Filsafat Berfikir

METODE IQRO | Mei 16, 2017

Metode Iqro

Selama ini ilmu telah disekularisasi. Dipisahkan dari agama. Dengan alasan bahwa wilayah kajian ilmu hanya seputar ururan dunia, alam dan manusia. Tidak berbicara tentang surga. Kemudian setelah saya mempelajari berbagai diskusi filsafat ilmu, sudah saatnya saya membangun filsafat pengetahuan sendiri.
Dan hasilnya adalah desekularisasi ilmu. Artinya pencopotan sekular atas ilmu dan memadukan kembali antara ilmu dan agama.

Fenomena adalah kumpulan kasus serupa. Kasus adalah peristiwa dalam skala tempat dan waktu tertentu.

Intelek itu hati. Tempatnya tata aturan keimanan dan akhlak yang telah padu menjadi fakta diri.
Fenomena menyimpang artinya menurut timbangan keimanan kita, kasus tersebut sangat kontras dengan keimanan.

Kenapa Alloh mengutus para nabi?
Karena terjadi FENOMENA Kemusyrikan

Ceritanya kita sudah menangkap suatu fenomena, dan telah merumuskan masalah.

Selanjutnya kita harus membuka lembaran-lembaran Al-Quran dan Hadits yang menyinggung fenomena tersebut. Kita kumpulkan ayat-ayat yang menjelaskannya. Untuk memahami fenomena tersebut dari kacamata Wahyu.

Kemudian kita juga wajib membuka lembaran-lembaran buku sains yang membahas fenomena tersebut. Siapa berkata apa. Sehingga dapat diperoleh gambaran teoritis tentang makna dari fenomena tersebut dari sudut pandang Sains/ilmu pengetahuan.

Tidak berhenti sampai di situ.

Kita juga harus membuka lembaran-lembaran sejarah yang telah ditorehkan para pendahulu kita dalam menyikapi FENOMENA tersebut.

Baik dari kalangan ULAMA ataupun PRAKTISI dan ILMUWAN.

Terakhir kita juga wajib membuka lembaran-lembaran NEGARA dan aturan formal yang mengatur dan menyikapi FENOMENA TERSEBUT.

Jadi
Wahyu
Sains
Sejarah
Hukum Negara

Buka
Buka
Buka
Buka

Fenomena dan lembaran-lembaran yang kita buka buka itu selanjutnya harus menjadi bahan KERANGKA JIWA kita
Kerangka jiwa itu ada 3

1. Intelek (hati)
2. Berfikir (akal)
3. Beramal (tindakan, program)

Kerangka jiwa adalah PENGARAH KAJIAN

1. Kerangka intelek berarti berbicara iman.

Maka

Kerangka intelek = fenomena + wahyu

2. berfikir berarti berbicara teori

Maka

Kerangka berfikir = fenomena + sains/teori

3. Kerangka beramal = fenomena + wahyu+ qoul ulana + sains +sejarah + norma

Jadi dalam penelitian ini Kita punya paradigma

1. Iman
2. Sains
3. Negara

Sebagai mukmin
Sebagai ilmuwan
Sebagai warga Negara

Jiwa Kita harus mencakup ketiganya

Iman
Sains
Undang-undang

Wahyu
Teori
Hukum

Hati
Akal
Perbuatan

Kerangka jiwa ini harus dikembangkan dengan meluaskan dan mendalamkan isi bahasan.
Berupa penyajian argumentasi-argumentasi yang mendukung.
Setelah dikembangkan dan didalamkan pembahasannya kemudian kita kerucutkan menjadi HIKMAH

Hikmah itu ada 3
1. Dakwah
2. Hipotesis
3. Resolusi

Dakwah adalah rencana Dakwah bilhikmah.
Diturunkan dari Fenomena dan kerangka intelek.

Hipotesis adalah pendapat/ pernyataan sementara.
Diturunkan dari fenomena dan kerangka berfikir.

Resolusi adalah Rencana Tindakan/program kongkrit.
Diturunkan dari fenomena dan kerangka beramal.

Hikmah itu ada 3
1. Dakwah saya
2. Hipotesis saya
3. Resolusi saya

Dakwah harus diperkuat oleh bukti-bukti keteladan dan prestasi yang pernah dimiliki para ulama.
Hipotesis harus didukung oleh bukti-bukti di lapangan.
Resolusi harus didukung oleh kekuatan moral dan perangkat negara

Itulah metode IQRO

Sebagai metode membina jiwa yang transendent, ilmiah dan negarawan dalam menyikapi FENOMENA.
Sebagai metode membina jiwa PENGKAJI yang transendent, ilmiah dan negarawan dalam menyikapi FENOMENA.

Manfaat metode IQRO

1. Tetap belajar kepada para ulama

2. Tetap belajar kepada para Filsuf

3. Tetap belajar kepada Hukama
Metode Iqro adalah upaya menyerap pengetahuan dan kesadaran tentang suatu realitas kehidupan menurut kedalaman makna yang sebenarnya. Metode Iqro merupakan suatu upaya desekularisasi ilmu ditambah dengan kesadaran sebagai warga Negara.

Ada lima komponen utama dalam metode Iqro.
Pertama adalah khazanah Pengetahuan,
Kedua Fenomena Kehidupan,
ketiga Kerangka Jiwa,
keempat Pernyataan Pandangan,
Kelima Langkah Pembuktian diri.

Istilah-istilah ini mungkin terasa asing dan baru. Saya akan mencoba untuk menguraikannya sejelas-jelasnya.
Tiga Porsi Cita-cita kehidupan merupakan pokok dan dasar penyusunan Metode Iqro ini. Pertama Mutaqin, Kedua ilmuwan, ketiga Warga Negara.

Sebab itu dalam keseluruhan metode iqro ini selalu melibatkan tiga ranah pemikiran ini.

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: