Filsafat Berfikir

FAKTA MUSNAHNYA BANGSA DAN NEGARA-NEGARA | Februari 20, 2016

“Kehancuran Negeri-negeri”; 1. Apa yang diungkap sumber ilmu tentang kehancuran negeri-negeri? 2. Bagaimana keadaan negeri kita saat ini dari perspektif kehancuran negeri-negeri? 3. Apa solusi yang ditawarkan penulis dalam menyikap tanda-tanda kehancuran Negeri Indonesia?

1.       Negeri-Negeri yang Hancur dan Musnah

Kaum Terdahulu yang Binasa

 

Saya (Ading) perlu menyampaikan tentang musnahnya bangsa-bangsa yang disampaikan al-Quran. Sekali pun sumbernya dari wahyu, namun kebenarannya merupakan hal yang rasional dan dapat dibuktikan secara empiris. Yaitu berupa bekas-bekas atau peninggalan peradaban mereka.

Alquran menceritakan sejumlah kaum dibinasakan oleh Allah karena melakukan kezaliman dan kemaksiatan di muka bumi[1], seperti mengingkari ke-esaan Allah bahkan memusuhi Rasul yang diutus kepada mereka. Kehancuran dan kematian menjadi balasan atas kemungkaran dan kemaksiatan yang mereka lakukan sendiri.

“Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun, kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka” (QS Hud: 100-101)

Sisa-sisa kehancuran mereka pun hingga kini masih bisa disaksikan. Para peneliti sejarah dan arkeologis telah banyak menemukan keberadaan kota-kota yang hilang tersebut. Kota-kota ini memiliki ciri sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Suci Alquran dan manuskrip-manuskrip tua tentang kaum yang dibinasakan.

Pembinasaan kaum-kaum ini dikisahkan Alquran agar menjadi bahan pembelajaran untuk kaum-kaum yang hidup di masa setelahnya dan tidak melakukan kezaliman dan kemaksiatan yang sama. Ada banyak kisah kaum yang diazab Allah karena kemungkarannya.

Kaum Nabi Nuh as

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang menjawab seruan dakwahnya untuk beriman kepada Allah sangat sedikit. Kebanyakan kaumnya justru mendustakan bahkan memperolok-olok Nabi Nuh. Kezaliman dan kemungkaran yang dilakukan kaum Nabi Nuh mengundang azab Allah. Allah lalu memerintahkan Nabi Nuh dan pengikutnya untuk membuat bahtera. Mereka pun tidak mengetahui untuk apa bahtera itu dibuat. Sementara kaumnya yang ingkar, mencomooh tindakan Nabi Nuh membuat bahtera yang dianggap bodoh.

Saat waktu yang ditentukan tiba, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh beserta pengikutnya dan hewan-hewan berpasang-pasangan untuk menaiki bahtera tersebut. Allah lalu mendatangkan banjir yang besar. Seluruh kaum yang ingkar saat itu mati tenggelam. Termasuk istri dan anak Nabi Nuh.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al- Ankabut: 14)

Nabi Nuh bersama kaumnya yang taat pun selamat setelah berlayar menggunakan bahtera yang terbuat dari kayu. Setelah berlayar cukup lama, dikisahkan bahtera Nabi Nuh berlabuh di sebuah daratan tertinggi saat itu.

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” (QS Al-Qamar: 11-13)

Dalam riwayat disebutkan, air bah yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh ketika itu menutupi juga hampir dua pertiga bumi. Nabi Nuh beserta dengan pengikutnya yang beriman berhasil selamat dari azab tersebut atas izin Allah SWT. Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti dimana lokasi berlabuhnya bahtera yang membawa Nabi Nuh dan pengikutnya.

Kaum Nabi Hud as

Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Nabi Hud menyeru kepada kaumnya agar mengesakan Allah dan meninggalkan kemaksiatan yang dilakukan. Namun segala seruan dan ajakan Nabi Hud berbuah ejekan, cemoohan dan pengingkaran dari bangsa ‘Ad.

Kaum ‘Ad dikenal sebagai bangsa yang cerdas dan memiliki teknologi untuk membangun gedung-gedung bertingkat. Namun kehandalan dan kehebatan mereka menjadikan mereka sombong, berlaku bengis, zalim, dan mengingkari seruan dakwah yang disampaikan Nabi Hud as.

Akibat kedustaan-kedustaan yang dilakukan bangsa ‘Ad, Allah SWT menurunkan azabnya sangat pedih. Alquran menjelaskan dengan sangat jelas tantang hal ini.

“Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka.” (QS Al Haaqqah, 69: 6-8)

Bukti-bukti reruntuhan peradaban bangsa Ad ditemukan para peneliti Barat pada tahun 1990-an di sebuah wilayah yang dikenal ‘Ubar, di wilayah Yaman. Menariknya, apa yang mereka temukan sama persis seperti yang dikisahkan dalam Alquran.

Dr Zarins, seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan karena menara-menara itu disebut sebagai bentuk khas kota ‘Ubar, dan karena Iram disebut mempunyai menara-menara atau tiang-tiang, maka itulah bukti terkuat sejauh ini, bahwa situs yang mereka gali adalah Iram, kota kaum ‘Ad yang disebutkan dalam Alquran:

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” (QS Al Fajr, 89: 6-8)

Kaum Nabi Saleh as

Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Misi Nabi Saleh as sama seperti para nabi lainnya, yaitu menyeru manusia untuk bertauhid (mengesakan Allah). Namun seruan Nabi Saleh as justru mendapat tantangan dan cemoohan dari kaumnya, bangsa Tsamud. Bahkan mereka tetap mempertahankan penyembahan terhadap berhala yang diyakini sebagai penyembahan warisan nenek moyang.

Kaum Tsamud juga dikenal sebagai bangsa yang cerdas. Jika kaum ‘Ad mampu membangun gedung-gedung tinggi, lain halnya dengan bangsa Tsamud. Mereka mampu mengubah tebing-tebing dan batu-batu besar menjadi istana-istana yang megah dan indah. Mereka mampu memahat bebatuan sehingga menjadi tempat tinggal. Lagi-lagi, kehebatan yang dimiliki mereka, membuat mereka ingkar dan zalim kepada Allah SWT.

Kaum ini tinggal di dataran bernama “Al Hijr” terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai oleh suku Aad yang telah binasa karena dilanda angin topan yang dikirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Hud.

Seekor unta betina yang keluar dari celah batu sebagai mukjizat Nabi Saleh as pun tidak cukup untuk meyakinkan mereka untuk beriman kepada Allah. Kaum Tsamud justru membunuh unta betina tersebut.

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning dan akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh, kaumnya malah merencanakan pembunuhan sebelum azab itu turun. Mereka mengadakan pertemuan rahasia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rencana pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak. Rancangan mereka ini dirahasiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapapun.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Saleh di malam yang gelap-gelita dan sunyi-senyap jatuhlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang datang dari langit dan yang seketika mereka bergelimpangan di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindungi rasul-Nya dari perbuatan jahat orang-orang yang ingkar.

Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para pengikutnya menuju Ramalah, sebuah tempat di Palestina, meninggalkan Hijr. Kaum Tsamud habis binasa ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Hal ini dikisahkan dalam Alquran di sejumlah ayat.

“Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul.” (QS Al Hijr: 80)

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS Al A’raf:73)

“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS Al A’raf:74)

“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Saleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya”. (QS Al A’raf:75)

“Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”. (QS Al A’raf:76)

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. (QS Al A’raf:77)

“Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS Al A’raf:78)

“Maka Saleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat”. (QS Al A’raf:79)

Kaum Nabi Luth as

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri.

“Kaum Luth telah mendustakan rasul-nya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepadamereka “ Mengapa kamu tiidak bertakwa?”. Sesungguhnya aku adalah seorang rasulkepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang yang diusir”. Luth berkata “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.“ (QS Asy-Syu’ara 160-168).

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda(kebesaran Kami) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia).” (QS Al Hijr 73-76)

Kaum Nabi Syuaib as

Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa.

“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka.” (QS Attaubah: 70)

“(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa.” (QS Thaaha: 40)

“dan penduduk Madyan, dan telah mendustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu).” (QS Alhajj: 44)

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah)

“Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim.” (QS AlHijr: 78). Penduduk Aikah ini ialah kaum Syu’aib. Aikah ialah tempat yang berhutan di daerah Madyan.

“Dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).” (QS Shaad: 13)

“Dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.” (QS Qaaf: 14)

Firaun

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun atas kezaliman yang diperbuatnya. Nabi Musa dan Harun menyeru agar Firaun beriman kepada Allah swt dan bersikap adil terhadap rakyatnya. Namun seruan Nabi Musa as bak angin berlalu. Bahkan Firaun dengan kesombongannya menentang seruan Nabi Musa dan mengaku sebagai tuhan.

Saat hari yang ditentukam tiba, Allah swt memerintahkan agar Nabi Musa dan umatnya keluar dari Mesir dengan menyeberangi laut Merah. Mukjizat yang Allah berikan berupa tongkat yang dapat membelah lautan menjadi jalan bagi Nabi Musa dan umatnya untuk keluar dan hijrah. Nabi Musa dan umatnya keluar dari Mesir pada malam hari untuk menghindari ancaman dari Firaun. Namun kepergian Nabi Musa dan umatnya ternyata diketahui oleh Firaun. Firaun lantas bersama ribuan bala tentaranya mengejar Nabi Musa as.

Nabi Musa dan umatnya menyeberangi lautan melalui jalan yang telah terbentuk. Tatkala Nabi Musa dan umatnya telah tiba di seberang, Firaun dan bala tentaranya baru mencapai pertengahan jalan. Seketika lautan yang terbelah itu langsung menutup kembali. Firaun dan bala tentaranya pun tenggelam di laut Merah.

Allah Maha Besar, jasad dan kereta perang Firaun terjaga dan berhasil dikeluarkan setelah ribuan tahun terkubur di kedalaman lautan. Hingga kini jasad Firaun masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir.

“Dan (ingatlah) tatkala Kami belahkan lautan untuk kamu, maka Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan kaum Fir’aun padahal kamu melihat sendiri.” (Al Baqarah: 50)

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus: 92)

”Dan berkata Firaun kepada orang-orang di sekelilingnya; ” Hai Pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.” (QS Al Qashas: 38)

Musnahnya Kaum Saba

 

Duski samadmenjelaskan tentang musnahnya kaum Saba sebagai berikut. [2]

Banjir menerjang ibu kota, banjir melanda Kota Menado, banjir melunluntakkan pertanian rakyat, menimbulkan longsor, banjir menghanyut rumah penduduk dan mendatangkan korban nyawa dan laporan lainnya yang menimbulkan bencana adalah berita yang begitu banyak dimuat media cetak dan elekronik, mengalahkan berita korupsi yang menghebohkan jagat kehidupan politik Indonesia. Dampak banjir yang menimbulkan korban nyawa dan pengungsi yang jumlah begitu banyak telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan sekaligus menghabiskan dana Negara dan masyarakat yang cukup besar untuk mengatasinya.

Tragedy banjir yang menimpa ibukota Negara dan beberapa daerah di Indonesia adalah patut dijadikan renungan dan bahan pelajaran untuk dicari sebab, akibat dan solusi pencegahan di masa datang. Disamping mengkajinya secara ilmiah, empiris dan berbasis ilmu pengetahuan seperti yang dilakukan lewat teknologi canggih rekayasa pengalihan hujan, akan tetapi perlu pula dipelajari akar historis banjir dalam kaitannya dengan keberiman dan prilaku hidup penduduk. Salah satu tragedy banjir yang sebutkan al-qur’an adalah banjir yang pernah terjadi bagi bangsa Saba’.

Dalam firman Allah SWT diungkapkan, artinya:…… Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”. (16). Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[Maksudnya: banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib.] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr[Pohon Atsl ialah sejenis pohon cemara pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara.].(17). Demikianlah Kami memberi Balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir (QS. Saba’ (23) 15-17).

Kaum Saba adalah satu diantara empat peradaban besar yang hidup Arabia Selatan. Kaum ini diperkirakan hidup sekitar sekitar 1000-750 SM dan hancur sekitar 550 M setelah melalui penyerangan selama dua abad dari Persia dan Arab. Masa keberadaan dari peradaban Saba menjadi pokok pembiacaran dari banyak diskusi. Kaum Saba mulai mencatat kegiatan pemerintahannya sekitar 600 SM, Inilah sebabnya tidak terdapat catatan tentang mereka sebelum tahun tersebut.

Sumber tertua yang menyebutkan tentang kaum Saba adalah catatan tahunan keajadian perang yang ditinggalkan dari masa raja Asyiria Sargon II (722-705 SM). Sargon mencatat orang-orang yang membayar pajak kepadanya, ia juga menyebutkan bahwa raja Saba yaitu Yith’i-amara (It’amara). Catatan ini merupakan catatan tertulis tertua yang memberikan informasi tentang peradaban Saba. Namun belumlah tepat untuk menarik kesimpulan bahwa kebudayaan Saba dirintis sekitar 700 SM hanya dengan mendasarkan pada data ini saja, sangatlah mungkin bahwa kaum Saba telah hidup dalam jangka waktu yang sangat panjang sebelum dicatat dalam catatan tertulis. Hal ini berarti bahwa sejarah Saba mungkin lebih tua dari yang disebutkan di atas. Dalam prasasti Arad-Nannar, seorang raja terakhir dari Negara Ur, digunakan kata “Sabum” yang diperkirakan berarti ” negeri Saba”.( Seba” Islam Ensiklopedisi: Islam Alemi, Tarihi, Cografya, Etnografya ve Bibliyografya Lugati, (Encyclopedia of Islam: Islamic World, History, Geography, Ethnography, and Bibliography Dictionary) Vol.10, p. 268. Jika kata ini berarti Saba, maka hal ini menunjukan bahwa sejarah Saba mundur ke belakang pada tahun 2500 SM.

Sumber-sumber sejarah yang menceritakan tentang Saba biasanya mengatakan bahwa Saba memiliki sebuah kebudayaan seperti Phoenician, khususnya terlibat dalam kegiatan perdagangan. Menurut sumber ini, kaum Saba memiliki dan mengatur sejumlah jalur perdagangan yang melintasi Arabia selatan. Biasanya orang-orang Saba menjual daganganya ke Mediterania dan Gaza demikian juga melintasi Arabi Selatan, di mana mereka telah menandapatkan izin dari raja Sargon II penguasa dari seluruh wilayah atau dengan membayar sejumlah tertentu pajak kepadanya. Ketika kaum Saba mulai membayar pajak kepada kerajaan Assyiria, maka nama mereka mulai tercatat dalam sejarah negeri ini.

Kaum Saba telah dikenal sebagai orang-orang yang beradab dalam sejarah. Dalam prasasti para penguasa Saba, terdapat kata-kata seperti ; “mengembalikan”, “mempersembahkan’, dan “membangun”seringkali digunakan. Bendungan Ma’rib yang merupakan salah satu monumen terpenting dari kaum ini, adalah merupakan indikasi penting yang menunjukkan tingkatan teknologi yang telah diraih oleh kaum Saba. Namun hal ini tidak berarti bahwa angkatan bersenjata Saba adalah lemah. Bala tentara Saba adalah salah satu faktor terpenting yang memberikan sumbangan terhadap kelangsungan dan ketahanan kebudayaan mereka dalam jangka waktu yang lama tanpa keruntuhan.

Negara Saba memiliki tentara yang paling kuat di kawasan tersebut. Negara mampu melakukan politik ekspansi (meluaskan wilayah) berkat angkatan bersenjatanya. Negra Saba telah menaklukkan wilayah-wilayah dari Negara Qataban Lama yang memiliki tanah yang luas di benua Afrika. Selama abad 24 SM dalam ekspedisi ke Magrib, angkatan bersenjata Saba mengalahkan dengan telak angkaan bersenjata Marcus Aelius Gallus, seorang Gubernur di Mesir dari Kekaisaran Romawi yang sesungguhnya merupakan Negara yang terkuat pada saat itu. Saba dapatlah digambarkan sebagai sebuah Negara yang menerapkan kebijakan yang moderat, namun mereka tidak akan ragu-ragu untuk menggunakan kekuatan bersenjata jika memang diperlukan. Dengan keunggulan kebudayaan dan militer, Negara Saba merupakan salah satu “super power” di daerah tersebut kala itu.

Kekuatan angkatan bersenjata Saba yang sangat hebat juga disebutkan di dalam Al Qur’an. Sebuah ungkapan dari komandan tentara Saba yang diceritakan dalam Al Qur’an menunjukkan rasa percaya diri yang sangat besar yang dimiliki oleh tentara Saba. Sang Komandan berkata kepada sang ratu penguasa Saba ; “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuaan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat ( dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”. ( QS an Naml 33).

Ibukota dari Saba dalah Ma’rib yang sangat makmur, berkat letak geografisnya yang sangat menguntungkan. Ibukota ini sangat dekat dengan Sungai Adhanah. Titik dimana sungai bertemu Jabal Balaq sangatlah tepat untuk membangun sebuah bendungan. Dengan memanfaatkan keadaan alam ini, kaum Saba membangun sebuah bendungan di tempat dimana peradaban mereka pertama kali berdiri, dan sistem pengairan merekapun dimulai. Mereka benar-benarr mencapai tingkat kemakmuran yang sangat tingi. Ibukotanya yaitu Ma’rib, adalah salah satu kota termodern saat itu. Penulis Yunani bernama Pliny yang telah mengunjungi daerah ini dan sangat memujinya, menyebutkan betapa menghijaunya kawasan ini. (Hommel, Explorations in Bible Lands, Philadelphia: 1903, p.739.)

Ketinggian dari bendungan di Ma’rib mencapai 16 meter, lebar 60 meter dengan panjang 620 meter. Berdasarkan perhitungan, total wilayah yang dapat diari oleh bendungan ini adalah 9.600 hektar, dengan 5.300 hektar termasuk dataran bagian selatan bendungan dan sisanya termasuk dataran sebelah barat seluas 4.300 hektar (pen). Dua dataran ini dihubungkan sebagai ” Ma’rib dan dua dataran tanah ” dalam prasasti Saba.( “Marib”, Islam Ensiklopedisi: Islam Alemi, Tarihi, Cografya, Etnografya ve Bibliyografya Lugati, Volume 7, p. 323-339.) Ungkapan dalam Al Qur’an yang menyebutkan ” dua buah kebun disisi kiri dan kanan “menunjukkan akan kebun yang mengesankan dan kebun angur di kedua lembah ini. Berkat bendungan ini dan system pengairan tersebut maka daerah ini sangnat terkenal memiliki pengairan yang terbaik dan kawasan paling subur di Yaman. J. Holevy dari Perancis dan Glaser dari Austria membuktikan berdasarkan dokumen tertulis bahwa bendungan Ma’rib telah ada sejak jaman kuno. Dalam dokumen tertulis dalam dialek Himer dihubungkan bahwa bendungan ini yang menyebabkan kawasan ini sangat produktif.

Bendungan ini diperbaiki secara besar-besaran selama abad 5 dan 6 M. Namun demikian, perbaikan yang dilakukan ini ternyata tidak mampu memcegah keruntuhan bendungan ini tahun 542 AD. Runtuhnya bendungan tersebut mengakibatkan “banjir besar Arim” yang disebutkan dalam Al Qur’an serta mengakibatkan kerusakan yang sangat hebat. Kebun-kebun anggur, kebun dan ladang-ladang pertanian dari kaum Saba yang telah mereka panen selama ratusan tahun benar-benar dihancurkan secara menyeluruh. Dan kaum Sab apun segera mengalami masa resesi yang terjadi setelah hancurnya bendungan tersebut. Negeri Saba berakhir dalam waktu tersebut yang dimulai dengan hancurnya bendungan. (Bangsa Musnah.com).

Musnahnya bangsa.

Bukti purbakala yang diungkap dalam penelitian para arkeolog dan antropolog di dunia menunjukkan bahwa memang ada bangsa-bangsa yang sudah punah dan musnah. Punah dan musnah disebabkan oleh bencana alam, begitu juga ada yang dimusnahkan disebabkan kedurhakaan bangsa itu sendiri. Musnah oleh karena factor bencana alam, tidaklah semata-mata sebab alamiah belaka, namun juga dipicu oleh ketidakpatuhan pada hukum alam (sunnatullah) dan hukum Tuhan (ajaran agama).

Kisah kaum Saba yang tidak mampu menjaga lingkungan hidupnya, sehingga menyebabkan banjir besar, kisah kaum ‘Ad, umatnya Nabi Hud, yang tidak menghargai ajaran agamanya, prilaku kaum Tsamud yang mendurhakai Rasulnya, umat Nabi Nuh yang tidak mengindahkan ajakan Rasul-Nya, sejarah umat Nabi Luth yang melakukan perbuatan asusila berupa homoseksual, akhirnya dibalikkan buminya, kesemua kisah sejarah yang diulang oleh al-qur’an adalah bahagian dari hukum sejarah kehidupan. Dalam ilmu sejarah, sering dikatakan bahwa sejarah itu berulang. Pengulangan sejarah terjadi, pastilah disaat kondisi yang sama tidak dapat dicegah untuk diulangi kembali.

Merupakan satu tantangan tersendiri, bagi anak bangsa dan pemimpin di negeri ini untuk mencegah jangan sampai ada lagi pengulangan sejarah gelap yang ditorehkan kitab suci tersebut. Sungguh aneh, manusia cerdas dan berbudaya tinggi, akan tetapi tetap membiarkan dirinya berada dalam kubangan ketidakpatuhan dan mengulang kembali sejarah gelap bangsa lalu. Pengundulan hutan dengan semena-mena, kerakusan penambangan hasil dari perut bumi yang tidak ada batasnya, ketidakpedulian pada lingkungan hidup yang sudah akut dan kronis, adalah tanda-tanda sudah jelasnya undangan menuju kepunahan dan kemusnahan kehidupan bangsa. Nauuzibilahi menzalik.

Renungan yang hendaknya terus disuarakan untuk semua pemimpin dan anak bangsa, adalah kewajiban setiap individu (fardhu’ain) untuk mencegah dan memastikan bahwa prilaku terbaik untuk meneruskan keberlangsungan bangsa. Bangsa Indonesia tentu harus dapat hidup dan berkembang sepanjang waktu untuk kebaikan semua pihak. Adalah kewajiban setiap orang untuk mencegah prilaku arogan, menghalalkan segala cara, merusak tatanan lingkungan hidup, karena itu semua asal muasal terjadi tragedy bencana. Menata kehidupan yang seimbang, serasi, menghargai alam, menjauhi kebiasaan menguras hutan tanpa kendali, adalah cara-cara terbaik untuk mencegah timbulnya tragedy kehidupan. Semoga baanjir, tidak dimengerti sebagai hukum alam saja, akan tetapi ia juga berkaitan erat dengan praktek hidup yang salah.

Musnahnya Kaum Pendewa Seks

 

Menurut Aswad Lipu[3] Sejarah dunia telah mencatat lahirnya berbagai perabadan besar yang berkuasa dan mencapai kejayaan peradaban agung dimasanya, tapi kemudian memudar dan sirna meninggalkan bekas kejayaannya saat berada pada puncak peradaban tertinggi yang mereka capai. Melihat puing bangunan yang mereka tinggalkan membuat kita berdecak kagum betapa tingginya keahlian mereka dalam merancang bangunan. Bahkan para arsitek saat ini pun mengakui detil hitungan sudut-sudut pada beberapa bangunan kuno yang tersisa saat ini. Para arsitek masa kini sepakat bahwa sejak beberapa tahun yang lalu peradaban manusia sudah cukup maju bahkan mungkin menyamai atau melebihi kemajuan peradaban yang dicapai oleh umat manusia saat ini.

Pengakuan akan kemajuan peradaban umat manusia masa lalu mulai terungkap dengan ditemukannya berbagai situs-situs kota kuno maupun yang tertulis dalam manuskrip kuno seperti kota pompei, kota sodom, atlantis dan lain sebagainya. Kota-kota ini dianggap sudah mengenal teknologi dan mencapai kejayaan peradaban dimasanya. Namun, peradaban yang mendekati dan bahkan mungkin melebihi pengetahuan matematika, astronomi, kedokteran, dan arsitektur masa kini, sekarang tak lagi tersisa. Pengetahuan mereka, kekayaan melimpah yang mereka peroleh, istana dan kuil megah mereka kini tak berpenghuni dan hanya menyisakan reruntuhan. Dari beberapa penelitian kita tahu bahwa sebagian mereka dibinasakan oleh bencana mengerikan.

Kebiadaban Kaum Sodom

Dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa kota sodom adalah kaum yang hidup dalam lumpur kemaksiatan, dimana hari-hari mereka diwarnai dengan kebejatan akhlak yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya. Perampokan dan pencurian adalah tontonan hariaan, penindasan dilakukan oleh mereka yang kuat terhadap yang lemah adalah hal biasa. Maksiat yang paling menonjol dalam perilaku sosial masyarakat kota sodom adalah hubungan seksual sesama jenis, dimana perilaku seksual sejenis ini kemudian untuk beberapa abad kemudian menjadi sebuah istilah maupun untuk memaknai hubungan sejenis ini.

Mata Uang Bangsa Sodom

Bejatnya kaum sodom ini membuat takut para pendatang yang ingin berkunjung ke kota sodom. Jika seorang yang berkunjung ke kota sodom adalah sosok kaya maka hartanya akan menjadi rampasan kaum sodom dan kaum sodom ini tidak segan untuk membunuh mereka apabila mengadakan perlawanan. Akan tetapi apabila yang berkunjung ke kota sodom adalah sosok ganteng maka ia akan menjadi rebutan kaum pria untuk dijadikan sebagai pelampiasan hasrat seksual mereka. Sebaliknya apabila yang berkunjung adalah sosok cantin maka ia menjadi rebutan wanita kaum sodom sebagai pelampiasan hasrat.

Masyarakat kota sodom adalah masyarakat yang benar-benar telah kehilangan rasa malu. Perilaku seksual menyimpang yang dilakukan oleh masyarakat sodom ini tidak lagi dilakukan ditempat yang tertutup tetapi perilaku seksual ini dilakukan ditempat umum sekalipun. Prinsip hidup masyarakat kota sodom adalah hanya untuk kepuasan seksual mereka. Kebejatan dalam perilaku seksual ini pun bisa dilihat dari mata uang yang digunakan oleh kaum sodom. Dalam setiap keping mata uang kaum sodom memperlihatkan dan menggambarkan perilaku seksual.

Musnahnya Kota Pompei

 

Kota pompei adalah sebuah kota di italy dimana pada zamannya kota pompei ini sudah mengenal kemajuan teknologi. Namun kemajuan yang dicapai tidak diiringi dengan norma dan etika. Sehingga perilaku masyarakat kota pompei seperti sebuah pengulangan kisah yang telah terjadi sebelumnya. Dimana perilaku tidak bermoral dan beretika oleh masyarakat kota pompei ini sudah dipraktekan oleh kaum sodom seribu tahun sebelumnya. Perilaku seksual masyarakat pompei ini terlihat pada hasil penggalian situs, dimana fakta memperlihatkan banyak mayat berpasangan yang terawetkan sedang melakukan persetubuhan. Tidak hanya itu tapi banyak pasangan dengan jenis kelamin yang sama dalam posisi sedang melakukan perbuatan mesum. Bahkan ada mayat terawetkan dari beberapa pasangan pria dan wanita yang masih belia sedang melakukan hubungan seksual.

Perilaku kebiadaban masyarakat kota pompei merupakan sebuah simbol dari degradasi akhlak yang dialami oleh kekaisaran bangsa romawi. Dimana perilaku masyarakat kota pompei mirip dengan perilaku kaum sodom. Kota pompei adalah pusat perzinaan dan homoseks masa lalu. Catatan sejarah telah memperlihatkan bahwa kota pompei ternyata merupakan pusat kemaksiatan terbesar. Kota pompei dipenuhi oleh lokasi-lokasi perzinahan. Begitu banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Dimana organ-organ kemaluan dengan ukuran seperti aslinya bergantungan pada pintu-pintu rumah bordil yang ada di kota pompei. Kaum pompei sebagai penganut kepercayaan Mithraic beranggapan bahwa organ-organ seksual dan hubungan seksual adalah sesuatu yang dianggap bukan hal yang tabuh dan perilaku seksual tidak untuk dilakukan ditempat yang tersembunyi. Menurut kepercayaan mithraic yang dianut oleh masyarakat pompei ini hendaknya perilaku seksual itu dipertontonkan secara terbuka.

Atlantis

Dalam beberapa buku yang membahas tentang atlantis mengisahkan bahwa dalam kehidupan masyarakat atlantis pada awalnya adalah bangsa yang memiliki peradaban yang maju dan menjujung nilai-nilai etika dalam perilaku kehidupan masyarakatnya. Masyarakat atlantis adalan merupakan orang-orang terhormat dan kaya yang kemudian menjadi ambisius dan rakus. Bahkan menjelang kehancurannya kerajaan atlantis sebagaimana dikisahkan bahwa masyarakat atlantis mempunyai perilaku seksual yang mulai menyimpang. Perilaku seksual menyimpang ini masyarakat atlantis melakukan hubungan seksual dengan hewan sekalipun. Perilaku menyimpang ini membuat para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.

Hancurnya kaum sodom, kota pompei maupun tenggelamnya atlantis adalah sebuah pelajaran bahwa kegemilangan peradaban bukan sebuah hal yang patut dibanggakan tanpa disertai dengan tunjangan nilai-nilai etika. Dari beberapa kisah hancurnya peradaban yang dikisahkan diatas memiliki kemiripan kehancuran. Dimana hencurnya kota-kota tersebut lebih disebabkan oleh bencana maha dahsyat setelah mengalami degradasi moral dan etika. Penghancuran ini mirip dengan peristiwa-peristiwa azab sebagaimana yang terdapat dalam kitab suci.

Musnahnya Peradaban Maya

 

Bagi para penyelam Lubang Biru di Belize[4] adalah sebuah keajaiban seperti yang tercantum dalam daftar 10 tempat mengagumkan di dunia yang dirilis Discovery Channel. Tetapi bagi para ilmuwan, Lubang Biru yang merupakan gua bawah laut itu memiliki kaitan dengan proses kemusnahan peradaban bangsa Maya. Belize adalah sebuah Negara di Karibia, Amerika Tengah. Di tahun 1862 Belize dikuasai Inggris dan menjadi Negara independen di bawah Persemakmuran pada 1981. Andre Droxler dari Rice University Earth, kepada LiveScience mengatakan bahwa Lubang Biru itu memiliki kaitan dengan peradaban Maya yang hilang.

Sebuah tim yang dipimpin Droxler menggali inti Lubang Biru dan sebuah tempat di sekitar lagoon. Mereka menemukan bahwa perbandingan titanium dan aluminium di tempat itu berubah pada abad ke-9 dan ke-10. Itu adalah masa dimana Bangsa Maya di Semenanjung Yucatan mulai punah. Semakin banyak titanium artinya semakin besar curah hujan yang mempengaruhi kawasan itu. Kandungan titanium ini ditemukan dalam aliran air di kawasan itu.Antara tahun 800 hingga 1000 perbandingan titanium dan aliminium semakin kecil dan ini berarti curah hujan semakin kecil pula.

Ketika terjadi kemarau, Anda akan mulai mendapatkan wabah penyakit dan kekacauan,” ujar Doxler. Bangsa Maya terkenal dengan peradaban mereka yang maju dalam hal astronomi dan pertanian. Bangsa ini mendiami Semenanjung Yucatan dalam paruh pertama milenium pertama. Tetapi sejak abad ke-9 banyak dari kota pusat peradaban Maya yang berada di Guatemala, El Salvador, Honduras dan selatan Meksiko ditinggalkan.Inilah yang selama beberapa dekade terakhir menarik perhatian para ilmuwan. Teori tentang kemarau di kawasan itu bukan sesuatu yang baru. Pada tahun 2012, contoh dari stalagmit yang berusia 2.000 tahun juga mengindikasikan hal yang sama.

Para ilmuwan mengidentifikasi penyebab kehancuran peradaban suku Maya[5]. Selama 1200 tahun suku Maya mendominasi Amerika Tengah. Pada puncak kejayaannya sekitar tahun 900 Masehi, kota-kota Maya dipadati oleh sekitar 2.000 orang per mil persegi, sama dengan kota Los Angeles saat ini. Bahkan di wilayah pedesaan, penduduknya tetap menunjukkan jumlah yang besar, 200 – 400 orang per mil persegi. Namun tiba-tiba, semuanya menjadi sunyi. Dan kesunyian ini adalah saksi salah satu kehancuran demografis dalam sejarah umat manusia, runtuhnya peradababan suku Maya.

Beberapa pembaca blog ini bertanya : Apa yang menyebabkan peradaban Maya yang luar biasa runtuh begitu saja ? Pertanyaan ini tepat waktunya karena baru-baru ini, yaitu pada tanggal 6 Oktober 2009, nasa merilis hasil penelitian mereka mengenai penyebab kehancuran peradaban Maya. Jadi informasi ini masih termasuk baru. Jadi apa yang terjadi ? Beberapa peneliti yang dibiayai oleh NASA berpikir bahwa mereka mengetahui jawabannya.

“Mereka menyebabkan kemusnahan mereka sendiri,” Kata arkeolog veteran Tom Sever. “Suku Maya sering digambarkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam keharmonisan dengan lingkungannya,” Kata mahasiswa PhD Robert Griffin. “Namun seperti kebudayaan lain sebelum dan sesudah mereka, mereka menebang hutan dan menghancurkan lingkungannya untuk bertahan hidup di masa sukar.” Menurut para peneliti, musim kemarau panjang muncul pada waktu yang bersamaan dengan hilangnya peradaban bangsa Maya. Dan pada saat kehancurannya, penduduk Maya juga menebang begitu banyak pohon untuk menyediakan lahan jagung bagi populasi mereka yang terus berkembang. Selain itu mereka juga menebang pohon-pohon untuk membuat kayu bakar dan membuat bangunan.

“Paling sedikit mereka harus menebang sekitar 20 pohon untuk memanaskan batu kapur hanya untuk membuat plester kapur seluas 1 meter persegi yang digunakan untuk membangun kuil megah, waduk dan monumen,” Kata Sever menjelaskan. Ia dan timnya menggunakan simulasi komputer untuk merekonstruksi bagaimana penggundulan hutan memainkan peranan penting dalam memperburuk musim kemarau yang melanda. Mereka juga mengisolasi efek penggundulan hutan dengan menggunakan model iklim komputer yang terbukti akurat : PSU/NCAR mesoscale atmospheric circulation model, yang juga dikenal dengan sebutan MM5 dan Community Climate System Model atau CCSM.

“Kami membuat model untuk skenario terbaik dan terburuk : pertama, 100 persen penggundulan hutan di wilayah Maya dan kedua, tidak ada penggundulan hutan,” Kata Sever. “Hasilnya mengejutkan. Hilangnya semua pohon ternyata dapat menyebabkan temperatur naik 3-5 derajat dan curah hujan berkurang 20-30 persen.” Hasil penelitian ini memang memberikan informasi baru, namun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai mekanisme runtuhnya suku Maya. Catatan arkeologi mengungkapkan bahwa walaupun sebagian kota-kota Maya lenyap pada masa kemarau panjang, beberapa kota berhasil bertahan.

“Kami percaya bahwa kekeringan panjang membawa dampak berbeda di wilayah yang berbeda.” Kata Griffin. “Kami juga percaya bahwa naiknya temperatur dan berkurangnya curah hujan yang diakibatkan oleh penggundulan hutan menyebabkan masalah serius kota-kota Maya.”Suku Maya melakukan penggundulan hutan dengan menggunakan metode agrikultur tebang dan bakar, sebuah metode yang masih digunakan oleh mereka hari ini. “Kita tahu bahwa setiap 1 hingga 3 tahun setelah menanami sebuah lahan, lahan tersebut harus didiamkan selama sekitar 15 tahun untuk memulihkan mineral-mineralnya. Pada masa itu, pohon-pohon dan vegetasi dapat tumbuh kembali di lahan itu sementara kita dapat menebang dan membakar wilayah lain untuk ditanami.”

Namun, apa jadinya jika kita tidak mendiamkan sebuah lahan cukup lama untuk memulihkan mineralnya ? Dan apa jadinya jika kita terus menebang hutan untuk memenuhi kebutuhan makanan yang terus bertambah ?”Kami percaya itulah yang terjadi,” Kata Griffin. “Suku Maya menebang habis sebagian besar wilayah dan mereka melakukan pertanian secara berlebihan.” Kekeringan bukan hanya membawa kesulitan untuk pertanian, namun suku Maya juga mengalami kesulitan menyimpan air untuk persediaan musim kemarau. “Kota Maya mencoba untuk menyimpan persediaan air 18 bulan di waduk,” Kata Sever. “Contohnya, di Tikal ada waduk yang menampung jutaan galon air. Tapi tanpa curah hujan yang cukup, waduk itu menjadi kering.” Kelaparan dan kehausan melanda. Dan selanjutnya menjadi sejarah.

“Di beberapa kota Maya, kuburan massal yang ditemukan berisi beberapa kelompok tengkorak dengan potongan batu jade di giginya, yang memang biasanya hanya dipakai penduduk kelas atas suku Maya. Hal ini mungkin menunjukkan adanya pembunuhan massal para kaum aristokrat.” Kata Sever lagi. Ia percaya bahwa penggundulan hutan dan kemarau yang menyebabkan kelaparan mungkin telah membawa akibat lainnya seperti perang saudara dan wabah penyakit. Banyak fakta yang terungkap ini berasal dari pencitraan gambar oleh satelit. “Dengan menginterpretasikan data infra merah satelit, kami mengidentifikasi ratusan kota-kota kuno Maya yang ditinggalkan yang bahkan sebelumnya tidak pernah diketahui.

Suku Maya menggunakan plester kapur sebagai fondasi pembangunan kota-kota mereka yang penuh dengan kuil-kuil indah, observatori dan piramid. Selama ratusan tahun, Kapur tersebut meresap kedalam tanah. Hasilnya, vegetasi di sekitar reruntuhan bangunan Maya terlihat berbeda dalam pencitraan infra merah, bahkan sampai hari ini.” “Teknologi ruang angkasa telah merevolusi arkeologi.” Sever menyimpulkan.”Kami menggunakannya untuk menyelidiki tragedi masa lampau untuk mencegah hal itu terjadi di masa kini.”

Musnahnya Peradaban Amazon

 

Bukti Peradaban Amazon, ada jalan dan pemukiman yang tertata canggih[6]. Sungai Amazon adalah sungai dengan volume terbesar di dunia, dengan air yang mengalir dari kedua belahan selatan dan utara. Menurut laporan berbagai media, lembah sungai Amazon adalah termasuk peradaban kuno. Mengapa kebudayaan dan teknologi yang begitu maju kini musnah? Menurut laporan, sebelumnya orang selalu berpikir bahwa hanya ada hutan di bagian barat Brazil. Namun, sekarang ada semakin banyak bukti menunjukkan bahwa ada aktivitas manusia di sana sebelumnya.

Para peneliti telah menemukan jaringan tempat tinggal yang dihubungkan dengan jalan, dengan jalan besar pasar di tengah lingkungan yang kuno. Beberapa artefak mengungkapkan bahwa orang-orang di sana mengembangkan pertanian, tempat terbuka yang bersih, dan kemungkinan mendirikan tambak ikan. Para peneliti mengatakan bahwa mirip dengan peninggalan dari peradaban Yunani kuno, tempat tinggal Amazon ini dikelilingi oleh struktur tebal seperti dinding kota. Namun, saat ini wilayah yang pernah makmur oleh peradaban manusia ini ditutupi oleh hutan lebat.

Masyarakat sekarang mengejar hidup nyaman, tanpa berpikir banyak tentang perjalanan sejarah. Setelah mengalami banyak perubahan-perubahan kehidupan, peradaban di sepanjang Sungai Amazon menghilang, peradaban Maya menghilang, dan orang-orang kuno peradaban Asia Tengah seperti Loulan dan Dunhuang juga hilang. Loulan juga disebut Kroran atau Kroranyina, kota abad ke-2-kerajaan kuno di sepanjang Jalan Sutra dalam apa yang sekarang disebut bagian dari Propinsi Xinjiang, China, sekarang sepenuhnya terkubur oleh gurun.

Dunhuang adalah kota besar kuno lain Jalan Sutra terletak di persimpangan antara Utara dan Selatan Jalan Sutra selama dinasti Han dan Tang, titik utama perdagangan antara Tiongkok dan Barat. Apa yang tersisa sekarang adalah hutan, gurun, dan legenda. Ketika bencana datang, ketika menghadapi gempa bumi, tsunami, dan wabah, kita mulai menyadari kemampuan manusia yang tampak hebat dan maju dalam sekejap bisa musnah.Tentu saja, dari legenda dan ramalan, dapat dilihat bahwa masyarakat secara bertahap mendekati jurang berbahaya setiap kali orang-orang di masyarakat tidak berhenti untuk berselisih satu sama lain, egois dan demi keuntungan pribadi/ kelompok menggunakan cara apapun.

2.       Negara-Negara yang Bubar

Runtuhnya Kekaisaran Romawi Kuno

 

Di akhir abad ke-4, pernah berdiri kekaisaran terkuat yang disegani dunia kala itu.selama hampir 500 tahun kekaisaran itu bertahan. Saking kuatnya kekaisaran tersebut, timbul perdebatan tentang bagaimana keruntuhannya bisa terjadi. Bahkan, para sejarawan sempat percaya bahwa kekaisaran ini tak pernah benar-benar sirna.

 

Berikut ini adalah dugaan mereka tentang bagaimana Kekaisaran Romawi Kuno itu jatuh.

 

  1. Invasi oleh suku-suku Barbar

 

Teori yang umum untuk runtuhnya Romawi barat yaitu serangan yang berkelanjutan dari kekuatan-kekuatan luar dan menyebabkan kerugian militer berskala besar. Romawi sudah lama berselisih dengan suku-suku Jermanik selama berabad-abad, tetapi oleh kelompok “barbar” bangsa Goth telah mampu menggerogoti perbatasan Wilayah Roma.

 

Meski Kekaisaran Romawi mengalami puncak kejayaan dari 98 SM-117 M, namun kekuasaan itu selalu berada dalam bahaya dari serangan musuh di perbatasan, terutama di Inggris bagian utara, Jerman utara, dan di dekat Laut Hitam. Semua itu melemahkan kekuatan militer Romawi. Selain itu, tidak semua kaisar Romawi adalah pemimpin yang baik, yang benar-benar memikirkan nasib rakyatnya.

 

Titik awal kejatuhan Roma dimulai pada saat kebangkitan suku-suku Jermanik pada akhir abad keempat, pada 410 M Suku Goth yang dipimpin Alaric the Visigoth berhasil mencapai kota Roma, Tapi Romawi mampu bertahan dari itu beberapa dekade di bawah ancaman yang konstan sebelum “Kota Abadi” itu diserang lagi pada tahun 455 M oleh Suku Vandal.

 

Akhirnya, pada 476 M pemimpin Odoacer Jermanik dapat menggulingkan Kaisar Romulus Augustus. Sejak saat itu, tidak ada lagi kaisar Romawi yang memerintah di daratan Italia.

 

  1. Masalah ekonomi dan Ketergantungan pada Budak

 

Bahkan saat Roma berada dibawah serangan dari luar, krisis keuangan Roma juga sedang parah. Perang yang konstan dan pengeluaran yang berlebih harus merongoh gocek kas kekaisaran, dan pula perpajakan yang menindas juga inflasi telah melebarkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin.

 

Dengan harapan menghindari petugas pajak, banyak warga si kaya melarikan diri ke pedesaan. Pada saat yang sama, kekaisaran diguncang oleh defisit tenaga kerja. Ekonomi Roma bergantung pada budak untuk bercocok tanam dan bekerja sebagai pengrajin.

 

Tapi ketika ekspansi terhenti pada abad kedua, pasukan budak Roma dan harta rampasan perang lainnya mulai habis. Pukulan yang lebih lanjut datang pada abad kelima, ketika Vandal menaklukan wilayah Afrika Utara dan mulai mengganggu perdagangan kekaisaran dengan berkeliaran sebagai bajak laut Mediterania. Ekonomi Roma yang goyah dan produksi komersial pertanian menurun, Kekaisaran itu mulai kehilangan kekuatannya di Eropa.

 

  1. Pembagian Wilayah dan Kebangkitan Romawi Timur

 

Ketika Kaisar Diocletian membagi Kekaisaran menjadi dua bagian yaitu Kekaisaran Barat di kota Milan, dan Kekaisaran Timur di Bizantium, yang kemudian dikenal sebagai Konstantinopel.

 

Pembagian ini membuat kekaisaran lebih mudah dalam memerintah, tapi seiring waktu 2 wilayah itu merenggang. Timur dan Barat gagal untuk bekerja sama dalam memerangi ancaman luar, dan sering bertengkar atas sumber daya dan bantuan militer. jadinya Sebagian besar yang Timur tumbuh kekayaan sedangkan yang Barat turun ke krisis ekonomi.

 

Yang paling penting, kekuatan Kekaisaran Timur menjadi pengalih invasi Barbar ke Barat. Kaisar Constantine memastikan bahwa kota Konstantinopel itu kuat dan dijaga dengan baik, tapi kota Roma di Italia hanya memiliki nilai simbolis. Struktur politik Barat akhirnya hancur pada abad kelima, tapi Kekaisaran Timur mengalami perkembangan selama ribuan tahun sebelum serangan Kerajaan Ottoman di tahun 1400-an.

 

  1. Expansi Militer yang tiada Habisnya

 

Pada puncaknya, Kekaisaran Romawi membentang dari Samudera Atlantik sampai ke Sungai Eufrat di Timur Tengah, namun kemegahan itulah yang menjadi kejatuhannya. Dengan wilayah yang sedemikian luas untuk memerintah, kekaisaran harus menghadapi masalah administratif dan logistik.

 

Bahkan dengan sistem jalan yang sangat baik, orang-orang Romawi tidak dapat berkomunikasi dengan cepat dan efektif untuk mengelola kepemilikan mereka.

 

Roma juga berjuang untuk mengumpulkan sumber daya dan pasukan yang cukup untuk mempertahankan negara dari pemberontakan lokal maupun serangan luar, dan pada abad kedua Kaisar Hadrian dipaksa untuk membangun dinding “Hadrian Wall” di Inggris hanya untuk menjaga musuh di teluk. Karena semakin banyak dana yang disalurkan kesana, kemajuan teknologi melambat dan infrastruktur sipil Roma jatuh ke dalam keruntuhan.

 

  1. Korupsi Pemerintah dan ketidakstabilan Politik

 

Kepemimpinan yang tidak efektif dan tidak konsisten dapat memperbesar masalah. Menjadi kaisar Romawi selalu menjadi pekerjaan yang sangat berbahaya, Setelah kematian Kaisar Marcus Aurelius pada 180 M, Romawi mengalami perpecahan akibat perseteruan politik. Para penjaga Praetoria (prajurit pribadi kaisar) dipilih dan dipecat oleh kaisar sekehendak hati. Selain itu, kaisar yang memimpin juga berganti-ganti ada sekitar 60 kaisar antara 284 SM-235 SM.

 

  1. Kedatangan Suku Hun dan migrasi suku-suku Barbar

 

Serangan barbar di Roma sebagian berasal dari migrasi massal yang disebabkan oleh invasi Hun dari Eropa pada akhir abad keempat. Ketika prajurit Eurasia mengamuk di Eropa Utara, itulah yang menyebabkan banyak suku-suku Jermanik migrasi ke perbatasan Kekaisaran Romawi. Bangsa Romawi tentunya enggan mengizinkan anggota suku Visigoth untuk menyeberangi selatan sungai Donau dan ke dalam keamanan wilayah Romawi, tetapi mereka memperlakukan mereka dengan kekejaman yang ekstrim.

 

Menurut sejarawan Ammianus Marcellinus, pejabat Romawi bahkan membuat Goth kelaparan dan memaksa memperdagangkan anak-anak mereka sebagai budak untuk pertukaran daging anjing. Orang-orang Romawi menciptakan musuh yang berbahaya dalam perbatasan mereka sendiri. Ketika penindasan menjadi terlalu berat untuk ditanggung, Goth bangkit dalam pemberontakan dan akhirnya memukul mundur tentara Romawi dan membunuh Kaisar Valens selama Pertempuran Adrianople pada tahun 378 M.

 

Bangsa Romawi terkejut dan berupaya merundingkan perdamaian dengan barbar, tapi gencatan senjata hanya dalam tahun 410 M, setelah Alaric the Visigoth bergerak ke barat. Dengan Kekaisaran Barat yang melemah, suku-suku Jermanik seperti Vandal dan Saxon mampu menerobos perbatasan dan menduduki Inggris, Spanyol dan Afrika Utara.

 

  1. Kristenisasi dan hilangnya nilai-nilai tradisi

 

Bahkan ada yang berpendapat bahwa kebangkitan agama yang baru juga berpengaruh terhadap jatuhnya kekaisaran. Dekrit Kristen Milan disahkan pada tahun 313 M dan kemudian menjadi agama resmi pada 380 M. keputusan ini mengakhiri abad-abad penganiayaan terhadap pemeluk kristen, tetapi ini juga mengikis sistem nilai-nilai tradisional Romawi, meskipun pengaruhnya hanya sedikit.

 

  1. Melemahnya Legiun Romawi

 

Sebagian besar sejarahnya, militer Roma adalah yang terbaik di dunia kuno. Tetapi selama penurunan, susunan legiun mulai berubah. Tidak dapat lagi merekrut tentara yang cukup dari warga Romawi, kaisar Diocletian dan Constantine mulai mempekerjakan tentara bayaran asing untuk menopang pasukan mereka.

 

Jajaran legiun akhirnya harus menyatu dengan tentara bayaran Goth dan barbar lain, sehingga orang Romawi mulai menggunakan kata Latin “barbarus” di tempat “tentara bayaran” Meskipun tentara Jerman terkenal ganas, mereka memiliki sedikit atau tidak ada loyalitas kepada kekaisaran, dan karena kehausan akan kekuasaan seringkali mereka berbalik melawan majikannya. Bahkan, banyak dari kaum barbar yang berada di kota Roma meruntuhkan Kekaisaran Barat saat masih bertugas di legiun Romawi.[7]

 

Runtuhnya Konstantinopel

Kejatuhan Konstantinopel adalah penaklukan ibu kotaKekaisaran Romawi Timur, yang terjadi setelah pengepungan sebelumnya, di bawah komando Sultan Utsmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad al-Fatih, melawan tentara bertahan yang dikomandoi oleh Kaisar Bizantium Konstantinus XI. Pengepungan berlangsung dari Jumat, 6 April 1453– Selasa, 29 Mei 1453 (berdasarkan Kalender Julian), ketika kota itu ditaklukkan oleh Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dankekaisaran.

Pergantian kekuasaan dari Kekaisaran Romawi Timur kepada Kesultanan Utsmaniyah ini menyebabkan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah terputus. Orang-orang Eropa tidak lagi datang ke Konstantinopel dan Venesia yang merupakan pelabuhan transit dalam perdagangan antara Asia dan Eropa. Persediaan rempah-rempah untuk dunia Kristen yang dulunya bisa didapatkan di Konstantinopel tidak tersedia lagi karena konflik antar agama Kristen dan Islam. Para pedagang terpaksa mencari jalur lain ke sumber rempah-rempah dan hal tersebut membawa bangsa Eropa ke kepulauan Nusantara yang pada akhirnya membuat bangsa Belanda menjajah Nusantara selama 350 tahun lamanya.[8]

Negara-Negara yang Bubar di Abad 20

 

Tidak pernah ada jaminan bahwa suatu Negara berdaulat akan tetap berdiri selamanya. Jika menengok ke lembar sejarah, kita akan menyaksikan Negara-Negara yang semula dianggap besar, kuat, bahkan adidaya, akhirnya bubar karena berbagai alasan dan latar belakang. Negara-Negara itu bahkan bubar pada abad ke-20, suatu era yang bisa dibilang “baru kemarin”. [9]

Uni Soviet, misalnya, telah berdiri puluhan tahun dan sejarah mencatatnya sebagai Negara yang tidak hanya besar dan kuat, tetapi juga memiliki pengaruh yang sangat luas. Negara itu bahkan menjadi saingan utama Amerika Serikat yang sama-sama dianggap Negara adidaya. Tapi Uni Soviet kemudian bubar. Imperium Ottoman, kekaisaran besar yang telah berdiri megah selama ratusan tahun, juga akhirnya bubar dan kini tinggal sejarah.

Berikut ini sepuluh Negara yang pernah berdiri sebagai pemerintahan berdaulat, tapi kemudian runtuh pada abad ke-20 dan menghilang dari peta dunia.

Uni Republik Soviet Sosialis

Negara yang lebih dikenal dengan nama Uni Soviet ini telah berdiri sejak 1922, sampai kemudian bubar pada 1991. Selama tujuh dekade pemerintahannya, Uni Soviet menjadi Negara adidaya, benteng kokoh yang menghidupkan ajaran Marxis-Stalinisme.

Uni Soviet didirikan pada masa kacau setelah pecahnya Imperium Rusia, pasca Perang Dunia I. Sejak itu, Uni Soviet menunjukkan kekuatannya dengan mengalahkan Nazi Jerman ketika tidak ada orang yang berpikir bahwa Hitler bisa dihentikan. Uni Soviet juga menjajah Eropa Timur selama lebih dari empat puluh tahun, menghasut Perang Korea pada 1950, dan hampir berperang dengan Amerika Serikat karena krisis rudal di Kuba pada 1962.

Tapi Negara adidaya dengan kekuatan besar itu kemudian mencapai antiklimaks pada 1991. Tanda-tanda runtuhnya Uni Soviet sudah tampak pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman pada 1989, yang diikuti hancurnya komunisme di Eropa Timur. Setelah bubar, Uni Soviet terpecah menjadi 15 Negara berdaulat, menciptakan blok pecahan baru yang besar sejak pecahnya Kekaisaran Austro-Hungaria pada 1918.

Sikkim

Sikkim adalah Negara yang berdiri di atas sebidang tanah tersembunyi di Pegunungan Himalaya, terhimpit India dan Tibet-Cina. Negara ini mungkin tidak terkenal, bahkan mungkin jarang didengar keberadaannya. Tetapi Sikkim telah berdiri sebagai Negara sejak abad ke-8 Masehi, dan bertahan menjadi sebuah monarki kecil hingga abad ke-20.

Sampai kemudian, dengan berbagai pertimbangan—salah satunya karena menyadari tidak ada alasan yang baik untuk terus mandiri—mereka memutuskan untuk bergabung dengan India modern pada tahun 1975. Sejak itu, Negara Sikkim lenyap dari peta dunia.

Imperium Ottoman

Imperium Ottoman adalah kekaisaran besar dalam sejarah, yang pernah berdiri megah selama lebih dari enam ratus tahun. Didirikan pada 1299, kekuasaan Imperium Ottoman membentang dari Maroko ke Teluk Persia, dari Sudan hingga jauh ke utara Hungaria. Tetapi kejayaan yang hebat itu perlahan-lahan mengalami kemunduran selama berabad-abad, sampai runtuhnya mereka di abad ke-20.

Pada 1922, setelah Turki memenangkan perang kemerdekaan mereka, Imperium Ottoman dihapuskan, dan lahirlah Negara Turki modern.

Uni Arab Republik

Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser, memiliki ide untuk menyatukan bangsa Arab yang terpecah dalam dua Negara (Mesir dan Suriah), agar bisa menjadi aliansi yang efektif untuk melawan musuh bebuyutan mereka, yakni Israel. Dengan kharismanya yang besar, Gamal Abdel Nasser mampu mewujudkan ide itu, dan terbentuklah Negara baru bernama Uni Arab Republik, pada 1958. Negara itu merupakan penyatuan Mesir dan Suriah.

Tetapi ide itu tidak berlangsung mulus sejak awal. Jarak antara Mesir dan Suriah yang terpisah beberapa ratus mil hampir mustahil menciptakan pemerintah pusat bersama. Selain itu, Suriah dan Mesir juga tidak pernah cukup setuju pada tujuan yang merupakan prioritas nasional.

Sampai kemudian, ketika Gamal Abdel Nasser meninggal dunia pada 1970, aliansi dua Negara itu pun mengalami keretakan. Klimaksnya terjadi pada 1971, ketika akhirnya Mesir dan Suriah kembali menjadi Negara sendiri-sendiri, dan Uni Arab Republik dibubarkan.

Vietnam Selatan

Pada 1954, Vietnam dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Vietnam Utara menjadi Negara komunis, sementara Vietnam Selatan mengadopsi sistem demokrasi. Sejak itu, Negara baru bernama Vietnam Selatan pun berdiri, tepatnya pada 1955.

Sebagaimana yang terjadi pada Korea Utara dan Korea Selatan, perang saudara pun tak terhindarkan di dua Vietnam. Amerika Serikat bahkan kemudian ikut terjun dalam konflik, membela Vietnam Selatan, dan perang itu menjadi salah satu perang yang paling menguras biaya bagi Amerika.

Akibat desakan internasional dan rakyatnya sendiri, Amerika akhirnya meninggalkan perang itu, dan membiarkan Vietnam Selatan berjuang sendiri pada 1973. Dua tahun kemudian, pada 1975, Vietnam Selatan mengakhiri perang saudara, dan mereka mengubah nama Negara Vietnam Selatan menjadi Saigon, dengan Ho Chi Minh City sebagai Ibukota.

Tibet

Wilayah yang disebut Tibet telah ada selama lebih dari seribu tahun, dan sejak 1913 dikelola sebagai Negara yang merdeka. Sampai kemudian, Cina menduduki Tibet pada 1951, dan pasukan Mao mengakhiri kedaulatan Tibet.

Memasuki era 1950-an, kondisi Tibet semakin tegang, sampai akhirnya Negara itu memberontak pada 1959, yang mengakibatkan aneksasi Cina dan pembubaran pemerintahan Tibet untuk selamanya. Tibet selesai sebagai Negara, dan Cina mengubahnya sebagai wilayah, bukan lagi Negara.

Austro-Hungaria

Kekaisaran Austro-Hungaria telah berdiri megah sejak 1867, sampai kemudian terkoyak moyak menjadi pecahan banyak Negara seusai Perang Dunia I. Tidak ada Negara mana pun yang menderita kerugian lebih besar dibanding Austro-Hungaria setelah berakhirnya perang besar itu. Sementara Negara-Negara lain hanya mengalami kerugian secara ekonomi atau kehilangan wilayah geografis, Austro-Hungaria benar-benar runtuh pada 1918.

Pembubaran kekaisaran besar itu kemudian menghasilkan Negara modern Austria, Hungaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia, dengan bagian-bagian lainnya yang bergabung ke Italia, Polandia, serta Rumania.

Cekoslowakia

Sebagai pecahan dari Kekaisaran Austro-Hungaria, Cekoslowakia berdiri sebagai Negara berdaulat pada 1918, dan menjalankan pemerintahan dengan sistem demokrasi. Sampai kemudian, pada Maret 1939, Negara itu diduduki oleh Jerman. Ketika Jerman dikalahkan dalam Perang Dunia II, Cekoslowakia diduduki oleh Uni Soviet, dan diubah menjadi Negara satelit Soviet.

Pada 1991, Uni Soviet bubar, dan meninggalkan pendudukannya di Cekoslowakia. Pada waktu itu, Cekoslowakia berusaha membangkitkan kembali Negara demokrasi mereka. Namun etnis Slavia di timur menuntut Negara independen mereka sendiri. Akhirnya, Cekoslowakia pun pecah menjadi Republik Ceko di barat, dan Negara Slowakia di sebelah timurnya.

Yugoslavia

Seperti Cekoslovakia, Yugoslavia adalah Negara pecahan dari Kekaisaran Austro-Hungaria pasca Perang Dunia I. Namun, berbeda dengan Cekoslowakia yang menjalankan sistem pemerintahan demokratis, Yugoslavia menjadi Negara monarki yang otokratis. Pemerintahan tersebut berlangsung sejak 1918, sampai kemudian Nazi Jerman menginvasi Negara itu pada 1941.

Pada 1945, ketika Nazi Jerman runtuh, Yugoslavia berhasil menghindari pendudukan Uni Soviet, tapi komunisme menguasai Negara tersebut. Sejak itu, Yugoslavia diperintah di bawah kediktatoran sosialis Marsekal Josip Tito, pemimpin tentara partisan selama Perang Dunia II.

Sampai kemudian, pada 1992, bersama ketegangan dan berbagai konflik internal serta nasionalisme yang bangkit di sana, perang saudara pun pecah. Hasil akhirnya, Yugoslavia bubar dan menjadi enam Negara kecil, yaitu Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Macedonia, dan Montenegro.

Jerman Timur

Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Negara itu dipecah menjadi dua bagian, yaitu Jerman dan Jerman Timur. Jerman dikuasai Amerika, sedangkan Jerman Timur dikuasai Uni Soviet. Perbatasan kedua wilayah itu ditandai dengan tembok tinggi yang terkenal dengan nama Tembok Berlin, dan sejak itulah Jerman Timur menjadi Negara komunis pada 1949 di bawah pengaruh Uni Soviet.

Runtuhnya Tembok Berlin pada 1990 tidak hanya menandai berakhirnya era komunisme di Jerman Timur, tetapi juga menandai akhir Negara tersebut. Bersama tumbangnya Uni Soviet, Jerman Timur melakukan reintegrasi dengan pecahannya, dan menjadi Negara Jerman seperti yang kita kenal sekarang.

Runtuhnya Uni Soviet / USSR (Union of Soviet Socialist Republics)

 

Uni Soviet mulai dibentuk sejak meletusnya Revolusi Rusia pada 25 Oktober 1917. Revolusi Rusia lahir sebagai reaksi kekecewaan rakyat terhadap Tsar Nicholas II yang despotis dan korup. Revolusi digerakkan kaum Bolsyewik yang berhaluan marxisme di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Lenin. [10] Setelah berhasil merebut tampuk kekuasaan, sejak tahun 1922 Lenin mulai mengembangkan teritorial Negara ke wilayah sekitarnya. la kemudian membentuk federasi dengan nama Uni Soviet. Mulai 30 Desember 1922, federasi ini terdiri dari 15 Negara bagian, yaitu Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belorusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgisia, Latvia Lithuania, Moldovia, Tadjikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.

Pada tahun 1924 Lenin meninggal dan digantikan Joseph Stalin. Semasa tampil di panggung kekuasaan, Stalin sering menindas dan melenyapkan semua saingan politiknya. Tidak tanggung-tanggung, tokoh sekaliber Leon Trotsky yang berjasa dalam Revolusi Rusia dipecat dan dibunuhnya. Tatkala Stalin mampu mengukuhkan kekuasaannya, pada tahun 1952 Partai Uni Serikat Komunis (PUSK) diubahnya dengan nama baru Partai Komunis Uni Soviet (PKUS). la menjabat Sekretaris Jenderal PKUS sampai tahun 1953. Berkat kepiawaian politik, ia menjadi diktator yang mampu mengantarkan Uni Soviet menjadi Negara komunis terkuat di dunia.

Sepeninggal Stalin, jabatan sekjen partai dipegang oleh NikitaJ Khuschev sampai tahun 1964. Kemudian beralih kepada Leonid Brezhnev yang berkuasa cukup lama, yaitu dari tahun 1964 sampai 1982. Pada saat Uni Soviet di bawah kendalinya, Negara mengalami kemerosotan di segala bidaiig. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun drastis, korupsi merajalela, produk pertanian kurang variatif, sektor jasa berjalan payah, dan berbagai kemunduran lainnya.

Penerus pemerintahan Uni Soviet harus mewarisi kerusakan dan kemacetan ekonomi dari Brezhnev. Jabatan Sekjen PKUS berturut-turut beralih dari Yuri Andropov (1982-1984), ke Konstantin Chernenko (1984-1985), sampai akhirnya dijabat oleh Mikhail Gorbachev sejak 11 Maret 1985. Mikhail Gorbachev menyadari bahwa penerapan marxisme telah menyeret Negara ke ambang kemunduran. Sistem politik yang dijalankan itu ternyata gagal membawa Uni Soviet ke dalam kehidupan yang makmur seperti di Negara-Negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sejak berkuasa, Gorbachev menghadapi tantangan kemacetan ekonomi yang tidakboleh dibiarkan berlarut-larut. la ingin memulihkan kondisi politik dan ekonomi Uni Soviet melalui suatu reformasi.

Untuk merealisasikan ambisinya, Gorbachev melontarkan ide reformasi berupa perestroika, glasnot, dan demokratisasi.

  1. Perestroika, yaitu menata kembali berbagai kebijakan di semua bidang kehidupan.
  2. Glasnot bermakna membuka diri dari pergaulan internasional dan memperluas partisipasi masyarakat dalam Negara.
  3. Demokratisasi, yakni memperlakukan sama terhadap semua warga Negara untuk menyampaikan gagasan atau pandangan terhadap semua kebijakan pemerintahan.

Melalui reformasi politik dan ekonomi, Gorbachev berusaha membawa Uni Soviet kepada kehidupan yang lebih baik. Sejak diterapkan ide pembaharuan, tumbuh suatu suasana yang makin hidup di Uni Soviet. Akan tetapi di lain pihak, kebijakan Gorbachev menimbulkan dampak yang tidak diduga sebelumnya. Pertentangan sosial dalam masyarakat muncul. Bahkan di era reformasi itu lahir kelompok-kelompok masyarakat yang satu sama lainnya bersaing memperebutkan pengaruh dan kekuasaan, yaitu kelompok moderat, konservatif, dan radikal.

  1. Kelompok moderat, yakni kelompok yang menyetujui reformasi tetapi tetap menjalankan komunisme yang disempurnakan.
  2. Kelompok konservatif, yakni kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme.
  3. Kelompok radikal, yakni kelompok yang mendukung reformasi, tetapi ingin meninggalkan komunisme.

Pada tanggal 19 Agustus 1991 kelompok konservatif di bawah pimpinan Wakil Presiden Gennadi Yanayev melancarkan kudeta terhadap Gorbachev. Akan tetapi usaha perebutan kekuasaan ini dapat digagalkan Boris Yeltsin, pemimpin kelompok radikal. Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin mulai melambung di pentas politik Uni Soviet.

Gorbachev memang selamat dari kudeta, tetapi ia menghadapi kesulitan ekonomi dalam negeri yang makin parah. Selain itu, kelompok militer mulai terpecah-pecah dan Negara-Negara bagian semakin banyak yang menuntut kemerdekaan. Pada saat itulah seakan-akan timbul kekosongan pimpinan pusat dan Negara berada dalam vacuum of power. Apalagi hal ini kemudian disusul dengan pernyataan pengunduran diri Gorbachev sebagai Sekjen PKUS dan sekaligus mengeluarkan dekrit pembubaran PKUS pada 24 Agustus 1991.

Sehari sesudah peristiwa itu, Boris Yeltsin mengambil alih kekuasaan. Sayang sekali tindakan Boris Yeltsin tidak didukung semua Negara bagian di Uni Soviet. Mereka malahan dengan leluasa dapat melepaskan diri dari Uni Soviet. Akibatnya, runtuhlah Negara adidaya yang telah dibangun dengan susah payah itu. Secara resmi, pembubaran Uni Soviet berlangsung pada 8 Desember 1991. Bendera Uni Soviet diturunkan dan dikibarkanlah bendera Rusia. Selanjutnya, Negara-Negara bekas Uni Soviet mengikat diri dalam organisasi Commonwealth of Independent States (CIS) di bawah pimpinan Rusia.

Apakah yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet?Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab keruntuhan Uni Soviet.

  1. Sistem marxisme-komunisme ternyata tidak memiliki kontrol efektif terhadap bidang politik dan ekonomi.
  2. Marxisme-komunisme tidak memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan.
  3. Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah memberi peluang kepada Negara-Negara bagian untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.
  4. Sistem ekonomi pasar telah mengundang masuknya liberalisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan komunisme.
  5. Kaum buruh yang merupakan andalan marxisme-komunisme ternyata lebih memihak kapitalisme yang memberikan kebebasan untuk memiliki sesuatu daripada komunis yang tidak mengakui hak individu.

Runtuhnya Kerajaan Turki Usmani

 

Runtuhnya Kerajaan Turki Usmani pasca Sultan Sulaiman, diakibatkan karena perebutan kekuasaan antara putra-putranya sendiri. Para pengganti Sultan Sulaiman, sebagian orang-orang yang lemah dan mempunyai sifat dan keperibadian yang buruk. Juga karena lemahnya semangat perjuangan prajurit Usmani yang mengakibatkan kekalahan dalam menghadapi beberapa peperangan, ekonomi semakin memburuk, sifat pemerintahan tidak berjalan semestinya. [11]

Penguasa Turki Usmani hanya mengadakan ekspansi, perluasan wilayah, tanpa memperhitungkan penataan sistem pemerintahan. Hal ini menyebabkan wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan direbut oleh musuh dan sebagian berusaha melepaskan diri. Selain itu, juga disebabkan oleh wilayah kekuasaan yang sangat luas, sehingga pemerintah kesulitan menjalankan administrasi pemerintahan. Faktor lain adalah, kelemahan para penguasa, munculnya budaya pungli, pemberontakan tentara Jenisari, merosotnya ekonomi, dan terjadinya stagnasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Uraian di atas menunjukkan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, tidak terlepas dari watak para penguasanya. Kerajaan Turki Usmani mengalami kemajuan di saat penguasanya adalah orang-orang yang memiliki komitmen memajukan bangsanya, sehingga selain mengadakan perluasan wilayah kekuasaan, juga tidak melupakan penataan dalam negeri yang telah dikuasainya. Memperbaiki administrasi pengelolaan Negara, kemajuan pertahanan dan militer, kemajuan di bidang ilmu pengatahuan dan kebudayaan sebagai syarat untuk mengisi pembangunan bangsa, kehidupan bidang keagamaan yang dapat membentengi Negara dari hal-hal yang bersifat amoral, merupakan persyaratan bagi tegaknya sebuh Negara. Sebaliknya, sebuah Negara dengan wilayah yang sangat luas, heterogenitas penduduk, kelemahan penguasa, akhlak pejabat yang rusak, dan terjadinya stagnasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan bayangan akan kehancuran sebuah pemerintahan, dan ini pula yang dialami oleh Kerajaan Turki Usmani.

H.D. Sirojuddin AR. Mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran kerajaan Turki Usmani, yang meliputi: perluasan wilayah, administrasi yang tidak beres, bangsa dan agama yang heterogen, kebobrokan Konstantinopel, penghianatan para putri istana, pemebrontakan zukisyariah, budaya pungli meraja lela, dekadensi moral, perang yang berkesinambungan, mengabaikan kesejahteraan rakyat, dan munculnya gerakan rasionalisme.

Kenyataan-kenyataan seperti itu telah menjadi momok bagi setiap kekuasaan. Titik lemah suatu Negara atau kekuasaan, jika dalam Negara atau kekuasaan tersebut telah tumbuh sifat-sifat yang demikian. Sifat rakus kekuasaan wilayah tanpa ada pengaturan yang baik, penghianatan internal, moral tidak menjadi ukuran dalam pengambilan keputusan, para penguasa berpoya-poya dengan uang rakyat dan mengabaikan kesejahteraan rakyat, membuat rakyat semakin tidak berdaya, padahal rakyat adalah tulang punggung suatu Negara. Inilah yang titik kelemahan Kerajaan Turki Usmani.

Penghapusan sistem Kekhalifahan

Jatuhnya konstantinopel, ibukota Bizantium, ke tangan pasukan Turki Usmani dibawah pimpinan Sultan Muhammad II Al Fatih pada tahun 1453  dianggap sebagai momentum pertama kontak antara Turki dengan dunia Barat yang disebut dengan era baru. Konstantinopel yang selanjutnya diganti menjadi Istanbul, adalah suatu kota metropolis yang berada di benua Asia dan Eropa. Inilah titik awal masa keemasan Turki Usmani, yang terus cemerlang hingga abad ke-18 dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas membentang dari Hongaria Utara di Barat hingga Iran di Timur; dari Ukrania di Utara hingga Lautan India di Selatan.

Turki Usmani berhasil membentuk suatu Imperium besar dengan masyarakat yang multi-etnis dan multi-religi yang berasilimilasi secara lentur. Kebebasan dan otonomi kultural yang diberikan Imperium kepada rakyatnya yang non-muslim, adalah suatu bukti bagi dunia kontemporer bahwa sistem kekhalifahan dengan konsep Islam telah mempertunjukkan sikap toleransi dan keadilan yang luhur.

Sultan adalah sekaligus khalifah, artinya sebagai pemimpin Negara, Ia juga memegang jabatan sebagai pemimpin agama. Kekhalifahan Turki Usmani didukung oleh kekuatan ulama (Syeikhul Islam) sebagai pemegang hukum syariah (Mufti) dan Sad’rul A’dham (perdana Mentri) yang mewakili Kepala Negara dalam melaksanakan wewenang Dunianya. Disamping juga didukung kekuatan tentara, yang dikenal dengan sebutan tentara Janisssari. Kekuatan militer yang disiplin inilah yang mendukung perluasan Imperium Usmani, dan juga yang menyebabkan keruntuhannya pada abad ke-20.

Kegagalan pasukan Turki dalam usaha penaklukan Wina pada tahun 1683, merupakan suatu awal memudarnya kecermelangan Imperium Turki. Kekalahan tersebut dimaknai sebagai melemahnya kekuatan pasukan Turki dan menguatnya pasukan Eropa. Lebih disadari lagi bahwa kekalahan itu menandai kelemahan teknik dan militer pasukan Turki. Inilah yang menjadi awal munculnya upaya mencontoh teknologi militer Barat yang dianggap telah maju. Selanjutnya kondisi ini membawa Turki Usmani pada suatu masa pembaruan atau modernisasi.

Kondisi porak porandanya Imperium Turki Usmani akibat peperangan yang terus menerus, serta ekonomi Negara yang devisit inilah menumbuhkan semangat nasionalisme pada generasi muda Turki ketika itu. Pemikiran tentang identitasa bangsa dan pentingnya suatu Negara nasionalis yang meliputi bangsa Turki menjadi wacana yang banyak diperdebatkan.

Setelah Perang Dunia I pada tahun 1918, dengan kekalahan pihak Sentral yang didukung oleh Turki, Imperium Turki Usmani mengalami masa kemuduran yang sangat menyedihkan. Satu persatu wilayah kekuasaan yang jauh dari pusat membebaskan diri dari kekuasaan Turki Usmani. Bahkan lebih buruk lagi Negara-Negara sekutu berupaya membagi-bagi wilayah kekuasaan Turki untuk dijadikan Negara koloni mereka.

Pada tahun 1919-1923 terjadi revolusi Turki setelah Turki Muda di bawah pimpinan Mustafa Kemal. Kecemerlangan karier politik Mustafa Kemal Attaturk dalam peperangan, yang dikenal sebagai perang kemerdekaan Turki, mengantarkannya menjadi pemimpin dan juru bicara gerakan nasionalisme Turki. Gerakan nasionalisme ini, yang pada waktu itu merupakan leburan dari berbagai kelompok gerakan kemerdekaan di Turki, semula bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan Turki dari rebutan Negara-Negara sekutu. Namun pada perkembangan selanjutnya gerakan ini diarahkan untuk menentang Sultan.

Mustafa Kemal Attaturk mendirikan Negara Republik Turki di atas puing-puing reruntuhan kekhalifahan Turki Usmani dengan prinsip pembaharuannya Westwenalisne, Sekularisme, dan Nasionalisme. Meskipun demikian, Mustafa Kemal bukanlah yang pertama kali memperkenalkan ide-ide tersebut di Turki. Setelah negrinya bersih dari Negara asing, pada tanggal 3 Maret 1924 dia memproklamasikan Republik Turki Merdeka.

Atas nama Panglima Angkatan Bersenjata, dia membentuk Majelis Kongres Nasional. Dia memimpin sidang umum Kongres Nasional I dengan acara memilih Presiden Republik Turki Merdeka dan memilih ketua Majelis Kongres Nasional . Secara aklamasi dia terpilih dan dia merangkap jabatan sebagai eksekutif dan legislatif sekaligus.

Dengan dukungan angkatan bersenjata, dia bertindak sebagai diktator dalam menjalankan pemerintahan dan menyelamatkan pemerintahan Republik Turki Merdeka. Ia juga menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme. Atas dasar ideologi Negara ini, dia mengumumkan akan mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mencapai cita-citanya demi kepentingan Negara.

Siapa yang tidak setuju tanggung akibatnya dan masuk penjara. Selanjutnya dia mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Menghapus syariah kerajaan dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan;

Mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, jerman, dan Swiss;

Menutup beberapa Mesjid dan Madrasah;

Mengganti agama Negara dengan sekularisme;

Mengubah azan ke dalam bahasa Turki;

Melarang pendidikan agama di sekolah umum;

Melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah;

Mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma.

 

Pada tahun 1928 M, Negara Turki Merdaeka menjadi 100% Negara sekuler. Kronologi sejarah di atas, penulis uraikan untuk menerangkan suatu kondisi sosial politik Imperium Usmani yang pada ujungnya membentuk pemikiran dan gerakan sekuler Mustafa Kemal Attaturk. Politik Kemalis ingin memutuskan hubungan Turki dengan sejarahnya yang lalu supaya Turki dapat masuk dalam peradaban Barat.

Pada tanggal 3 Maret 1924 Dewan Agung Nasional pimpinan Mustafa Kemal menghapuskan jabatan khalifah. Khalifah Abdul Majid sebagai khalifah terakhir diperintahkan meninggalkan Turki. Pada tahun 1928 Negara tidak ada lagi hubungannya dengan agama. Sembilan tahun kemudian, yaitu setelah prinsip sekulerisme dimasukkan ke dalam konstitusi di tahun 1937, Republik Turki dengan resmi menjadi Negara sekuler.

[1] https://namakuddn.wordpress.com/2012/09/14/6-kaum-yang-dibinasakan-allah-karena-kezaliman/

[2] http://tarbiyahiainib.ac.id/dekan/artikel/465-tragedi-banjir-dan-musnahnya-kaum-saba

[3] http://wwwbutonutara.blogspot.co.id/2011/09/musnahnya-kaum-pendewa-seks.html

[4] http://www.rmol.co/read/2015/01/03/185488/Inikah-Penyebab-Musnahnya-Peradaban-Maya-

[5] http://www.enigmablogger.com/2009/10/para-ilmuwan-mengidentifikasi-penyebab.html

[6] https://hurahura.wordpress.com/2010/08/12/renungan-musnahnya-peradaban-amazon/

[7] http://w-qyusader.blogspot.co.id/2015/01/8-alasan-kenapa-kekaisaran-romawi-barat.html

[8] https://id.wikipedia.org/wiki/Kejatuhan_Konstantinopel

[9] http://belajar-sampai-mati.blogspot.co.id/2014/08/Negara-Negara-yang-bubar-di-abad-20.html

[10] https://www.facebook.com/NdalAhlAlaslamPerjuanganRakyatIslam/posts/235798596554921

[11] http://www.cangcut.net/2013/03/kehancuran-kerajaan-turki-usmani.html


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: