Filsafat Berfikir

Sains Merupakan Sumber Kebijaksanaan | Mei 11, 2017

Ilmu berupa pengetahuan ilmiah merupakan sumber kebijaksanaan

Pengetahuan ilmiah atau sains merupakan ilmu yang dapat menumbuhkan sikap bijaksana. Diantara  penyokong sikap bijaksana adalah sikap obyektif dan dapat diterima akal fikiran. Sikap obyektif dan dapat diterima akal fikiran ini merupakan intisari dari sikap dan metode ilmiah yang terdapat pada sains.

Sains merupakan pengetahuan yang didasarkan kepada obyektifitas dan penalaran, dirumuskan sebagai himpunan sebab akibat yang disusun secara sistematis dari pengamatan, percobaan dan penalaran.[1]

Sains meneliti sosial dan alam; dalam aspek sosial, sains meneliti tentang manusia dengan segala dimensinya; dari aspek alam, sains mempelajari tabiat alam dengan segala seluk beluknya.

Ilmu sosial memberikan kesadaran kepada kita sebagai manusia bahwasanya kita semua merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan dan tidak bisa menjalani kehidupan ini sendiri. [2] Ilmu alam menjelaskan berbagai peristiwa-peristiwa alam dan menemukan cara untuk memecahkan permasalahan tersebut.[3]

Kesadaran bahwa sebagai manusia kita saling membutuhkan; dan kemampuan memecahkan masalah terkait alam merupakan dua hal yang sangat membantu tindakan kita agar pas dengan situasi dan hal itu termasuk suatu kebijaksanaan.

Bijaksana adalah bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga menghasilkan perilaku yang tepat, sesuai dan pas.[4] Kebijaksanaan adalah kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya.[5]

Sains mengajarkan sikap hati-hati dan teliti untuk sampai kepada suatu kesimpulan putusan. Hal ini terkadung dalam konsep metode ilmiah, sebagai suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol.[6]

Sains dipelajari dan dikembangkan manusia untuk suatu tujuan yang utama yaitu mewujudkan nilai-nilai social, agama dan politik. Demikian dalam kenyataannya sains tidak dapat dipisahkan dari upaya-upaya umat manusia mengatasi masalah, dan tidak dapat dibahas tanpa mengacu baik secara sekilas maupun langsung pada sejumlah persoalan sosial, politik, agama dan filsafat.[7]

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berupa ilmu pengetahuan atau sains dapat mewujudkan sikap bijaksana pada diri para pemiliknya. Karena sains didasarkan kepada akal fikiran dan bukti-bukti nyata, hal ini sejalan dengan nilai yang terkandung dalam konsep bijaksana. Sains sosial bermanfaat dalam menumbuhkan kesadaran bahwa sebagai manusia, kita saling membutuhkan. Sedangkan sains Alam menyediakan rumusan-rumusan tentang hukum alam dan cara untuk mengatasinya.

[1] http://blendist.blogspot.co.id

[2] http://manfaat.co.id

[3] http://manfaat.co.id

[4] http://www.kompasiana.com

[5] http://kbbi.web.id/bijaksana

[6] http://nabildaffa.blogspot.co.id

[7] http://najihahelenaatgmail.blogspot.co.id

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: