Filsafat Berfikir

Ilmu dan Iman adalah Sumber Kebijaksanaan | Mei 11, 2017

Ilmu dan Iman adalah sumber kebijaksanaan

Apa itu kebijaksanaan dan bagaimana hubungannya dengan ilmu?

Bijaksana adalah bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga menghasilkan perilaku yang tepat, sesuai dan pas.[1] Kebijaksanaan adalah kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya.[2] Jadi intisari bijaksana adalah tindakan yang memiliki dasar berupa fikiran dan memiliki tujuan yaitu berupa mengatasi kesulitan. Sehingga kebijaksanaan itu menghendaki adanya pengetahuan dan adanya penerapan sehingga dicapailah keadaan yang nyaman.

Ada yang berpendapat bahwa kebijaksanaan ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman yang membentuk pola pikir.[3] Selain itu proses  membaca dalam makna yang universal dan menganalisa masalah dengan tajam akan melahirkan tindakan bijaksana.[4]  Berbeda dengan pandangan di atas, dikatakan bahwa kebijaksanaan merupakan hikmat yang berasal dari Tuhan. Bukan ditentukan oleh bertambahnya usia atau ilmu pengetahuan.[5] Namun bila kita memadukan pandangan di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa sumber kebijaksanaan adalah agama, akal, pengalaman, dan meneliti.  Dan mungkin melalui jalan yang lain. Seperti dijelaskan berikut ini.

Kebijaksanaan hidup tak pernah diajarkan secara formal. Kita bisa belajar hal itu dari mana saja, bahkan dari hal-hal teramat sederhana yang kita lihat atau alami.[6] Kebijaksanaan adalah ilmu yang paling sulit untuk diajarkan. Kebijaksanaan tak dipelajari dari buku, tak dipelajari dengan kata, melainkan melalui pendalaman jiwa dan karakter penuh pengabdian kepada sang guru.[7]

Confusius berkata ada tiga cara untuk belajar tentang kebijaksanaan; pertama, dengan melakukan perenungan, inilah bentuk yang paling agung. Kedua, dengan meniru, yaitu yang paling mudah. Dan ketiga melalui pengalaman, yaitu bentuk yang paling pahit.[8]

Itulah yang dimaksud dengan kebijaksanaan. Bahwa ia merupakan tindakan yang didasarkan kepada akal dan kebutuhan. Otomatis sumbernya berupa, pada intinya, berupa ilmu. Untuk bijaksana seseorang membutuhkan ilmu.

Ilmu dan sikap bijaksana merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.[9] Bahkan dikatakan kebijaksanaan adalah puncak pencapaian ilmu[10].

Ilmu yang mendapatkan pujian dalam al-Quran dan Sunnah adalah ilmu tentang Syariat Allah, ilmu yang menjelaskan bagaimana cara beribadah kepada Allah, ilmu tentang halal dan haram. Adapun lainnya tergantung sejauh mana manfaat ilmu tersebut bagi Islam dan kaum Muslimin.[11]

Ilmu mampu membuat manusia menjadi bijaksana. Namun tidak serta merta orang yang berilmu, bisa menjadi pribadi yang bijaksana. Namun kita juga menemukan fakta bahwa ilmu membuat manusia menjadi biadab, akibat ilmu yang tidak bermanfaat[12].

Oleh sebab itu, ada satu nilai yang harus disatukan dengan ilmu agar mampu mengantarkan manusia pada sikap bijaksana, yaitu iman.

Syafii Antonio menjelaskan kebijaksanaan merupakan sikap yang dilandasi oleh kejernihan hati, fikiran dan kedalaman hati.[13] Menurut Imam Nawawi sikap bijaksana lahir dari iman dan pertimbangan akal. [14]  Jadi kebijaksanaan akan tumbuh melalui ilmu dan iman.

Iman mempunyai peran dan pengaruh yang besar terhadap penghidupan manusia di alam semesta ini baik dalam segi hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia maupun hubungannya dengan alam fisik dan alam metafsika. [15]

Akal tidak mengenal hukum wajib dan tidak wajib, akal hanya mengenal tepat dan tidak tepat, sesuai atau tidak sesuai, benar dan salah. Maka dasar kewajiban beiman itu dari agama dan dapat dipahami kebenarannya oleh akal.[16]

Dalam al-Quran ilmu dan orang yang memiliki ilmu dipandang sangat mulia, karena Allah Swt menjadikan mereka sebagai salah satu saksi dalam hal keesaanNya, dan Allah mengabarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepadaNya.[17]

Tanpa iman, seseorang yang berilmu tinggi, ilmu tersebut akan digunakan untuk kerusakan umat manusia.[18]  Segala teknologi menciptakan api (peperangan). Peperangan yang banyak terjadi tidak lepas dari kelalaian manusia dari Dzikrullah.[19] Berteknologi tanpa iman menimbulkan kerapuhan sosial.[20] Realitas kekinian menunjukkan keresahan akibat terpisahnya iman dari ilmu pengetahuan dan teknologi.[21]

Untuk sampai kepada sikap bijaksana,  ilmu bukan hanya harus disertai oleh iman. Tetapi hendaknya bahwsanya ilmu itu harus mencakup ilmu tentang agama, bukan hanya ilmu umum.

Sebab, jika seseorang hanya berilmu pengetahuan sedemikian tinggi, sedang ilmu agama sedikit, maka imannya akan lemah. Agama sangat penting dalam kehidupan manusia, karena agama merupakan sumber moral dan petunjuk kebenaran.[22]

Kebijaksanaan yang lahir dari ilmu yang berpondasi pada keimanan akan melahirkan ketenangan dalam hidup, kedamaian di tengah masyarakat, dan tumbangnya berbagai kezhaliman yang sedang merajalela juga akan melahirkan amal-amal bermanfaat bagi alam semesta.

Dalam keadaan demikian mudahlah seseorang beroleh hidayah dan rahmat di sepanjang hidup dan pada semua urusan kehidupannya.

[1] http://www.kompasiana.com

[2] http://kbbi.web.id/bijaksana

[3] 1001-tabir.blogspot.co.id

[4] Tuanputrie.com

[5] http://www.eudict.com

[6] http://www.rosasusan.com

[7] http://www.andreraditya.guru

 

[8] Id.wikihow.com

[9] 1001-tabir.blogspot.co.id

[10] Alimtiaz.wordpress.com

[11] Duniaislam.org

[12] Alamhikmah.org

[13] Tuanputrie.com

[14] Hidayatullah.com

[15] Tuanx,blogspot.co.id

[16] Tuanx,blogspot.co.id

[17] Affandimargono.wordpress.com

[18] Onerahman.blogspot.co.id

[19] Ramadhandikampus.com

[20] Nu.or.id

[21] Aristanagato.blogspot.co.id

[22] Abdain.wordpress.com

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: