi dunia. Pemeluk terbanyak adalah di Israel, dengan 40,5 persen dari porsi Yahudi di seluruh dunia.
Hackett mengatakan bahwa penelitian ini didasarkan pada data tahun 2010, yang meliputi 2.500 konsensus, survei, dan jumlah populasi terdaftar.

Benarkah Komunis Bukan Atheis? Kejahatan Komunis adalah kejahatan Atheis
Ateis sangat cepat menuduh untuk menunjukkan bahwa sepanjang sejarah banyak orang tewas dalam nama Agama, tetapi mereka gagal untuk menyebutkan jutaan yang tak terhitung jumlahnya yang dibunuh oleh pemimpin yang disembah sendiri oleh militan ateis-komunis yang didorong oleh kebencian untuk Tuhan dan Agama.
“Buku Hitam Komunisme: Kejahatan, Teror, Penindasan, diterbitkan oleh Harvard University Press, adalah karya sebelas ulama yang memicu badai kontinental ketika pertama menghantam toko buku di Perancis pada tahun 1997 Para penulis memperkirakan korban tewas di tangan. pemerintah Komunis (termasuk perang) pada 100 juta orang. Negara per negara, kematian oleh negara di Cina berdiri di 65 juta, di Uni Soviet 20 juta, Vietnam 1 juta, Korea Utara 2 juta, Kamboja 2 juta, Eropa Timur 1 juta, Amerika Latin 150.000, Afrika 1,7 juta, dan Afghanistan 1,5 juta. Selain itu, gerakan Komunis internasional membunuh sekitar 10.000 orang di seluruh dunia. “ (Author’s emphasis).
Daniel J Flynn, “Ideas Have Consequences… Like Murder, Tyranny, and Repression, “ Accuracy in Academia , < http://www.academia.org/campus_reports/2000/March_2000_4.html > (9 July, 2008).
Atheis bertanggung jawab atas kejahatan dari komunisme?
Seorang ateis utama (Richard Dawkins,) diwawancarai belum lama ini di sebuah stasiun nasional. Selama wawancara, ia diminta untuk membenarkan kejahatan dilakukan terhadap puluhan juta oleh pemimpin ateis, Stalin. Tanggapan ateis adalah bahwa hubungan antara ateisme Stalin dan kejahatan yang besar ini tidak berdasar. Stalin, kata dia, “ber kumis”, bisa Anda tidak menggunakan logika yang sama, ia menambahkan, dan menyimpulkan bahwa dia membunuh orang karena dia telah ber kumis?
Respon ateis adalah bodoh seperti besaran bahwa itu tidak benar-benar layak layak jawaban. Meskipun demikian, demi keadilan, kita akan berusaha untuk menilai keberatannya.
Apakah filsafat ateisme yang didukung oleh komunis bertanggung jawab atas pembunuhan massal yang dilakukan oleh para pemimpin komunis seperti Stalin, Mao, Pol Pot dan Ceausescu? Mari kita lihat beberapa fakta yang mencerahkan bahwa ateis militan memilih untuk tidak mengakui.
1. pemimpin Komunis termotivasi oleh keinginan yang kuat untuk memaksakan sebuah “paket” ideologi ke seluruh dunia. Paket ini termasuk pemberantasan Agama, didefinisikan oleh, Karl Marx, sebagai “Agama adalah candu bagi rakyat.”Menurut Marx, agama membantu menjaga massa pasif sebelum penyalahgunaan kaya dan kuat, dan satu-satunya cara untuk membebaskan mereka dari “mabuk,” Allah dan agama harus diberantas.Lenin memeluk pandangan Marx dan begitu juga Stalin sampai perang Dunia Kedua. Penegakan Atheisme adalah “kritis” persyaratan untuk sukses Komunisme, dan dengan demikian harus diimplementasikan di semua biaya ini langkah-langkah penindasan dimaksudkan, seperti pencucian otak di sekolah-sekolah negeri, penutupan rumah ibadah dan menangkapi para pemimpin agama yang tak terhitung jumlahnya.
2. Pengikut ekstremis Karl Marx tidak dengan cara apapun terhambat dalam -haus darah upaya global mereka dengan takut Kekuatan TinggiAteisme merawat sangat efisien ini “faktor pembatas.”.Sejak akhir membenarkan cara, seperti Machiavelli telah diperintahkan, mereka bisa melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa tentang surga. Karena oposisi di beberapa kasus terbukti menjadi kuat dan ulet, berarti drastis digunakan. Jumlah besar dibunuh karena menolak untuk meninggalkan keyakinan agama mereka. Banyak sekali dikirim ke kamp konsentrasi. (Untuk, mencerahkan penindasan Agama dan “musuh” lain komunisme ateistik-di Rusia,

3. pemimpin Komunis-ateis, di mata mereka sendiri, menjadi tertinggi, semua tahu, semua-bijaksana dan semua “dewa.” Mereka kontrol atas kehidupan manusia dan lebih dari yang hidup dan yang matiMenjadi. “Dewa,” tegas mereka skema jahat mereka atas massa dengan kebrutalan dan mercilessness.
4. Orang-orang seperti Stalin tertarik dalam menyebarkan ideologi, tidak melihatada yang dianiaya di Uni Soviet karena tidak memiliki kumis seperti Stalin,.Atau untuk tidak mengenakan seragam mirip, atau karena tidak menyukai makanan musik, sama atau olahragaSejumlah besar. dianiaya dan dibunuh untuk menjalankan agama, dan karena gangguan untuk ekspansi ateis-komunis.Sekarang beberapa jawaban akan bahwa Stalin telah berubah pikiran selama perang Dunia Kedua dan bahwa ia mengakui dan peningkatan baru Gereja Ortodoks Rusia. Ini adalah pernyataan historis yang benar, tetapi sama sekali tidak tidak menunjukkan bahwa Stalin bergerak menuju teisme. Langkah ketat utilitarian Steven Merritt Minerdalam karyanya. Stalin Perang Sucimemberitahu kita bahwa Stalin memiliki motif-motif tersembunyi di balik geraknya.
Kebijakan agama Moskow saat ini hanya dapat dipahami dalam konteks pertimbangan keamanan Soviet, terutama kekhawatiran Moskow tentang ketidaksenangan kebangsaan non-Rusia Kremlin melihat gereja tidak hanya,. Dan mungkin tidak bahkan terutama, sebagai alat untuk memobilisasi dan memanfaatkan seluruh serikat Rusia, melainkan sebagai salah satu dari beberapa instrumen untuk melawan dan melucuti non-Rusia, dan anti-Soviet, nasionalisme. Sebagai kaisar yang paling bisa memberitahu Stalin, Gereja Ortodoks Rusia adalah agen efektif untuk Russification dari bagian barat daerah beragam etnis dan perdebatan
Langkah ini, meskipun “tampaknya” mulia, tidak menetralisir atau alasan tindakan keji yang tak terhitung jumlahnya ke arah Kristen dan Muslim yang tewas sehingga memudahkan penyebaran ideologi komunis ateistik-Stalin.
Ateisme militan, karena itu, merupakan faktor utama dalam pembunuhan jutaan yang tak terhitung, selama abad terakhir. Sayangnya, atheisme militan, masih didorong oleh beberapa pandangan ekstremis yang sama mengingatkan ateis-komunis rezim lama.Mereka, seperti para pendahulunya, jangan ragu untuk mengakui bahwa mereka membenci Tuhan, agama dan bahwa mereka ingin melihat kedua menghilang selamanya.Selain itu, mereka didorong oleh kebencian terhadap janin, dan dukungan membabi-buta untuk hukum yang hidup, amoralitas seksual, euthanasia, dll
Perhatian banyak dimengerti adalah bahwa propagasi filsafat mereka berarti dan kesetiaan buta mereka untuk evolusi ateistik akan mengarah, dalam jangka panjang, untuk kembali ke mendevaluasi berhati dingin dan berbahaya yang lemah dan miskin dalam masyarakat,meskipun mereka “meyakinkan” kita bahwa itu bukan bagian dari agenda mereka. Kami percaya bahwa mereka dingin-keikhlasan terhadap jutaan bayi yang belum lahir, dan dukungan total dari euthanasia menunjukkan hal yang sebaliknya.
Penulis teis, Dinesh D’Souza, fasih mengungkapkan keprihatinan yang sama dalam kutipan berikut:
Kejahatan ateisme umumnya dilakukan melalui ideologi hubristic yang melihat manusia, bukan Allah, sebagai pencipta nilai. Menggunakan teknik terbaru ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia berusaha untuk menggantikan Allah dan menciptakan utopia sekuler di bumi. Tentu saja jika beberapa orang – orang Yahudi, pemilik tanah, tidak layak, atau cacat – harus dihilangkan untuk mencapai utopia ini, ini adalah harga tiran ateis dan apologis mereka telah menunjukkan diri mereka sangat bersedia untuk membayar. Jadi mereka mengkonfirmasi kebenaran diktum Fyodor Dostoyevsky.
“Kebijakan Soviet terhadap agama didasarkan pada ideologi Marxisme-Leninisme , yang membuat doktrin atheisme resmi di Partai Komunis, meskipun, dalam teori, setiap konstitusi Soviet berturut-turut diberikan kebebasan beragama. Sebagai pendiri negara Soviet VI Lenin menempatkan itu:
Agama adalah candu bagi rakyat : ini ucapan Marx adalah landasan ideologi seluruh Marxisme tentang agama Semua agama modern dan gereja-gereja, semua dan setiap jenis organisasi keagamaan selalu dianggap oleh Marxisme sebagai organ reaksi burjuis,. digunakan untuk perlindungan eksploitasi dan kelumpuhan dari kelas pekerja.
Marxisme-Leninisme secara konsisten menganjurkan untuk penindasan, dan, akhirnya, hilangnya keyakinan agama, karena karakter mereka tidak ilmiah dan takhayul. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, organisasi-organisasi seperti Liga dari Godless militan yang aktif di propaganda anti-agama . Ateisme adalah norma di sekolah, organisasi komunis (seperti Organisasi Pioneer Muda ), dan media. “
“Sayangnya, momok Komunisme masih menghantui dunia Di Rusia, sepertiga dari orang percaya bahwa Stalin.” Melakukan lebih baik dari yang buruk bagi negara, “menurut sebuah jajak pendapat terbaru. Di Cina, ribuan pembangkang yang dipenjarakan di kamp-kamp kerja paksa yang dikenal sebagai Laogai. Di Korea Utara, massa kelaparan sebagai kepemimpinan mengancam untuk melepaskan perang nuklir Di Kuba, pembangkang secara rutin dipenjara untuk petisi damai reformasi demokrasi.. “
“Apapun motif comunis berdarahnya ala ateis, fakta tak terbantahkan adalah bahwa semua agama di dunia disatukan dalam 2.000 tahun tidak berhasil membunuh sebanyak mungkin orang telah tewas dalam nama ateisme dalam beberapa dekade terakhir.
ni saatnya untuk meninggalkan mantra tanpa berpikir berulang-ulang bahwa keyakinan agama telah menjadi sumber terbesar dari konflik manusia dan kekerasanAteisme, bukan agama, adalah kekuatan nyata di balik pembunuhan massal sejarah.. “

Minuman Keras

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai alkohol dan kesehatan pada 2011 menyebutkan, sebanyak 320.000 orang usia 15-29 tahun meninggal di seluruh dunia setiap tahun karena berbagai penyebab terkait alkohol. Jumlah ini mencapai sembilan persen dari seluruh kematian dalam kelompok usia tersebut.
Di Indonesia, dalam catatan Gerakan Nasional Anti Miras (Genam), setiap tahunnya jumlah korban meninggal akibat miras mencapai 18.000 orang. Baru-baru ini, misalnya 14 korban tewas akibat minuman keras oplosan di Jalan Remaja III Nomor 12, Sumur Batu, Kemayoran.
Menurut Koordinator Genam di Indonesia Fahira Fahmi Idris, regulasi miras sepertinya tak pernah dianggap penting, meski mempunyai dampak yang sangat serius di kalangan remaja. Dampak yang timbulkan akibat peredaran yang bebas dari miras tersebut seperti rusaknya tatanan sosial kita bahkan tidak sedikit kasus kriminal hingga menelan korban jiwa akibat miras di Indonesia.
“Berapa kasus kematian massal akibat miras lagi yang kita perlukan hingga kita semua sadar bahwa miras begitu merusak,” tutur Fahira.
Lebih lanjut Fahira mengatakan, regulasi pemerintah dalam soal miras masih sangat lemah. Pada hirarki tertinggi, hanya Keppres 3/1997 yang mengatur peredaran miras, itu pun dengan penegakan hukum yang begitu lemah. Oleh Karena itulah, yang menyebabkan Mahkamah Agung (MA) dalam putusan tertanggal 18 Juni 2013 mencabut Keppres soal tata kelola minuman keras (miras) tersebut.
“Hasil penelusuran Genam hingga 2012 lalu, dari 505 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, hanya sekitar 15 wilayah yang memiliki perda antimiras. Saya ambil contoh betapa efektifnya perda antimiras ini bisa mengatur dan melindungi remaja di daerah seperti di Manokwari. Perda antimiras yang kini berlaku di Manokwari, Papua, bisa menjadi acuan. Lewat Perda No 5 Tahun 2006, pemerintah Manokwari melarang semua jenis miras, termasuk miras tradisional dan racikan yang kini tengah menjadi tren di kalangan pengomsumsi,” katanya.
Menyadari dampak negatif miras yang sudah sangat mengkhawtirkan, Genam menyatukan visi dan tujuan mulia membebaskan anak-anak muda dan remaja Indonesia, dari peredaran bebas dan penggunaan ilegal minuman keras. Genam hadir sebagai gerakan sosial untuk mengontrol penjualan miras dan minol di masyarakat khususnya kepada anak dan remaja yang berusia di bawah 21 tahun. Sebagai salah satu langkah mewujudkan visi tersebut, lanjut Fahira, kemarin, Minggu (1/9) Genam menyelenggarakan kegiatan deklarasi Gerakan Moral Anti Miras di Bundaran Hotel Indonesia.
Sekitar 70 persen tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi minuman keras. Kepala Bidang Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado, Jumat (21/1/2011), mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas di daerah itu disebabkan oleh minuman keras. “Diperkirakan 65-70 persen tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras,” kata Bela tanpa merinci.
Bela menambahkan, selain tindak kriminalitas tersebut, minuman keras juga berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas di daerah itu. “Sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh minuman keras,” katanya. Menurut Bela, dengan mengonsumsi minuman keras, perilaku orang tersebut mengalami perubahan. Ketika mabuk, misalnya, orang tersebut tidak mampu mengendalikan diri sehingga melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hukum. “Selain itu, minuman keras juga sebagai alat memunculkan keberanian diri,” katanya.
Dia mengatakan, berbagai langkah dilakukan kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas akibat mengonsumsi minuman keras tersebut. Langkah dilakukan seperti melalui operasi dan menindak tegas pelaku kriminalitas dengan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, kepolisian juga melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Manado dalam mengantisipasi tindak kriminalitas akibat pengaruh minuman keras itu. Kerja sama itu antara lain bagaimana mengeliminasi perilaku orang mabuk akibat minuman keras. “Kerja sama tersebut telah dilakukan sejak 2010 dan akan terus berlanjut hingga tahun ini,” katanya.
Miras Bebas, Maksiat dan Kejahatan Makin Bablas
14 Januari 2012 pukul 17:02

Bukannya mencegah kemaksiatan, pemerintah malah memberikan jalan bagi suburnya kemaksiatan dan kerusakan di tengah masyarakat. Lihatlah, pemerintah justru mencabut perda yang melarang miras (minuman keras).
Setidaknya ada sembilan perda miras yang diminta untuk dicabut oleh kemendagri. Diantaranya, Perda Kota Tangerang No. 7/2005 tentang Pelarangan, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol; Perda Kota Bandung No. 11/2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol; dan Perda Kabupaten Indramayu No. 15/2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol.
Keputusan itu memicu protes dan penolakan dari banyak pihak. Keputusan pencabutan itu dianggap kontraproduktif terhadap upaya mengatasi kerusakan moralitas dan maraknya kejahatan di tengah masyarakat. Protes keras juga datang dari sejumlah Pemda yang telah mengeluarkan perda miras.
Melawan Hukum Lebih Tinggi?
Kemendagri beralasan pencabutan perda-perda miras itu karena menyalahi aturan yang lebih tinggi, yaitu Keppres No. 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Sejak perda dinyatakan batal maka dalam waktu paling lama 15 hari harus dicabut dan tak diberlakukan. Seperti diberitakan pikiran-rakyat.com (31/11/11), melalui surat nomor: 188.34/4561/SJ tertanggal 16 November 2011, Mendagri meminta perda miras kabupaten Indramayu segera dicabut dalam waktu 15 hari sejak 16 November.
Alasan bertentangan dengan Keppres No. 3 Tahun 1997 itu terkesan dipaksakan. Keppres itu dikeluarkan pada era orde baru yang sarat masalah. Mestinya Keppres bermasalah itu yang harus dicabut. Sebab Keppres itulah yang justru menjadi biang kerok maraknya peredaran miras di tengah masyarakat. Apalagi adanya Keppres ini berarti menghalalkan perkara yang jelas-jelas diharamkan Allah SWT. Lebih tinggi mana hukum Allah SWT dibanding keputusan presiden? Mana yang lebih baik, hukum Allah SWT atau hukum jahiliyah yang bersumber dari hawa nafsu manusia yang rakus?
Motif Bisnis Haram
Aroma kuatnya pengaruh bisnis miras pun menyeruak. Sudah lama para pengusaha miras mengeluhkan kesulitan memasarkan produk mereka karena adanya perda pelarangan miras dan menambah jumlah produksi miras akibat pembatasan produksi. Padahal Indonesia dianggap pangsa pasar miras potensial. Menurut catatan Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) orang Indonesia mengkonsumsi 100 juta liter bir pertahun. Jumlah konsumen minuman keras domestik terus meningkat 3-4 % pertahun, belum lagi dengan bertambahnya kunjungan wisatawan asing. Maka pengusaha miras ingin agar pembatasan miras dilonggarkan dan kuota produksinya ditambah.
Keputusan kontroversial Kemendagri ini menjadi jalan bagi mulusnya bisnis miras itu. Selama ini yang pertama-tama menentang perda larangan miras adalah pengusaha miras. Perda miras kabupaten Indramayu misalnya, sempat digugat oleh kalangan pengusaha minuman beralkohol dan miras. Namun gugatan tersebut ditolak oleh MA.
Sumber Kejahatan
Pencabutan perda miras ini menambah keberpihakan pemerintah pada bisnis haram ini. Dua tahun silam pemerintah sudah menetapkan miras terbebas dari Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM). Hal ini menunjukkan lagi-lagi pemerintah lebih memikirkan kepentingan segelintir pengusaha bejad yang hanya memikirkan uang, dibanding keselamatan dan moralitas masyarakat. Padahal semuanya sudah tahu dan terbukti, miras pangkal berbagai macam kejahatan. Baru-baru ini, seorang ibu diperkosa di sebuah angkot di Depok, dan pelakunya diberitakan dalam keadaan mabuk. Kejahatan seperti ini sering terjadi. Polres Minahasa Utara mencatat, dari 969 kasus kejahatan dan KDRT sepanjang 2011 di wilayahnya dipicu oleh minuman keras (TRIBUNMANADO.CO.ID, 5/1/2012).
Polda Sulawesi Utara juga melaporkan sekitar 70 % tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi miras. Kabid Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas di daerah itu disebabkan oleh minuman keras. Diperkirakan 65-70 % tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras. Selain itu sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas juga akibat pengaruh minuman keras. (lihat, kompas.com, 21/1/2011).
Miras juga menjadi pemicu beberapa tawuran massal seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah dan hingga menyebabkan sejumlah korban tewas. Begitu juga tak sedikit orang yang tewas setelah menenggak miras.
Maka sungguh aneh bila pemerintah justru mencabut perda miras yang sebenarnya masih terlalu longgar itu. Padahal fakta yang ada sejak perda miras diberlakukan terjadi penurunan angka kriminalitas, bahkan sampai 80 % seperti di Bulukumba. Di Indramayu dan Tangerang penerapan perda miras berhasil mengurangi angka kriminalitas secara nyata.
Apalagi, perda-perda itu sebelumnya sudah dikonsultasikan ke tingkat provinsi dan bahkan ke Kemendagri dan dinilai tidak masalah. Perda anti miras itu didukung dan diterima oleh masyarakat. Perda itu juga dihasilkan melalui proses demokratis dan disetujui oleh DPRD setempat. Sekali lagi, pencabutan perda miras ini makin menunjukkan keanehan demokrasi. Kalau benar-benar memperhatikan suara rakyat seharusnya perda miras yang dihasilkan secara demokratis itu diterima. Kenapa malah ditolak dan dianggap tidak demokratis?
Peran alkohol memang tidak pernah lepas dari beberapa kasus kejahatan , salah satunya kejahatan seksual. Kebanyakan pria yang melakukan kejahatan seksual mengaku bahwa mereka sedang dalam pengaruh alkohol. Simak informasi selengkapnya yang dilansir situs medindia.net.
Pria yang sedang mabuk seringkali tidak dapat mengendalikan emosinya. Pria juga menjadi lebih agresif. Sebuah penelitian meneliti 356 siswa dan hasilnya 42,4 persen tidak pernah melakukan kejahatan seksual apapun, 31, 2 persen telah melakukan kejahatan seksual di bawah pengaruh alkohol, dan 26,4 persen melakukan kejahatan seksual tanpa pengaruh alkohol.
Dalam penelitian tersebut, terdapat perbedaan antara pria yang sedang mabuk dan tidak. Pria yang sedang mabuk yakin bahwa dengan meminum alkohol, mereka dapat lebih bergairah dan menarik perhatian wanita untuk berhubungan seks. Oleh karena itu, banyak pria bahkan berpikir untuk meminum minuman beralkohol sebelum bercinta.
Anggapan pria tentang fungsi alkohol tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun, minuman beralkohol tidak akan berdampak positif bagi kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus. Selain dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, alkohol dapat membuat seseorang menjadi di luar kendali. Mereka akan jauh lebih agresif dan emosional. Hal ini akan berbahaya bagi para wanita yang kebanyakan menjadi korban. Oleh karena itu, banyak sekali kasus pemerkosaan atau kekerasan seksual yang disebabkan oleh alkohol.
Agama memiliki alasan mengapa alkohol atau minuman keras dilarang untuk dikonsumsi. Islam misalnya, hadis yang diriwatkan Ibnu Majah menyebutkan bahwa alkohol ialah induk dari segala kejahatan dan ini ialah kejahatan yang paling memalukan. Begitupun di kristiani, dalam Bibel (Proverbs 20:1) disebutkan anggur ialah pencemooh, minuman keras ialah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Namun, Gustiranda, 37, mengganggap sepele soal itu. Dia yang sedang kesal diejek rekannya sesama debt collector justru menenggak minuman keras (miras). Delapan botol miras habis dia minum di salah satu tempat hiburan di Bekasi Timur, Kamis (1/10) dini hari.

Pengaruh miras, bukannya menghilangkan kejengkelannya. Justru malah membakar rasa dendam di hati Gustiranda. Hasrat melampiaskan rasa dendam berkecamuk di hati, dia pun mengambil sebuah golok tak jauh dari lokasi tempat hiburan malam. Sembari menenteng golok, Gustiranda yang berjalan terhunyung-huyung berjalan tak tentu arah.

Setibanya di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di belakang Terminal Kota Bekasi, dia berpapasan dengan Ricad Hutagalung, 28. Lantaran di bawah kendali miras, Gustiranda melihat Ricad ialah musuhnya. Parang pun diayunkan ke arah Ricad. Ricad yang tidak menduga mendapat serangan pelaku mengalami luka serius di bagian lengan dan punggung.

Dia terkapar bermandikan darah dan kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Tidak berhenti di situ, tak jauh dari lokasi, Gustiranda bertemu dengan Rido Akbar, 15, di dekat pintu pelintasan kereta Api Ampera, Bekasi Timur. Tanpa alasan jelas, Rido ditebasnya.

Tiga kali tebasan membuat tengkuk Rido hampir putus. Rido meninggal dunia saat itu juga. Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung bergerak. Identitas Gustiranda diketahui dari pengakuan beberapa saksi mata. “Saat kami kejar ke rumah, pelaku tak ada di rumah. Lalu pencarian berlanjut, kami dapat kabar, pelaku menginap di rumah pamannya di Bekasi Timur,” tutur Kapolres Kota Bekasi, Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona, kemarin.
Sebagian besar pelaku kasus kriminal dalam pengaruh minuman beralkohol sebelum menjalankan aksinya. Hal itu berdasarkan total dari berkas kasus yang masuk di Kejaksaan Negeri Bandung.

“Kalau saya lihat, dari berkas kejaksaan 50 persen kejahatan mulai dari pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan itu diawali oleh miras,” kata Dwi Hartanta di lokasi pemusnahan puluhan ribu botol miras hasil sitaan polisi, di lapangan bekas Palaguna Nusantara, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2015).

Dwi mengatakan, sidang tindak pidana ringan (tipiring) diberlakukan terhadap para penjual dan pengguna miras yang tidak terlibat aksi kriminal. “Tipiring merupakan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar dia. Dwi mengatakan, sidang tindak pidana ringan (tipiring) diberlakukan terhadap para penjual dan pengguna miras apabila tidak melakukan aksi kriminal.

“Tipiring merupakan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar dia. Menurut Dwi, orang dalam pengaruh minuman beralkohol rentan melakukan tindak kejahatan. Kejaksaan pun menyarankan razia miras di Kota Bandung lebih digiatkan lagi. “Baik miras maupun oplosan bila dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan efek negatif pada psikologis seseorang. Razia-razia seperti ini efektif kami dukung,” kata dia.
Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah . Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok sebagai salah satu “mesin pembunuh” diperkirakan telah menyebabkan kematian 300 ribu orang per tahun di Indonesia sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik. Lebih dari 80 perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas(Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen.
Rokok yang tiap batangnya mengandung lebih dari 4000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit di mana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertansi, penyakit jantung dan pembuluh darah, inferilitas pria dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi.

Pravelensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah,data Riskesdar 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen namun perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan oleh Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP perokok.

Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995. Jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja pria meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan. Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada tahun 1995 menjadi 426.214 2007.

José Luis Castro, Presiden dan CEO World Lung Foundation mengatakan, lebih dari 53,7 juta anak-anak dan dewasa di Indonesia adalah perokok. Bila dikombinasi dengan kurangnya hukum komprehensif tentang ruang bebas asap rokok, berarti puluhan juta orang dewasa dan anak-anak terpapar asap rokok yang berbahaya tiap tahunnya.

Rokok Membunuh Lima Juta Orang Setiap Tahun . Tembakau/rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menjunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang.
Hal itu dikatakan Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, dalam sambutan yang dibacakan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen P2PL Depkes ketika membuka Temu Karya Peringatan Kesehatan akan Bahaya Rokok di Jakarta tanggal 12 Desember 2009.
Menurut Menkes, tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia menduduki urutan ke-5 konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang pada tahun 2005.
Padahal rokok/tembakau dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal.
Rokok mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia, termasuk 43 bahan penyebab kanker yang telah diketahui, sehingga lingkungan yang terpapar dengan asap tembakau juga dapat menyebabkan bahaya kesehatan yang serius, ujar Menkes.
Di masa mendatang masalah kesehatan akibat rokok di Indonesia semakin berat karena 2 diantara 3 orang laki-laki adalah perokok aktif. Lebih bahaya lagi karena 85,4% perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan. Selain itu, 50 persen orang Indonesia kurang aktivitas fisik dan 4,6 persen mengkonsumsi alkohol, kata Menkes.
Lebih 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma. “Kesehatan yang buruk di usia dini menyebabkan kesehatan yang buruk di saat dewasa”, imbuh Menkes.
Dengan mengutip data The Global Youth Survey Tahun 2006, Menkes menambahkan, 6 dari 10 pelajar (64,2%) yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Lebih dari sepertiga (37,3%) merokok, bahkan 3 diantara 10 pelajar atau 30,9% pertama kali merokok pada umur dibawah 10 tahun.
Menurut Menkes meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak-anak dan kaum muda Indonesia karena dipengaruhi iklan rokok, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.
Rokok, Menggerus Ovum dan Membunuh Sperma . Sebagian perempuan sepertinya sangat mudah hamil sementara sebagian yang lain kesulitan. Berbagai cara sudah dicoba mulai dari memerhatikan asupan nutrisi, bercinta saat masa subur, mengonsumsi hormone kesuburan—namun hasilnya nihil. Apa masalah di balik kekurangsuburan ini?
Menurut Dr. Ahdi Syarbaini, SpOG, praktisi bayi tabung dari Brawijaya Woman and Children Hospital, agar dapat terjadi kehamilan dibutuhkan ovum (sel telur) yang berkualitas. “Ovum yang berkualitas adalah yang dapat dibuahi, jika menjadi janin, dapat menempel di rahim ibu, dan dapat menjadi suatu kehamilan dengan bayi yang sehat,” kata Dr. Hadi.
Sejak lahir perempuan telah memiliki jutaan cadangan sel telur yang jika telah habis maka perempuan tersebut dapat dibilang sudah dalam masa menopause—di Indonesia umumnya terjadi pada perempuan usia 47-49 tahun. Merokok adalah salah satu penyebab yang memercepat habisnya ovum. Penyebab lainnya adalah operasi kandungan seperti kista atau kuret, dan radiasi sinar-X. Bagi para perempuan perokok, dibutuhkan waktu 3 bulan berhenti merokok secara total untuk mendapatkan ovum yang berkualitas.
Pembunuh sperma
Tembakau dapat mengubah lendir serviks menjadi “pembunuh” sperma yang otomatis memerkecil kemungkinan terjadinya pembuahan. Dr. Hadi juga menambahkan fakta bahwa merokok membuat susah ovulasi. Tidak heran jika angka perempuan perokok yang memakai metode IVF (in vitro fertilization) atau bayi tabung dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selain mengganggu kesehatan ovum, nikotin juga mengganggu metabolisme tubuh. Faktor oksigensinasi ketika Anda merokok saat hamil juga berpengaruh ke janin. Distribusi oksigen ke janin akan menurun karena zat pengantaranya harus mengikat nikotin dan karbon monoksida sehingga pertumbuhan janin terhambat.
Racun nikotin sudah pasti mencemari darah seorang perokok. Seperti Anda ketahui, darah mengaliri seluruh tubuh sehingga racun pun mengalir di seluruh tubuh, termasuk ke organ reproduksi baik pria maupun perempuan.
Jika pasangan Anda perokok kesempatan untuk hamil menjadi lebih rendah. Selain ovum berkualitas, agar dapat hamil, dibutuhkan juga sperma yang berkualitas atau yang sering disebut dengan good looking sperm. “Para perkok umumnya memiliki sperma yang kurang baik sehingga ejakulasi yang kut saja tidak cukup untuk membuahi ovum. Dan Indonesia termasuk negara yang permisif terhadap rokok. Kita mudah menemukan pasangan yang keduanya adalah perokok. Tak heran jika Dr. Hadi bilang, sekitar 15 persen populasi pasangan di Indonesia adalah pasangan yang sulit hamil.
Rokok Membunuh Satu Orang Setiap 6 Detik . Rokok adalah pembunuh yang tak kenal ampun. Rokok membunuh rata-rata satu orang tiap enam detik. Para pakar memperkirakan, bahwa jika tren merokok berlanjut, pada 2030, angka kematian gara-gara merokok akan meroket sampai 8 juta orang per tahun.
Mereka menduga, pada akhir abad ke-21 jumlah orang yang mati akibat merokok akan mencapai angka 1miliar. Majalah Awake edisi terbaru Juni 2014 melaporkan, korban tembakau bukan cuma si perokok.
Keluarga mereka juga harus menderita secara emosi dan finansial. Belum lagi 600 ribu orang yang meninggal setiap tahunnya karena menghirup asap rokok, meski tidak merokok. Semua orang juga kena imbasnya karena harus mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan kesehatan. Biasanya kalau ada wabah, para dokter akan buru-buru mencari obatnya.
Tapi, wabah ini tidak seperti itu, karena sangat bisa disembuhkan, solusinya jelas. Ketagihan Dr Margaret Chan, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan, “Epidemi tembakau sepenuhnya ulah manusia dan bisa dibasmi dengan upaya terpadu pemerintah dan masyarakat.” Upaya internasional yang luar biasa telah dikerahkan untuk memerangi krisis kesehatan ini. Sampai Agustus 2012, ada kira-kira 175 negara yang mau mengambil tindakan untuk membatasi penggunaan rokok.
Tapi, industri rokok dan sifat rokok yang bikin ketagihan terbukti lebih kuat dan terus berhasil mengobarkan keinginan untuk merokok. Mereka menghabiskan miliaran dolar untuk iklan-iklan demi memikat pelanggan baru, khususnya wanita dan remaja yang tinggal di negara berkembang.
Sifat tembakau yang bikin ketagihan bakal membuat satu miliar perokok yang sekarang sudah kecanduan hampir pasti mendapat akibat yang fatal. Jika mereka tidak berhenti, angka kematian empat puluh tahun ke depan akan melonjak tajam. Iklan dan kecanduan terus menjerat banyak orang dalam kebiasaan yang sulit dihentikan. Itulah yang dialami Naoko.
Dia mulai merokok sewaktu masih remaja. Ikut-ikutan gaya yang ditampilkan di media membuatnya merasa hebat. Meski melihat sendiri kedua orang tuanya meninggal akibat kanker paru-paru, ia tetap saja merokok, padahal ia punya dua putri. ”Saya takut kena kanker paru-paru dan khawatir akan kesehatan anak-anak saya,” katanya, ”tapi saya tidak bisa berhenti. Saya pikir, saya tidak akan pernah bisa.”
Nikotin Tapi, Naoko akhirnya berhenti juga. Ia mendapat bantuan untuk mengalahkan kebiasaan merokok dari suatu sumber yang juga telah membebaskan jutaan orang dari tembakau. Tembakau mengandung nikotin, salah satu zat yang paling bikin ketagihan. Nikotin bisa berfungsi sebagai perangsang sekaligus penenang. Saat merokok, zat nikotin terus-menerus masuk ke otak dengan cepat. Satu isap rokok mengandung satu dosis nikotin.
Jadi, mengisap sebungkus rokok sehari sama dengan memasukkan kira-kira 200 dosis nikotin per hari. Dosis yang sangat besar dibanding penggunaan narkoba lainnya. Penggunaan yang sering dengan dosis sebesar itu membuat nikotin sangat bikin ketagihan. Begitu ketagihan, seseorang akan tersiksa jika tidak merokok.
Kecanduan
Olaf, yang tinggal di Jerman, berhasil mengatasi kecanduan merokok yang ia mulai sejak usia 12 dan berlangsung selama 16 tahun. Tadinya, ia pikir mengisap sebatang rokok tidaklah berbahaya. Tapi, lama-kelamaan ia menjadi sangat kecanduan.
Ia mengatakan, ”Sekali waktu saya kehabisan rokok, saking frustrasi, saya kumpulkan semua puntung rokok dari asbak, mengorek sisa tembakaunya, lalu melintingnya dengan kertas koran. Kalau dipikir-pikir, itu sangat memalukan.” ”Merokok telah terbukti secara ilmiah bisa membahayakan hampir setiap organ tubuh dan meningkatkan angka rata-rata orang yang sakit dan angka rata-rata orang yang mati,î lapor The Tobacco Atlas.
Semua orang tahu bahwa merokok menyebabkan penyakit tak menular seperti kanker, penyakit liver, dan paru-paru. Tapi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merokok juga adalah penyebab utama kematian akibat penyakit menular, seperti tuberkulosis. Jayavanth, seorang dokter dari India, kecanduan selama 38 tahun.
Ia berkata, ”Saya tahu bahayanya merokok dari jurnal-jurnal kesehatan. Saya tahu itu salah, dan saya menyarankan pasien-pasien saya untuk berhenti. Tapi saya sendiri tidak bisa, meski sudah coba lima atau enam kali.” Asap rokok dan asap yang diembuskan perokok itu beracun.
Orang yang menghirupnya, atau perokok pasif, bisa terkena kanker dan penyakit lainnya. Setiap tahun, ada 600.000 perokok pasif yang meninggal, kebanyakan di antaranya wanita dan anak-anak. Laporan WHO memperingatkan, ”Tidak ada batas aman menghirup asap rokok.” Armen, yang tinggal di Armenia, mengenang, ”Keluarga saya memohon-mohon saya berhenti merokok karena mereka kena dampaknya.
Tapi, saya tidak mau mengakui kalau itu membahayakan mereka.” Pengetahuan yang kuat akan kebenaran membantu Olaf, Jayavanth, dan Armen lepas dari kebiasaan yang merusak diri dan orang lain. Jika Anda masih berjuang untuk berhenti merokok, jangan menyerah.
Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia
China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
Hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang.
Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja
Pria = 24.1% anak/remaja pria
Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
Atau 13.5% anak/remaja Indonesia
Statistik Perokok dari kalangan dewasa
Pria = 63% pria dewasa
Wanita = 4.5% wanita dewasa
atau 34 % perokok dewasa
Jika digabungkan antara perokok kalangan anak+remaja+dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok (+pelarangan iklan rokok di TV dan radio nasional), selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008 ini.
Pertumbuhan Produksi Rokok Indonesia
Dari data WHO di atas, Indonesia dinobat sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India dan diatas Rusia dan Amerika Serikat. Padahal dari jumlah penduduk, Indonesia berada di posisi ke-4 yakni setelah China, India dan Amerika Serikat. Berbeda dengan jumlah perokok Amerika yang cenderung menurun, jumlah perokok Indonesia justru bertambah dalam 9 tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun.
Namun, perlu dicatat bahwa selama 2000-2003, produksi rokok Indonesia menurun dari 213 miliar batang (2000) menjadi 173 miliar batang (2003) atau turun 18.7%. Namun, sejak 2004 hingga 2008 pertumbuhan rokok Indonesia sangat besar dari 194 miliar [2004] menjadi 230 miliar batang [2008] atau naik 18.6% selama kurun 5 tahun. Jadi selama pemerintah SBY-JK periode 2004-2009, industri rokok tumbuh pesat dengan pertumbuhan rata-rata 4.6% tahun. [Baca : Industri Rokok Tumbuh Pesat].
Tidak kurang Rp 100 triliun rupiah dana masyarakat dikeluarkan hanya untuk membeli sekitar 225 miliar batang rokok. Dan dari pangsa pasar yang begitu besar dan subur di negeri ini, maka perusahaan rokok menjadi salah satu sumber bisnis bagi para milionaire yang masuk 40 orang terkaya Indonesia 2009 seperti Rudy Hartono (Djarum), Putera Sampoerna (Philip Morris <– PT HM Sampoerna) dan Rachman Halim (Gudang Garam).
Di setiap kemasan rokok, kita pernah membaca peringatan keras akan dampak merokok yakni “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin“. WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, + tubercolis + malaria + flu burung.
Dalam hal ini, tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni “mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis“. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini, akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok.

Korupsi

20 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia . Daftar 20 Kasus Korupsi Besar Yang Masih Belum Mampu Diselesaikan Oleh Kepolisian Republik Indonesia. Kepolisian RI dinilai lamban menangani kasus-kasus korupsi. Berdasarkan catatan Indonesia Police Watch (IPW), sedikitnya terdapat 20 kasus besar yang penyelesaiannya masih terkatung-katung.
Menurut Presidium IPW, Neta S Pane, beberapa diantara kasus itu bahkan mangkrak selama hampir lima tahun. “Seharusnya polisi tidak mendiamkan kasus itu mangkrak,” kata Neta, Ahad 10 Juli 2011.
Berikut daftar 20 kasus korupsi yang dicatat IPW terbengkalai:
1. Kasus PT Jamsostek (2002). Kerugian mencapai Rp 45 miliar. Mantan Dirut PT Jamsostek Akmal Husein dan mantan Dirut Keuangan Horas Simatupang telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
2. Proyek fiktif dan manipulasi data di PT Darma Niaga (2003). Kerugian mencapai Rp 70 miliar. Polisi telah telah tetapkan sebagai tersangka Winarto (direktur utama), Wahyu Sarjono (direktur keuangan), dan Sudadi Martodirekso (direktur agrobisnis). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
3. Penyalahgunaan rekening 502 (2003). Kerugian mencapai Rp 20,98 miliar. Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, pernah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Telah ditetapkan sebagai tersangka mantan Gubernur Bank Indonesia
Syahril Sabirin, mantan Ketua BPPN Putu Gede Ary Suta, mantan Ketua BPPN Cacuk Sudaryanto dan Kepala Divisi Bill of Lading (B/L) Totok Budiarso. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
4. Karaha Bodas Company (2004). Kerugian mencapai Rp 50 miliar. Jumlah tersangka ada 20 orang dari pejabat Panas Bumi Pertamina dan pihak swasta. Beberapa dintaranya Robert D. Mac Chunchen, Suprianto Kepala (Divisi Geotermal Pertamina), Syafei Sulaeman (staf Divisi Geotermal Pertamina). Hanya 2 yang telah dilimpahkan ke pengadilan. Selebihnya proses hukum selanjutnya tidak jelas.
5. Kepemilikan rumah mantan Jaksa Agung, MA Rachman (2004). Rumah senilai 800 juta belum dilaporkan ke KPKPN . Beberapa orang dipanggil sebagai saksi. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
6. Pengadaaan genset di NAD (2004). Kerugian mencapai Rp 40 miliar. Mabes Polri telah menetapkan Wiliam Taylor dan Abdullah Puteh sebagai tersangka. Hanya Wiliam yang dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan Abdullah Puteh, proses hukum selanjutnya
tidak jelas. Puteh hanya dijerat dalam kasus korupsi pengadaan Heli dan divonis 10 tahun penjara oleh pengadilan tipikor.
7. Penyewaan crane atau alat bongkar muat kontainer di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tahun 2005. Kerugian mencapai Rp 83,7 miliar. Direktur PT Jakarta International Container Terminal Wibowo S Wirjawan telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
8. Proyek peningkatan akademik di Departemen Pendidikan Nasional (2005). Kerugian mencapai Rp 6 miliar. Ditetapkan tiga tersangka utama adalah Dedi Abdul Halim, Pimpinan Bagian Proyek Peningkatan Tenaga Akademis di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, dan dua stafnya, yakni Elan Suherlan dan Helmin Untung Rintinton. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
9. Proyek pengadaan jaringan radio komunikasi (jarkom) dan alat komunikasi (alkom) Mabes Polri (2005). Kerugian ditaksir mencapai Rp 240 miliar. Mabes telah memeriksa mantan Kepala Divisi Telematika Mabes Polri Irjen Pol Saleh Saaf. Mabes juga telah ditetapkan Henri Siahaan sebagai tersangka dan sempat ditahan. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
10. Penyaluran dana fiktif di Perusahaan Umum Percetakkan Uang Republik Indonesia (Peruri) tahun 2005. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar. Tiga orang Direksi Peruri telah ditetapkan sebagai tersangka (M. Koesnan Martono yang menjabat sebagai Direktur Utama, Direktur Logistik Marlan Arif, dan Direktur Pemasaran Suparman). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
11. Dana vaksinasi dan asuransi perjalanan jamaah haji periode 2002-2005 (2005). Kerugian ditaksir mencapai Rp 12 miliar. Penyidik telah memeriksa 15 orang saksi. Namun proses hukum selanjutnya tidak jelas.
12. Proyek renovasi Hotel Patra Jasa di Bali (2006). Kerugian ditaksir mencapai Rp 69 miliar. Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi Patra Jasa. Selain menetapkan mantan Direktur Utama, Sri Meitono Purbowo atau Tony Purbowo, enam direksi lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Namun Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
13. Wesel Ekspor Berjangka (WEB) Unibank yahun 2006. Kerugian ditaksir mencapai US$ 230 juta. Diduga melibatkan Komisaris PT Raja Garuda Mas, ST, Proses dilakukan oleh tim gabungan Mabes Polri dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
14. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 590 miliar pada tahun 2006. Mantan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas. Eddi Widiono juga dijerat dalam kasus korupsi proyek PLTU Borang, namun kasusnya dihentikan oleh Kejaksaan.
15. BPR Tripanca Setiadana Lampung pada tahun 2008. Mabes telah tetapkan sebagai tersangka pemilik BPR. Sugiarto Wiharjo alias Alay, Laila Fang (sekretaris pribadi Alay), Yanto Yunus (Kabag Perkreditan BPR Tripanca), Pudijono (Direktur Utama BPR), Indra Prasetya dan Fredi Chandra (staf analisis kredit BPR), Nini Maria (Kasi Administrasi BPR), dan Tri hartono (Bagian Legal BPR). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
16. Dana Tak Tersangka (DTT) di Provinsi Maluku Utara (2008) senilai Rp 6,9 miliar. Diduga melibatkan sejumlah pejabat dan mantan gubernur di lingkup pemerintah provinsi Maluku Utara (Malut). Sebelumnya ditangani Polda Malut dan telah menetapkan dua tersangka yakni bendahara di Pemprov Malut bernisial RZ dan Karo Keuangan Pemprov Malut berinisial JN. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.
17. Pengadaan jasa konsultan di BPIH Migas (2009). Dugaan korupsi pengadaan jasa konsultan di BPIH Migas dengan anggaran sebesar Rp 126 miliar untuk tahun anggaran 2008 dan Rp 82 milyar untuk tahun anggaran 2009, yang diduga dilakukan oleh pejabat dilingkungan BPH Migas.
18. Pengelolaan dana PNBP sebesar Rp 2,4 triliun. Dugaan korupsi di BPH Dirjen Postel Kementerian Kominfo atas pengelolaan dana PNBP sebesar Rp 2,4 triliun yang didepositokan pada bank BRI dan Bank Bukopin yang seharusnya digunakan untuk proyek infrastruktur (Uso) namun justru didepositokan sedangkan proyek diserahkan kepada pihak ketiga (Telkomsel) dengan membayar sewa layanan multimedia.
19. Makelar sejumlah proyek di PT Telkom dan anak perusahaan Telkom (PT telkomsel) (2009). Dugaan korupsi makelar sejumlah proyek di PT Telkom dan anak perusahaan Telkom yaitu PT Telkomsel (sedikitnya 30 proyek) yang bernilai triliunan rupiah sejak tahun 2006-2009 yang mana pekerjaan tersebut banyak tidak diselesaikan tetapi tetap dibayar lunas oleh direksi PT Telkom maupun Telkomsel karena sarat dengan KKN.
20. Pembelian saham perusahaan PT Elnusa di PT infomedia tahun 2009 senilai Rp 300 miliar. Dugaan korupsi atas pembelian saham perusahaan PT Elnusa di PT infomedia yang dimark-up dan diduga dilakukan oleh pejabat di lingkungan PT Telkom sebesar Rp 590 miliar.
Negara Paling “Korup” Tahun 2015
Korupsi menjadi sebuah bencana bagi negara yang ingin maju dan berkembang. Korupsi adalah simbol kedangkalan intelektualitas bagi suatu negara. Negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi biasanya akan susah maju. Bahkan cenderung kian bobrok dan mendekati kehancuran.
Indonesia termasuk satu dari beberapa negara di dunia yang terkenal tinggi tingkat korupsinya. Dari instansi terbawah hingga teratas, korupsi sudah mendarah daging hingga susah dihapuskan. Berikut adalah sepuluh negara dengan tingkat korupsi paling mengerikan di dunia. Mari kita simak bersama-sama.
1. Somalia
Berdasarkan Central Intelligence Agency, Somalia pada dasarnya tidak memiliki sebuah pemerintahan. Negara ini seperti negara yang mati. Hampir sebagian besar penduduknya bertahan hidup dengan bertani dan memancing ikan di laut. Selain itu beberapa kelompok penduduk memilih menjadi seorang bajak laut. Mereka selalu menculik dan menangkap kapal-kapal yang berlayar di sekitar Somalia.
Kekerasan, kekacauan, dan korupsi adalah hal yang biasa di Somalia. Hal semacam itu hadir hampir setiap hari. Hancurnya pemerintahan di Somalia diakibatkan rusaknya struktur internal dalam pemerintahan. Korupsi terus menjalar dan tidak bisa dikendalikan. Akibat dari hal ini, sektor politik, sosial dan ekonomi di Somalia benar-benar tak bisa ditolong lagi.
2. Korea Utara
Korea Utara sebenarnya satu tingkat dengan Somalia sebagai negara paling korup sejagat. Namun Korea Utara masih memiliki pemerintahan yang kuat daripada Somalia. Meski demikian, apa yang dialami penduduk Korea Utara sama mengenaskannya dengan penduduk Somalia. Banyak rakyat kelaparan yang diabaikan karena sebagian besar aset masuk ke kantong negara untuk kepentingan militer.
Gaya hidup pemimpin tertinggi Korea Utara sangat hedon. Kim Jong-un adalah figur yang sangat korup. Hampir sebagian besar uang rakyat Korea Utara digunakan oleh pemimpinnya ini untuk hal tak berguna. Namun demikian tidak ada orang yang berani memberantas korupsi di Korea Utara. Karena Kim Jong-un akan dengan mudah membunuh orang itu dengan tuduhan-tuduhan tak masuk akal.
3. Sudan
Wajar sekali jika Sudah sampai masuk ke dalam “top three” negara paling korup. Hal ini didasarkan pada keadaan negara ini yang kian lama kian kacau. Kekerasan dan pertarungan antara warga menjadi semacam hal yang biasa. Kekacauan yang terjadi di Sudan menjadi makan sehari-hari bagi semua warga. Selain itu pemerintahan di Sudan terkenal sangat korup. Mereka menghabiskan semua aset dan membiarkan rakyatnya menderita.
Sudan tidak pernah melakukan hubungan bisnis dengan negara-negara di dunia. Mereka pun tidak berusaha bekerja sama untuk membuat ekonomi negara jadi stabil dan perlahan membaik. Padahal hampir separuh dari rakyat Sudan berada di bawah garis kemiskinan. Beberapa sektor bisnis dipegang oleh orang-orang tak berkompeten hingga menyebabkan kehancuran.
4. Afghanistan
Afghanistan dirasa sangat pantas berada di daftar ini. Negara yang berada di timur tengah ini dikenal sebagai negara yang sangat korup. Beberapa data tentang korupsi selalu ditutupi oleh negara ini sehingga dunia tidak akan tahu. Beberapa kebijakan politik dan ekonomi juga terus ditutupi sehingga rakyat tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh negaranya. Rakyat Afghanistan tidak tahu jika negara membawa mereka ke masa depan yang kelam.
Kebebasan dalam bisnis, pemerintahan dan stabilitas ekonomi yang dilakukan pihak swasta diredam, atau bila perlu dilarang. Selain itu sindikat penjualan obat-obat terlarang kian merajalela di negara ini. Pemimpin Afghanistan juga dikenal sangat boros dalam menggunakan aset negara. Terakhir dan tidak kalah penting, Afghanistan membuat semua rakyat sangat takut dengan pemerintah. Protes berarti mati di negara ini.
5. Sudan Selatan
Sudan Selatan menjadi negara merdeka secara resmi sejak tahun 2011. Negara ini adalah pecahan dari negara Sudan. Seperti negara pendahulunya, ternyata Sudan Selatan juga sama korupnya dengan Sudan. Bahkan hanya berdiri selama 4 tahun negara ini sudah bercokol di posisi 5 negara paling korup sedunia. Miris!
Hampir 2 juta rakyat Sudan Selatan meninggal dunia pasca perang Sudan. Namun setelah merdeka, keadaan tidak berubah. Negara yang kaya akan sumber minyak bumi ini ternyata juga ternak pemimpin yang sangat korup. Selain itu, pemerintahan di negara ini sangat tidak jelas. Sistem politik sangat kacau hingga negara seperti dibiarkan begitu saja dengan pemimpin yang terus sibuk dengan uang negara.
6. Irak
Bukan hal mengejutkan jika negara Irak berada pada daftar atas negara paling korup di dunia. Irak memiliki sederet masalah yang seharusnya segera diselesaikan. Masalah-masalah itu antara lain kekacauan politik, protes dan pemberontakan, kekerasan, dan orang-orang pemerintahan yang tidak memiliki kompetensi untuk mengubah negara jadi lebih baik.
Negara ini memiliki ekonomi yang sangat kacau, bahkan hampir tidak ada negara yang mau menjalin kerja sama dengan negara yang tingkat korupsi di pemerintahannya sangat tinggi. Lapangan pekerjaan bagi rakyatnya sangat kecil hingga banyak sekali pengangguran dan tindakan kriminal. Negara ini berusaha membenahi diri agar bisa berkembang, namun pada kenyataannya usaha yang dilakukan selalu meleset dari sasaran. Dan yang menyebabkan hal ini meleset tidak lain dan tidak bukan adalah korupsi.
7. Turkemnistan
Negara Turkmenistan adalah negara yang terletak di antara Afganistan, Irak, dan Uzbekistan. Turkmenistan dikenal sebagai negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi. Bahkan nyaris menyamai Irak yang merupakan negara tetangganya. Dunia internasional mengenal Turkmenistan sebagai salah satu negara yang sekuler, namun nyatanya negara ini tak ubahnya negara dengan pemimpin yang sangat diktator.
Kediktatoran ini bermula setelah negara ini pecah dari negara Uni Soviet berpuluh tahun lalu. Sebagian besar kebijakan stabilitas ekonomi yang dilakukan negara ini dikontrol pemerintahan. Sebagian besar uang negara telah diserap secara drastis untuk pemimpin yang korup. Uang itu sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan rakyat.
8. Uzbekistan
Negara ini sangat jarang dibicarakan untuk masuk ke dalam daftar negara korup, namun nyatanya tahun ini masuk di urutan delapan. Uzbekistan dipimpin oleh seorang presiden yang tela berkuasa sejak akhir 80-an. Presiden ini membuat kebijakan untuk membatasi adanya investasi bisnis dari negara asing. Akibatnya, negara ini sangat kurang dalam bidang sumber daya dan kestabilan ekonominya kian terpuruk.
Sebagian besar penduduk Uzbekistan menganggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam. Namun lahan yang digunakan kian lama kian kering hingga tidak ada nutrisi. Sekarang lahan pertanian di Uzbekistan dibiarkan kosong dan tandus. Sebagian besar orang di negara ini tidak memiliki pekerjaan. Sementara itu orang-orang di pemerintahan sedang berpesta uang dan membiarkan rakyatnya menderita setiap hari.
9. Libya
Kebebasan adalah hal yang hampir mustahil ada di Libya. Semua sektor mulai dari bisnis, ketenagakerjaan, dan kependudukan bergerak untuk mendapatkan sebuah kebebasan. Libya adalah negara di Afrika yang sedang bertahan dengan kekacauan politik dan pemberontakan yang dilakukan oleh warganya. Semua warga menuntut sebuah kebebasan yang dikekang untuk kepentingan segelintir orang di pemerintahan.
Saat ini Libya sedang mendapatkan subsidi dana dari dunia internasional untuk memperbaiki sektor ketenagakerjaan dan bisnis. Namun stabilitas keamanan negara yang masih kacau membuat hal ini seperti tidak berguna. Terlebih tingkat korupsi yang tidak bisa dibendung. Saat ini demonstrasi menentang pemerintahan seperti hal biasa yang terjadi setiap hari.
10. Eritrea
Negara ini jarang terdengar di dunia internasional. Eritrea adalah negara yang berada di Afrika, berbatasan dengan Sudan. Saat ini Eritrea tela melakukan banyak kerja sama dengan negara lain. Bahkan tahun 2014 Groos Domestic Product Eritrea mencapai 4 Miliar Dolar. Termasuk negara kecil yang baju jika dibandingkan dengan negara Afrika lainnya.
Keadaan negara di Eritrea termasuk representatif untuk bisnis. Namun di beberapa sisi, pihak pemerintahan sering bertindak otoriter. Terutama kepada rakyat yang memprotes adanya korupsi yang menguasai hampir di setiap sektor. Dan sebagian besar pemimpin negara ini sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam bidang pemerintahan dan politik. Tak pelak negara kecil ini menjadi penutup sepuluh besar negara paling korup di dunia.
Indonesia memang tidak masuk ke dalam daftar sepuluh besar. Namun negara kita tercinta masuk ke peringkat 68 dari 175 negara di dunia yang paling korup.
Dan Indonesia masih berada di daftar merah yang menandakan tingkat korupsinya masih sangat tinggi. Semoga tahun depan tingkat korupsi Indonesia menurun, atau bila perlu menyamai Singapura sebagai negara terbersih dari korupsi di Asia Tenggara.
Perampokan

Sepanjang bulan Juni 2015 tercatat 14 kasus perampokan disertai kekerasan minimarket di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Perampokan dengan metode konvensional seperti mendatangi bank secara langsung dan menodongkan senjata nampaknya sudah ditinggalkan dan tersisa di film film Hollywood saja . Sistem keamanan perusahaan atau bank yang semakin ketat dan canggih membuat usaha pembobolan bank menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan atau penuh dengan resiko. Tetapi, perkembangan internet memberikan celah tersendiri bagi para perampok untuk beraksi di dunia maya.
Apalagi yang lebih aman selain merampok uang atau sekedar data penting seperti password lewat internet? Selain, wajah yang tidak terdeteksi, para perampok dunia maya dapat dengan mudah menghilang tanpa meninggalkan identitas apapun. Sejak mulai tersebar luas sejak tahun 1980an, terdapat kasus kasus perampokan internet yang paling menggemparkan sekaligus paling sukses yang tercatat hingga sampai saat ini. Para hacker tidak hanya mencuri data penting saja, namun juga uang yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Berikut adalah 10 Aksi Perampokan Paling Besar Di Internet yang tercatat diThe Richest.
1. Pencurian 1,2 miliar username dan password oleh hacker Rusia

Pertengahan tahun ini terjadi kepanikan massal terkait isu pencurian data internet terbesar sepanjang sejarah, yakni pencurian 1,2 miliar username dan password dalam skala global. Kasus perampokan internet ini kabarnya didalangi oleh sebuah organisasi kriminal asal Rusia. Tak kurang dari 420.000 situs telah berhasil diperah data data penting penggunanya. Mulai dari situs situs kecil hingga situs situs perusahaan besar berhasil ditembus.

Menurut informasi dari beberapa media, ada 500 perusahaan besar yang situsnya berhasil diretas oleh hacker organisasi kriminal tersebut. Untungnya, seluruh data tersebut dipakai untuk menyebar pesan atau email spam saja. Pemerintah Rusia pun kabarnya juga tidak berkaitan dengan aksi penjarahan internet berskala global tersebut.
2. Perampokan bank Sumitomo Mitsui

Kembali ke tahun 2004, terdapat kasus yang tak kalah menggemparkan yang berhubungan dengan kasus pencurian bank via internet. Saat itu korbannya adalah bank asal Jepang bernama Sumitomo Mitsui. Pencurian uang bank Mitsui tidak dilakukan di Jepang melainkan lewat bank cabangnya di London, Inggris. Sekelompok hacker dilaporkan berhasil mencuri uang dengan jumlah besar, hingga USD 420 juta atau Rp 5 triliun! Mereka berhasil menembus sistem keamanan bank Mitsui dengan menggunakan sebuah spyware bernama keyloggers.

Mereka juga berencana untuk membagi uang tersebut ke 10 rekening bank yang berbeda untuk mengamankan hasil rampokannya. Aksi cepat dari pihak terkait berhasil menangkap salah satu hacker berkebangsaan Israel bernama Yeron Belondi yang diikuti oleh hacker lainnya. Belondi berhasil ditangkap saat berusaha mengirimkan USD 27 juta ke salah satu bank di Israel.
3. Pencurian Rp 550 miliar dari kartu kredit

Sekali lagi aksi peretasan membawa korban beberapa bank yang melayani jasa kartu kredit. Beberapa hacker diketahui mendaftarkan diri lewat beberapa layanan kartu kredit sekaligus, sebelum akhirnya mengeksploitasi kartu kartu tersebut. Kelompok hacker yang tergabung dengan lingkaran mafia global tersebut meretas sistem bank bank untuk meningkatkan jumlah uang di kartu kredit prabayar yang mereka dapatkan sebelumnya.

Yang lebih mencengangkan, mereka mengutus beberapa penjahat lain untuk menarik uang dari mesin ATM di berbagai belahan dunia menggunakan kartu kredit tadi agar tidak mudah dilacak. Sekitar delapan orang berhasil ditangkap di New York saat mencoba mendapatkan USD 2,7 juta dari dua ATM berbeda. Bahkan, setelah melakukan interograsi terhadap delapan orang tersebut, total dana yang berhasil dicuri mencapai USD 45 juta atau Rp 550 miliar lebih.
4. Pembobolan bank Swedia dengan virus Trojan

Sebuah bank di Swedia bernama Nordea pada tahun 2007 menjadi korban kekejaman awal virus Trojan baru yang didesain untuk mencuri detail rekening dan password korbannya. Pihak bank menyatakan bila terdapat lebih dari 250 nasabah yang terkena dampak pencurian online tersebut. Pelaku pencurian yang kabarnya didalangi oleh kelompok mafia Rusia tersebut kabarnya berhasil mencuri uang nasabah mencapai Rp 12 miliar lebih.

Virus Trojan berfungsi mencatat aktivitas perbankan yang dilakukan oleh nasabah yang menggunakan komputer. Metodenya cukup sederhana, virus itu bisa mendapatkan rekaman angka atau huruf yang diketik di keyboard oleh pengguna saat memakai situs Nordea. Sebagai pengalih perhatian, para hacker akan menampilkan pemberitahuan pada nasabah apabila situs Nordea tengah down saat data berupa username dan password telah dimasukkan.
5. Perampokan tunggal bank oleh hacker Soldier

Memakai nama samaran Soldier, seorang hacker berhasil membobol tiga bank sekaligus, sendirian! Ketiga bank tersebut adalah Chase, Wells Fargo, dan Bank of America. Dari ketiga bank tersebut, Soldier berhasil membobol rekening 3.500 nasabah. Perharinya, Soldier bisa mendapatkan kurang lebih Rp 200 juta. Selama enam bulan beroperasi, Solider berhasil mencuri dana hampir Rp 40 miliar.

Soldier memanfaatkan sebuah virus toolkit bernama SpyEye untuk membobol situs ketiga bank tersebut. Yang tak kalah cerdik, hacker tersebut mengirimkan uang tersebut ke dua nasabah terlebih dahulu sebelum ke dirinya. Sehingga kasus ini cukup sulit untuk dideteksi dan terlihat seperti perputaran uang bank yang sah.
6. Pencurian Bitcoin Rp 15 miliar

Sebagai mata uang baru, Bitcoin menjadi sasaran empuk bagi para hacker. Mata uang digital yang jamak digunakan untuk transaksi online tersebut memang tidak memerlukan akses perizinan ke bank bank utama negara negara di dunia.Sayangnya beberapa waktu lalu, salah satu server penyedia dan penyimpan Bitcoin, inputs.io telah diretas oleh hacker.

Hacker tersebut menggunakan email berisi virus yang dapat membuat kesalahan sistem pada server utama. Akibatnya, Bitcoin senilai 4100 BTC atau setara dengan Rp 15 miliar berhasil dicuri. Mengingat Bitcoin memang sangat sulit untuk dilacak, peluang menemukan pencuri pencuri Bitcoin menjadi sangat sulit. Oleh sebab itu, banyak pihak yang menyatakan Bitcoin adalah mata uang yang sangat rentan terhadap pencurian.
7. Pencurian data masif penduduk Arizona, Amerika

Para hacker jahat atau pelaku kejahatan dunia maya tidak hanya menyasar nasabah bank atau bank saja, tetapi penduduk biasa pun bisa menjadi sasaran empuk, terlebih beberapa mempunyai pertahanan yang lemah terhadap serangan seperti itu. Arizona, salah satu negara bagian di Amerika, menjadi saksi saat hacker yang tidak diketahui identitasnya berhasil mencuri data data penduduknya.

Ya, dari setiap 100.000 warga Arizona, 149 di antaranya dilaporkan dicuri identitasnya. Dengan mendapatkan data warga yang berisi email dan lain-lain, hacker dapat menyamar menjadi pelaku pajak dan membajak pengembalian pajak yang seharusnya menjadi milik warga Arizona. Meskipun keuntungan yang dihasilkan tidak langsung bernilai jutaan dolar, namun aksi tersebut tetap dapat memberikan keuntungan bagi hacker hacker tersebut hingga puluhan juta rupiah dalam sekali beraksi.
8. Perampokan internet Rp 2,5 tiliun oleh hacker hacker belia

Tidak ada yang menyangka bila remaja dapat merepotkan sebuah badan intelijen seperti FBI. Beberapa tahun yang lalu, FBI melaporkan bila terdapat sekelompok jaringan hacker internasional yang telah berhasil mencuri uang via dunia maya hingga USD 205 juta atau hampir mencapai Rp 2,5 triliun!.

Berdasarkan investigasi lebih lanjut, anggota anggota jaringan hacker tersebut ternyata masih berusia belia, dengan anggota paling tua hanya berumur 22 tahun.Sementara lainnya hanyalah remaja berusia belasan tahun. Total anggota kelompok hacker yang berhasil ditangkap mencapai 28 orang. Sementara itu, salah satu anggota termuda yang dikenal degan nama Mir Islam alias JoshTheGod ternyata juga dikenal sebagai anggota jaringan hacker UGNazi.
9. Peretasan perusahanan TJX oleh hacker legendaris

Salah satu kasus peretasan paling terkenal yang menyeret nama hacker legendaris, Albert Gonzales, adalah kasus hacking database jaringan perusahaan TJX. TJX adalah perusahaan perdagangan yang membawahi perusahan retailer seperti TJ Maxx, Marshall’s, dan HomeGoods.

Akibat aksi peretasan Gonzales dan 11 orang temannya, sekitar 94 juta data kartu kredit dari pelanggan TJX diekspos secara global. Kasus yang mencuat di tahun 2006 ini membuat Gonzales harus mendekam di penjara selama 40 tahun. Salah satu alasan mudahnya peretasan situs TJX tidak lain akibat absennya firewall yang sejatinya bertugas untuk mengamankan situs tersebut.
10. Pencurian 134 juta data pelanggan Heartland Payment Systems

Tidak hanya dikenal bertanggung jawab terhadap kasus peretasan situs perusahaan TJX. Albert Gonzales juga dinyatakan berada dibalik kasus peretasan database milik perusahaan penyedia layanan transaksi kartu kredit Heartland Payment Systems. Lingkup transaksi yang luas di jaringan perusahaan tersebut membuat Gonzales dkk tidak ragu untuk mendapat data dari server Heartland Payment Systems.

Jumlah akhir data kartu kredit yang didapat pun cukup fantastis, hingga 134 juta kartu kredit. Jika dari setiap kartu tersebut, Gonzales hanya menarik 1 dolar saja, keuntungan yang didapat sudah mencapai USD 134 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun. Dalam kasus ini, Gonzales tetap menggunakan virus SpyWare untuk mendapatkan jutaan data pengguna tersebut.

Pencurian dan perampokan terhadap sebuah institusi misalnya seperti bank atau museum dan dengan hasil jarahan yang banyak, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Heist . Seperti yang kita tonton dalam beberapa film yang melakukan perampokan dengan jalan yang sangat mustahil dilakukan. Pencurian semacam ini tentu saja memerlukan rencana yang matang. Tapi sahabat anehdidunia.com ternyata kasus pencurian itu tidak hanya terjadi di film. Di dunia ini juga pernah terjadi pencurian yang menghilangkan dana dengan nominal yang fantastis. Berikut Perampokan dan pencurian terbesar yang pernah terjadi di dunia versi anehdidunia.com

Belfast Northern Bank Irlandia Utara $ 50 Juta tahun 2004

Sekelompok orang menyandera dua keluarga dengan menyamar sebagai anggota polisi pada tanggal 19 Desember 2004. Kedua keluarga tersebut adalah keluarga Chris Ward dan keluarga Kevin McMullan, keduanya adalah pejabat di Northern Bank, Belfast. Chris Ward kemudian dibawa ke rumah McMullan sedangkan keluarganya tetap di rumah bersama para penyandera. Keesokan harinya, kedua orang itu disuruh untuk masuk kerja seperti biasa hingga jam kerja berakhir. Ketika semua karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing, dua pejabat bank ini karena khawatir keselamatan keluarganya yang disandera, kemudian disuruh membuka brankas dan para pencuri dengan bebas menguras isinya. Kerugian yang diakibatkan oleh pencurian itu diperkirakan mencapai 50 juta dollar, sementara hingga kini polisi belum berhasil menangkap para pelakunya.

Great Train Robbery $ 74 juta Tahun 1963

The Great Train Robbery adalah nama yang diberikan untuk sebuah perampokan kereta pada tanggal 8 Agustus 1963 di Bridego Railway Bridge, Ledburn dekat Mentmore di Buckinghamshire, Inggris. Sebuah kelompok dengan jumlah 15 orang, mencuri uang senilai 2,3 juta Poundsterling yang setara dengan 40 Juta Poundsterling (74 juta dollar) sekarang. Sahabat anehdidunia.com perampokan dimulai dengan melumpuhkan masinis Jack Mills dengan memukulnya di bagian kepala dengan pipa besi. 13 dari anggota kelompok berhasil ditangkap setelah polisi menemukan sidik jari di kediaman mereka di Leatherslade Farm, dekat Oakley, Buckinghamshire.

Bandara Schiphol Amsterdam Belanda € 75 Juta Tahun 2005

Pada tanggal 25 Pebruari 2005, dua orang tak dikenal merampok sebuah mobil van yang sedang mengangkut berlian di terminal kargo Bandara Schiphol. Dua orang pelaku berhasil masuk ke terminal kargo dengan cara menyamar sebagai karyawan maskapai KLM. Meskipun kerugian dari pencurian berlian itu tidak pernah dipublikasikan, namun diperkirakan harga berlian yang hilang tidak kurang dari 75 juta euro. Jika perkiraan itu benar, maka ini adalah pencurian berlian terbesar dalam sejarah. Hingga kini, para pelaku pencurian ini belum tertangkap.

Pusat Berlian Antwerp Belgia $ 100 Juta Tahun 2003

Pada tanggal 16 Pebruari 2003 sekelompok pencuri melakukan aksi jenius dalam membobol sebuah pusat perdagangan berlian di Antwerp. Padahal tempat yang terkenal sebagai pusat perdagangan berlian nomor satu di dunia ini keamanannya dikenal sangat ketat. Penjaga berpatroli selama 24 jam penuh dengan kamera CCTV terpasang di mana-mana. Hebatnya sahabat anehdidunia.com, pencurian yang berhasil menggasak berlian beserta surat resminya seharga lebih dari 100 juta dollar ini baru diketahui keesokan harinya. Polisi sempat kesulitan menangkap pelakunya karena tidak ada satupun kamera CCTV yang berhasil merekam aksi para pencuri. Hingga akhirnya identitas salah seorang pelaku bisa dilacak berkat sepotong sisa sandwich di sebuah mobil curian yang ditinggalkan di pinggir kota.

Harry Winston $ 108 Juta Tahun 2008

Perampokan ini terjadi pada tahun 2008 ketika empat orang menyerbu salah satu toko perhiasan paling eksklusif di Paris dan membawa kabur berlian senilai $ 108 juta. Para pria menyamar sebagai perempuan dan dipersenjatai dengan Magnum .357 dan sebuah granat tangan. Mereka dengan cepat menggiring para karyawan dan pelanggan ke sudut dan mulai memecahkan kaca pajangan. Setelah mengisi koper dengan berlian, mereka kemudian melarikan diri. Tak seorang pun dari pelaku perampokan ini pernah ditangkap dan polisi mencurigai bahwa pelaku perampokan yang dijuluki “The Panther Pink”, merupakan bagian dari organisasi kriminal dari mafia Yugoslavia yang juga bertanggung jawab untuk sejumlah perampokan perhiasan lainnya. Sampai saat ini, hadiah dolar $ 1 juta akan dihadiahkan bagi orang yang dapat memberikan informasi para pelaku perampokan ini.

Sumitomo Bank London $ 300 Juta Tahun 2007

Dianggap sebagai salah satu perampokan terbesar dalam sejarah Inggris dengan total jumlah uang yang diambil sebesar $ 300 juta, perampokan ini terjadi di Bank Sumitomo di London pada bulan September 2007. Namun perampokan ini akhirnya gagal setelah hacker tidak bisa melakukan transfer uang secara internasional. Setelah 23 kali gagal selama dua hari untuk mentransfer uang, akhirnya terungkap bahwa 2 pria Belgia dan kepala keamanan bank merupakan biang keladi perampokan tersebut. Sahabat anehdidunia.com kepala keamanan bank, Kevin O ‘Donoghue, 34 tahun, kemudian menjelaskan bahwa ia setuju untuk melakukan upaya pencurian setelah karena keluarganya terancam. Rencananya hampir berhasil setelah hacker menggunakan memory stick USB untuk menginstal software “key-logger” pada komputer pekerja bank untuk mendapatkan username dan password dari akun bank. Setelah mencoba berbagai cara untuk mentransfer uang, yang semuanya gagal, ketiga orang tersebut akhirnya terlacak dan kemudian diadili.

Bank Sentral Irak $ 1 Milyar Tahun 2003

Perampokan bank yang paling besar di abad 21 berdasarkan jumlah uang yang dicuri adalah perampokan yang dilakukan seorang diktator terhadap bank sentral di negaranya sendiri. Pada 18 Maret 2003, sehari sebelum AS memulai pemboman di Baghdad, Saddam Hussein mencuri hampir $ 1.000.000.000 dari Bank Sentral Irak. Perampokan bank ini dianggap sebagai pencurian bank terbesar dalam sejarah. Sekitar $ 650 juta kemudian ditemukan tersembunyi di dinding istana Saddam Hussein oleh pasukan AS, yang diyakini merupakan sebagian dari uang curian tersebut. Pada bulan Maret juga, sebuah catatan tulisan tangan yang ditandatangani oleh Saddam Hussein, meminta $ 920.000.000 untuk diberikan kepada anaknya, Qusay. Pejabat Bank menyatakan bahwa Qusay dan seorang pria tak dikenal mengambil uang pecahan $ 100, yang dimuat ke dalam truk selama lima jam. Qusay akhirnya terbunuh oleh pasukan AS dalam baku tembak.

Pemerkosaaan

Pemerkosaan merupakan kejahatan yang sangat kompleks untuk dianalisa . Di beberapa negara di dunia, kasus pemerkosaan sangat jarang dilaporkan. Baru-baru ini di India dilaporkan banyak terjadi kasus pemerkosaan. Namun, ternyata India bukanlah negara yang menempati urutan pertama dalam tindakan pemerkosaan.
Berikut Okezone ungkap 10 negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi, seperti dilansir Wonderslist, Selasa (31/3/2015).
10. Denmark
Menurut survei yang dibuat oleh salah satu organisasi di Denmark menyebutkan, lima dari 10 perempuan yang diwawancarai mengaku pernah mengalami tindak kekerasan seksual sebelum usia mereka mencapai 15 tahun. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Badan Fundamental Hak Asasi untuk Uni Eropra, sekira 52 persen dari total perempuan Di Denmark pernah mengalami tindak kekerasan seksual dan pemerkosaan.
9. Zimbabwe
Negara Zimbabwe berada di urutan sembilan dalam tingkat kasus pemerkosaan. Menurut survei terbaru yang dikeluarkan Badan Statistik Nasional Zimbabwe (ZimStat), setidaknya ada satu perempuan yang diperkosa setiap 90 menit di Zimbabwe. Sebanyak 500 perempuan dilaporkan mengalami tindak kekerasan seksual setiap bulan di sana, dan sekira 16 perempuan diperkosa dalam satu hari. Pada 2014, dilaporkan ada 1.524 kasus pemerkosaan di Zimbabwe.
8. Australia
Di Australia, selama 2012 dilaporkan sebanyak 51 ribu perempuan berusia 18 tahun menjadi korban pemerkosaan. Uniknya, sebanyak 29 persen perempuan dari jumlah tersebut mengaku diperkosa oleh seseorang yang mereka kenal dari pergaulan sehari-hari atau saat sedang kencan. Hanya satu persen yang mengaku diperkosa oleh orang asing.
7. Kanada
Kasus pemerkosaan menunjukkan peningkatan yang pesat di Kanada. Menurut Huffington Post, ada sekira 460 ribu kasus pemerkosaan di Kanada sejak 2011.
6. Selandia Baru
Pada 2013, terdapat skandal Roast Busters di Selandia Baru yang mengungkap tentang kasus pemerkosaan dalam jumlah besar. Sekelompok pemuda dari Wes Auckland menyebut diri mereka ‘Roast Busters’, karena berhasil membuat ratusan perempuan mabuk dan memperkosa secara bersama-sama.

5. India
Tindak kekerasan seksual dan pemerkosaan menjadi masalah besar di India dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional India (NCRB), terdapat 33 ribu kasus pemerkosaan setiap tahunnya. Sebuah badan survey di India juga melaporkan, selalu ada satu perempuan yang diperkosa setiap 20 menit.
4. Inggris
Di Inggris terdapat 85 ribu kasus pemerkosaan yang menimpa perempuan setiap tahunnya. Jumlah tersebut dikeluarkan melalui catatan dan laporan Kepolisian Inggris.
3. Amerika Serikat (AS)
Menurut salah satu badan survey di AS, RAIIN, ada sekira 293 ribu kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan setiap tahunnya. Perempuan yang diperkosa rata-rata berusia 12 tahun ke atas.
2. Swedia
Swedia berada di urutan kedua dalam negara yang memiliki kasus pemerkosaan tertinggi. Menurut badan statistik di Swedia, satu dari empat total perempuan di Swedia mengalami kasus pemerkosaan. Badan statistik itu bahkan melaporkan, setiap dua detik ada satu perempuan yang di perkosa di Swedia. Hal itu membuat Swedia menjadi tempat yang paling berbahaya di Eropa bagi perempuan.
1. Afrika Selatan
Sebuah badan jajak pendapat di Afrika Selatan melaporkan, ada sekira 500 ribu kasus pemerkosaan yang terjadi setiap tahun. Jumlah ini menjadikan Afsel sebagai negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi di dunia.
Sepanjang tahun 2014, tercatat terdapat 63 kasus pemerkosaan.
Sungguh mengkhawatirkan, angka tindak kejahatan pemerkosaan wanita di Ibu Kota Jakarta setiap tahunnya terus saja mengalami peningkatan.
Menurut data kejahatan di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, sepanjang tahun 2014, tercatat terdapat 63 kasus pemerkosaan.
Angka ini bukanlah jumlah yang sedikit karena jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di tahun 2013 lalu, jumlahnya bertambah pesat dengan persentase pertambahan kasus mencapai 10,52 persen.
Karena pada tahun 2013, kasus kejahatan pemerkosaan di wilayah hukum Polda Metro hanya mencapai 50 kasus.
“Kasus pemerkosaan harus ditangani lebih serius. Jangan sampai korban pemerkosaan semakin meningkat tahun 2015 nanti,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono, Senin 29 Desember 2014.
Kasus perkosaan terus melonjak di Indonesia. Sepanjang Januari 2013, sudah terjadi 25 kasus perkosaan dan dua kasus pencabulan. Sementera, dengan jumlah korban mencapai 29 orang dan jumlah pelaku mencapai 45 orang.
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, mengatakan tragisnya pada Januari 2013 ini terjadi lima kasus perkosaan massal, tiga diantaranya dilakukan sejumlah pelajar terhadap gadis teman sekolahnya. “Di Tegal, Jateng misalnya, seorang siswi Madrasah Tsanawiyah diperkosa tujuh teman lelakinya pada 16 Januari. Setelah diperkosa, korban ditinggalkan begitu saja dalam keadaan tak sadarkan diri di sebuah gubuk,” katanya melalui keterangan tertulis.
Sebagian besar korban perkosaan berusia 1-16 tahun sebanyak 23 orang dan usia 17-30 tahun sebanyak 6 orang. Sedangkan pelaku perkosaan berusia 14-39 sebanyak 32 orang dan berusia 40-70 tahun ada 12 orang. Lokasi perkosaan sebagian besar terjadi di rumah korban (21 kasus) dan di jalanan 6 kasus.
Data ini menunjukkan bahwa rumahnya sendiri ternyata tidak aman bagi korban. Sebab pelaku perkosaan terdiri dari tetangga 8 orang, keluarga atau orang dekat 7 orang, teman 4 orang, ayah kandung 3 orang dan ayah tiri 2 orang orang.
Daerah rawan perkosaan di sepanjang Januari adalah Jabar ada 8 kasus, Jakarta 5 kasus, Jateng 5 kasus dan Jatim 3 kasus. Ind Police Watch (IPW) mendata, maraknya angka perkosaan ini karena semakin mudahnya masyarakat mengakses film2 porno, baik melalui internet maupun lewat ponsel. Sebab sebagian besar pelaku perkosaan kepada polisi mengaku, mereka melakukan aksinya karena terangsang setelah melihat film2 porno.
Selain itu, lembaga hukum di Indonesia tidak berfungi dengan baik. Para Penegak hukum seperti Polisi, Jaksa, Hakim tidak menjalankan tugasnya dengan baik, terutama dalam menghukum pelaku perkosaan, sehingga tidak ada efek jera. Ketika satu kasus perkosaan tidak dengan cepat diungkap dan dituntaskan oleh polisi, kasus itu akan menjadi tren di kalangan pelaku. Hal ini terlihat dari kasus perkosaan massal yang dilakukan para pelajar. Di tahun 1980-an, Jakarta juga pernah dilanda tren perampokan yang disertai perkosaan.
Komnas Perempuan mencatat dalam kurun 13 tahun terakhir (1998 – 2010) kasus kekerasan yang dilaporkan mencapai 400.939 . Seperempatnya adalah kasus kekerasan seksual, yakni 93.960 kasus. Artinya, setiap hari rata-rata ada 20 (19,80) perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Lebih 75% dari 93.960 kasus atau 70.115 kasus-kasus kekerasan seksual terjadi di ranah personal.

Pelakunya adalah orang yang memiliki hubungan darah (ayah, kakak, adik, paman, kakek), kekerabatan, perkawinan (suami) maupun relasi intim (pacaran) dengan korban. Selain itu, juga ada kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam ranah publik. Pelakunya, tidak memiliki hubungan kekerabatan, darah ataupun perkawinan dengan korban — berjumlah 22.284. Umumnya, pelaku kekerasan adalah majikan, tetangga, guru, teman sekerja, tokoh masyarakat, ataupun orang yang tidak dikenal.

Juga, Kekerasan seksual juga terjadi di ranah negara, mencapai 1.561 kasus. Ini dilakukan aparatur negara dalam kapasitas tugas. Termasuk di dalamnya, ketika terjadi peristiwa kekerasan, aparat negara berada di lokasi kejadian, namun tidak berupaya menghentikan atau justru membiarkan tindak kekerasan tersebut berlanjut, termasuk kekerasan seksual yang terjadi akibat kebijakan diskriminatif. Dari total kasus kekerasan seksual sebanyak 93.960 kasus, hanya 8.784 kasus yang datanya terpilah. Sisanya, gabungan dari kasus perkosaan, pelecehan seksual dan eksploitasi seksual.

Ada 5 jenis kekerasan seksual terbanyak: 1. perkosaan (4.845 kasus) 2. perdagangan perempuan utk tujuan seksual (1.359) 3. pelecehan seksual (1.049) 4. penyiksaan seksual (672) 5. eksploitasi seksual (342) Artinya, dari data terpilah saja, kasus perkosaan mencapai 55%. Data ini sejalan dengan data Januari hingga September 2011, di mana dalam sehari, rata-rata terjadi hampir 12 kali perkosaan.

Israel Rangking Satu Dunia Soal Pemerkosaan Wanita
Jumlah kasus pemerkosaan per kapita pada 2009 di Israel merupakan yang tertinggi didunia. Padahal, Israel berada di posisi ke-enam setahun sebelumnya.
Data terbaru di Institusi Eropa untuk Pencegahan dan Kontrol Kriminal pada 2011menyatakan jumlah kasus pemerkosaan per kapita di Israel mencapai 0,166 per1.000 orang pada 2009.
Jumlah kasus pemerkosaan per kapita itu tidak berubah dari 2008. Namun, posisi Israel melonjak signifikan pada 2009.
Jermanberada di posisi kedua dengan kasus pemerkosaan 0,089 per 1.000 orang. Pada 2008, Jerman berada di posisi ke-13 dengan angka pemerkosaan mencapai 0.093 per1.000 orang.
Sementaraitu, jumlah pemerkosaan perkapita di Kenya menempati posisi ketiga. Kenya memiliki kasus pemerkosaan 0.091 per 1.000 orang.
Padahal,pada 2008, Kenya berada di posisi 41 dari 50 negara dengan kasus pemerkosaan mencapai 0,023 per 1.000 orang.
Pemerkosaan di Eropa Lebih Tinggi dari Arab.
Jumlahka sus pemerkosaan di negara-negara Eropa sebenarnya lebih tinggi dari negara Arab. Bahkan, jumlah pemerkosaan di Israel jauh lebih tinggi dari Mesir.
Data statistik yang dihimpun Institusi Eropa untuk Pencegahan dan Kontrol Kriminal menempatkan Belgia, Islandia, dan Norwegia dalam lima besar negara denganjumlah pemerkosaan tertinggi per kapita. Kasus pemerkosaan di Belgia terjadipada 0,299 per 1.000 orang pada 2008 sehingga menempatkannya di posisi tigadunia. Data itu menghimpun kasus pemerkosaan di 50 negara di dunia.
Sepertin disajikan situs nationmaster.com, kasus pemerkosaan di Islandia mencapai 0,286per kapita dan menempatkan negara itu di posisi keempat. Sementara, kasus pemerkosaan di Norwegia mencapai 0,203 perkapita dan menempatkan di posisilima.
Negara dengan kasus pemerkosaan per kapita tertinggi ditempati negara di benua Afrika,Lesotho karena menimpa 0,844 per 1000 orang. Posisi kedua dengan kasus pemerkosaan per kapita tertinggi ditempati Selandia Baru dengan angka 0,315 per1.000 orang.
Israel menempati posisi ke-enam untuk negara dengan kasus pemerkosaan tertinggiperkapita. Kasus pemerkosaan di Israel terjadi pada 0,166 per 1.000 orang.Angka itu disusul negara Eropa lainnya yakni Finlandia dengan kasus pemerkosaanterjadi untuk 0,141 perkapita. Chile, Mongolia, dan Irlandia juga berada diposisi 10 besar.

Negara-negara Arab justru memiliki kasus pemerkosaan perkapita yang lebih rendah. Marokoberada di posisi 30 dengan jumlah kasus pemerkosaan 0,035 per 1.000 orang.Bahrain berada di posisi 35 dengan jumlah pemerkosaan 0,029 per 1.000 orang.
Mesir berada di posisi terakhir atau 50, jauh meninggalkan kasus pemerkosaan diIsrael. Jumlah pemerkosaan di Mesir hanya 0,001 per 1.000 orang.Sementara, jumlah kasus pemerkosaan rata-rata di dunia menimpa 0,1 per 1.000orang.
17 Juta Wanita Diperkosa di Amerika.
17 Juta Wanita Diperkosa di Amerika17 Juta Wanita Diperkosa di Amerika
Kejahatanperkosaan dapat menimpa wanita di semua negara, termasuk Amerika Serikat. Data statistik menunjukkan 17,7 juta wanita AS pernah menjadi korban percobaanperkosaan atau perkosaan.
Data statistik itu dihimpun organisasi nasional AS untukanti kekerasan seksual yakni Rape, Abuse, and Incest Nastional Network (RAINN).Dikutip dari situs resminya (http://www.rainn.org), satu dari enam wanita AS pernah menjadi korban perkosaan. Dari jumlah itu, 2,8 persen menjadi korban percobaan perkosaan.
Perkosaantersebut paling banyak menimpa wanita. Organisasi itu mencatat sembilan dari 10 korban perkosaan pada 2003 adalah wanita.
Perkosaanpun tidak membedakan ras. Jumlah korban perkosaan yang merupakan wanita kulit putih mencapai 17,7 persen, tidak jauh berbeda dari jumlah korban wanita kulithitam yang mencapai 18,8 persen.
Jumlah korban wanita Asia Pasifik mencapai 6,8 persen. Jumlah korban paling banyak berasal dari wanita Indian atau Alaska yang mencapai 34,1 persen. Sementarajumlah korban wanita dari ras campuran mencapai 24,4 persen.
Organisasi itu juga mencatat setiap dua menit, seseorang di AS menjadi korban pelecehan seksual. Jumlah korban pelecehan seksual mencapai 207.754 orang per tahun.Korban pelecehan seksual itu didominasi seseorang berusia kurang dari 30 tahunyakni mencapai 80 persen. Sekitar 44 persen korban masih berusia di bawah 18tahun. (republika)
Sepanjang tahun 1998 hingga 2011 ini , Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat terdapat 400.939 kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan.
Dari jumlah itu, 93.960 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual, dengan perkosaan menempati jumlah terbanyak, 4.845 kasus.
Komnas Perempuan mencatat, dari 93.960 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, hanya 8.784 kasus yang datanya terpilah. Sisanya adalah gabungan dari kasus perkosaan, pelecehan seksual, dan eksploitasi seksual.
Sementara dari 8.784 kasus kekerasan seksual yang datanya telah terpilah, perkosaan menempati urutan pertama (4.845), berikutnya perdagangan perempuan untuk tujuan seksual (1.359), pelecehan seksual (1.049), dan penyiksaan seksual (672).
Sisanya antara lain berupa eksploitasi seksual, perbudakan seksual, hingga pemaksaan perkawinan.
Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, di Jakarta, Kamis (24/11/2011), sistem hukum Indonesia saat ini masih belum memberikan akses yang cukup bagi perempuan korban perkosaan.
Dia mencontohkan, di KUHP perkosaan hanya diadopsi sebagai bentuk penetrasi alat kelamin laki-laki ke perempuan dan bukti-bukti kekerasan fisik akibat penetrasi tersebut.
“Padahal, pengalaman korban menunjukkan perkosaan bisa juga dilakukan dengan jari, benda tumpul, atau benda lainnya,” kata Andy.
Selain itu, kultur hukum di Indonesia juga masih menghambat korban perkosaan dalam mendapatkan akses keadilan dan hukum.
“Banyak penyelenggara hukum mengadopsi cara pandang masyarakat tentang moralitas dan kekerasan seksual. Akibatnya, penyikapan terhadap kasus tidak menunjukkan empati pada perempuan korban, bahkan cenderung ikut menyalahkan korban,” katanya.
Mahfudz Tejani , mengatakan, maraknya kasus pemerkosaan belakangan ini banyak yang meresahkan para kaum wanita dan para orang tua yang mempunyai anak gadis. Pemberitaan tentang kasus tersebut senantiasa mendapat liputan media, baik media cetak, media elektronik sampai media sosial . Terkadang juga suatu pemerkosaan itu seringkali di ikuti dengan pembunuhan , bahkan ada yang di mutilasi untuk menghilangkan jejak korban dan suspek itu sendiri Apa sih pemerkosaan itu ?
Pemerkosaan berasal dari kata Perkosa, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti paksa, gagah, kuat dan perkasa. Memperkosa adalah berarti menundukkan dengan cara kekerasan, menggagahi, melanggar (menyerang, dsb) dengan kekerasan. Menurut Suryono Ekatama (Suryono Ekatama Dkk, 2001:99) pemerkosaan adalah perbuatab hubungan kelamin yang dilakukan seorang pria terhadap seorang wanita yang bukan isterinya /atau tanpa persetujuannya, dilakukan ketika wanita tersebut ketakutan atau di bawah kondisi ancaman lainnya. Pemerkosaan juga bukan mutlak dilakukan pria terhadap wanita, namun ada kasus juga pemerkosaan bisa dilakukan seorang wanita terhadap seorang pria. Faktor-faktor Yang
Menyebabkan Pemerkosaan Banyak orang berkata kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap wanita terjadi karena faktor wanita sendiri. Dan yang sering menjadi poin permsalahan adalah karena faktor cara berpakaian wanita itu sendiri dan nafsu seks pria tak terkendali apabila dan setelah melihat wanita berpakaiana mini. Pemikiran dan anggapan seperti sering diuar-uarkan ketika terjadi kasus pelecehan dan pemerkosaan . Pemikiran yang sederhana ini hanyalah anggapan semata tanpa melakukan riset dan penelitian.
Dan seakan-akan wanitalah yang menyebabkan sebuah pemerkosaan terjadi. Sudah menjadi korban pemerkosaan dan di salahkan juga sebagai penyebabnya. Apakah ini adil ? Bagaimana pula dengan negara-negara Timur Tengah yang sebagian wanitanyanya hampir menutup aurat ? Apakah disana tidak ada pemerkosaan ? tanpa menafikan faktor penampilan dan cara berpakaian wanita juga mempengaruhinya. Namun jangan beranggapan penuh bahwa wanita adalah penyebab utama terjadinya kasus tersebut. Sebenarnya pada umumnya terjadinya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan itu justeru dilakukan oleh orang yang telah dikenali.
Misalnya Keluarga, saudara, tetangga, guru, atasan bahkan pemuka agama yang dihormati. Dan ada juga kasus yang terjadi karena teman yang baru dikenali baik yang dikenali secara tatap muka atau dikenali di media sosial seperti Facebook, twitter atau media chattting lainnya. Pergaulan sehari-hari dan lingkungan juga mempengaruhinya, bagaimana kita berinteraksi dan dengan siapa kita menghabiskan waktu serta berinteraksi sosial setiap harinya.
Namun secara umunya faktor pemerkosaan itu terjadi apabila di lihat dari motif pelakunya adalah :
Seductive Rape, Pemerkosaan terjadi karena pelaku merasa terangsang nafsu birahinya dan biasanya pemerkosaaan ini terjadi pada mereka yang sudah saling mengenal. Contohnya pemerkosaan oleh pacar, keluarga, teman atau orang-orang terdekat lainnya.
Sadistic Rape, pemerkosaan yang dilakukan secara sadis, yang mana si pelaku akan merasa mendapatkan kepuasan seksual bukan karena bersetubuh. namun mendapatkan kepuasan dari cara penyiksaan terhadap korban yang tidak didapatkan dalam hubungan seksual secara normal
Anger rape , Pemerkosaan yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa marahnya pada korban. Kepuasan seksual bukan tujuan utama yang diharapkan pelaku. namun sekedar untuk melampiaskan rasa marahnya pada korban.
Domination Rape ,Pemerkosaan ini hanya ingin menunjukan dominasinya pada korban dan pelaku hanya ingin menguasai korban secara seksual. misalnya pemerkosaan majikan terhadap pembantunya.
Exploitation Rape, pemerkosaan yang terjadi karena ada rasa ketergantungan korban terhadap pelaku baik secara ekonomi maupun sosial. Dan biasa kasus ini terjadi tanpa adanya kekerasan oleh pelaku terhadap korban. contohnya atasan terhadap bawahanya, majikan terhadap pembantunya. Ternyata faktor terjadinya pemerkosaan bisa di pengaruhi faktor lingkungan, motif pelaku pemerkosaan, situasi dan kesempatan, faktor ekonomi dan pergaulan seseorang seseorang.
Banyaknya kasus pemerkosaan yang terjadi di masyarakat seringkali diselesaikan secara kekeluargaan dan di selesaikan diluar hukum. Biasanya akan segera di kawinkan antara pelaku dan korban , dengan harapan untuk menutup aib di kemudian hari. Itu sah-sah saja apabila dilakukan oleh seorang saja, tapi bagaimana apabila dilakukan secara beramai-ramai atau dilakukan lebih dari seseorang.
Namun menurut saya lebih baik di selesaikan secara hukum saja, dengan alasan untuk memberikan pengajaran pada pelaku dan masyarakat pada umumnya. Undang-undang dan Hukum yang mengatur tentang Tindak pidana Pemerkosaan adalah KUHP pasal 285 yang berbunyi : Barangsiapa yang dengan kekerasan atau dengan ancaman memaksa perempuan yang bukan isterinya untuk bersetubuh dengan dia, karena perkosaan, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua belas tahun.
Karena umunya kasus pemerkosaan terjadi di bawah umur, sebaiknya para orangtua memberi perhatian ekstra dengan cara memperhatikan dimana anak-anaknya bersosialisasi dengan teman atau lingkungannya. serta tidak lupa dengan membekalkan ilmu-ilmu agama dan tidak meninggalkan anak apabila mengalami kasus tersebut. Namun tetap menyelimuti dengan kasih sayang sehingga korban tetap merasa ada yang menyayanginya. Berhati-hatilah dalam bergaul dan bersosialisasi Karena kuntum itu mekarnya hanya sekali salam.

Pembunuhan

Kasus Pembunuhan Terhadap Perempuan Meroket Di 2015
Kasus pembunuhan terhadap perempuan menjadi kejahatan yang paling menonjol di tahun 2015. Indonesia Police Watch (IPW) mencatat sepanjang tahun 2015 ada sebanyak 107 kasus pembunuhan terhadap perempuan di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 106 di antaranya tewas dan dua lainnya luka parah,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada redaksi, Minggu (20/12).
Neta menjelaskan, sebagian besar perempuan yang dibunuh adalah anak baru gede (ABG) yang dibantai kenalannya. Perempuan berusia dari 4 bulan hingga 25 tahun yang dibunuh sepanjang 2015 ada sebanyak 54 orang. Perempuan berusia 26 sampai 50 tahun yang dibunuh sebanyak 39 orang, dan usia 51 sampai 70 tahun ada 15 orang.
“Sebanyak 29 korban mayatnya dibuang ke jurang, ke hutan dan ke jalanan,” tambahnya.
Lanjut Neta, sementara pelaku pembunuhan sebagian besar adalah pacar dan suaminya sendiri. Perempuan yang dibunuh pacarnya sebanyak 25 orang, dibunuh kenalan 22 orang, dibunuh suami 15 orang, dibunuh rampok 12 orang, dibunuh anak 3 orang, dibunuh ayah 1 orang, dan dibunuh orang tidak dikenal 30 orang.
Neta membeberakan, kasus pembunuhan perempuan yang pertama di tahun 2015 terjadi 5 Januari. Siti Sarah (22) yang sedang hamil empat bulan tewas setelah lehernya dipukul balok dan kemudian dicekik suaminya Jumansyah alias Icang (26) di rumahnya di Sotek, Penajam Pasir Utara, Kaltim. Icang membunuh istrinya karena kesal melihat istrinya menelepon mantan pacarnya terus menerus. Kasus pembunuhan paling sadis terjadi 22 Februari 2015. Yahmini dibakar hidup-hidup oleh pacarnya Dimhari di sebuah gubuk di Desa Jogoyasan, Magelang, Jateng. Warga sempat menolong tapi akhirnya korban tewas di rumah sakit. Pelaku lalu dihukum Mahkamah Agung penjara seumur hidup.
Sementara kawasan yang paling rawan terhadap perempuan di 2015 adalah wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni mencakup Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Di kawasan ini ada 26 perempuan terbunuh, di antaranya dibunuh kenalannya 7 orang, rampok 4 orang, pacar 3 orang, suami 1 orang, dibunuh orang tak dikenal 8 orang, dan lain-lain. Daerah paling rawan bagi perempuan urutan kedua dipegang Jawa Barat. Di daerah ini ada 20 perempuan dibunuh. Jatim 19 perempuan dibunuh, Batam 8, Jateng 8, Riau 7, Sulsel 5, Sumut 3, Aceh 2, Kaltim 2, Kalsel 2, Kalbar 2, Babel, Lampung, Banten, Sulteng, dan Sultra masing-masing 1 kasus.
“Kasus pembunuhan terhadap perempuan tahun 2015 ini tergolong meningkat tajam, terutama untuk wilayah Jakarta. Di tahun 2014 di Jakarta jumlah perempuan yang dibunuh hanya 17 kasus. Sama seperti di 2014, para pelaku pembunuhan perempuan adalah orang dekatnya. Hal ini menunjukkan tidak ada jaminan lagi bahwa seorang perempuan akan aman jika berada di sekitar orang dekatnya. Untuk itu para perempuan semakin perlu melindungi dirinya sendiri,” terang Neta.
Ia juga mengimbau Polri agar bekerja agresif mengungkap berbagai kasus pembunuhan terhadap perempuan ini, terutama yang dilakukan orang dekatnya. Tujuannya agar ada efek jera, sehingga kasus pembunuhan terhadap perempuan bisa menurun. Sebab sejak lima tahun terakhir kasus pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan orang dekatnya semakin menunjukkan tren peningkatan yang tajam.
PW: Kasus Pembunuhan Meningkat, Jakarta Tak Aman untuk Perempuan

Dalam tempo tiga bulan, 17 kasus pembunuhan terhadap kaum hawa terjadi di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan, angka itu menunjukkan kejahatan terhadap perempuan semakin meningkat. Tragisnya, sebagian korban dari belasan kasus itu diperkosa sebelum dibunuh, 11 kasus di antaranya dibuang begitu saja di jalanan.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyebutkan, belasan kasus pembunuhaan terhadap kaum hawa itu terjadi pada periode Januari sampai dengan Maret 2014. Rata-rata para korbannya masih berusia muda.

“Perinciannya, Januari ada lima perempuan yang dibunuh, Februari ada dua, dan Maret meningkat menjadi sepuluh perempuan yang dibunuh,” kata Neta, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/3/2014).

Menurut Neta, kasus pembunuhan tersebut terjadi di daerah paling rawan bagi perempuan yakni Bekasi sebanyak 6 kasus, Tangerang 3 kasus, Depok 2 kasus, Jakarta Pusat 2 kasus, Jakarta Utara 1 kasus, Jakarta Barat 1 kasus, Jakarta Selatan 1 kasus, dan Jakarta Timur 1 kasus.

Sebanyak 12 kasus menimpa korban dengan usia antara 14 tahun sampai 25 tahun. Sementara itu, usia 30 tahun sampai 51 tahun ada 5 orang. Menurutnya, Jakarta termasuk sebagai kota yang tidak aman bagi wanita.

“Ibukota Jakarta ternyata semakin tidak aman bagi kaum perempuan. Terbukti dalam tiga bulan terakhir, angka pembunuhan terhadap perempuan terus meningkat,” ujar Neta.

Dari 17 kasus pembunuhan terhadap wanita itu, lanjutnya, 14 di antaranya dilakukan orang dekat korban, di antaranya suami, pacar, mantan pacar, kenalan, tetangga, keponakan, dan karyawan korban.

“Motif pembunuhan dikarenakan faktor yang berbeda-beda. Mulai dari masalah ekonomi hingga cemburu buta. Tapi umumnya disebabkan hal sepele yang tidak masuk akal, yakni diputus cinta dan menolak diajak kencan,” ujar Neta.

Meski sebagian terjadi di wilayah penyangga Ibu Kota, kasus pembunuhan ini menurutnya masuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari 17 kasus pembunuhan terhadap perempuan 9 di antaranya belum terungkap dan pelakunya masih bebas berkeliaran.

Selain itu, ada empat korban tidak bisa dikenali karena tanpa identitas. Polda Metro Jaya, kata Neta, perlu bekerja lebih keras lagi untuk menyelesaikan kasus yang belum terungkap. Ia pun mengingatkan kaum hawa agar lebih berhati-hati terhadap keselamatan diri mereka, termasuk mengetahui berbagai motif para pelaku kejahatan.

“Jika janjian dengan seseorang sebaiknya jangan datang sendiri. Sebab sebagian kasus pembunuhan itu terjadi setelah korban janjian ketemu dengan pelaku,” jelas Neta.

Jumlah kasus kejahatan pembunuhan di Jakarta yang terjadi selama Januari hingga Desember 2015 mengalami peningkatan. Angka pembunuhan di Jakarta meningkat 4 persen dibanding tahun 2014.
“Dari crime index 11 kasus menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terjadi peningkatan pada kasus pembunuhan. Paling banyak terjadi di wilayah Polres Jakarta Selatan,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Tito Karnavian saat jumpa pers akhir tahun di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Tahun 2015, angka pembunuhan di Jakarta mencapai 70 kasus atau meningkat 4 persen di banding tahun 2014 yang mencapai angka 68 kasus. Namun, dari segi penyelesaian kasus pembunuhan di tahun 2015 terjadi penuruan 16 persen.
“Tahun 2014 crime clearance (penyelesaian kasus) dari total 68 kasus diselesaikan semua, sedangkan tahun 2015 dari total 70 kasus hanya 57 kasus yang diselesaikan,” katanya.
Peningkatan juga terjadi pada kasus kebakaran. Dari 708 kasus pada tahun 2014 naik menjadi 754 kasus di tahun 2015 atau meningkat sebanyak 46 kasus.
Peningkatan juga terjadi pada kasus narkoba. Di tahun 2015 ini, Polda Metro Jaya mengungkap 5.305 kasus atau meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 4.933 kasus.
“Tetapi kalau kasus narkoba ini berbeda. Peningkatan terjadi karena anggota giat melakukan pengungkapan,” imbuh Tito.
Tahun Ini, Jumlah Penemuan Mayat Meningkat Dua Kali Lipat sampai 65 Kasus dan Pembunuhan 16 Kasus.
Kasus Kriminalitas, khususnya pembunuhan di Kota Batam tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2015, sedikitnya ada 16 kasus pembunuhan yang ditangani Polresta Barelang.
Jumlah ini meningkat satu angka dibandingkan tahun 2014 yang jumlahnya 15 kasus. Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, selama 2014 jumlah tindak pidana pembunuhan terselesaikan sebanyak 14 kasus.
Sementara untuk kasus di 2015 dari 16 kasus baru terselesaikam sebanyak 13 kasus. Artinya, ditahun 2014 dan 2015 polisi masih belum bisa mengungkap empat kasus pembunuhan.
Untuk kasus pembunuhan sendiri naik satu kasus ditahun 2015. Untuk penyelesainya di tahun 2014 sebanyak 93 persen sementara di tahun 2015 sebanyak 81 persen,” kata Asep menerangkan.
” Memang pada pertengahan tahun 2015 ini dalam satu bulan bisa terjadi kasus pembunuhan sebanyak lima kali. Belum lagi jumlah mayat yang ditemukan tanpa identitas di beberapa lokasi di kota Batam.
Dua tahun terakhir, kasus penemuan mayat di Kota Batam juga meningkat. Di tahun 2014 penemuan mayat di kota Batam berjumlah 33 kasus dan yang berhasil terungkap sebanyak 14 kasus. Sementara untuk tahun 2015 ditemukan sebanyak 65 mayat dan kasus ini bisa diselesaikan sebanyak 41 kasus. “Memang trennya naik, namun untuk penyelesaian perkara tahun 2015 ini kita bisa lebih banyak dibandingkan tahun 2014 lalu,” tambahnya.
Tahun 2015 kemarin menjadi tahun dengan tingkat pembunuhan tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir di Jamaika .

Menurut keterangan dari Jamaica Constabulary Force, sepanjang tahun lalu terjadi sekitar 1.192 pembunuhan di Jamaika. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2014 lalu ada 1.005 pembunuhan pada tahun 2014.

Bila dihitung rata-rata, pada tahun lalu ada sekitar 45 pembunuhan per 100.000 orang. Jumlah tersebut menjadikan Jamaika masuk ke urutan teratas negara paling kejam di dunia.

Dikabarkan The Guardian (Kamis, 7/1), PBB bahkan pernah menempatkan Jamaika dalam urutan keenam negara yang memiliki tingkat pembunuhan terburuk di dunia. Sedangkan Bank Dunia menempatkan Jamaika pada peringkat kelima negara dengan pembunuhan terburuk pada tahun 2013.

Sebagai perbandingan, Chicago, yang memiliki kira-kira populasi yang sama seperti Jamaika yakni 2,7 juta jiwa, memiliki catatan 468 pembunuhan pada tahun 2015.

Pemerintah Jamaika menyebut, meningkatnya tingkat pembunuhan itu terjadi umumnya dikarenakan bentrokan antara lotere penipuan cincin. Pertempuran antara geng telah lama disalahkan untuk sebagian besar kasus pembunuhan di Jamaika.

Sementara itu penyebab lain meningkatnya kasus pembunuhan adalah peningkatan kejahatan seperti pemerkosaan, penyerangan serta perampokan.
Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk urusan Obat-obatan dan Kejahatan (UNODC) Kamis lalu merilis daftar tingkat kasus pembunuhan di berbagai negara di dunia. Laporan bertajuk Studi Global Kasus Pembunuhan 2013 itu menyatakan hampir 500 ribu orang dibunuh secara sengaja pada 2012. Pembunuhan itu terpusat di dua benua yakni Amerika dan Afrika.
UNODC mendefinisikan pembunuhan sebagai sebuah kematian sengaja terhadap seseorang yang dilakukan orang lain. Definisi ini tidak berkaitan langsung dengan konflik bersenjata. Data dari PBB itu dikumpulkan dari berbagai lembaga penegak hukum di berbagai negara, termasuk organisasi kesehatan, atau jika tidak tersedia maka diambil dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam laporan itu disebutkan benua Amerika mengambil alih posisi Afrika sebagai kawasan paling banyak kasus pembunuhan terjadi. Selain itu laporan PBB menyatakan kasus pembunuhan di benua Amerika jarang diseret ke pengadilan. Hanya 24 persen dari kasus-kasus itu dibawa ke pengadilan. Di Asia angkanya 48 persen dan di Eropa 81 persen.
1.Guatemala
Negara di Amerika Latin ini mempunyai tingkat pembunuhan 39,9 per 100 ribu orang pada 2012.Kekerasan di Guatemala masih merupakan rangkaian warisan dari perang saudara selama 36 tahun.
Kasus pembunuhan di benua Amerika masih tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Angka itu sekitar lima kali hingga delapan kali lebih tinggi ketimbang di benua Eropa dan Asia sejak 1950-an.
2.El Salvador
Pada 2012 dari 100 ribu orang terjadi pembunuhan sebanyak 41,2 kasus. Ini adalah angka keempat terbanyak di dunia.Kasus pembunuhan di benua Amerika, celakanya masih terjadi di negara-negara yang masuk daftar di tahun sebelumnya.
3.Belize
Beliza menempati urutan ketiga sebagai negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.Dari 100 ribu orang terjadi 44,7 kasus pembunuhan pada 2012.
Laporan PBB menyatakan kasus pembunuhan di benua Amerika jarang diseret ke pengadilan. Hanya 24 persen dari kasus-kasus itu dibawa ke pengadilan. Di Asia angkanya 48 persen dan di Eropa 81 persen.
4.Venezula
Sejak Presiden Hugo Chavez meninggal Maret tahun lalu Venezuela kerap dilanda unjuk rasa antipemerintah.Pada 2012 Venezuela mempunyai tingkat pembunuhan 53,7 per 100 ribu orang. Sejak awal tahun ini kekerasan terus meningkat.
5.Honduras
Sejauh ini tingkat kematian akibat pembunuhan di Honduras mencapai angka 90,4 per 100 ribu orang pada 2012.Kekerasan di Honduras lebih banyak disebabkan kasus bentrokan antar gang bersenjata dan merajalelanya kartel obat-obatan terlarang.
Nah, itulah 5 Negara Dengan Kasus Pembunuhan Paling Banyak Di Dunia. Semoga Menambah wawasan anda.
Kejahatan yang terjadi di berbagai belahan dunia seolah tidak pernah mati , karena selalu muncul dan mengancam kehidupan manusia dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dari sebelumnya. Perang terhadap kejahatan merupakan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan hingga seluruh manusia akan lenyap oleh zaman. Berikut 10 negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia pada 2014 :
10. India
Terlepas dari kenyataan bahwa India adalah salah satu negara terkemuka dan terkemuka Asia, tingkat kejahatan di sini sangat tinggi. Ini adalah keputusan yang serius kasus perkosaan dan tampaknya bahwa pemerintah telah gagal untuk menjaga cek yang tepat dan keseimbangan pada situasi. Tingkat pembunuhan dan tingkat kejahatan di India adalah 80% lebih tinggi selama 2014 dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
9. Thailand
Thailand merupakan salah satu tempat wisata yang indah dan menarik. Di sini banyak wisatawan datang untuk menghabiskan liburan mereka, tapi sayangnya meningkatnya jumlah pembunuhan di negara ini membuat jumlah wisatawan yang berkunjung di negara ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pemerintah Thailand kini memberikan perhatian khsusus untuk menekan jumlah pemerkosaan, perkelahian antar geng, dan kasus terorisme, yang diperkiraan pada 2014 jumlahnya mencapai 65 % lebih tinggi dari beberapa tahun sebelumnya.
8.Jerman
Jerman merupakan salah satu negara yang menonjol jumlah kejahatan misalnya pembunuhan dan pemerkosaan. Di sini tidak hanya wanita berada di bawah ancaman perkosaan tetapi juga komunitas laki-laki (gay) yang terancam pelecehan seksual.Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh geng dan pembunuhan pada 2014 mengalami peningkatan dibandingkan pada 2012 dan 2013.
7. Perancis
Perancis terkenal dengan industri fashion. Banyaknya gadis-gadis seksi dan cantik di negara ini menjadi salah satu alasan utama untuk tingginya angka pemerkosaan di Perancis. Diperkirakan tingkat pemerkosaan di Perancis jumlahnya dua kali lipat pada 2014 dibandingkan tahun sebelumnya, yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
6. Inggris
Meskipun Inggris adalah negara maju dan kuat secara ekonomi tapi di sini kejahatan seperti pemerkosaan dan kecelakaan lalu-lintas relatif tinggi. Wanita Inggris dan para gadis muda mengalami ancaman serangan dan penculikan. Pemerintah Inggris telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mengurangi kasus kejahatan tersebut.
5. Jepang
Jepang dikenal dunia sebagai negara yang aktif memproduksi barang elektronik dan berteknologi. Namun, Jepang di sisi lain, juga dikenal sebagai negara dengan jumlah kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang relatif tinggi. Wanita-wanita di Jepang sering mengalami kasus pemerkosaan dan penculikan yang dilakukan oleh geng-geng di Jepang.
4. Italia
Italia adalah pusat penjahat dan teroris. Aturan dan peraturan pemerintah Italia yang bagus untuk memproteksi setiap kejahatan namun kurangnya strategi yang handal iklan menyebabkan angka pembunuhan, perampokan, dan pemerkosaan meningkat di negara ini.
3. Afrika Selatan
Afrika Selatan merupakan salah satu negara dengan daya taris wisata yang paling terkenal dan terkemuka di dunia. Di satu Afrika Selatan terkenal dengan wisata yang menarik, di sisi lain banyak kasus kejahatan misalnya pemerkosaan dilakukan secara bebas. Kejahatan Afrika Selatan meningkat hingga 50% pada 2014 dibandingkan pada 2013.
2. Belgia
Belgia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus pemerkosaan yang tertinggi di dunia. Masyarakat di Belgia mengalami ancaman serius dalam hal penculikan, pembunuhan dengan jaminan tebusan uang dan pemerkosaan. Masyarakat yang berada di wilayah-wilayah pinggiran hidup miskin dan pas-pasan. Mereka menuntut pemerintah untuk melindungi nyawa dan harta mereka.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat meskipun adalah negara adidaya, tetapi angka kejahatan seperti pembunuhan di negara ini sangat tinggi. Setiap saat, setiap hari dan setiap bulan masyarakat Amerika mengalami ancaman kejahatan termasuk perampokan yang serius.
Faktor-Faktor Terjadinya Tindak Pidana Pembunuhan
Sudut hukum | Faktor-Faktor Terjadinya Tindak Pidana Pembunuhan
Berkembangnya kehidupan dalam suatu masyarakat yang menimbulkan berbagai masalah sosial membuktikan bahwa kehidupan manusia semakin sulit, keadaan tersebut tidak mudah dihadapi sehingga akhirnya menyebabkan penyimpangan tingkah laku dalam suatu masyarakat (deviant), kemudian orang lalu bertingkah laku dengan melanggar norma-norma yang berlaku dan berbuat sekehendak dirinya sendiri untuk mencapai kepuasan dan kepentingan sendiri tanpa memperhatikan hak-hak dan kepentingan yang lainnya.
Sebagai akibat dari perubahan dalam masyarakat tersebut kemudian Romli Atmasasmita dalam bukunya Teori dan Kapita Selekta Kriminologi, mengutip pendapat Durkheim yang mengemukakan bahwa:
“Terjadinya penyimpangan tingkah laku yaitu adanya tradisi yang telah menghilang dan telah terjadi deregulasi di dalam masyarakat”.
Selanjutnya masih menurut Romli Atmasasmita yang mengutip pendapat Merton, mengemukakan bahwa:
“Penyimpangan tingkah laku atau deviant merupakan gejala dari suatu struktur masyarakat di mana aspirasi budaya yang sudah terbentuk terpisah dari sarana yang tersedia di masyarakat”.
Dari kedua pendapat yang dikemukakan oleh Durkheim dan Merton. tersebut, maka lahirlah berbagai wujud penyimpangan tingkah laku seperti pembunuhan, pemerkosaan, perbuatan cabul dan perbuatan lainnya yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keadaan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, ekonomi, psikologi (kejiwaan), keluarga bahkan timbul dari dirinya sendiri, sehingga perbuatan itu melanggar aturan-aturan hukum.
a. Faktor yang bersumber dari pribadinya
Hal ini biasanya dapat dilihat dari ciri-ciri kepribadian itu sendiri, misalnya kurang keimanan kepada ALLAH SWT (tidak melakukan ibadah-ibadah yang diwajibkan maupun yang disunahkan), dan kurangnya pendidikan dalam keluarga maupun pendidikan formal.
b. Faktor Ekonomi
Berdasarkan pengamatan peneliti, timbulnya pembunuhan itu sebagian besar disebabkan dari pergaulan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu mengakibatkan emosi sangat cepat meluap.
c. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan tidak kalah dominannya dengan faktor pribadi dan faktor ekonomi yang menyebabkan seseorang terjerumus dalam delik pembunuhan, di bawah ini beberapa contoh yang mempengaruhi faktor lingkungan: Lingkungan keluarga atau rumah tangga, Lingkungan keluarga yang diliputi dengan ajaran yang Islami tentunya berbeda dengan keluarga yang tidak disertai dengan Islami dalam rumah tangganya, sehingga keluarga yang tidak Islami tentunya akan mempengaruhi anak keturunannya dikemudian hari.
Sebagaimana dikemukakan oleh Soedjono bahwa corak-corak keluarga yang dapat menghasilkan anak nakal adalah sebagai berikut:
1) Anggota-anggota lainnya, karena penjudi, pemabuk, penjahat, dan sebagainya.
2) Tidak ada salah satu dari orangtuanya karena meninggal, perceraian, atau melarikan diri dari tanggungjawab.
3) Kurang perhatiannya dari orangtuanya, karena masa bodoh, cacat indera, sakit jiwa dan lain-lain.
4) Tidak mampu menguasai diri sendiri, iri hati, cemburu pada anggota keluarga dan banyaknya campur tangan pihak lain.
5) Tekanan ekonomi seperti pengangguran, kurangnya penghasilan dan karena orangtua sibuk bekerja diluar rumah.
Lingkungan pergaulan, sudah kodratnya manusia lahir di dunia mempunyai naluri dan harus hidup berkelompok serta bergaul dengan orang lain, bahkan apabila suatu saat seseorang dipisahkan dari kelompok orang dan hidup sendirian, maka kemungkinan besar orang tersebut akan terganggu keseimbangan jiwanya.
Oleh karena itu sudah merupakan gejala yang wajar apabila manusia mencari teman dari masa kanak-kanak sampai dewasa. Sedangkan dalam pergaulan dengan kawan-kawan yang kurang baik dan terlalu bebas tanpa adanya pengawasan dari orang tua, maka akan membentuk suatu watak kepribadian yang kurang baik.
Ini penyebab kenapa kasus pembunuhan marak
Sejumlah kasus pembunuhan akhir-akhir ini marak terjadi di Jawa Barat. Bagaimana kiminolog menganalisis fenomena tersebut? “Penyebab (pembunuhan) secara umum kita bagi ke dalam tiga motif,” kata kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yesmil Anwar, kepada Okezone, Kamis (17/4/2014).
Tiga motif itu masing-masing dilatarbelakangi harta benda atau ekonomi, kekuasaan, dan hubungan sosial. Salah satu motif itu bisa jadi alasan bagi pelaku untuk melakukan pembunuhan. “Malah bisa tiga motif yang terjadi dalam satu kasus pembunuhan,” ungkapnya.
Pembunuhan bisa disebabkan karena hal-hal yang ringan dan spontanitas. Misalnya karena emosi pelaku terpancing sedemikian tinggi sehingga ia gelap mata dan melakukan pembunuhan. Maraknya kasus pembunuhan pun seolah membuat harga nyawa terkesan murah. Orang bisa dengan mudah menghilangkan nyawa orang lain.
“Kenapa orang (pelaku pembunuhan) begitu mudah menganggap nyawa itu murah,” ucap Yesmil. Ia lalu memaparkan sejumlah alasan di balik fenomena itu. “Sebab utama yang saya lihat memang terjadi perubahan signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi itu ditambah dengan globalisasi yang dipicu teknologi informasi yang begitu mudah didapat,” jelasnya.
Hal itu kemudian membuat perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi itu juga didukung perubahan nilai kehidupan di masyarakat hingga persoalan hukum yang lemah penegakkannya. Bahkan ada kecenderungan sebagian orang tidak lagi mengetahui mana yang benar dan salah untuk sebuah perilaku. Akibatnya orang akan menjadi egois dan berorientasi pada harta benda.
“Orang akan jadi egois untuk mendapatkan sesuatu, mudah sekali untuk mengorbankan orang lain, membunuh untuk hal yang membuat tidak nyaman atau untuk harta benda,” papar Yesmil. Hal lain yang tak kalah penting dari rentetan peristiwa pembunuhan adalah merosotnya nilai moral dan agama. Itu kemudian jadi cerminan bagi semua pihak untuk mengambil pelajaran agar hal serupa tidak lagi terjadi.
Kecelakaan Lalu lintas

Indonesia Urutan Pertama Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan lalu lintas merupakan momok mengerikan yang terjadi di banyak negara. Terlebih untuk negara-negara berkembang, di mana urusan transportasi seperti benang kusut.
Data terbaru yang dikeluarkan, World Health Organization (WHO) menunjukkan India menempati urutan pertama negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara Indonesia menempati urutan kelima.
Namun yang mencengangkan, Indonesia justru menempati urutan pertama peningkatan kecelakaan menurut data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan WHO. Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 80 persen.
Angka kematian global saat ini tercatat mencapai angka 1,24 juta per tahun. Diperkirakan, angka tersebut akan meningkat hingga tiga kali lipat menjadi 3,6 juta per tahun pada 2030.
Dilansir dari The Washington Post, menurut data terbaru Global Burden, di negara berkembang kecelakaan lalu lintas termasuk lima besar penyebab utama kematian di dunia. Melampaui HIV/AIDS, malaria, TBC dan penyakit pembunuh lainnya. Para korban cenderung merupakan warga miskin, muda dan kebanyakan laki-laki.
Di Indonesia, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 120 jiwa per harinya. Tak berbeda jauh dengan di Nigeria, yang mengklaim 140 jiwa warganya tewas akibat kecelakaan setiap harinya. Pembunuh global yang paling mengancam dalam berlalu lintas adalah kendaraan bermotor.
Menurut Spesialis Keselamatan Lalu Lintas di Bank Dunia Jose Luis Irigoyen, negara-negara miskin menyumbang 50 persen dari kemacetan lalu lintas di dunia. Mereka juga menyumbang 90 persen jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
Pada tahun 2010 Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan “Dekade Aksi Keselamatan Jalan”. Tujuannya untuk menstabilkan dan akhirnya membalikkan tren peningkatan kematian di jalan, serta menyelamatkan sekitar lima juta jiwa selama periode tersebut.
Bank Dunia dan bank pembangunan regional lainnya telah menjadikan masalah keselamatan jalan menjadi prioritas. Tapi menurut Irigoyen, donor pendanaan untuk masalah ini masih jauh tertinggal dari janji Dana Global untuk memerangi AIDS, tuberkolosis dan malaria sebesar 24 miliar.
Spesialis Transportasi Bank Dunia Mustapha Benmaamar mengisahkan, di Jakarta kecelakaan lalu lintas setara dengan kecelakaan pesawat setiap pekannya. Namun ironisnya, kecelakaan lalu lintas di Jakarta nampaknya tak menjadi masalah besar.

“Ketika sebuah kecelakaan pesawat terjadi, itu menjadi berita besar. Tapi di sini, orang-orang ini mati dalam diam,” ungkapnya. Setiap hari menurutnya rata-rata 120 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
“Anda mencapai titik kritis di mana kematian dianggap bukan sebagai sesuatu yang tidak disengaja, tetapi sesuatu yang harus ditangani. Jika sampai ke sana kematian akan menurun,” katanya.” Indonesia belum sampai ke titik itu.”
Saat ini menurutnya, ada lebih dari 60 juta sepeda motor di jalan-jalan di Indonesia dibandingkan dengan delapan juta mobil. Jumlah tersebut terbilang spektakuler. Ini dimulai sejak dekade lalu, saat kredit kendaraan tersedia dengan mudah untuk umum. Sepeda motor dengan harga sekitar 10 juta atau lebih, bisa dibayar dengan uang muka rendah dan cicilan bulanan yang ringan.
Di Jakarta, kawanan pemotor berdengung keluar masuk bagai busur panah membelah kemacetan diantara mobil, bus dan truk. Mereka bahkan berjalan di trotoar dan ugal-ugalan berjalan melawan arus.
Benmaamar menambahkan di saat hujan tiba, mereka semakin menampakkan ‘kegilaan’ dengan berhenti di bawah jalan layang hingga memblokir lalu lintas. Tanda berhenti dan lampu merah mereka abaikan. Pejalan kaki tak mereka hormati.
Perilaku ini membuat lonjakan spektakuler dalam peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan, yang menyebabkan kematian. Dari angka 8.000 jiwa korban tewas pada 2002, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas meningkat jadi lebih dari 16.500 pada tahun 2007 dan dua kali lipat lagi pada 2010. Enam puluh persen kematian berasal dari pengendara roda dua atau tiga.
Lain di Indonesia lain pula di India. Negara Bollywood tersebut memiliki jalanan paling mematikan di seluruh dunia. Kecelakaan lalu lintas di India umumnya akibat dari pengemudi yang tak terlatih, penegakan hukum yang tak memadai, jalan raya tak terpelihara dan mobil yang gagal menjalani tes kecelakaan.
“Di India, aturan utama bagi sebagian besar pengemudi adalah Anda tak berhenti untuk siapa pun. Mobil tak berhenti untuk pejalan kaki dan pejalan kaki tak berhenti untuk mobil,” kata Rakesh Pillai salah seorang warga India seperti dikutip Reuters.
Sekitar 1,2 juta orang India tewas akibat kecelakaan mobil dalam beberapa dekade terakhir. Rata-rata satu orang tewas setiap empat menit, sementara 5,5 juta lainnya mengalami luka serius. Pemerintah India sampai harus mengeluarkan undang-undang baru untuk menekan jumlah kematian akibat kecelakaan ini.
Angka Kecelakaan di Indonesia Masih Tinggi

Nampaknya permasalahan jumlah kecelakaan di jalanan yang ada di seluruh Indonesia yang masih cukup tinggi harus menjadi kesadaraan dan tanggung jawab bagi semua pihak yang ada.
Menurut data statistik kecelakaan di kota-kota besar seperti wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga pada tahun 2014 ini masih terjadi kecelakaan yang cukup tinggi. Contohnya di wilayah Jabodetabek rata-rata dalam satu hari terjadi kecelakaan mencapai angka tertinggi yaitu 14 kali. Angka tersebut dicatatkan oleh Polda Metro jaya dimana pada tahun 2014 terjadi kecelakaan lalu lintas yang mencapai 5.472 kasus atau dalam sehari rata-rata terjadi 14 angka kecelakaan. Angka ini sebenarnya mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2013 yakni sebesar 8.66 % yang mencapai 5.991 kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun sebelumnya.
Tingkat fatalitas akibat kecelakaan yang mengekibatkan meninggal dunia juga mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan. Ditahun 2014 ini total korban tewas kecelakaan sebanyak 578 jiwa atau turun 7.67 % dibanding tahun 2013 yang mencapai 626 jiwa. Sementara itu untuk kecelakaan yang mengakibatkan luka berat ditahun 2014 tercatat sebanyak 2.515 orang dengan penurunan 6.61 % dibanding tahun 2013 yang mencapai jumlah 2.693 orang. Sedangkan untuk korban luka ringan dari kecelakaan lalu lintas tahun 2014 mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 15.41% dari total 4.227 orang pada tahun 2013 menjadi 3.618 kasus kecelakaan ringan di tahun 2014 ini.
Untuk kerugian yang ditaksir akibat kecelakaan tersebut pada tahun 2014 ini menurun sebesar 8.282 unit kendaraan (turun 8.42 %) dengan jumlah kerugian 19 Miliar dari tahun 2013 yang mencapai 9.046 unit kendaraan dengan jumlah kerugian mencapai 20 Miliar. Sepertinya angka kecelakaan yang cukup tinggi tersebut masih menjadi tanggung jawab dan kesadaraan bagi semua pengguna jalan. Diharapkan semua pengguna jalan tetap mematuhi rambu rambu lalu lintas dan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh undang-undang yang berlaku. Selain itu peraturan pembuatan surat izin mengemudi juga harus diketatkan lebih maksimal lagi. Yang pasti semua hal tersebut dimulai dari diri kita yang mana harus mengemudi dengan sopan, santun, hati-hati, waspada, sabar dan harus menyingkirkan ego masing-masing. Semoga dengan informasi tersebut menjadi pembelajaran bagi kita semua. Baca juga Porsi Kendaraan Untuk Anak dan Kesalahan Penggunaan Lampu Saat Hujan.
Korlantas: Jumlah Kecelakaan dan Korban Meninggal pada Mudik 2015 Menurun
Korps Lalu Lintas Kepolisian RI menyebutkan, jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia pada mudik Lebaran tahun 2015 ini menurun jika dibandingkan tahun 2014. Kepala Korlantas Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, berdasarkan catatan Korlantas, pada H-7 hingga H+2 Idul Fitri tahun 2014, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pada arus mudik sebanyak 503 orang. Pada periode yang sama tahun ini, menurun menjadi 440 orang.
“Jumlah korban meninggal dunia turun 63 orang atau 13 persen,” ujar Condro, melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2015).
Penurunan, kata Condro, juga terjadi pada jumlah kecelakaan di periode yang sama. Pada tahun 2014, angka kecelakaan mencapai 2.276 kejadian. Sementara, tahun ini menurun menjadi 2.148. Penurunan mencapai 6 persen.
Angka kecelakaan masih didominasi kecelakaan kendaraan roda dua, yakni sebanyak 2.505 unit, disusul dengan kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat yakni sebanyak 252 unit, bus 164 kejadian.
“Meski didominasi roda dua, tapi berdasarkan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, terjadi peningkatan tertinggi pada jenis roda empat berpenumpang, naik 74 persen,” ujar Condro.
Ia mengklaim, penurunan itu karena kinerja aparat kepolisian dan kesadaran pemudik akan keselamatan berlalu lintas. Condro berharap penurunan angka kematian saat arus mudik jadi trend pada momen mudik mendatang.
Indonesia Peringkat Lima Dunia Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas

Volume kepadatan arus Lalu Lintas setiap tahunnya semakin meningkat. Selain faktor kemudahan memiliki kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi membuat kebutuhan akan moda transportasi semakin meningkat.
Namun, satu fakta yang cukup mengagetkan Indonesia termasuk Negara dengan angka kecelakaan Lalu Lintas tertinggi di Dunia.

Hal itu diakui oleh Kasubdit Mitra Dikmas Lantas Mabes Polri, AKBP Djuwito Purnomo, kepada RRI di Yogyakarta, Selasa (5/8/2014). “Indonesia menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara dengan tingkat kecelakaan Lalu Lintas tertinggi,” jelas AKBP Djuwito Purnomo. Setiap jam setidaknya terdapat 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga korban jiwa. Sementara setiap harinya, 69 nyawa melayang di jalan raya. Sedangkan di tahun 2013 lalu terdapat 101.037 kecelakaan Lalu Lintas yang merenggut nyawa 25.157 orang. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 254 milyar lebih.

Meski angka kecelakaan masih tinggi, di lain pihak Polda DIY berhasil untuk menekan angka kecelakaan Lalu Lintas pada Operasi Ketupat Progo 2014 tahun ini. “Penurunan drastis terjadi jumlah kasus kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi selama musim libur Lebaran tahun ini,” ungkap Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti. “Keberhasilan menekan angka kecelakaan Lalu Lintas tidak hanya karena kesigapan aparat Polri dalam mengamankan Lalu Lintas, tapi juga didukung oleh perbaikan infrastruktur jalan dan tumbuhnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” tuturnya.
Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Renggut 31 Ribu Jiwa
JAKARTA–MICOM: Seberapa “kejam” jalanan di Indonesia? Data Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa sepanjang tahun lalu jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 31.234 jiwa. Kerugian ekonomi yang diderita akibat kecelakaan yang menelan korban jiwa mencapai Rp35,8 triliun.
Korban jiwa dan materi yang sangat besar akibat kecelakaan lalu lintas itu menjadi salah satu pemicu Kepolisian Republik Indonesia menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen dalam waktu 10 tahun. Target itu juga sesuai dengan program Decade of Action for Road Safety yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai bulan Maret 2010. Program PBB itu sejalan dengan Pasal 203 Undang-Undang No 22 tahun tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang berbunyi “Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan”.
“Kepolisian memiliki komitmen dalam upaya menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan sebesar 50 persen dalam 10 tahun ke depan,” kata Kepala Bagian Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Polri, Komisaris Besar Polisi M. Naufal Yahya dalam diskusi bertajuk Kebijakan Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan Menuju Zero Accident di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenetrian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/6).
Menurut Naufal, untuk mencapai target itu Polri telah menetapkan beberapa kegiatan utama untuk mengurangi jumlah kematian akibat lakalantas. Beberapa kegiatan utama yang disiapkan antara lain penyempurnaan sistem pencatatan data lakalantas, kajian utama lokasi rawan lakalantas, penyempurnaan sistem perijinan mengemudi, dan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini. Meskipun demikian, Naufal menambahkan, kepolisian memerlukan dukungan penuh untuk mencapai target itu tepat pada waktunya.
“Upaya mereduksi tingkat kematian akibat kecelakaan di jalan sebesar 50 persen hanya dapat terwujud jika didukung oleh petugas polisi yang profesional dan ketersediaan sarana yang mutakhir,” ucap Naufal. World Health Organization, lembaga PBB yang menangani masalah kesehatan, memperkirakan pada 2030 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia.
8 Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas

Tidak memandang usia tua maupun muda, pria ataupun wanita, setiap orang dalam kesehariannya pasti melakukan aktivitas. Di setiap sudut jalan, tiap harinya pasti akan banyak dijumpai orang berkendara dengan kesibukan dan urusan mereka masing-masing. Hanya sebagian kecil saja dari masyarakat yang masih memilih jalan kaki sebagai cara alternatif agar bisa sampai di tempat tujuan, itu pun mungkin hanya untuk jarak tertentu saja.
Saat ini tak sedikit orang memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan umum sebagai alat transportasi mereka supaya bisa lebih cepat sampai di tempat tujuan dan bisa menghemat biaya. Selain itu, kendaraan pribadi juga akan membuat pengendaranya jadi lebih bebas pergi ke mana saja yang mereka inginkan, tanpa harus menunggu berlama-lama sampai kendaraan pengangkut tiba.
Namun, aktivitas berkendara tak bisa lepas dari bahaya kecelakaan karena itu merupakan risiko yang harus dihadapi oleh setiap orang. Tetapi jangan khawatir, meskipun bahaya kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, itu hanya akan terjadi bila kita tidak konsentrasi saat berkendara. Oleh karena itu, dengan memahami apa saja penyebab terjadinya kecelakaan, maka kita akan bisa selalu berhati-hati, supaya jangan sampai diri kita sendiri yang malah menjadi korbannya.
1. Kondisi tubuh yang terlalu lelah
Konsentrasi yang hilang saat tubuh mulai letih dan mengantuk adalah berbahaya pada saat sedang berkendara. Yang harus kita lakukan adalah menjaga tubuh dan pikiran supaya tetap fokus pada saat berkendara, misalnya berhenti sejenak untuk beristirahat membeli makanan atau minuman, setelah itu baru bisa melanjutkan perjalanan.
2. Kelebihan kapasitas angkut
Bila kendaraan yang ditumpangi mengalami kelebihan penumpang atau bobot, hal ini akan mempersulit keseimbangan saat membawa kendaraan dan bisa menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, lebih baik membawa barang seperlunya saja jangan berlebihan.
3. Kondisi tubuh yang sedang sakit
Gangguan kesehatan yang diderita oleh pengemudi juga bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan, misalkan sakit pernafasan, hipertensi, diare, iritasi mata, jantung, sakit kepala, demam, dan penyakit lainnya. Jadi apabila Anda saat ini merasa sedang dalam keadaan sakit lebih baik urungkan niat untuk tidak mengemudi terlebih dahulu.
4. Berkendara dalam pengaruh minuman keras
Mengendarai kendaran dalam keadaan tubuh sedang di bawah pengaruh alkohol sangat berbahaya, karena saat berkendara kesadaran tidak dalam keadaan 100%, bahkan terkadang ada yang tidak sadar sama sekali. Hal demikian sudah kerap terjadi di sekitar kita. Imbas yang terjadi tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain yang tidak bersalah dapat menjadi korban.
5. Kondisi kendaraan yang sudah tidak layak pakai
Umumnya terjadi pada kendaraan tua yang sudah tidak layak untuk dipakai melakukan perjalanan jauh atau untuk mengangkut beban berat. Kendaraan semacam ini apabila tetap dipaksakan dapat mencelakakan diri sendiri dan pengendara lain. Parahnya lagi, apabila kendaraan tersebut masih tetap dipaksakan untuk berjalan pada kondisi cuaca seperti musim hujan saat ini.
6. Menggunakan telepon genggam dan mendengarkan musik saat berkendara
Hal ini sangat kurang diperhatikan oleh para pengendara, terutama paling banyak dilakukan oleh para remaja. Korban dari penyebab ini sangatlah tidak sedikit, sehingga berkendara sambil berbicara di telepon genggam sangat tidak dianjurkan. Namun, bila sangat mendesak dan harus segera menjawab panggilan telepon, usahakan untuk berhenti sejenak dan jangan mendengarkan musik sambil menggunakan handsfree karena Anda jadi tidak bisa mendengar keadaan di sekeliling Anda.
7. Tidak disiplin dalam mematuhi rambu lalu lintas
Ketidak disiplinan dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas dapat mengakibatkan kecelakaan. Oleh karena itu, selalu patuhi rambu-rambu yang ada dan jangan ngebut meskipun Anda sedang terburu-buru.
8. Tidak menghargai pengguna jalan yang lain
Jangan menuruti keegoisan diri sendiri seperti memotong jalan kendaraan lain tanpa haluan, atau tidak memberikan jalan bagi pejalan kaki pada saat menyeberang. Ingatlah kecelakaan tidak akan terjadi kalau setiap orang tidak saling berebut dan saling menghargai setiap pengguna jalan.
Beberapa hal di atas menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan sering kali dikarenakan kelalaian pengemudi. Oleh karena itu, sebelum berkendara segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dahulu mulai dari kondisi fisik, hati, serta pikiran. Meskipun kejadian di atas saat ini masih belum terjadi pada Anda, tapi apakah Anda tidak takut apabila sewaktu-waktu harus meninggalkan atau ditinggalkan orang-orang yang Anda sayangi akibat kecelakaan atas kelalaian sendiri. Maka mulai saat ini, jagalah selalu keselamatan Anda dalam berkendara dan peringatkan pengendara yang lain terutama orang yang Anda kasihi untuk selalu menjaga keselamatannya dalam berkendara.

Berbagai Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya
Apa saja berbagai penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya? Tulisan ini akan sedikit mengulasnya untuk Anda. Segala macam musibah yang terjadi pada manusia memang sudah direncanakan dan digariskan oleh Yang Maha Kuasa, namun kita juga bisa meminimalisir terjadinya musibah tersebut dengan lebih waspada terhadap apapun yang kita lakukan. Terutama saat berkendara di jalan raya, selihai apapun Anda dalam berkendaran namun jika sudah naas maka akan terjadi juga kecelakaan. Namun sebenarnya penyebab terjadinya kecelakaan itu ada banyak dan terkadang terjadi karena kelalaian manusia atau juga faktor lingkungan sekitar.
keselamatan berkendara di jalan raya
Biasanya saat terjadi kecelakaan baik Anda maupun pihak yang lain merasa dirugikan, entah siapa yang salah awalnya biasanya sebuah kecelakaan selain bisa mengakibatkan jatuhnya korban juga membuat orang-orang yang terlibat menjadi emosi serta saling menyalahkan. Pada saat sedang terjadi kecelakaan yang paling bijak adalah berusaha menyelamatkan yang bisa diselamatkan terlebih dulu dan bukannya bertengkar satu sama lain. Karena sebenarnya jika Anda lebih waspada terhadap berbagai penyebab kecelakaan maka kecelakaan itu bisa dihindari. Kecelakaan seringkali terjadi pada tempat yang ramai seperti misalnya di kawasan KIIC Suryacipta atau di daerah Jababeka Bekasi dimana daerahnya sangat padat serta banyak kendaraan.
Kelalaian Pengemudi
Penyebab yang pertama ini adalah penyebab yang paling lumrah terjadi. Karena manusia memang diciptakan dengan banyak kekurangan. Mungkin saja pada saat sedang terjadi kecelakaan, pengemudi kendaraan yang menyebabkan kecelakaan tersebut sedang dalam keadaan tidak sehat dan tidak fit, bisa jadi ia mengantuk atau sakit kepala misalnya sehingga tidak bisa fokus pada kendaraan yang sedang dikemudikannya. Namun terkadang kelalaian pengemudi itu juga terjadi karena pengemudi memang tidak waspada sehingga melakukan hal lain selain mengemudi, misalnya bermain hape sambil mengemudi. Maka dari itu saat Anda akan mengemudi pastikan dulu Anda dalam keadaan yang siap dan sehat, selain itu jika ada panggilan telepon atau sms yang masuk maka sebaiknya abaikan dulu atau menepilah ke pinggir jalan untuk memeriksanya.
Jalan Raya Yang Tidak Layak
Penyebab lain yang sering membuat terjadinya kecelakaan adalah karena kondisi jalan raya yang tidak lagi bagus dan tidak layak untuk digunakan berkendara. Misalnya jalan yang bergelombang, berlubang di sana sini, banyak tanjakan atau tikungan. Pada saat hendak membuat jalan raya seharusnya perusahaan kontraktor yang diserahi tugas harus benar-benar teliti dalam membuat jalan raya tersebut, faktor kemiringan tanah dan lingkungan sekitar mesti diperhatikan dengan detail. Misalnya saja perusahaan Nikifour yang termasuk sebagai perusahaan kontraktor terbaik di karawang dalam melaksanakan proyek yang diemban akan selalu berhati-hati dan memperhatikan banyak hal agar proyeknya berhasil.
Faktor Alam
Penyebab ketiga yang menyebabkan kecelakaan yang satu ini memang sulit dihindari, jika alam sudah berkehendak maka terjadilah musibah. Misalnya saat hujan sedang deras sekali bisa saja terjadi kecelakaan karena pada saat hujan, pandangan Anda akan terbatas, selain itu jalanan juga menjadi licin karena banyaknya air. Pada saat-saat seperti itu maka yang paling bijak adalah jangan mengebut dan berkendaralah dengan kecepatan yang pelan, jika karena mendung suasana sekitar menjadi gelap maka hidupkan lampu kendaraan Anda.
Kondisi Kendaraan
Satu lagi yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah karena kondisi kendaraan Anda yang tidak baik. Jika sebelumnya Anda sudah mengetahui bahwa kendaraan Anda sedang rusak namun Anda tetap menggunakannya untuk berkendara sebelum dibawa ke bengkel, maka itu murni kesalahan Anda. Namun ada juga keadaan dimana Anda tidak mengetahui kondisi kendaraan Anda dan akhirnya Anda mengalami kecelakaan di jalan. Maka dari itu Anda harus rutin dalam memeriksakan kondisi kendaraan Anda ke bengkel.
Kebakaran

Kebakaran Pasar: 140 Pasar Tradisional Terbakar Selama 2015
Puluhan pasar tradisional skala besar dan menengah di sejumlah daerah terbakar dalam waktu empat bulan terakhir. Kebakaran ini sangat merugikan pedagang kecil dan besar yang melakukan transaksi di pasar tradisional. Berdasarkan data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), dalam rentang waktu Januari 2015 hingga April 2015, telah terjadi lebih dari 140 pasar tradisional terbakar dengan rincian 50 kebakaran pasar tradisional besar, dan 90 pasar kecil di seluruh Indonesia.
“Artinya hampir setiap hari ada pasar tradisional di Indonesia yang terbakar. Satu kios terbakar, pasti akan menimbulkan banyak dampak negatif. Apalagi bila sampai ratusan bahkan ribuan,” kata Sekjen DPP Ikappi Tino Rahardian dalam siaran pers yang diterima, Rabu (6/5/2015). Pasar tradisional sebagai bangunan publik, sambungnya, memiliki akumulasi manusia dan barang yang sangat besar dengan klasifikasi risiko kebakaran sangat tinggi.
Sayangnya, kata Tino, pasar tradisional secara umum tidak dilengkapi oleh pihak pengelola maupun pemerintah daerah dengan unsur proteksi kebakaran yang baik. Padahal Kepmen PU No.10/KPTS/2000 menyebutkan bahwa pengamanan pada bahaya kebakaran terhadap bangunan seperti pasar tradisional harus dimulai sejak proses perencanaan. Sehingga pasar yang akan dibangun harus juga memenuhi unsur sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan pasif hingga pengawasan dan pengendalian kebakaran.
IKAPPI: 2015 Tahun Rekor Jumlah Kebakaran Pasar Tradisional
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang pasar Indonesia menyatakan tahun 2015 merupakan tahun rekor dalam hal jumlah kebakaran pasar tradisional.Ketua Umum IKappi, Abdullah Mansuri, menyatakan tahun 2015 awalnya menjadi gerbang harapan bagi pedagang pasar atas ke berpihakan pemerintah dalam melindungi pasar tradisional.
“Masuknya pasar tradisional dalam poin Nawacita pemerintahan Jokowi – JK jelas memberikan angin segar. Namun apa yang terjadi sungguh memilukan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (1/1/2015).Selain menggarisbawahi mengenai turunnya daya beli masyarakat, Ikappi juga menyoroti jumlah kebakaran pasar tradisional.
Sepanjang tahun 2015, DPP Ikappi mencatat telah terjadi 283 kasus kebakaran pasar di seluruh Indonesia. Angka ini jauh lebih besar dari tahun tahun sebelumnya.”Ini adalah rekor kebakaran pasar sepanjang Republik ini berdiri. Tergambar jelas dari angka tersebut adalah minimnya perlindungan dan daya antisipasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tegasnya. Ikappi manilai manajemen pengelolaan pasar yang masih jauh dari kata layak adalah penyebab utama banyaknya kebakaran itu.
Kebakaran Hutan
1. Berapa Banyak Kebakaran yang Terjadi Dibandingkan Juni 2013?
Sejak 20 Februari hingga 11 Maret, Global Forest Watch mendeteksi 3.101 peringatan titik api dengan tingkat keyakinan tinggi di Pulau Sumatera dengan menggunakan Data Titik Api Aktif NASA. Angka tersebut melebihi 2.643 total jumlah peringatan titik api yang terdeteksi pada 13-30 Juni 2013, yaitu puncak krisis kebakaran dan kabut asap sebelumnya. Grafik berikut menunjukan distribusi titik api di kawasan (Gambar 1) serta pola dari peringatan titik api sejak Januari 2013 untuk seluruh Pulau Sumatera.
2.Dimanakah Kebakaran Terjadi?
Selama bulan Juni 2013, mayoritas kebakaran yang terjadi terpusat di Provinsi Riau, Pulau Sumatera, Indonesia. Angka yang cukup mengejutkan, yaitu sebanyak 87 persen dari peringatan titik api di sepanjang Sumatera pada 4-11 Maret berada di Provinsi Riau. Lihat animasi di bawah yang menunjukkan wilayah dimana kerapatan titik api paling banyak terjadi di Riau selama 12 hari terakhir, serta gambar dimana api terjadi pada area konsesi.
Terlebih lagi, sekitar setengah dari peringatan titik api di Sumatera terletak di lahan yang dikelola oleh konsesi kelapa sawit, HTI, serta HPH, menurut data dari Kementrian Kehutanan Republik Indonesia (Gambar 4). Selain itu, beberapa dari area kebakaran yang paling besar tampak terjadi di konsesi yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar.
Daftar perusahaan yang menjalankan operasi di area-area ini terdapat di akhir tulisan ini. Investigasi lebih lanjut perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebelum membuat kesimpulan definitif mengenai ada tidaknya perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap hukum yang membatasi penggunaan pembakaran.
3. Kenapa Masalah Ini Tetap Terjadi?
Krisis minggu ini menjadi yang terakhir dari daftar panjang mengenai episode kebakaran yang mempengaruhi Indonesia dan negara-negara tetangga. Meskipun kita sudah dapat menentukan ukuran kebakaran dan dimana lokasinya, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Salah satunya, mengapa pemerintah Indonesia gagal untuk menerbitkan informasi dimana perusahaan sawit, kertas, dan kayu beroperasi. Meskipun Global Forest Watch memasukkan data konsesi terakhir yang tersedia, masih banyak kesenjangan informasi serta masalah seputar akurasi terkait peta ini.
Tersedianya peta batas konsesi serta kepemilikan lahan terbaru dapat memperbaiki koordinasi di antara institusi pemerintah yang berusaha menghentikan api, peningkatan penegakkan hukum di sekitar kawasan, serta tentu saja, akuntabilitas yang lebih baik untuk perusahaan maupun institutsi pemerintah terkait.
Kedua, investigasi lebih lanjut di lapangan menjadi prioritas yang mendesak, termasuk penelitian dan survei mendalam untuk dapat mengerti proporsi pembakaran yang dilakukan oleh perusahaan besar dibandingkan dengan operasi ukuran menengah maupun kecil. Tentu saja, petani miskin tidak memiliki alternatif selain menggunakan api ketika melakukan pembersihan lahan. Mereka juga dapat menggunakan api untuk merusak ataupun melakukan klaim atas lahan yang berada di bawah manajemen perusahaan besar. Konflik lahan seperti ini sangat umum di seluruh Indonesia. Pemerintah maupun organisasi peneliti independen, perlu secara cepat melakukan investasi lebih untuk mengerti akar masalah dari kebakaran ini serta menyusun program yang lebih baik untuk mencegah kebakaran.
Terkait dengan hal ini, beberapa progres telah dibuat. Pemerintah Indonesia dan Singapura, serta kelompok ASEAN yang lebih besar, sedang melakukan usaha-usaha untuk menurunkan risiko kebakaran. Deteksi api dan usaha pemadaman telah ditingkatkan, serta penegakkan hukum Indonesia telah melakukan beberapa penangkapan yang signifikan. Singapura bahkan mengajukan undang-undang mendobrak baru yang memungkinkan pemerintah untuk menjatuhkan sanksi kepada perusahaan—domestik maupun asing—yang menyebabkan kabut asap lintas-negara yang merugikan pemerintah negara tersebut. Pada Bulan Oktober, pemerintah negara-negara ASEAN telah sepakat untuk bekerja sama dan membagi data mengenai titik api dan penggunaan lahan, meskipun data ini tidak tersedia untuk publik. Lebih lanjut, banyak perusahaan yang telah, sejak saat itu, mengumumkan secara public kebijakan tidak menggunakan pembakaran, serta melakukan investasi terhadap system pengawasan dan pengendalian api mereka.
Akan tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh angka yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, usaha-usaha tersebut belum menjawab pertanyaan apa yang diperlukan untuk menghentikan krisis ini. Nasib hutan, kualitas air, serta kesehatan masyarakat Indonesia—serta orang-orang dan hewan liar yang hidup dari pada hutan ini—bergantung pada penegakkan hukum, informasi yang transparan, koordinasi yang lebih baik antara institusi pemerintah, serta tanggung jawab perusahaan yang lebih baik lagi.
10 Kebakaran Hutan Terbesar dan Terparah dalam Sejarah yang Pernah Terjadi
Duka untuk Indonesia yang hutanya selalu berkurang setiap tahun. Beberapa hari yang lalu bahkan hingga saat ini, Beberapa wilayah di Indonesia masih terjadi kebakaran Hutan, hingga menimbulkan asap yang luar biasa pekat. Faktor utama Kebakaran ini bisa disebabkan oleh Kelalaian Manusia, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan yang akhirnya merembet kemana-mana. Selain itu, Hutan yang sengaja dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Entah sampai kapan negara ini akan dikuasai oleh orang-orang yang silap akan uang, uang dan uang.
Ternyata tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara belahan dunia juga pernah terjadi kebakaran hutan hebat, 10 diantaranya akan kita bahas pada kesempatan ini. Berikut 10 kebakaran Hutan terbesar dalam sejarah :
1. Kebakaran Hutan Chelan, Oregon
Api yang semula berasal dari kilat di Chelan, Washington, terus meluas. Sampai ke 10 negara bagian Amerika, yaitu Oregon, Washington, Idaho, Montana, California, Nevada, North Carolina, Louisiana, Texas and Arizona pada bulan Agustus 2015.
Oleh karena itu, petugas pemadam pun ditambah sampai sebanyak 30 ribu orang. Apalagi, Pusat Pemadam Kebakaran Nasional mencatat sudah sebanyak 2,9 juta hektar wilayah terbakar. Selain itu, ditemukan 41.194 titik api dan menghanguskan 1.074 bangunan. Begitu mendesaknya bencana kebakaran ini, sampai-sampai Amerika meminta bantuan kepada Australia untuk menjinakkan si jago merah. Amerika juga menerjunkan militernya untuk membantu para pemadam kebakaran.
2. Kebakaran Hutan Peshtigo, Wisconsin
Kebakaran hutan yang terjadi pada 8 Oktober 1871 di hutan Peshtigo, Wisconsin, Amerika Serikat ini menghanguskan lebih dari 3,5 juta hektar lahan hutan dan menewaskan 2.500 orang di Wisconsin.
3. Kebakaran Hutan Hinckley, Minnesota
Kebakaran Hinckley adalah kebakaran besar yang terjadi pada tanggal 1 September 1894 yang membakar area minimal 810 km² , mungkin lebih dari 1000 km², termasuk kota Hinckley dan Minnesota. Api membunuh ratusan orang, dengan jumlah minimum diperkirakan 418 korban jiwa. Namun, beberapa ahli percaya angka sebenarnya dari korban yang meninggal mendekati hampir 800 korban jiwa. Jika demikian, kebakaran ini adalah kedua paling mematikan dalam sejarah Minnesota setelah peristiwa Cloquet.
4. Kebakaran Hutan Laguna, California
Kebakaran Hutan Laguna terjadi pada bulan September 1970 ini menghanguskan 175.000 hektar lahan hutan serta menghancurkan lebih dari 400 bangunan.

5. Kebakaran Hutan Yellowstone, Montana
Kebakaran Hutan Yellowstone yang terjadi pada tahun 1988 di Montana dan Idaho ini membakar lebih dari 1,5 juta hektar . Kebakaran hutan yang terjadi tahun 1988 ini membakar 793.880 acre di Montana dan Wyoming. Yellowstone National Park ditutup untuk semua personil non darurat untuk pertama kalinya dalam sejarah taman National Park Yellowstone.
6. Kebakaran Hutan Kursha-2, Rusia
Kebakaran Hutan Kursha-2 ini terjadi pada 3 Agustus 1936 di Meshchyora Tengah, Oblast Ryazan akibat badai api. Pada kebakaran hutan ini sebanyak 1200 orang dinyatakan meninggal dunia.
7. Kebakaran Hutan Cloquet, Minnesota
Kebakaran Hutan Cloquet adalah suatu bencana api besar di bagian utara Minnesota pada Oktober, 1918. Disebabkan oleh percikan pada kereta api lokal ditambah dengan kondisi kering. Bencana ini menyebabkan bagian barat Carlton County hancur, Moose Lake, Cloquet, dan Sungai Kettle. Wilayah Cloquet adalah wilayah yang paling rusak oleh bencana ini. Bencana ini merupakan bencana alam terburuk dalam sejarah Minnesota. Total korban jiwa yang meninggal mencapai 453 nyawa hilang dan 52.000 orang terluka atau mengungsi, 38 komunitas hancur, 250.000 hektar lahan (1.000 km2) terbakar, dan kerugian sebesar $ 73.000.000 dalam kerusakan properti diderita.
8. Kebakaran Hutan Thumb, Michigan
Kebakaran ini terjadi pada tanggal 5 September 1881, di daerah Thumb, Michigan di Amerika Serikat. Api yang membakar lebih dari satu juta hektar (4.000 km²) dalam waktu kurang dari satu hari, adalah konsekuensi dari kekeringan yang melanda, ditambah hembusan angin, panas, dan kerusakan ekologi yang ditimbulkan oleh penebangan. Kejadian ini, disebut “the Great Thumb Fire” , “the Great Forest Fire of 1881” atau “the Huron Fire” yang membunuh 282 orang di Sanilac, Lapeer, Tuscola dan Huron. Perkiraan kerusakan yang ditimbulkan mencapai kerugian $ 2.347.000.
9. Kebakaran Hutan Kalimantan, Indonesia
Akibat terjadinya kemarau panjang pada tahun 1982-1983 menjadi pemicu kebakaran hutan di Pulau Kalimantan. Pada peristiwa kebakaran hutan ini menyebabkan 3,2 juta lahan hutan musnah dilahap api dengan kerugian mencapai lebih dari Rp. 6 Triliun.
10. Kebakaran Hutan di Riau, Indonesia
Yang baru-baru ini terjadi, kebakaran hutan di Riau dan Jambi. Kepala Kepolisian Jenderal Badrodin Haiti menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia bagian barat. Hingga hari Senin (7/9), kebakaran hutan di Provinsi Riau dan Jambi belum bisa dipadamkan.
Sejumlah laporan menyebutkan, Badan penanggulangan bencana daerah (BNPD) Riau mencatat, sebanyak 1.264,75 Ha lebih hutan dan lahan di Riau telah terbakar, dan akan terus bertamabah jika tidak ada penanggulangan cepat dari semua pihak. (cnnindonesia)
Kebakaran hutan ini berdampak sangat besar terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya baik berdampak langsung, dampak ekologis, dampak ekonomi, dampak kesehatan atau dampak sosial.
Kebakaran hutan merupakan bencana bagi keanekaragaman hayati. Tak terhitung berapa jumlah spesies tumbuhan dan hewan yang punah dilahap api. Bayangkan, anak cucumu kelak tidak dapat menikmati keindahan Indonesia yang sebenarnya dan semua itu hanya akan menjadi sebuah cerita. Mulailah sekarang dari dirimu sendiri, melakukan hal kecil yang manfaat.
Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran Hutan
Faktor Penyebab Kebakaran Hutan. Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.
Nah…,, agar benar-benar hutan kita terlindungi dari segala ancaman yang ada, khususnya kebakaran hutan, maka sangat tepat apabila kita juga mempelajari berbagai penyebab terjadinya kebakaran hutan.
Kebakaran hutan terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam biasa terjadi pada musim kemarau ketika cuaca sangat panas. Namun, sebab utama dari kebakaran hutan adalah pembukaan lahan yang meliputi:
1. Pembakaran lahan yang tidak terkendali sehingga merembet ke lahan lain
Pembukaan lahan tersebut dilaksanakan baik oleh masyarakat maupun perusahaan. Namun bila pembukaan lahan dilaksanakan dengan pembakaran dalam skala besar, kebakaran tersebut sulit terkendali.
Pembukaan lahan dilaksanakan untuk usaha perkebunan, HTI, pertanian lahan kering, sonor dan mencari ikan. pembukaan lahan yang paling berbahaya adalah di daerah rawa/gambut.
2. Penggunaan lahan yang menjadikan lahan rawan kebakaran, misalnya di lahan bekas HPH dan di daerah yang beralang-alang.
3. Konflik antara pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat karena status lahan sengketa Perusahaan-perusahaan kelapa sawit kemudian menyewa tenaga kerja dari luar untuk bekerja dan membakar lahan masyarakat lokal yang lahannya ingin diambil alih oleh perusahaan, untuk mengusir masyarakat.
Kebakaran mengurangi nilai lahan dengan cara membuat lahan menjadi terdegradasi, dan dengan demikian perusahaan akan lebih mudah dapat mengambil alih lahan dengan melakukan pembayaran ganti rugi yang murah bagi penduduk asli.
4. Dalam beberapa kasus, penduduk lokal juga melakukan pembakaran untuk memprotes pengambil-alihan lahan mereka oleh perusahaan kelapa sawit.
5. Tingkat pendapatan masyarakat yang relatif rendah, sehingga terpaksa memilih alternatif yang mudah, murah dan cepat untuk pembukaan lahan
6. Kurangnya penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar peraturan pembukaan lahan
Penyebab Lain kebakaran hutan, diantaranya:
1. Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang. Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.
2. Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
3. Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau
Hutan-hutan tropis basah yang belum terganggu umumnya benar-benar tahan terhadap kebakaran dan hanya akan terbakar setelah periode kemarau yang berkepanjangan. Sebaliknya, hutan-hutan yang telah dibalak, mengalami degradasi, dan ditumbuhi semak belukar, jauh lebih rentan terhadap kebakaran.
BNPB Prediksi Kerugian Akibat Kebakaran Hutan Lebih dari Rp 20 Triliun
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memprediksi negara akan mengalami kerugian lebih dari Rp 20 triliun akibat bencana kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan ini. Willem mengambil contoh pada 2013 lalu, berdasarkan perhitungan World Bank, kerugian finansial yang dialami Indonesia mencapai Rp 20 triliun. Angka tersebut diakibatkan oleh kebakaran hanya di satu provinsi, yaitu Provinsi Riau.
“Jadi, dengan kejadian di enam provinsi itu lebih dari Rp 20 triliun. Tapi, berapa? Tunggu setelah kita selesai menangani ini, tentunya kita akan melakukan perhitungan itu,” terang Willem dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Angka kerugian finansial akibat kebakaran hutan dan lahan belum bisa diperkirakan karena penanganan bencana masih berjalan. Sehingga penghitungan kerugian baru bisa didapatkan setelah semua berhasil diatasi.
Sedangkan bagi BNPB, biaya yang dikeluarkan pada 2015 ini sudah mencapai hampir Rp 500 miliar untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan. Willem meyakini bahwa pemerintah tidak kewalahan menghadapi situasi bencana kebakaran hutan dan lahan ini. Menurut dia, jika memang terkesan kewalahan, hal itu dikarenakan pada masa lalu kebakaran hutan dan lahan hanya terjadi di satu provinsi saja. Sedangkan tahun ini terjadi serentak di enam provinsi sehingga penanganannya berbeda.
Dampak kabut asap diperkirakan capai Rp 200 trilliun
Dampak ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 trilliun, melebihi kerugian pada tahun 1997, padahal jumlah lahan yang terbakar jauh lebih sedikit. Peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR), Herry Purnomo, menjelaskan hitungannya itu didasarkan pada angka kerugian pada tahun 1997 ditambah dengan kerugian yang dialami Malaysia dan Singapura.
“Musim kemarau lebih panjang dan asap lebih luar biasa daripada tahun 1997-1998 kalau saya tambah US$9 miliar plus kerugian yang ada di Singapura dan Malaysia masing -masing US$2 miliar, jadi US$13 miliar, ditambah faktor seperti angka inflasi, jadi bisa bervariasi antara US$14 miliar hingga US$20 miliar, tergantung angka inflasi yang kita terapkan,” jelas Herry. Herry menjelaskan perhitungan tersebut masih sangat kasar dilihat dari kerugian ekonomi, tanaman yang terbakar, air yang tercemar, emisi, korban jiwa dan juga penerbangan.
Kabut asap yang membuat jarak pandang terbatas menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan. Garuda Indonesia menyebutkan potensi kerugian yang dialami sampai Oktober ini mencapai US$8 juta atau Rp109 miliar, seperti disampaikan oleh juru bicaranya Benny Butar Butar. “Total sampai 25 Oktober 1.600 penerbangan batal. Itu kita hitung semuanya ya, masih terus berjalan penghitungannya, karena masih terjadi,” jelas Benny.
Aktivitas ekonomi terganggu
Kabut asap yang terjadi di enam provinsi juga menganggu aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat, seperti yang dialami Hendi seorang penjual pempek, makanan khas Palembang, yang mengeluhkan berkurangnya penjualan akibat kabut asap. “Ya fifty-fifty ya sudah beberapa bulan ini ya karena pembeli kurang mereka lebih suka di rumah, tapi bisa juga lebih parah karena dampak ekonomi juga,” jelas Hendi.
Sementara Purwo Hadi Subroto, petani di Riau, mengaku produksi tanaman pangan dan sayuran di ladangnya menurun sampai 40% karena proses produksi tanaman yang mengandalkan sinar matahari terhalang kabut asap, meski antisipasi telah dilakukan. “Embung kita siapkan, tetapi ini kemarau yang parah, embung disiapkan, pakai terpal dan pembuatan sumur bor, dan ketiga pemakaian pupuk organik, tetapi masih turun produksinya, sampai 40%, ” jelas Purwo.
Minimnya cahaya matahari, menurut Purwo, menyebabkan banyak tanaman tidak menghasilkan buah, bahkan untuk padi sama sekali tidak dapat ditanam karena kondisi tanah yang keras.
“Musim kemarau dan air yang kurang menyebabkan tanah mengeras, ditambah kebakaran hutan jadi semakin parah,” jelas Purwo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan total lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 1,7 juta hektar dengan titik api sekitar 1.800 pada Minggu (25/10) , jauh lebih kecil dibandingkan pada tahun 1997 yaitu 9,7 juta hektar. Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan biaya untuk pemadaman juga diperkirakan akan lebih besar dibandingkan pada 2014 lalu.
“Biaya untuk pemadaman pada tahun 2014 itu kita melakukan pemadaman bukan hanya Riau tetapi enam provinsi karena sifatnya pencegahan jadi ada api sedikit langsung dipadamkan, biayanya sekitar 620 milliar,” jelas Sutopo.
Kebakaran hutan dan kabut asap berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia . Bank Dunia mencatat total kerugian yang dialami mencapai Rp 221 triliun. Beberapa daerah bahkan mengalami perlambatan ekonomi pada triwulan III tahun ini. Daerah tersebut antara lain; Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua.
Jumlah kerugian yang dialami setara dengan dengan 1,9% PDB Indonesia atau dua kali lipat biaya rekonstruksi Aceh pasca tsunami. Jumlah itu tiga kali lipat lebih besar dibanding anggaran kesehatan pada APBN 2015. Menurut Bank Dunia, kebakaran hutan ini merupakan kerugian besar bagi Indonesia yang tengah berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.
Lebih dari 100 kasus kebakaran hutan mengakibatkan bencana kabut asap di Indonesia periode Juni-Oktober 201. Kebakaran menghanguskan 2,6 juta hektar lahan atau setara dengan 4,5 kali luas pulau Bali. Menurut Ekonom Utama Bank Dunia, Ndiam Diop, kebakaran ini juga mengakibatkan turunnya produksi pertanian riil sebesar 4,9 persen pada kuartal ketiga 2015.
Kalimantan merupakan daerah yang paling parah terkena dampak kebakaran hutan dan kabut asap. Adapun Papua merupakan provinsi yang mengalami penurunan PDB paling tajam dari triwulan sebelumnya 12,8%.menjadi -0,6% pada kuartal III 2015.
Banjir

Data-data dan Fakta-fakta Permasalahan Banjir di Indonesia

Distribusi Data-data Banjir di Indonesia
Pada kuartal pertama tahun 2012 ini telah terjadi sekitar 91 kasus Banjir di Indonesia, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sementara, jika dihitung dari pertengahan tahun 2011, telah terjadi sekitar 129 kasus banjir di Indonesia. Sebagian kasus juga diikuti oleh peristiwa longsor.
Dari grafik diatas juga bisa dilihat, sejak tahun 1815-2012 sudah terjadi lebih dari 4000 kasus banjir di Indonesia . Data diatas merupakan data yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), belum termasuk kasus yang tidak tercatat oleh BNPB di masa lalu disebabkan kurangnya jaringan informasi di masa lalu.
Kemudian, dari data lebih lanjut yang kami dapat distribusi kasus Banjir dan Longsor di Indonesia dari tahun 1815-2012 adalah sebagai berikut
Dapat dilihat, kasus banjir paling banyak terjadi di pulau jawa. Dengan Jawa Tengah sebagai daerah dengan jumlah kasus paling banyak. Sementara jumlah kasus banjir dalam decade 2002-2012 adalah sebagai berikut
Data ini menunjukkan lebih dari 80% kasus banjir di Indonesia dari tahun 1815-2012 terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Berikut peta persebaran jumlah kasus dari tahun 2002-2012
Sementara data jumlah korban(tewas maupun luka-luka) dalam satu decade terkahir adalah sebagai berikut
Dapat dilihat pada grafik diatas, jumlah terparah dialami oleh provinsi Sulawesi Selatan.
Contoh Kasus Banjir di beberapa daerah di Indonesia
Jumlah kasus sangat terkonsentrasi di daerah Jawa. Berikut beberapa kejadian banjir yang terjadi di Jawa dalam sepekan ini
1. Banjir Jakarta. Sebagian besar telah surut. TRC BNPB masih melakukan pemantauan. Dampak susulan dilaporkan adanya 611 warga Jakarta Selatan yang tinggal di wilayah banjir terserang penyakit seperti batuk, diare dan gatal-gatal. Terparah di Pesanggrahan (248 orang), di Kecamatan Pasar Minggu (210 orang).
2. Banjir di dua Kecamatan di Kab Sukabumi, Jabar, yaitu di Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunung Guruh dan di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar pada Jumat (6/4/2012). Tinggi banjir mencapai 1 meter dan puluhan rumah. Tidak ada korban jiwa. Banjir disebabkan drainase yang buruk.
3. Debit air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, dalam status siaga satu banjir sejak, Jumat (6/4/2012) dini hari. Peningkatan debit akibat derasnya kiriman dari hulu sungai. Termasuk, adanya banjir di wilayah Kabupaten Ngawi, Jatim, akibat meluapnya Bengawan Madiun dan banjir di Kabupaten Klaten, Jateng dengan meluapnya Kali Dengkeng. Warga di sepanjang Bengawan Solo diimbau untuk waspada.
4. Banjir merendam rumah milik 29 keluarga di dua dusun di Desa Jatirejo Kecamatan Giritontro, Wonogiri Jateng pada Jumat (6/4/2012). Di Wonogiri juga dilaporkan di Kecamatan Manyaran terjadi puting beliung menyebabkan 4 rumah roboh, sedangkan di Kecamatan Kismantoro, tiga rumah warga rusak karena bencana tanah longsor. Tidak ada korban jiwa.
5. Sejumlah desa di kawasan Bandung Selatan, Bandung, Jawa Barat, tergenang banjir pada Jumat (6/4/2012) Banjir tersebut juga menyebabkan sejumlah jalan di Baleendah dan Banjaran terputus karena terendam banjir setinggi setengah meter.
Fakta-fakta Penyebab banjir Indonesia
Secara umum penyebab banjir di Indonesia disebabkan meluapnya air sungai yang kemudian membanjiri daerah di pesisir sungai, serta hujan deras yang diikuti longsor yang diakibatkan hutan yang ditebangi sehingga tidak dapat menahan laju air yang menuruni lereng gunung/bukit. Sebagai salah satu contoh kita akan mengambil daerah DKI Jakarta. Berikut beberapa fakta mengenai penyebab banjir di Jakarta:
Permasalahan luas tanah di Jakarta tidak bertambah atau malah makin menyempit karena abrasi, sementara penduduk terus bertambah,
Tanah kosong atau jalur hijau yang diharapkan menjadi lahan serapan air semakin berkurang lantaran pemukiman dan fasilitas bisnis yang terus bertambah dan melebar secara horizontal.
Bantaran sungai yang mestinya menampung air pada saat pasang, umumnya tertutup oleh hunian, baik resmi maupun liar dan sampah-sampah. Lebar sungai-sungai di Jakarta semakin menyempit, dari umumnya 75 meter menjadi 35 meter.
Indonesia Dilanda 8.501 Banjir Selama 1815-2014

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis selama kurun waktu 1815-2014 terdapat 8.501 kejadian banjir dan longsor. Dampaknya, 31.432 orang tewas, 20,7 juta mengungsi dan menderita, dan ratusan ribu rumah rusak. “Dampak bencana banjir dan longsor cukup besar. Untuk tahun 2014, data sementara ada 697 kejadian banjir dan longsor yang menyebabkan 339 orang tewas, 1,7 juta jiwa mengungsi dan menderita, dan ribuan rumah rusak,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Selasa (18/11).
BNPB mencatat kerugian banjir dan longsor tahun 2014, dampak banjir Jakarta mencapai Rp 5 triliun, banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah Rp 2,01 triliun, dan banjir bandang di Sulawesi Utara Rp 1,4 triliun. Sedangkan banjir di Pantura Jawa (dari Banten-Jawa Barat – Jateng dan Jatim) berdampak Rp 6 triliun. Kondisi tersebut juga menyebabkan naikknya inflasi pada Januari 2014 menjadi 1,07 persen yang sebelumnya 1,03 persen.
“Potensi banjir dan longsor makin meningkat memasuki puncak penghujan,” imbuhnya. Sementara BMKG memprediksikan curah hujan normal, tetapi potensi banjir dan longsor tetap ada. Besar-kecilnya banjir dan longsor dipengaruhi oleh hujan yang turun. BNPB memperkirakan banjir dan longsor akan banyak terjadi di Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama Desember 2014 hingga Februari 2015 dengan puncaknya pada Januari 2015.
Saat sekitar 61 juta penduduk tinggal di 315 kabupaten/kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir. Selain itu, terdaapat 124 juta jiwa penduduk yang tinggal di 274 kabupaten/kota yang bahaya sedang-tinggi dari longsor. “Antisipasi harus disiapkan agar penanganan bencana menjadi lebih baik. Saat ini, bencana masih dilihat sebagai ad-hoc,” ujarnya. Artinya, kata Sutopo, penanganan hanya fokus saat tanggap darurat. Padahal, pengurangan risiko bencana dinilai lebih penting. Saat prabencana dan pascabencana pemerintah diminta juga tanggap.
Sejarah Banjir Jakarta
Banjir yang kerap melanda Ibu Kota saban musim hujan terus berulang. Sejarah mencatat, sejak masih berada di bawah ketiak penjajah dengan nama Batavia, banjir telah menjadi masalah utama Ibu Kota. Tahun 1621, 1654, 1873, dan 1918 adalah tahun-tahun yang buruk dalam rekaman sejarah banjir besar di Batavia. Berlanjut pada dekade belakangan ini, banjir besar yang melanda Jakarta terjadi pada 1979, 1996, 1999, 2002, dan 2007. Kondisi itu disusul dengan banjir-banjir yang setiap tahun nyaris melumpuhkan Ibu Kota hingga saat ini. Maklum jika Adhi Kusumaputra (2010) mengatakan bahwa upaya penanganan banjir di Ibu Kota umurnya nyaris setua dengan usia Jakarta sendiri.

Sejak pemerintahan Belanda, banjir di Ibu Kota diurus secara serius. Pada 1850-an, pemerintah kolonial membentuk Burgelijke Openbare Werken sebagai badan khusus untuk mengurusi banjir di Jakarta. Setelah banjir besar pada 1918, upaya penanganan banjir Jakarta tampak mulai direncanakan secara komprehensif. Kanal Banjir Barat (KBB) yang dibangun pada 1922 adalah artefak hidup hasil kerja Tim Penyusun Rencana Pencegahan Banjir yang dikepalai oleh Profesor Dr Herman van Breen.
Namun KBB tak mampu meredam banjir dalam jangka waktu lama. Ketika alih fungsi lahan resapan menjadi permukiman kian meluas, KBB tak mampu menampung luapan air di Ibu Kota. Di titik itu juga, ketika banyak situ (danau) mati dan ditumbuhi permukiman anyar, kekuasaan Kali Ciliwung pun pudar. Nasib Ciliwung tak seindah Sungai Nil di Mesir ataupun Sungai Tigris di Bagdad yang dibanggakan penduduknya.
Problem banjir di Jakarta lantas menjadi warisan setiap rezim. Tak hanya Gubernur DKI Jakarta, bahkan Presiden Republik Indonesia turut mengambil peran penting dalam penanggulangan banjir di Ibu Kota. Pada 1965, Sukarno membentuk Komando Proyek Pencegahan Banjir yang populer dengan sebutan Kopro Banjir. Waduk Pluit, Waduk Setiabudi, Waduk Tomang, dan Waduk Grogol, berikut sejumlah polder di Jakarta, adalah buah karya Kopro Banjir. Nahasnya, sebagian waduk dan polder tersebut kini telah lenyap.
Pada 1973, Soeharto mencanangkan proyek perluasan KBB, tapi batal direalisasi. Sebagai gantinya, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun Sistem Drainase Cengkareng sebagai jaringan pengendali banjir yang selesai dikerjakan satu dekade sesudahnya.
Namun upaya-upaya tersebut seolah tak berdaya mencegah banjir yang sudah langganan melanda Ibu Kota. Termasuk pembangunan megaproyek Kanal Banjir Timur (KBT), yang didanai secara berjangka pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, hanyalah memperkecil risiko terjadinya banjir belaka.
Jokowi sebagai presiden “ahli waris mutakhir” problem banjir di Ibu Kota tentu perlu belajar banyak dari sejarah pencegahan banjir sejak zaman Batavia itu. Proyek penanggulangan banjir di Jakarta bisa dikatakan sebagai masterplan panjang sejak zaman kolonial yang perlu dievaluasi dan diperbarui secara berkelanjutan.
Rasanya bukan hanya warga Jakarta yang ingin segera membuktikan janji Jokowi sesaat sebelum naik takhta menjadi RI-1, bahwa persoalan banjir akan lebih mudah diatasi jika dia menjadi presiden.
Kerugian akibat banjir di Aceh Selatan mencapai Rp244 miliar tahun 2015.
Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Selatan sejak pekan lalu telah mengakibatkan kerugian mencapai Rp244 miliar lebih, setelah sarana dan prasarana umum, serta pemukiman penduduk mengalami kerusakan berat dan ringan.
Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat menyatakan, data jumlah kerugian sementara ini telah dilaporkan kepada Gubernur Aceh untuk mendapat bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana umum yang mengalami kerusakan.
Bupati Sama Indra mengatakan, Pemkab Aceh Selatan telah berusaha memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan menormalkan kembali sarana transportasi dan pengerahan alat berat untuk pembersihan jalan, pengerukan atau pembersihan sungai dan saluran irigasi serta saluran di pemukiman penduduk.
“Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan besarnya jumlah kerugian yang ditimbulkan, maka kami sangat mengharapkan bantuan dari Gubernur Aceh untuk memperbaiki kembali kerusakan yang terjadi dampak bencana banjir dan tanah longsor tersebut, sehingga dapat meringankan penderitaan masyarakat dan menghindari kerugian serta kerusakan yang lebih besar lagi ke depannya,” kata Sama Indra.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, mengatakan, selain itu beberapa dinas terkait lainnya juga akan mengajukan proposal serupa baik kepada dinas terkait di provinsi maupun ke kementerian terkait di Jakarta.
Bencana alam yang terjadi pada Jumat (11/12) dan Sabtu (12/12) itu juga mengakibatkan dua korban jiwa tersebut, satu diantaranya yakni warga Desa Cacang, Kecamatan Labuhanhaji Tengah, Maskur (48), warga Desa Alai, Kecamatan Kluet Timur, Rahman (36), yang dilaporkan hilang akibat terseret arus dan sampai saat ini belum ditemukan.
Dari 18 kecamatan yang ada di daerah itu, Kecamatan Meukek berada diurutan pertama sebagai wilayah yang paling banyak menderita kerugian yakni mencapai Rp35 miliar lebih, disusul Kecamatan Labuhanhaji Tengah yakni mencapai Rp32 miliar lebih.
Selanjutnya, Kecamatan Sawang mencapai Rp 28 miliar lebih, Kecamatan Labuhanhaji Timur Rp27 miliar lebih, Kecamatan Labuhanhaji Barat Rp25 miliar lebih, Kecamatan Kluet Utara Rp18 miliar, Kecamatan Samadua Rp14 miliar.
Selanjutnya Kecamatan Kota Bahagia dengan jumlah kerugian mencapai Rp 10,6 miliar, Kecamatan Kluet Selatan Rp10 miliar, Kluet Tengah Rp9 miliar, Kluet Timur Rp8 miliar, Pasie Raja Rp6 miliar, Bakongan Rp6 miliar, Tapaktuan Rp4 miliar, Trumon Tengah Rp2 miliar, Trumon Rp1 miliar, Trumon Timur Rp117 juta dan Bakongan Timur Rp45 juta.
Kerugian Akibat Banjir
Dari sisi ekonomi, banjir selalu saja menyisakan kerugian. Begitu juga saat banjir menggenangi sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta sejak Senin (9/2) dan air mulai surut, kemarin. Aktivitas yang lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi hingga di atas satu meter membuat roda ekonomi tidak berputar secara normal. Di sejumlah wilayah DKI Jakarta yang selama ini menjadi pusat ekonomi, seperti Kelapa Gading, Mangga Dua, ataupun Grogol, dalam dua hari kemarin nyaris tidak ada kegiatan ekonomi. Kalaupun transaksi tetap terjadi, jumlahnya relatif jauh di bawah rata-rata biasanya.
Dalam hitungan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, kerugian akibat banjir kali ini sekitar Rp 1,5 triliun per hari. Angka itu didapat setelah Kadin DKI Jakarta mengumpulkan data dari para pelaku ekonomi. Taksirannya, ada sekitar 75 ribu kios dan toko, termasuk restoran yang tidak beroperasi akibat banjir selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan, terutama di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Dengan diambil rata-rata, omzet 75 ribu toko itu Rp 20 juta per hari.
Angka itu ditambah anjloknya omzet toko yang masih buka karena akses ke pertokoan yang tergenang banjir. Kerugian akibat banjir bisa lebih besar jika ikut menghitung terganggunya operasional perkantoran akibat para karyawannya tidak masuk kerja karena akses jalan tertutup banjir. Tidak hanya banjir yang tiga hari terakhir ini menimbulkan kerugian secara ekonomi. Dalam 13 tahun terakhir, banjir yang melanda Jakarta berdampak pada kerugian ekonomi yang selalu meningkat. Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat gubernur DKI Jakarta, banjir besar yang melanda Jakarta pada awal 2013, kerugiannya mencapai Rp 20 triliun. Nominal itu mencakup seluruh sektor.
Pada 2007, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya juga menyisakan kerugian besar. Berdasarkan data dari Laporan Perkiraan Kerusakan dan Kerugian Pasca Bencana Banjir Awal Februari 2007 di Wilayah Jabodetabek, yang dikeluarkan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 16 Februari 2007, diperkirakan kerugian mencapai Rp 5,16 triliun. Bila diperinci, banjir yang melanda dari 31 Januari hingga 8 Februari 2007 itu, perkiraan sektor UKM dan koperasi merugi sekitar Rp 781 juta per hari, sementara kerugian pada BUMD senilai Rp 14,4 miliar. Sektor kerugian BUMN, seperti PLN merugi Rp 17 miliar per hari, PT Telkom merugi Rp 18 miliar, dan PT Pertamina Rp 100 miliar.
Kerusakan infrastruktur sungai diperkirakan senilai Rp 383,87 miliar. Hal itu karena rusaknya tanggul pada 13 sungai dan Kanal Banjir Timur dan Barat, serta tebing kali Ciliwung dan pintu air. Belum lagi sektor lainnya. Kerugian besar akibat banjir juga harus dialami warga Jakarta pada 2002 lalu yang sedikitnya mencapai Rp 9,8 triliun.
Tentu saja, membaca angka-angka kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir membuat kita miris. Setiap bencana ini datang, selalu saja roda ekonomi terhambat dan triliunan rupiah menguap. Untuk itu, sudah saatnya semua pihak mencari jalan keluar bersama agar banjir tak lagi sering menggenangi Jakarta. Pemprov DKI Jakarta harus lebih keras melaksanakan program mengatasi banjir. Sejumlah terobosan harus dilaksanakan. Kerja sama dengan pemerintah daerah di sekitar Bodetabek harus terus ditingkatkan. Koordinasi dengan pemerintah pusat juga tetap harus dilakukan karena Jakarta sebagai ibu kota negara.
Bukan saatnya lagi setiap tahun kita selalu melihat Jakarta terendam. Karena itu, perlu langkah optimalisasi fungsi Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur serta revitalisasi sungai dan perbaikan drainase, terutama di kawasan pusat bisnis.

10 Bencana Banjir Terbesar Di Dunia
1. Banjir Sungai Kuning 1931
Pada 1931 di Sungai Kuning, China, banjir besar melanda dan mengakibatkan hingga 4 juta orang meninggal dunia. Banjir Sungai Kuning ini merupakan bencana alam terbesar yang pernah tercatat dengan paling banyak memakan korban meninggal dunia dari abad 20. Kematian yang disebabkan oleh banjir tersebut, termasuk korban karena tenggelam, penyakit, kelaparan, dan kekeringan juga.
2. Banjir Sungai Kuning 1887
Sebelum banjir 1931 di Sungai Kuning, pada 1887 hal serupa juga pernah terjadi di sana. Bedanya, banjir ini menelan korban jiwa mencapai 2 juta orang. Sungai Kuning memang daerah rawan banjir. Banjir kali ini menghancurkan daerah sekitar sungai tersebut. Jutaan orang terbunuh banjir di sini, karenanya, sungai yang lebih dikenal dengan nama Huang He ini sering disebut ‘China’s sorrow’.
3. Banjir Sungai Kuning 1938
Masih di Huang He, pada 1938, banjir kembali melanda dan memakan sekitar 900 ribu korban jiwa. Banjir kali ini disebabkan karena pasukan China Nasionalis di bawah pimpinan Chiang Kai-Shek yang mematahkan tanggul sebagai upaya untuk menyerang Jepang. Strategi ini memang cukup berhasil berhasil, namun sayangnya, harus mengorbankan banyak jiwa.
4. Banjir Sungai Kuning 1642
Lagi-lagi di Huang He, banjir besar pertama di daerah ini terjadi pada 1642. Tak seperti banjir-banjir setelahnya, kali ini korban meninggal adalah 300 ribu jiwa. Banjir kali ini juga disebabkan karena pemberontak Cina yang menghancurkan tanggul di sepanjang kota Kaifeng.
5. Banjir Sungai Ru
Pada 1642 di Dam Banqiao, China, terjadi banjir yang menelan korban sekitar 230 ribu jiwa. Banjir ini disebabkan oleh runtuhnya Bendungan Banquia. Menyusul kemudian, hujan deras yang disebabkan oleh angin topan. Runtuhnya bendungan ini merupakan yang paling mengerikan sepanjang sejarah.
6. Banjir Sungai Yangtze
Masih di Dam Banqiao, China, pada 1931 terjadi juga banjir yang membunuh 145 ribu jiwa.
7. Banjir di Belanda dan Inggris
Pada 1099, di Belanda dan Inggris terjadi banjir besar yang menelan korban sebanyak 100 ribu jiwa. Air pasang yang bersamaan dengan badai, membuat air meluap membanjiri Thames dan Belanda.
8. Banjir di Belanda
Sebanyak 50 ribu jiwa menjadi korban dalam banjir di Belanda pada tahun 1287. Sebuah tembok yang membendung air laut di Zee Zuider roboh, banjir pun melanda.
9. Banjir Sungai Neva
Di Rusia, terjadi banjir besar pada 1824. Korban meninggal sebanyak 10 ribu. Sebuah bendungan es menyumbat sungai Neva, dan banjir pun melanda kota-kota di dekatnya.
10. Banjir di Belanda
Masih dengan korban jiwa sebanyak 10 ribu orang, di Belanda, banjir melanda lagi pada 1421. Runtuhnya sebuah tembok laut di Zee Zuider membanjiri dataran rendah Belanda.

Tanah Longsor

Fenomena Bencana Alam Tanah Longsor di Indonesia
Selain bencana alam masif berupa gempabumi, tsunami, hingga gunung meletus yang mengancam nusantara, ancaman lain yang berwujud pergerakan tanah pun tak bisa diabaikan. Pergerakan tanah atau yang sering disebut bencana alam tanah longsor amat sering terjadi tiap tahunnya. Kondisi geologis tanah di Indonesia yang rata-rata terdiri dari tanah lempung yang lunak memberikan ancaman longsoran tanah di sejumlah wilayah Nusantara. Jumlah kerugian dan nyawa yang harus melayang sebagai korban bencana alam tanah longsor pun tak dapat dipandang sebelah mata.
Berdasar catatan kejadian bencana alam, hampir seluruh pulau besar di nusantara memiliki kabupaten dan atau kota yang berpotensi mengalami ancaman tanah longsor. Ciri utamanya adalah wilayah yang memiliki relief dan rupa tanah yang kasar, lembek, dengan lereng terjal. Kondisi tanah seperti itu yang banyak terhampar khususnya di Pulau Jawa diperparah oleh curah hujan yang tak menentu, terkadang kering namun sering pula hujan deras tanpa henti, ditambah pula oleh ancaman bencana alam gempa bumi yang dapat menjadi pemicu longsoran tanah.
Secara umum, ancaman bencana alam pergerakan tanah membayang di daerah dataran tinggi dengan kontur perbukitan. Contoh kejadian terakhir, tanah longsor yang menimbun ratusan rumah warga di Pangalengan dan Banjarnegara terjadi di wilayah perbukitan yang tanahnya labil akibat dilanda hujan deras.
Risiko bencana alam tanah longsor memang dipengaruhi oleh faktor kepadatan dan kerentanan penduduk yang berada di lokasi rawan pergerakan tanah. Kondisi bangunan dan infrastruktur di sekitar pergerakan tanah pun menjadi pemicu sejauh mana risiko kerugiannya.
Akibat yang paling nyata dari bencana alam tanah longsor adalah tertimbunnya desa atau kelompok masyarakat yang hidup persis di atas atau di bawah bukityang labil tanahnya. Jika hujan deras sudah melanda tanpa henti, dan tanah di lereng perbukitan merupakan tanah lempung sepertinya jamaknya jenis tanah di Pulau Jawa, maka kewaspadaan akan pergerakan tanah patut diwaspadai.
Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam tanah longsor memang tak sebanding jika dibandingkan dengan catatan kerugian bencana alam lain di Indonesia. Namun, kewasapadaan dan proses mengurangi risiko tetap harus diperhatikan. Hutan dan pepohonan lebat sebagai pencegah utama longsoran tanah tetap harus dijaga kelestariannya. Karena pada kenyataannya, bencana alam tanah longsor, banjir, dan kekeringan terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri yang tak bisa merawat dan menjaga hutan sebagai alat utama resapan air dan pengikat tanah di lereng-lereng berbukit.
Ratusan nyawa yang tertimbun dalam bencana alam tanah longsor di Banjarnegara dan Pangalengan beberapa bulan silam setidaknya mampu menjadi pelajaran bagi masyarakat lain yang tinggal di jenis lokasi serupa khususnya di Pulau Jawa. Hanya butuh waktu tak lebih dari sepuluh menit untuk menenggelamkan satu dusun dengan 300 lebih penduduknya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pun serupa dengan yang terjadi di Pangalengan, bencana alam tanah longsor Pangalengan hanya perlu waktu 10 menit untuk menerjang bentangan desa seluas 1 Km persegi yang berada persis di bawahnya.
BNPB: Kurun 10 Tahun, Longsor Tewaskan 1.815 Orang
Bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah bukan kejadian pertama dalam 10 tahun terakhir di Tanah Air. Dalam kurun waktu itu, ada 2.000 lebih peristiwa tanah longsor di sejumlah daerah di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dalam kurun waktu 2005 sampai 2014 total terdapat 2.278 peristiwa. “Total ada 1.815 orang tewas dan hilang akibat bencana-bencana longsor‎ dalam waktu 10 tahun terakhir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (15/12/2014). Dijelaskan Sutopo, tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor. Tahun 2006 ada 73 kejadian, 2007 ada 104 kejadian, 2008 ada 112 kejadian, 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian, 2011 ada 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 ada 385 kejadian. Dalam 10 tahun itu, tren bencana longsor cenderung meningkat tiap tahunnya.
Selain mengakibatkan 1.815 tewas dan hilang, ribuan peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir itu juga berdampak pada 79.339 orang mengungsi, 7.679 unit rumah rusak berat, 1.186 unit rumah rusak sedang, dan 8.140 unit rumah rusak ringan. Sementara BNPB sendiri sudah memetakan daerah-daerah rawan bahaya longsor di seluruh Indonesia. Hasilnya, daerah-daerah yang masuk dalam daerah bahaya longsor level sedang sampai tinggi sebanyak 274 kabupaten/kota.
“Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sebab, daerah-daerah itu merupakan daerah dataran tinggi atau perbukitan, pegunungan,” ucap dia. Jika dilihat secara detail, ada 3 kabupaten yang paling banyak atau sering terjadi peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir. Yakni, Kabupaten Wonogiri dengan 90 kejadian, Kabupaten Bogor dengan 75 kejadian, dan Kabupaten Wonosobo dengan 72 kejadian. Sementara khusus untuk Kabupaten Banjarnegara terjadi 22 peristiwa tanah longsor sejak 2005 sampai 2014 ini.
“Artinya di Banjarnegara rata-rata setahun terjadi 2 sampai 3 kali tanah longsor,” kata Sutopo. Sementara kalau dipetakan secara provinsi, maka Jawa Barat adalah provinsi paling sering terjadi tanah longsor dengan 132 kejadian, disusul Jawa Tengah dengan 102 kejadian, dan Jawa Timur dengan 47 kejadian.
Data BNPB selama 10 tahun terakhir itu, lanjut Sutopo, terlihat bahwa puncak kejadian tanah longsor terjadi‎ pada Januari di mana ada lebih dari 350 kejadian. Kemudian Februari ada kurang lebih 300 kejadian, dan Maret ada lebih dari 210 kejadian. Ketiga bulan di awal tahun tersebut merupakan rentang waktu yang paling sering terjadi tanah longsor di Indonesia dengan peningkatan kejadian mulai terlihat pada bulan Oktober tahun sebelumnya. “Semua kejadian itu nampak sangat dipengaruhi oleh pola hujan. Rata-rata kejadian longsor memang terjadi pada bulan-bulan saat musim penghujan,” ujar Sutopo.

Tanah Longsor Bencana Paling Mematikan Tahun 2014
Tanah longsor membunuh ratusan jiwa. Sepanjang tahun 2014, sejumlah 338 orang meninggal akibat tanah longsor. “Tanah longsor menjadi bencana paling mematikan tahun 2014,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tahun 2014, ada 385 kejadian tanah longsor. Selain ratusan korban meninggal, ratusan rumah juga rusak dan belasan 13.262 orang harus mengungsi.
Sutopo menyatakan, tren bencana tanah longsor terus meningkat sejak tahun 2005 hingga 2014. Jumlah korban meninggal dan kerugian akibat bencana itu juga tinggi. Tahun 2005, ada 50 kejadian tanah longsor dengan jumlah korban meninggal 212 orang. Sementara, sejumlah 3.530 orang mengungsi. Kejadian longsor terbanyak dalam satu dekade terakhir adalah tahun 2010. Ada 400 kejadian longsor dengan 266 korban meninggal dan 4.239 korban yang harus mengungsi.
Salah satu longsor yang memakan korban banyak adalah yang terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Jumat (12/12/2014) lalu. Hingga Senin hari ini, pukul 13.00 WIB, dikonfirmasi sejumlah 51 orang tewas. Kejadian longsor besar lain adalah di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 4 Januari 2006. Sejumlah 76 orang tewas. Di Karanganyar, Jawa Tengah, tanah longsor pernah terjadi pada 26 Desember 2007. Sebanyak 62 orang tewas dan kerugiannya mencapai 137 miliar. Longsor besar juga pernah terjadi di Ciwideuy pada 22 Februari 2010, menewaskan 33 korban jiwa. Di Cililin, Bandung, longsor terjadi 25 Maret 2013 dengan 14 orang tewas.
Sutopo mengatakan, “kejadian longsor banyak terjadi pada bulan Januari dan Februari, terus mengikuti puncak musim hujan.” Menurut Sutopo, wilayah rawan longsor tersebar dari Sabang sampai Merauke. Wilayah itu antara lain sepanjang bukit barisan Sumatera, selatan Jawa, dan sulawesi bagian tengah. Jumlah warga Indonesia yang terpapar langsung bahaya longsor sejumlah 40,9 juta jiwa, seperenam penduduk Tanah Air.
Di antara sejumlah warga itu, terdapat 4,28 juta jiwa balita, 323.000 jiwa orang berkebutuhan khusus dan 3,2 juta jiwa lansia yang lebih rentan bencana. Survei BNPB menunjukkan, kapasitas untuk menyelamatkan diri dari bencana longsor masih rendah, terutama di wilayah-wilayah yang terpencil. “Seperti di Cililin, wilayahnya sangat sulit dijangkau. Waktu kita kesana, tidak bisa pakai kendaraan roda empat,” kata Sutopo dalam konferensi pers Senin (15/12/2014).
Pakar longsor dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Edi Prasetyo Utomo, mengungkapkan, masalah longsor terkait persoalan lingkungan. Di Banjarnegara dan banyak wilayah Indonesia, area rawan longsor dipakai sebagai sebagai hunian dan lahan pertanian serta minim terasering. Untuk melepaskan dari bahaya longsor, Edi mengungkapkan, “perlu ada langkah menghutankan kembali. Jangan bertanam tanaman perdu di wilayah rawan longsor.” Selain itu, perlu dibangun sistem peringatan dini longsor di wilayah yang memang berpotensi tinggi.
Edi mengungkapkan, “masyarakat sebaiknya minggir dulu dari lokasi bahaya. Hujan masih terus berlangsung sampai Februari. Kita belum tahu karakteristik hujannya.” Sutopo menuturkan, pengembangan sistem peringatan dini harus disertai dengan pendekatan budaya kepada masyarakat. Jika tidak, hasilnya tak memuaskan.”Masyarakat malah merasa khawatir. Peringatan dini malah dianggap membuat deg-degan saja,” jelas Sutopo.

Pemerintah juga mesti serius berinvestasi pada penanganan bencana. Dana kebencanaan saat ini masih minim, hanya 0,02 – 0,03 persen dari APBN. Seharusnya, minimal 1 persem.”Mitigasi bencana harus dianggap sebagai investasi. Di luar negeri, ada survei bahwa berinvestasi 1 dollar AS bisa menyelamatkan kerugian dari bencana sebesar 7-40 dollar AS,” ungkap Sutopo.
Kerugian Akibat Bencana Ekologis di Jawa Barat Capai Rp 19 Triliun
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat memperkirakan dampak kerusakan lingkungan dan bencana ekologis di Jawa Barat sepanjang 2015 mencapai Rp 19 triliun. Taksiran tersebut naik Rp 2,1 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,9 triliun. Direktur Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan mengatakan kerusakan ekologis itu dihitung dari kerusakan akibat pertambangan, alih fungsi lahan, pencemaran, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran hutan. Kerugian tersebut belum mencakup perhitungan kerugian kesehatan, sosial, dan psikologis yang ditanggung masyarakat Jawa Barat.
Sepanjang 2015, berdasarkan catatan Walhi Jawa Barat, total kejadian bencana akibat banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung mencapai 528 kejadian. Banjir terjadi di semua kabupaten dan kota dengan jumlah kejadian banjir mencapai 110 kejadian, tanah longsor 281, dan angin puting beliung 137. “Jumlah korban akibat banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung pada 2015 mencapai 110 orang dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 50 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulis catatan akhir tahun 2015, Kamis, 31 Desember 2015. Adapun luas banjir di Jawa Barat mencapai 200.600 hektare, yang merendam permukiman dan sarana lain sekitar 95 ribu bangunan dengan total pengungsi mencapai 9.500 jiwa. Sedangkan angin puting beliung merusak sekitar 850 rumah. Tanah longsor merusak 1.210 rumah dengan jumlah pengungsi 750 keluarga.
Bencana kekeringan dengan total luas 671.200 hektare atau sekitar 18 persen dari total wilayah Jawa Barat. Akibat kekeringan pada musim kemarau, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena situ dan sejumlah mata air mengering. Selain itu, operasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Indramayu telah menewaskan sekitar 10 karyawan dan 5 karyawan harus dirawat di rumah sakit akibat mesin PLTU yang meledak. Hingga 2015, diperkirakan luas lahan, sungai, dan sawah, yang terkena dampak pencemaran limbah pabrik mencapai 105 ribu hektare. Pencemaran air dan tanah yang paling parah terjadi di sentra-sentra industri polutif, seperti Kawasan Cekungan Bandung, Kabupaten Subang, Karawang, Bekasi, Majalengka, Purwakarta, Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Bukan hanya kerusakan ekologis, pencemaran juga menyebabkan kesehatan warga menurun karena sumber air dan udara sudah teracuni zat polutif.
3 Kejadian Tragedi Tanah Longsor Mematikan di Indonesia
Tanah-longsor-mematikan-indonesiaBencana berskala dahsyat yang melanda Indonesia tak hanya berkutat pada tiga tersangka utama saja: gempa bumi, tsunami, ataupun gunung meletus. Selain tiga ancaman tersebut, masih ada satu fenomena alam lain yang jika dibiarkan dan tak mendapat intervensi menyeluruh akan membawa dampak yang mematikan pula, yaitu ancaman bencana alam tanah longsor.
Berikut merupakan rangkuman 3 kejadian tanah longsor mematikan yangmelanda Indonesia, terhitung sejak awal tahun 2000 hingga kini.
Tanah longsor Bahorok, Sumatera Utara
Senin, 3 November 2003 silam. Bukit curam yang berada di sekitar Desa Bukit Selawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tersapu oleh longsoran tanah yang membawa air bah limpahan sungai Bahorok. Akibat kejadian ini 90 orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya menderita luka dan hilang terbawa arus banjir. Berdasarkan catatan kebencanaan dari Walhi, longsor dan banjir bandang Bahorok terjadi akibat kerusakan hutan karena penebangan liar yang tak terkendali. Kala itu, 170 ribu hektar taman nasional Gunung Leuser dari luas total 788 ribu hektar rusak parah akibat penebangan hutan.
Tanah Longsor Situ Gintung, Tangerang
Jumat, 27 Maret 2009, tragedi mencekam menyeruak di wilayah pinggiran kota Jakarta. Situ Gintung yang terletak di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten tiba-tiba Jebol di waktu subuh. Bencana tersebut menewaskan kurang lebih sekitar 7 orang dan menenggelamkan ratusan rumah yang berada di sekitarnya. Hasil investigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) menjelaskan bahwa bencana terjadi karena jebolnya tanggil selebar ± 65 meter, yang diikuti oleh gerakan tanah longsoran pada tanggul dengan panjang antara 3-7 meter, dan lebar antara 3-8 meter. Penyebab jebolnya tanggul secara keseluruhan terjadi karena curah hujan yang tinggi kala itu, kemudian adanya retakan pada tanggul serta limpahan air yang melebihi kapasitas. Apalagi ditambah kontur tanah di sekitar kawasan tersebut yang sangat curam.
Tanah Longsor Banjarnegara
Belum hilang dalam ingatan, bagaimana pertengahan Desember tahun lalu, peristiwa tanah longsor dahsyat menghantam Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara. Jumat sore (12/12) menjelang maghrib, hujan belum sempat menampakkan redanya. Dalam waktu kurang dari lima menit, tanah longsor mematikan menimbun 105 rumah warga di tiga desa sekaligus. Akibatnya fatal, seratus lebih korban jiwa melayang tertimbun longsoran tanah. Tebing setinggi 100 meter di Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara tersebut memang mulanya diklasifikasikan sebagai daerah longsor berpotensi sedang dan tinggi. Catatan penulis menunjukkan bahwa tanah longsor Banjarnegara terjadi akibat material penyusun bukit Tegallele yang merupakan endapan vulkanik tua dan lapuk. Ditambah hujan deras yang tak berhenti mengguyur sejak dua hari sebelumnya menyebabkan tanah jenuh terhadap air.
4 Tanah Longsor Paling Besar Di Dunia
1. Tanah Longsor Markagunt
Para ahli geolog telah mengetahui bagian yang lebih kecil dari longsor Markagunt sebelum pemetaan terbaru yang menjelaskan tingkat kerusakan sangat besar. Mereka berjalan kaki melalui area hutan belantara di taman hutan nasional Dixie, mengidentifikasi ciri-ciri yang menunjukkan bahwa longsor Markagunt jauh lebih besar daripada analisis sebelumnya. Peristiwa tanah longsor terjadi di daerah yang sekarang dikenal sebagai Bryce Canyon National Park dan kota Beaver, Utah.
Diperkirakan mencakup wilayah sekitar 1300 mil persegi, setara dengan gabungan wilayah Cuyahoga, Portage dan Summit. Markagunt menyamai bencana tanah longsor yang terjadi di Heart Mountain sekitar 50 juta tahun yang lalu dibarat laut Wyoming. Bukti ini ditemukan pada tahun 1940 dan diterbitkan dalam artikel klasik berupa buku teks geologi. Markagunt jauh lebih besar dari pada longsor Heart Mountain setelah semua bukti dipetakan secara lebih rinci.
Bencana longsor vulkanik berskala besar seperti ini jarang terjadi, tetapi merupakan yang terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah. Bencana tanah longsor terbesar melanda sepanjang lebih dari 55 mil, analisis ini membuktikan bahwa kecepatan gerak sangat besar. Bencana tanah longsor diperkirakan terjadi hanya dalam beberapa menit, termasuk adanya pseudotachylytes, yaitu batu yang meleleh karena gesekan besar.
Umumnya hewan liar akan berkumpul, tanda-tanda ini mengisyaratkan akan terjadi tanah longsor. Tetapi sifat internal longsor yang muncul ke permukaan membuktikan fakta berbeda, seperti patahan batu, area yang terpotong bersama dengan pseudotachylytes. Menurut Hacker, peristiwa bencana geologis berasal dari medan vulkanik yang terdiri dari beberapa strato gunung berapi, jenis ini mirip dengan gunung St Helen di pegunungan Caacade. Gunung ini meletus pada tahun 1980 dan menyebabkan bencana tanah longsor besar.
2. Tanah Longsor Saidmarreh
Tanah longsor terbesar sepanjang sejarah terjadi pada masa pra sejarah. Tanah longsor pra sejarah ini sendiri berhasil diidentifikasi pada tahun 1938 oleh Harrison and Falcon dan diterbitkan di Journal of Geology. Tanah longsor itu terjadi di barat daya Iran dan dikenal dengan nama Saidmarreh landslide.
Tanah longsor tersebut diperkirakan memiliki volume sekitar 20 km3, dengan kedalaman sekitar 300 m, dan menempuh jarak sejauh 14 km dengan lebar 5 km. Itu berarti, sekitar 50 milyar ton tanah dan bebatuan bergerak sekaligus.
3. Tanah Longsor Heart Mountain
Tanah longsor yang terjadi sekitar 50 tahun yang lalu ini terjadi di wyoming. Bukti bukti yang ada masih tersamarkan oleh erosi, pelapukan dan aktivitas gunung merapi sehingga menyulitkan para peneliti untuk mengukur besarnya tanah longsor tersebut.

Tanah Longsor Heart Mountain ini terjadi ketika sepotong besar bongkahan batu kira kira 1600 kaki dan lebih dari 400 mil persegi meluncur menuruni lereng gunung. Dan sekarang menjadi serpijhan serpihan kecil dan sebagian telah terkubur oleh material Vulkanik.
4. Tanah Longsor Southeastern Alaska
Para ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa longsor besar terjadi di Alaska bagian tenggara pada tanggal 16 Februari 2014. Perkiraan awal menunjukkan tanah longsor di sisi-sisi gunung La Perouse melibatkan 68 juta metrik ton (75 juta ton ) material, yang berpotensi membuat longsor terbesar alami yang dikenal di bumi sejak tahun 2010.
Puing-puing longsoran muncul berwarna cokelat muda dibandingkan dengan yang tertutup salju sekitarnya. Sedimen meluncur ke arah tenggara, yang membentang di 7,4 kilometer (4,6 mil) dan pencampuran dengan es dan salju dalam proses. tanah longsor ini dipicu oleh runtuhnya gunung vertikal di ketinggian 2.800 meter (9.200 kaki), menurut Colin Stark, seorang ahli geofisika di Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University.
Stark pertama kali menyadari bahwa tanah longsor mungkin terjadi ketika alat deteksi cepat yang menyaring melalui data yang dikumpulkan oleh jaringan pemantauan gempa global yang mengambil sinyal indikasi peristiwa yang cukup signifikan. Sensor gempa mendeteksi gelombang seismik vibrations yang memancarkan melalui kerak bumi karena gerakan tiba-tiba batu, es, magma, atau puing-puing.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: