Filsafat Berfikir

PENGARUH IMAN TERHADAP WUJUD KEBUDAYAAN | Mei 17, 2017

Iman yang dimiliki oleh individu atau masyarakat akan mempengaruhi kebudayaan masyarakat tersebut. Hal ini karena iman merupakan nilai yang ikut serta menentukan arah dan cara berfikir manusia. Sedangkan cara berfikir menentukan cita-cita dan tindakan. Kebudayaan merupakan wujud terbesar dari cita-cita dan tindakan manusia.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Iman yang tertanam di diri seorang individu dan masyarakat memiliki pengaruh terhadap kehidupan mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Widya Lestari bahwa Iman adalah landasan utama bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Iman bisa membuat orang meninggalkan kehidupan materi dan rela syahid di jalan Allah. Iman akan memberikan pengaruh positif sehingga mendatangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Selanjutnya iman akan mempengaruhi jalan hidup seseorang, antara lain:

Memiliki pandangan yang luas,
Melahirkan rasa bangga dan harga diri
Rendah hati kepada sesama manusia
Jiwa yang bersih dan beramal saleh
Tidak berputus asa dan hilang harapan
Memiliki hati dan pendirian yang teguh
Berani dan tabah
Menjauhi perbuatan hina
Terikat dan patuh pada peraturan Allah

Iman akan mempengaruhi corak kehidupan masyarakat. Sebagaimana dikatakan oleh Andini Nursyarifah, bahwa iman melahirkan sikap adil, terbuka dan demokratis. Hal ini terjadi dalam konteks bermasyarakat, juga telah dicontohkan oleh Nabi dan para Sahabatnya. Masyarkat di Zaman Nabi dan Khilafaf Rasyidah waktu itu, nilai keadilan, keterbukaan dan demokratis telah terwujud.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Rasa keadilan berdasarkan iman harus menyatakan ke luar detik hati nurani yang paling mendalam. Keadilan imani itu terkait erat dengan ihsan, yaitu keinginan berbuat baik untuk sesama manusia secara semurni-murninya dan setulus-tulusnya.

Iman kepada Allah, yang menumbuhkan rasa aman dan kesadaran mengemban amanat Ilahi itu, menyatakan diri ke luar dalam sikap-sikap terbuka, percaya kepada diri sendiri (karena bersandar, yakni tawakal kepada Tuhan).

Prinsip-prinsip keadilan dan keterbukaan saling terkait karena kedua-duanya merupakan konsistensi iman dalam dimensi kemanusiaan. Terlihat pula keterkaitan antara nilai-nilai itu dengan demokrasi, yaitu pengaturan tatanan kehidupan atas dasar kemanusiaan, yakni kehendak bersama.

Jelaslah bahwa Iman memiliki pengaruh terhadap keadaan individu dan masyarkat.

Kebudayaan adalah sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya.
Wujud kebudayaan suatu masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor religi. Faktor lainnya adalah faktor saling kontak antarbangsa.

Iman, agama atau religi memiliki pengaruh terhadap wujud kebudayaannya serta peradabannya. Sebagai contohnya adalah kebudayaan Indonesia; dipengaruhi oleh agama-agama. Jika kita teliti budaya Indonesia, maka tidak dapat tidak budaya itu terdiri dari 5 lapisan. Lapisan itu diwakili oleh budaya agama pribumi, Hindu, Buddha, Islam dan Kristen (Andito, ed,1998:77-79)

Contoh lainnya adalah kebudayaan jahiliah Arab berubah setelah kedatangan Islam. Kedatangan agama Islam sangat berpengaruh besar di bidang kesustraan dan kemajuan diberbagai aspek, seperti ekonomi, politik, eni dan budaya maupun keadaan sosial bangsa Arab.
Keadaan bangsa arab setelah kedatangan islam adalah terjadinya perubahan-perubahanbaik dari segi watak, budaya dan kepercayaan. Dari segi watak, perubahan yang terjadi yaitu bangsa Arab yang semula sangat bangga dengan kabila, darah dan turunannya masing-masing maka ketika Islam telah menjadi agama yang mereka anut mereka dipersatukan di atas suatu bendera dengan satu nama yaitu Islam.
Jelaslah bahwa agama atau keimanan memiliki pengaruh terhadap kebudayaan suatu masyarkat.
Dukungan agama terhadap Kebudayaan
1. Agama mendukung kebudayaan yang sifatnya memberikan manfaat.

Penulis berpendapat bahwa kebudayaan merupakan hasil oleh fikir. Sedangkan fikiran dipengaruhi oleh intelek. Dan intelek dipengaruhi oleh keimanan atau agama. Suatu kebudyaan memiliki keterkaitan yang erat dengan agama tertentu. Agama memiliki dua dimensi, yaiu dimensi ilahiah dan dimensi antropolog. Dalam wujud dimensi antropolog agama menerima wujud budaya yang dilatarbelakangi oleh keadaan zaman, tempat dan bangsa. Dan pasti tidak akan menerima budaya yang dilatarbelakangi oleh agama selain agama yang dimaksud. Islam akan menerima budaya apa pun, asal tidak dalam wujud budaya yang terkait erat dengan agama-agama lain khusus untuk masyarakat Islam sendiri.

Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri.

Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

2. Agama memberikan dorongan pada manusia untuk menciptakan kebudayaan baru

Sebelum kedatangan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, maka dunia tidak mengenal kebudayaan dan peradaban Islam. Setelah dating Islam, maka terwujudlah kebudayaan Islam yang diciptakan oleh masyarakat muslim. Islam mempengaruhi corak berfikir dan bertindak manusia, di bawah pengaruh itu manusia membangun peradaban Islam yang berbeda sama sekali dengan peradaban sebelum dan sesudahnya.

Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya, berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Di sini, Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil karya manusia. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat, berkemajuan, mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya, untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Dengan demikian, Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “.

3. Agama memberikan sarana untuk mewujdukan peradaban yang berlandaskan kepada Keimanan.
Proses terwujudnya kebudayaan Islam, tidak lepas dari kekuasaan politik umat Islam ada dunia. Perang dan dakwah merupakan faktor yang mempercepat wujud kebudayaan Islam terjadi wilayah muka bumi yang luas. Pengembangan wilayah Islam terdapat dua pola, yaitu: dengan dakwah dan perang. Dengan dua pola Usaha pengembangan Islam di Jazirah Arab tersebut, maka perluasan wilayah kekuasaan Islam sejak zaman Nabi SAW sampai Khulafaur Rasyidin.

Pada jaman kekhalifahan Cordoba ilmu Pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat. Masjid-masjid banyak dibangun istana dan perpustakaan didirikan ahli-ahli bangunan, tabib, pengarang, ahli-ahli fikir, ahli pakaian dan ahli-ahli kemasyarakatan banyak terdapat di Cordoba. Kemajuan dalam bidang kebudayaan itu mendorong orang-orang Eropa untuk belajar di spanyol. Kebudayaan dari timur yang telah tinggi dan juga warisan kebudayaan Romawi danYunani Kuno yang telah hidang dari Eropa Barat,diketemukan kembali melalui Islam di spanyol Daerah kekuasaan Islam pada perkembangan selanjutnya makin sempit.Akan tetapi, pikiran-pikiran Islam makin meluas.

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: