Filsafat Berfikir

RINTISAN PENELITIAN | Mei 17, 2017

RINTISAN PENELITIAN TENTANG PENGARUH ISLAM DI KABUPATEN MAJALENGKA

Saya punya pendapat bahwa Islam memiliki pengaruh yang besar terhadap keadaan keribadian, masyarakat dan kebudayaan Majelengka. Sehingga upaya untuk terus membinanya semakin berat, dan didirikannya lebih banyak pondok pesantren merupakan suatu kebutuhan.

AYAT, TEORI, SEJARAH, FAKTA

Islam
Kepribadian
Masyarakat
Kebudayaan
Tantangan Zaman
Pondok Pesantren

Pengaruh Islam terhadap Masyarakat
Pengaruh Islam terhadap Kepribadian
Pengaruh Islam terhadap Kebudayaan

Kabupaten Majalengka

Sebutan majalengka itu berasal dari bahasa Cirebon “majae-langka” (pohon/hutan majanya tidak ada). Itu, konon, diteriakkan oleh orang-orang (prajurit Cirebon; ada yang bilang juga orang-orang Sindangkasih) yang akan menyerbu kerajaan Sindangkasih (tiga kilometer selatan kota Majalengka sekarang.

Ibukota Kabupaten Majalengka adalah Kecamatan Majalengka yang berjarak 91 km dari ibukota propinsi. Luas daerah Kabupaten Majalengka adalah 1204,24 km2 atau sekitar 2,71% dari luas Propinsi Jawa Barat. Jumlah penduduk di Kabupaten Majalengka tercatat sebanyak 1.169.337.

Sejarah masuknya Islam ke Majalengka

Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka telah beragama Islam. Di Majalengka, juga terdapat bangunan yang diduga menjadi tempat penyebaran agama Islam. Bangunan kuno itu bernama Rumah Adat Panjalin. Rumah adat itu sudah berdiri sejak sekira 300 tahun silam. Rumah tersebut dibangun oleh keturunan dari Kerajaan Talaga untuk berdakwah, menyebarkan agama Islam.

Salah satu tokoh penyebar Islam di Majalengka adalah Pangeran Muhamad. Setelah Pangeran Muhammad menggantikan Rambutkasih, maka berdirilah pesantren-pesantren yang semakin marak. Pada Tahun 1504 M Pangeran Muhammad memperistri seorang putri Sindangkasih seorang pemuka agama Islam bernama Siti Armilah. Siti Armilah sangat membantu usaha suaminya dalam menyebarluaskan ajaran Islam di kawasan Majalengka, sehingga memang lebih cepat penyebaran ajaran Islamnya daripada daerah-daerah lainnya.

Penyebaran Agama Islam di daerah Majalengka terutama didahului dengan masuknya para Bupati kepada agama itu. Kemudian dibantu oleh penyebar-penyebar lain antaranya : Dalem Sukahurang atau Syech Abdul Jalil dan Dalem Panuntun, semua di Maja; Pangeran Suwarga di Talaga dan yang lainnya Pangeran Muhammad, Siti Armilah, Nyai Mas Lintangsari, Wiranggalaksana, Salamuddin, Puteran Eyang Tirta, Nursalim, RH Brawinata, Ibrahim, Pangeran Karawelang, Pangeran Jakarta, Sunan Rachmat di Bantarujeg dan masih banyak lagi.

Kini di Daerah Kabupaten Majalengka ini mayoritas penduduknya yaitu menganut agama Islam.

Fakta Islam di Kabupaten Majalengka Kontemporer

1.162.330 dari 1,166,473 penduduk Kabupaten majalengka beagama Islam (data tahun 2010) .
Dengan jumlah penduduk mayoritas Islam ini, tentunya memberikan pengaruh terhadap kebudayaan dan keadaan masyarakat Kabupaten Majalengka.

Sifat dan ciri kepribadian warga Kabupaten Majalengka

Untuk menyebut cirri kepribadian warga kabupaten Majalengka, saya mengambil ciri mereka secara umum, yaitu sebagai suku Sunda. Sebagian besar penduduk Majalengka adalah Suku Sunda, dan bahasa sehari-harinya adalah Bahasa Sunda. Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Sekurang-kurangnya 15,41% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda.

“Mangkade mun urang ngajalankeun hirup kumbuh kudu cageur, bageur, bener, pinter, singer,tata- titi, nastiti jeung surti” Terjemahannya: “Awas kalau kita menjalani hidup bermasyarakat haruslah, sehat, jujur, benar, pintar, cekatan, sopan-santun, tertib dan mengerti”.

Nasihat orang tua itu benar-benar menjadi salah satu pegangan hidup kebanyakan orang Sunda. Alangkah baiknya bila kedelapan pegangan hidup itu,
yaitu:
1) Cageur
2) Bageur
3) Bener
4) Pinter
5) Singer
6) Tata-Titi
7) Nastiti, dan
8] Surti

Cageur adalah sehat. Tentu saja dalam menjalankan tugas hidup, beribadah agar menjaga kesehatan, baik lahir maupun batin. Bageur, artinya jujur dan baik. Seseorang harus mempunyai sifat yang jujur dan kebaikan harus ditegakkan, tindakan jujur juga termasuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

Sifat dan ciri Masyarakat Kabupaten Majalengka
Sifat dan ciri Kebuayaan Kabupaten Majalengka

Pengaruh Islam terhadap kepribadian warga Kabupaten Majalengka
Pengaruh Islam terhadap Masyarakat Kabupaten Majalengka
Pengaruh Islam terhadap Kebuayaan Kabupaten Majalengka

Kebutuhan atas upaya menjagai masyarakat Islam
Kebutuhan Umat terhadap Pendidikan Pesantren
Kebutuhan Kabupaten Majalengka atas keberadaan Pondok Pesantren

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: