Filsafat Berfikir

IQRO KEHANCURAN NEGERI | Mei 25, 2017

Bab I  Fenomena Kehancuran Negeri

 

Kehancuran negeri-negeri atau suatu negeri baik dalam arti wilayah ataupun Negara merupakan suatu fenomena. Banyak kasus Negara menjadi hancur dan hilang dari peta dunia, di sepanjang sejarah Umat Manusia.

 

Kehancuran sebuah negeri tentu mengandung sebab-sebabnya. Sejarah menyajikan kepada kita pengetahuan tentang sebab-sebab tersebut. Sumber-sumber pengetahuan selain sejarah dapat pula kita jadikan sebagai rujukan untuk mengetahui sebab-sebab tersebut.

 

Negera dan negeri mana pun yang saat ini berdiri, tentu tidak akan terlepas dari takdir kehancuran tersebut. Sebab itu kita perlu mengetahui tanda-tandanya. Tanda-tanda tersebut tentu sangat dekat kaitannya dengan sebab-sebab kehancuran. Kita punya kewajiban untuk mencegah Negara kita dari kehancuran.

 

Fokus penelitian buku karya tulis ini adalah tentang tanda-tanda kehancuran sebuah negeri. Lingkup bahasannya adalah sebagai berikut.

Bab 2 Firman, Sains, Sejarah, Praktisi, Hukum, Akal Sehat, Intuisi.

A.      Firman Allah tentang Kehancuran Negeri

1.      Ayat 1

 

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepatutnya berlaku keputusan Kami terhadap mereka, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS al-Isra’: 16).

2.      Ayat 2

 

Maka apabila mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba (sekonyong-konyong), maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa”. (QS al-An’am:44).

3.      Ayat 3

 

“Yang demikian itu karena Allah sekali-kali tidak akan mengubah nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS al-Anfal:53).

 

B.      Teori Kehancuran Sebuah Negeri

1.      Fakta Sejarah

 

Sejarah menunjukkan kepada kita kebangkitan dan keruntuhan bangsa-bangsa besar.  Kita masih dapat menyaksikan apa yang tersisa dari perjalanan bangsa-bangsa besar masa lalu di museum dan reruntuhan bangunan kuno. Hal itu menunjukan pada kita bahwa negara-negara besar bangkit dan runtuh sepanjang sejarah. Apa yang bisa kita ambil dari dari pelajaran sejarah?  Berapa lama suatu negara bisa bertahan? Bisakah satu negara bertahan hingga seribu tahun?[1]

Pompeii. Sebelum hancur, kota itu adalah salah satu kota plesir bangsa Romawi. Letaknya di Semenanjung Napoli (Naples). Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Pesta seks di pemandian umum menjadi bagian dari gaya hidup. Pemandian umum di Pompeii sudah eksis jauh sebelum pemandian serupa ada di kota Roma. Dari lukisan dinding yang ditemukan di bangunan-bangunan Pompeii terlihat jelas kegilaan penduduknya akan seks.  Laut Mati. Para arkeolog yang bekerja di situs Tall As-Sa`idiyah di sebelah utara Laut Mati mendapati bahwa sekitar Zaman Perunggu (1800-2350 SM) di sana terdapat kehidupan. Saat itu iklim di kawasan tersebut tidak kering seperti sekarang. Antropolog forensik AS, Prof Mike Finnegan meneliti tiga kerangka pria di Numeira selatan Laut Mati dari tahun 2350 SM. Dia menyimpulkan bahwa ketiganya mati karena tertimpa bebatuan akibat gempa besar. Kemungkinan bahwa di daerah tersebut terjadi gempa sedikitnya 6 skala Richter dibenarkan geolog Israel Shmuel Marco, karena banyak terdapat patahan.[2]

Dunia mungkin mengenal Kekaisaran Romawi Barat dan Timur yang menguasai Sebagian eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah hingga Asia. Kekaisaran Romawi Timur mampu bertahan bertahan hingga 1123 tahun (330-1453), atau Kekaisaran Ottoman (Ustmaniyah) yang berkuasa selama 621 tahun (1301- 1922 M). Tapi negara yang paling tua dan masih berdiri adalah San Marino. San Marino didirikan oleh Santo Marinus pada 3 September 301 M, atau negara dengan luas hanya 61 kilometer persegi ini telah berusia 1731 tahun. Kebudayaan China tercatat sudah dimulai sejak 3500 tahun yang lalu. Hanya saja kebudayaan ini terus menerus berubah bentuk dengan barbagai  Kerajaan besar yang datang dan hilang silih berganti hanya bertahan paling lama 200-300 tahun. Secara resmi Cina menganggap 221 SM sebagai waktu berdirinya bentuk negara modern saat Qin Shi Huang memproklamirkan dirinya sebagai Kaisar Pertama China. Pada abad ketiga, dinasti Han berkembang menghasikan budaya dan tradisi China seperti yang dikenal hingga sekarang. Republik China didirikan pada tahun 1912, dan pada tahun 1949 China berubah menjadi Republik Rakyat China hingga bentuknya seperti sekarang.[3]

2.      Teori-teori

Mengenai Negara dan perkembangannya, menurut ibn Khaldun dapat dibagi menjadi lima tahap. Menurut Ibn Khaldun Negara beralih dalam berbagai perkembangan dan kondisi-kondisi yang silih berganti. Perkembangan dan kondisi Negara umumnya tidak lebih dari lima tahap:

  1. Tahap pendirian Negara. Negara hanya bisa ditegakkan dengan bantuan ‘ashabiyah. Dengan ‘ashabiyah orang akan bersatu dalam mencapai tujuan yang sama, mempertahankan diri dan mengalahkan musuh.
  2. Tahap pemusatan kekuasaan atau disebut dengan tahap tirani. Menurut Ibn Khaldun tahap kedua ini diwarnai oleh adanya kemapanan kekuasaan, sehingga timbul keinginan pemegang kekuasaan untuk memonopoli kekuasaan.
  3. Tahap kekosongan dan kesantaian untuk menikmati buah kekuasaan dengan menumpuk kekayaan, mengabadikan peninggalan serta meraih kemegahan. Menurut Ibn Khaldun tahap ketiga ini merupakan masa dimana Negara sedang dalam puncak perkembangan.
  4. Tahap ketundukan dan kemalasan. Penguasa meniru tradisi-tradisi serta lembaga yang dibangun pendahulunya. Periode ini ditandai dengan kepuasan penguasa terhadap prestasi yang telah dicapai generasi sebelumnya.
  5. Tahap pembubaran dan keruntuhan Negara. Selama tahap ini, penguasa menghambur-hamburkan uang untuk melampiaskan kesenangan diri dan pendukungnya.[4]

Teori menurut AL-Quran. Mutraf dan Mala’. Kata mutraf yang oleh para pakar dipahami sebagai orang yang cenderung berlaku seenaknya dan berfoya-foya disebabkan kemewahan dan kemegahan yang dimiliki. Mereka juga merupakan kelompok yang mudah melupakan nilai-nilai kemasyarakatan, melecehkan ajaran-ajaran agama; bahkan, menindas orang-orang yang lemah. Mereka terbiasa “menikmati” perilaku dosanya tanpa merasa bersalah.  Mala’ adalah kelompok yang dpandang mulia oleh masyarakat. Mereka dipenuhi oleh kebanggaan dan kebesaran. Al-Qur’an menggambarkan mala’ sebagai kelompok yang berada di sekeliling penguasa. Memang tidak semua mala’ itu buruk, namun kecenderungan kelompok mala’ dinyatakan oleh Al-Qur’an sebagai kelompok yang senantiasa “menjilat” sang penguasa.[5]

 

3.      Sebab Kehancuran

 

Ada lima penyebab kehancuran suatu negeri menurut Al-Qur’an karena ada lima golongan yang ingkar dan tidak patuh pada perintah Allah. Pertama, penguasa yang angkuh seperti halnya yang pernah terjadi pada Fir’aun masa Bani Israil dulu. Kedua, Kaum intelektual yang berada di samping penguasa itu harus selalu bersikap kritis dan selalu mengingatkan penguasa untuk berada di jalan yang benar, jangan menjadi penjilat penguasa yang salah jalan agar diberi jabatan. Hal ketiga yang membawa kehancuran adalah ulama yang jahat (su’) dan tidak bersikap tegas dan kritis untuk mengingatkan penguasa yang salah. Keempat, pengusaha atau orang kaya yang kikir dan jahat seperti Qarun karena ingkar kepada perintah Allah. Golongan kelima  yang membawa kehancuran suatu negeri, rakyat yang malas, penakut, dan tidak kreatif.[6]

Penguasa Yang Dzalim; Sudah menjadi sunnatullah bahwa dalam suatu negeri senantiasa ada penguasa-penguasa jahat yg suka membikin makar. Orang Kaya yg Durhaka; Bila orang-orang kaya dalam sebuah negeri mulai mengingkari ayat-ayat Allah maka sesungguhnya negeri itu mulai memasuki usia tua. Orang-orang kayanya hanya membanggakan banyaknya harta yg ditumpuk serta keturunan-keturunannya. Mengusir Orang-Orang Salih; Keberadaan orang-orang shalih di sekitar penguasa atau masyarakat yg jahil dirasakan seperti duri yg manusuk daging tubuhnya. Sehingga penguasa atau masyarakat jahil itu merasa gerah dan marah kemudian berupaya keras mengeluarkan duri itu dari dalam tubuhnya. Masyarakat yg Suka Bermaksiat dan Ingkar Nikmat; Adakalanya membanjirnya berbagai kemudahan dan keni’matan hidup dalam sebuah negeri tidak selalu menjadikan penduduknya bisa bersyukur. Alamnya yg subur laut yg luas dan kaya barang tambang yg melimpah margasatwa yg beraneka ragam; semua itu malah membuat mereka takabur. Mereka eksploitasi habis-habisan segala kekayaan itu hanya utk dipakai berfoya-foya dan berbuat maksiat. Terjadinya Penyimpangan Seksual; Deviasi seksual bisa terjadi bila seseorang menjadi budak dari syhwtnya. Segala cara dipakai utk memenuhi dorongan syhwt nya yg menggebu-gebu. Diantara bentuk-bentuk deviasi seksual adl lesbian homoseks free seks prostitusi dan yg lain-lain. Peristiwa deviasi seksual pernah terjadi pada masa Nabi Luth yaitu berhadapan dgn kaumnya yg mengidap penyakit homoseksual. Hilangnya Amar Maruf Nahi Munkar . Bila tidak ada lagi amar maruf nahi munkar dalam sebuah negeri maka itu adl tanda akan turunnya adzab Allah SWT kepada seluruh penduduknya. Tidak adanya amar maruf nahi munkar bisa dikarenakan banyak sebab. Diantaranya manusia sudah terlanjur senang bergelimang dosa dan menganggap aneh perbuatan yg baik. Sehingga perbuatan maruf menjadi sesuatu yg janggal dalam kehidupan sebaliknya perbuatan yg munkar merupakan tradisi yg digemari.[7]

Umar Radiyallahu anhu menjelasakan bahwa kerusakan sistem pemerintahan dan dikuasainya berbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab kehancuran pilar-pilar umat; dimana beliau mengatakan,” Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur.” Mereka berkata,” Bagaimana suatu negeri hancur sedangkan dia makmur?” Ia menjawab ,” Jika orang-orang yang penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.”[8]

Hadits Nabi: Wahai para Muhajirin: ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku belindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya.

  1. Tidaklah muncul perbuatan keji pada suatu kaum hingga mereka melakukan terang-terangan melainkan akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka.
  2. Tidaklah megurangi takaran dan timbanagnn melainkan akan ditimpakan kepada mereka paceklik, kesempitan (krisis) ekonomi dan kesewenang-wenangan (kezhaliman) para penguasa atas mereka.
  3. Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka melainkan akan ditahan hujan atas mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
  4. Tidaklah mereka melanggar perjanjian yang ditetapkan Allah dan Rasul-nya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada ditangan mereka.
  5. Selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum kepada Kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah melainkan akan Allah jadikan musibah diantara mereka sendiri. [9]

Korupsi

Korupsi yang telah merajalela tersebut mempunyai dampak yang merugikan dan merusak tatanan  dalam    kehidupan  bermasyarakat  berbangsa  dan  bernegara. Di samping kerugian  material juga terjadi kerugian yang bersifat immaterial,yaitu citra dan martabat bangsa kita di dunia internasional. Predikat kita sebagai negara yang  terkorup di kawasan  Asia  Tenggara     merupakan  citra  yang  sangat  mamalukan. Di samping kerugian   material dan immaterial, korupsi juga membawa dampak pada penciptaan  ekonomi  biaya  tinggi.  Karena  korupsi  menyebabkan  inefisiensi  dan  pemborosan dalam ekonomi.  Uang pelicin, sogok/suap, pungutan dan sejenisnya akan membebani komponen biaya produksi.[10]

 

4.      Upaya Mencegah Kehancuran

 

 

 

5.      Kewajiban Setiap Negeri

C.      Sejarah Kehancuran Negeri-Negeri

1.      Imperium Romawi dan Persia

2.      Imperium Islam

3.      Negara-Negara di Wilayah Nusantara

D.     Pendapat Ilmuwan tentang Kehancuran Negeri-Negeri

1.      Tokoh Islam

2.      Tokoh Barat

3.      Tokoh Indonesia

E.      Undang-undang terkait Ancaman kepada Sebuah Negeri

1.      Jenis Acaman

2.      Upaya Pencegahan

3.      Hukuman

F.       Kehancuran Sebuah negeri menurut akal sehat dan Intuisi Saya

1.      Menyalahi Sunatullah

2.      Menyalahi Diinullah

3.      Terpedaya Dunia

4.      Terpedaya Nafsu

5.      Tingkah Penguasa

G.     Tanda-Tanda Faktual Kehancuran Negeri Indonesia

1.      Kelemahan Ideologi dan Tranfser Nilai

2.      Perusak-perusak Generasi yang tidak teratasi

3.      Salah kaprah Pembangunan

4.      Ketidakberpihakan pada Islam

5.      Permainan Hukum

6.      Ilmu yang Sekular

7.      Pendidikan yang tidak kokoh

8.      Kerusakan dan Perampokan sumber Alam

H.     Kerangka Jiwa tentang Tanda Kehancuran Negeri-negeri

1.      Jangan meninggalkan Iman

2.      Jangan abailkan Ilmu

3.      Jangan abaikan konsistensi dalam mengelola Negara

 

Bab 3 Kerangka Jiwa bagi Iman, Sains, Negara dan Kemanusiaan tentang Tanda-tanda Kehancuran Negeri

A.      Kerangka Berfikir

B.      Kerangka Bernegara

C.      Kerangka Beramal

D.     Kerangka Kemanusiaan

 

Bab 4 Hipotesis, Resolusi dan Program Dakwah.

A.      Hipotesis

B.      Resolusi

C.      Dakwah

D.     Program

 

Bab 5 Resolusi Faktual dan Data Penelitian di Lapangan.

A.      Peran Institusi Keluarga

E.      Peran Instirusi Sosial

F.       Peran Institusi Agama

G.     Peran Institusi Negara

H.     Peran Institusi Pendidikan

I.        Peran Institusi Keilmuan

 

Bab 6 Analisa dan Sintesa bagi sistem Jiwa Manusia

A.      Sumber Kehancuran

B.      Solusi dari Kehancuran

C.      Potensi Kita

D.     Harapan Terbesar

 

Bab 7 Kesimpulan dan Saran

Menjaga Negara Republik Indonesia

 

Permasalahan yang Dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia

Berbagai macam persoalan yang menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut:[11]

  • Potensi perpecahan. Kemajemukan Indonesia yang merupakan kelebihan Indonesia di mata dunia internasional yang harus dikelola sedemikian rupa agar menjadi kekuatan besar yang mampu menghadapi permasalahan yang datang. Namun, seringkali kemajemukan itu justru menjadi bibit perpecahan diantara warga bangsa. Tak luput hal ini dimanfaatkan pihak luar untuk kepentingan tertentu yang dapat merusak keberlangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Memudarnya fungsi Pancasila sebagai dasar Negara. Setelah reformasi bergulir, tidak ada lagi doktrin ideologi Pancasila yang dilakukan pemerintah seperti saat Orde Baru berkuasa dengan BP7 dan Penataran P4-nya. Akibatnya, generasi sekarang dianggap tidak menjiwai nilai-nilai Pancasila.
  • Penyebab lunturnya Bhinneka Tunggal Ika memicu timbulnya konflik di Indonesia.
  • Akibat negatif globalisasi. Arus globalisasi yang sangat pesat membuat segala hal benar-benar mudah diakses. Tanpa adanya filter tentunya dapat mendatangkan permasalahan bagi Negara Indonesia.
  • Gerakan separatis. Di Indonesia terdapat beberapa gerakan separatis yang dapat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Ketimpangan sosial ekonomi. Selama ini wilayah timur Indonesia kurang mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah. Hal ini memberi dampak ketimpangan sosial di masyarakat yang bukan tidak mungkin menjadi bibit separatis baru.
  • Pelanggaran HAM. Masalah pelanggaran HAM merupakan masalah yang sering muncul di Indonesia. Berbagai jenis-jenis pelanggaran HAM terjadi di misalnya kerusuhan Mei 1998.
  • Konflik sosial. Konflik sosial sangat rentan terjadi di Indonesia. Hal ini terkait dengan lunturnya Bhinneka Tunggal Ika dan memudarnya fungsi Pancasila sebagai dasar Negara serta memudarnya fungsi toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dampak akibat konflik sosial yang ditimbulkan tidaklah sedikit seperti kerugian materiil dan jatuhnya korban jiwa. Tak jarang mereka menjadi pengungsi di Negara sendiri yang bukan tidak mungkin menimbulkan bibit-bibit konflik baru.
  • Terjadinya korupsi sebagai penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan baik oleh pejabat pemerintah maupun swasta.
  • Narkoba merajalela di Indonesia. Saat ini Indonesia tengah gencar-gencarnya perang melawan narkoba. Berbagai kasus penyalahgunaan narkoba terjadi hampir di berbagai kalangan dan tempat. Bahkan aparat pemerintah dan aparat hukum yang seyogyanya menjadi suri tauladan bagi rakyat justru terjerat narkoba.
  • Potensi intervensi yang dilakukan pihak asing. Indonesia dengan segala kekayaan yang dimiliki tentu tidak luput dari gangguan yang berasal dari Negara lain. Mungkin bukan berbentuk agresi militer, tetapi intervensi bidang ideologi dan perekonomian.
  • Pelanggaran batas wilayah Negara juga menjadi ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelanggaran ini dapat memicu terjadinya konflik dengan Negara lain.

 

[1] http://jakartagreater.com/keruntuhan-dan-kebangkitan-bangsa-bangsa-dunia/

[2] https://www.hidayatullah.com/spesial/ragam/read/2014/11/24/33756/inilah-negeri-negeri-yang-diazab-1.html

[3] http://jakartagreater.com/keruntuhan-dan-kebangkitan-bangsa-bangsa-dunia/

[4] https://www.nyatnyut.com/2017/01/06/teori-ibn-khaldun-tentang-siklus-bangun-dan-jatuhnya-sebuah-negara/

[5] http://sabronkanja.blogspot.co.id/2011/10/teori-kehancuran-bangsa-menurut-al.html

[6] http://aceh.tribunnews.com/2014/10/31/ini-penyebab-hancurnya-suatu-negeri

[7] http://beritaislamimasakini.com/tanda-tanda-dekatnya-kehancuran-suatu-negeri.htm

[8] https://www.eramuslim.com/peradaban/pemikiran-islam/umar-bin-khattab-suatu-negeri-akan-hancur-jika-para-penghianat-menjadi-petinggi-dan-harta-dikuasai-oleh-orang-orang-fasik.htm#.WSZoYbZ8vIU

[9] https://aslibumiayu.net/1301-faktor-faktor-hancurnya-sebuah-negeri.html

[10] http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/08234/bahrin.pdf

[11] http://guruppkn.com/upaya-menjaga-keutuhan-nkri

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: