Filsafat Berfikir

Tanda-tanda Kehancuran Negeri | Januari 25, 2016

Tanda-tanda Kehancuran Negeri

Ading Nashrulloh

Menurut Al-Quran kehancuran kaum-kaum terdahulu adalah akibat dari keingkaran mereka terhadap dakwah para Nabi. Al-Quran juga memberitahu kita bahwa Allah masih tetap memberlakukan hukum ini atas penduduk mana pun yang bertingkah sama. Ini artinya negeri kita, bila tidak mau menerima Islam, kandungan dakwahnya para Nabi, maka kehancuran lambat laun akan terjadi. Solusi atas masalah ini mudah, yaitu kembaliah kepada Islam. Terima Islam sebagai penata kehidupan.

Menurut teori yang dibangun para pemikir, berdasarkan fakta-fakta sejarah, hancur dan binasanya suatu bangsa, peradaban, dan negara adalah akibat dari rusaknya moral bangsa tersebut, zhalimnya para pemimpin, akibat perang, dan tidak berdayanya bangsa tersebut dari serbuan bangsa lain. Intinya sumber kehancuran negeri adalah kelemahan dalam pertahanan di segala bidang. Dan sumber kelemahan itu ada pada rusaknya akhlak penduduk negeri.

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dari sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya, Indonesia akhir-akhir ini, bahkan di sepanjang sejarahnya, tidak luput dari peristiwa-peristiwa yang menghancurkan dan membinasakan anak bangsa ini. Penjajahan, kekejaman PKI, Penyakit, bencana alam, korupsi, pornografi, prostitusi, pergaulan bebas, narkoba, kecelakaan lalu lintas, dan lain sebagainya, banyak menguras energi dan kekayaan material. Negara dan bangsa ini telah cukup direpotkan dengan berbagai peristiwa yang menghancurkan generasi.

Secara intuisi, saya berkeyakinan bahwa rusaknya negeri kita ini, sejatinya terletak karena kita tidak pandai bersyukur kepada Allah, terlalu banyak maksiat, tidak amanah, mudah percaya kepada orang asing, tamak terhadap harta, membiarkan hukum dipermainkan, membiarkan preman menguasai banyak segmen negara, mengabaikan nasihat ulama, pendidikan yang sekuler, mengabaikan pendidikan agama dan pesantren, tidak menjadikan agama sebagai basis tata pelaksanaan kenegaraan dan kajian ilmu, dan masih banyak perilaku yang keliru dalam kehidupan ini.

Saya punya pendapat yang jelas, bahwa kehancuran yang banyak menimpa bangsa ini, jika diringkas terletak pada tiga hal. Pertama, diabaikannya syariat Islam, padahal bangsa ini mayoritas Islam. Kedua, senang melakukan kejahatan, kemaksiatan dan korupsi, padahal perangkat hukum negara ini lengkap. Ketiga, upaya-upaya tulus yang dilakukan ulama dan pemimpin Islam untuk membantu keutuhan dan kebaikan bangsa dan negara ini, banyak diabaikan dan putarbalikan ide-idenya, dan terlalu banyak memfitnah mereka.

Saya perlu memperjelas pula dengan dukungan fakta dan teori tentang inti problem bangsa ini. Bangsa kita, Indonesia, sebenarnya telah berupaya untuk keluar dan mengatasi berbagai tanda-tanda kehancuran, demikian pula yang diperankan umat Islam atas negara dan bangsa ini. Ambil contohnya Negara kita punya departemen agama, dan tetap melakukan upaya perlindungan terhadap pendidikan Islam, makanan umat Islam, dan para ulamanya. Dan berbagai program untuk melindungi bangsa ini dari kehancuran. Baik dalam rangka mencegah ataupun menanggulanginya. Namun tidak maksimal.

Gerangan apakah yang membuat negara dan bangsa ini sedemikian tidak pedulinya dengan Islam, dan membiarkan kekayaan negeri ini tidak menjadi sumber kesejahteraan yang optimal dan nyata bagi rakyat? Saya mesti mengkaji masalah ini dan mengajukan suatu keyakinan yang perlu ditopang oleh fakta-fakta dan rasional, bahwa sumber utama dari keadaan negeri, bangsa dan negara kita seperti ini adalah karena kekuatan jahat yang dihembuskan dari negeri-negeri kafir. Dari negeri-negeri yang iri dengan bangsa yang mayoritas Umat Islam ini. Antara hembusan jahat dan kelengahan bangsa ini menjadi semacam tali buhul yang kuat untuk menyihir bangsa ini tetap dalam proses menuju kelemahan dan kebinasaan, jika tidak ada tindakan untuk mengantisipasinya.

Dari itu, saya punya saran, saran yang sifat umumnya dan mudah dipahami oleh mereka yang paling sederhana sekalipun dalam cara berfikirnya. Solusi itu adalah kembali ke jalan yang benar. Yakni jalan Islam. Islam menyediakan seperangkat cara dalam mengelola negara dan masyarakat. Islam adalah amanah yang Allah berikan kepada kita, manusia. Dan tidak akan pernah hilang kebodohan dan kelemahan kita, sepanjang bukan Islam yang dijadikan sandaran kekuatan penataan hidup ini.

Wallahu’alam bishowab.

Cianjur, 25 Januari 2016


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: