Filsafat Berfikir

PENELITIAN TERHADAP PONDOK PESANTREN | Mei 18, 2017

PENELITIAN TENTANG PONDOK PESANTREN

  1. PERAN PONDOK PESANTREN SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SANTRI

Penelitian dilatarbelakangi oleh krisis kepemimpinan yang terjadi di negeri ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh proses perencanaan pendidikan karakter kepemimpinan santri, mengetahui implementasi pendidikan karakter kepemimpinan santri, hambatan dan faktor dominan dalam pendidikan karakter kepemimpinan santri serta hasil akhir dari pendidikan karakter kepemimpinan santri.

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif.

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dolumentasi. Hasil penelitian menunjukkan:

1) Proses perencanaan pendidikan karakter kepemimpinan santri telah terprogram dengan baik melalui pembelajaran di kelas pada mata pelajaran leadership/nisaiyyah, pengembangan nilai-nilai karakter yang diberikan pada setiap mata pelajaran, melalui pendidikan 24 jam dan ekstrakurikuler;

2) Implementasi pendidikan karakter kepemimpinan santri dilaksanakan melalui beberapa program dan kegiatan seperti mata pelajaran leadership/nisaiyyah, Organisasi Santri Darunnajah (OSDN), kepramukaan, muhadharah atau pidato tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Praktik Pengabdian Masyarakat, Panggung Gembira serta melalui pendidikan 24 jam.

3) Hambatan dan faktor dominan yang terjadi pada pendidikan karakter kepemimpinan santri adalah adanya santri yang tidak betah di pesantren karena berbagai alasan, santri merasa kesulitan dalam membagi waktu dengan padatnya kegiatan yang ada di pesantren, letak pesantren yang berada di kota Jakarta menjadikan lingkungan pesantren kurang kondusif bagi santri, adanya wali santri yang tidak paham dengan peraturan pesantren, pengaruh budaya dan pergaulan dari luar pesantren. Faktor dominan dalam pendidikan karakter kepemimpinan santri adalah para kyai, pimpinan pesantren dan guru.

4) Hasil akhir dari pendidikan karakter kepemimpinan santri adalah nilai kepemimpinan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, yakni sifat yang amanah dalam kepemimpinannya, sangat peduli terhadap umatnya, tanggung jawab, dapat menjadi sauri teladan yang baik, kedisiplinan, pengendalian nafsu, keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan menyiapkan santri sebagai calon pengabdi masyarakat, bangsa dan negara.

Pesantren diharapkan dapat meningkatkan pendidikan karakter kepemimpinan santri agar menjadi lebih baik lagi.

  1. Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren.

Pendidikan karakter disiplin dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan budi pekerti, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik di dalam mematuhi peraturan dalam suatu sistem, yang berguna untuk memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Untuk memahami pendidikan karakter kedisiplinan perlu adanya analisa yang mendalam mengenai model pendidikan karakter kedisiplinan, salah satunya yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Maṭla’ul-hudā Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pendidikan Pondok Pesantren Maṭla’ul-hudā, perencanaan programkarakter kedisiplinan, proses pelaksanaan karakter kedisiplinan, dan sistem evaluasi pembinaan pendidikan karakter kedisiplianan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Maṭla’ul-hudā Bandung.

Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik yaituobservasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Pondok merancang peraturan kedisiplinan yang dapat merangatur dan mengontrol seluruh kegiatan pondok di mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.Semua disusun dalam sebuah program yan disebut TengKo (Teng Komando).

Aturan-aturan yang dibahas di dalam TengKo, diantaranya adalah: Disiplin keamanan atau ketertiban umum, disiplin etika dan kesopanan, disiplin kebersihan dan kesehatan, disiplin beribadah, disiplin bahasa, disiplin menerima tamu, disiplin makan di dapur, disiplin pakaian dan kerapihan, dan disiplin perizinan keluar Pondok.

Dalam pelaksanaannya, TengKo dilakukan setelah disahkan atau diresmikan oleh pimpinan Pondok Setelah TengKo disahkan maka TengKo diinformasikan dan diumumkan kepada para santri dan santriwati. Santri dan santriwati diharuskan menaati semua peraturan yang telah ditetapkan,dalam TengKo, jika tidak maka mereka akan mendapatkan sanksi.

Sistem evaluasi yang dilaksanakan dari pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Maṭla’ul-hudā ini dilaksanakan sebanyak tiga kali.Pertama evaluasi dilaksanakan dua minggu sekali, kedua evaluasi dilaksanakan sebulan sekali dengan pihak Pondok, dan ketiga evaluasi yang dilaksanakan setahun sekali, yang dilaksanakannya itu dengan pihak Pondok

  1. STUDI TENTANG PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI AGAR MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK

Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha sadar dan terencana untuk memanusiakan manusia melalui pengembangan seluruh potensinya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui pendidikan, manusia akan diberi bekal-bekal untuk kelangsungan hidupnya yang berguna bagi pribadi, masyarakat dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Melalui pendidikanlah manusia mendapatkan arti kehidupan yang sebenarnya karena dengan mengikuti pengajaran dari pendidikan, manusia akan lebih siap menghadapi segala tantangan pada masa yang akan datang. Pendidikan mengajarkan segala disiplin ilmu dan pembinaan karakter yang merupakan modal bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mengutamakan hidup disiplin kepada santrinya, dalam hal ini kedisiplinan menjadi ciri utama yang menjadi pembeda antara pesantren dengan lembaga pendidikan formal lainnya, kehidupan para siswa sangat bebas seolah tidak ada aturan dan ketentuan yang mengatur mereka seperti di pesantren.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pondok pesantren Darussalam dalam meningkatkan kedisiplinan santri agar menjadi warga negara yang baik.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, serta pendekatan penelitiannya adalah pendekatan kualitatif.

Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi literatur.

Adapun lokasi penelitian adalah di Pondok Pesantren Darussalam yang terletak di Jalan Raya Pantura Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.

Hasil temuan dalam penelitian ini adalah:

(1) Dilaksanakannya kegiatan lomba untuk santri diketahui bahwa dapat meningkatkan rasa kedisiplinan santri, hal itu disebabkan dengan adanya lomba tersebut santri akan merasakan kesenangan dan terhibur.

(2) Diadakannya fasilitas komputer bersama diketahui bahwa dapat meningkatkan kedisiplinan santri, hal itu agar santri bisa mendapatkan wawasan yang jauh lebih luas dari dunia maya, santri agar lebih mahir mengoperasikan komputer dan santri agar tidak harus keluar dari area pesantren Darussalam untuk menggunakan komputer seperti di warnet bahkan ke rumah orangtuanya sendiri.

(3) Berdasarkan hasil pembinaan hidup mandiri, maka muncul sikap mandiri santri yang merupakan buah dari hasil pembinaan disiplin dan mandiri yang selama ini dlaksanakan. Dengan begitu diwajikannya santri hidup mandiri dapat meningkatkan kedisiplinan tinggal di pesantren, akan tetapi pesantren Darussalam juga memberikan penyadaran kepada santri untuk mencintai tanah air dan toleransi terhadap non-agama islam agar menjadi warga negara yang baik.

  1. Implementasi Manajemen Pengawasan Pendidikan Pondok Pesantren

Permasalahan yang akan dikaji penulis dalam penelitian ini adalah :

(1) Bagaimana cara menetapkan standar kinerja sebagai langkah yang dilakukan di dalam implementasi manajemen pengawasan pendidikan (studi deskriptif pengawasan manajerial) di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut ?,

(2) Bagaimana cara mengukur kinerja sebagai langkah yang dilakukan dalam implementasi manajemen pengawasan pendidikan (studi deskriptif pengawasan manajerial) di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut ?,

(3) Tindakan perbaikan seperti apa yang dilakukan dalam implementasi manajemen pengawasan pendidikan (studi deskriptif pengawasan manajerial) di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut ?

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik purpose sampling dan mengunakan analisis data line by line.

Kesimpulan penelitian ini mengemukakan bahwa pimpinan pondok pesantren merencanakan aktivitas pengawasan manajerial agar sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan, pimpinan memutuskan pengawasan dengan teknik secara langsung maupun tidak langsung kepada seluruh satuan kerja dan pelaksanaan pengawasan dilakukan secara periodik.

Dalam implementasi pengawasan pada penetapan sasaran sifatnya birokratis dan sentralistik dan menekankan kepada sasaran atau output, penetapan sasaran bersifat proses dari atas ke bawah.

Sasaran tersebut dijelaskan untuk mengukur kinerja unit kerja dan personel lainnya. Rencana dalam aktivitas pengawasan penting untuk dilakukan mengingat pengawasan menjadi tahap akhir manajemen dalam suatu lembaga .

Dalam melakukan langkah tindakan perbaikan, pimpinan dan para kepala unit kerja lainnya menggunakan teknik pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat atas kinerja yang kurang efektif, sedangkan mengenai kinerja yang efektif pimpinan memberikan pengakuan dan penghargaan untuk memotivasi para unit kerja dan personel lainnya.

  1. MODEL PEMBINAAN AKHLAK MULIA DALAM MENINGKATKAN DAN MENJAGA DISIPLIN KEBERSIHAN DI PONDOK PESANTREN AL-BASYARIYAH BANDUNG

Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian utama dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan nabi Muḥammad SAW yang utama ialah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Untuk mendalami pembinaan akhlak khususnya akhlak terhadap kebersihan perlu adanya analisa yang mendalam mengenai Model Pembinaan Akhlak Mulia dalam Menjaga dan Meningkatkan Disiplin Kebersihan, salah satunya yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem Pembinaan disiplin kebersihan Pesantren Al-Basyariyah, perencanaan disiplin kebersihan, pelaksanaan disiplin kebersihan Pondok, Komponen-komponen disiplin kebersihan serta Hambatan dan Hasil Evaluasi Pembinaan Disiplin Kebersihan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Alasan menggunakan metode ini ialah untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak dalam menjaga dan meningkatkan disiplin kebersihan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah.

Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pondok melaksanakan pembinaan kebersihan dengan perencanaan yang tertuang di dalam peraturan kebersihan yang dibuat oleh pengasuh dan pengurus pondok, pelaksanaan disiplin kebersihan dilaksanakan setiap hari dari pagi, siang dan malam hari.

Komponen yang ada dalam menjalankan kebersihan ialah, adanya santri, peraturan, pelaksanaan dan sarana prasarana.

Hambatan yang dirasakan dalam menjalankan disiplin kebersihan meliputi kesadaran seluruh santrI terhadap pentingnya kebersihan. Sistem evaluasi yang dilaksanakan dari pembinaan disiplin kebersihan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama, evaluasi dilaksanakan setiap minggunya. Kedua, evaluasi dilaksanakan satu tahun sekali dalam Laporan Pertanggung Jawaban OSPA.

SUMBER: http://repository.upi.edu

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: