Filsafat Berfikir

MEMBANGUN PERADABAN DI ATAS LANDASAN ISLAM | Mei 18, 2017

Dunia saat ini sedang didominasi oleh paham filsafat matrealisme. Islam sebagai landasan hidup umat Islam dalam semua dimensinya sedang berada di level yang rendah. Jika dibandingkan dengan masa sebelumnya dan disbanding dengan perkambangan filsfat matrealisme.

Islam merupakan agama yang memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai landasan untuk membangun sebuah peradaban bagi umat manusia, peradaban yang akan menghasilkan manusia yang berhasil menempuh makna hidup yang sebenarnya.

Peradaban manusia yang meliput semua sistem kehidupannya membutuhkan suatu tatanan yang jelas, mudah dan dapat mendapat jaminan sebagai suatu landasan yang benar menurut fitrah, akal, sejarah dan kebiasaan.

Umat Islam adalah umt yang menerima Islam dengan tiga komitmen, pertama komitmen keimanan, kedua komitmen keilmuan dan ketiga komitmen khilafah di muka bumi. Saat ini umat Islam belum menjadikan Islam sebagai komitmen keilmuan dan khilafah.
Dunia Barat dengan filsafat matrealismenya, didukung oleh metode ilmiahnya, dan oleh berbagai faktor lainnya, mengambil alih komitmen keilmuan dan khilafah di muka bumi, sebagai buah dari kesungguhan mereka pada kedua fungsi tersebut. Walaupun kemudian dunia menjadi menderita dari segi keimanan.

Kerugian akibat ketiadaan iman kepada Islam, adalah berupa kerugian dunia dan akhirat. Manusia hidupnya merugi tanpa Islam, walaupun mereka Berjaya di bidang ilmu dan khilafah. Artinya dunia ini walaupun ditata berlandaskan ilmu dan khilafah, tanpa iman, maka akan menimbulkan penderitaan, kesengsaraan dan tentu saja kesesatan hidup.
Oleh karena itu dibutuhkan upaya umat Islam untuk menumbuhkan komitmen Ilmu dan khilafah dalam dirinya yang memancar dari komitmen iman, untuk menggeser kekuasaan Barat dengan Filsafat matrealismenya. Dengan tidak meninggalkan studi-studi atas ilmu dan sitem kekuasaan.

Wujud upaya tersebut ialah dengan membangun peradaban di atas landasan Islam. Peradaban Islam adalah peradaban yang adil, damai, lurus, mensejahterakan, dan tidak meninggalkan Allah dalam segala aspeknya. Peradaban yang menyatukan umat manusia dan merangkul semua pemikiran dan budaya yang sifatnya membangun umat manusia hidup dalam kebenaran.

Upaya membangun peradaban Islam berarti pondasinya ada tiga, yaitu iman, ilmu dan khilafah. Khilafah dalam arti peran diri untuk kebaikan dunia. Dalam level tertingginya khilfah adalah khilafah di bidang politik. Yaitu kekuasaan Islam atas dunia, dan dipegang oleh seorang khalifah. Di mana aturan-aturan dalam menata politik adalah untuk dan demi kepentingan Islam, umat Islam, umat manusia dan alam semesta.

Oleh sebab itu langkah mewujudkan peradaban Islam, adalah dengan menata kembali keluarga Islam, individu Mukmin, Masyarakat Islam, Pemimpin Islam, ilmu Islam, Penguasaan teknologi, Ilmu pengetahuan, penguasaan bahasa Arab, studi leteratur ulama Islam, menguatkan organisasi Islam, menghidupkan majlis keilmuan dan meningkatkan peran pesantren, pemuda Islam, mubaligh, penerbitan buku-buku Islam dan lain sebagainya.

Semua upaya-upaya tersebut di lapangan sebenarnya sudah berlangsung. Dalam suatu kerangka membina umat Islam di segala bidang. Namun dirasakan semuanya belum begitu kental dan memuaskan. Untuk konteks Indonesia, semuanya masih begitu minim. Belum ada pemikiran dan gerakan yang bisa melecut semangat umat Islam untuk tampil sebagai pemimpin di semua bidang kehidupan.

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: